Yohanes 2:16 - Pedagang Burung Merpati = Orang yg men-dagang-kan ROH KUDUS ?

Yohanes 2:16

Kepada pedagang-pedagang merpati
Ia berkata:
“Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.”

ps: merpati = salah satu simbol ROH KUDUS (Matius 3:16)


maksud pemahaman saya tentang men-dagang-kan ROH KUDUS itu mungkin begini :

  • orang yg mendoakan dengan memasang tarif Rp sekian…

  • orang yg menjanjikan kesembuhan dengan memasang tarif Rp sekian…

  • orang yg menjual minyak urapan yg sudah didoakan dengan tarif Rp sekian…

  • orang yg memiliki karunia nubuat tetapi sekali bernubuat memasang tarif minimal Rp sekian…

  • orang yg melayani dengan memasang tarif minimal Rp sekian…

yang pasti
orang yg men-dagang-kan ROH KUDUS bukan HAMBA melainkan PEDAGANG !

apakah pemahaman korelasi antara
pedagang burung merpati dengan orang yg men-dagang-kan ROH KUDUS (pedagang ROH KUDUS) sudah benar ?

kalau memang ternyata pemahaman diatas benar

siapapun orang yg men-dagang-kan ROH KUDUS
hendaklah segera bertobat dari praktek perdagangan ini sekarang juga

daripada nanti saat penghakiman
YESUS berkata
“Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.”

hum…
… burung merpati dipakai dalam beberapa kurban dlm taurat (ga inget apa aja)
jd banyak pedagang merpati di bait Allah, kan banyak yg butuh…

kl ditafsirkan memperdagangkan RK br denger ini…
mungkin bukan RohKudusnya tapi memanfaatkan karunia dr RohKudus tuk kepentingan pribadi…

memangnya bisa ya memperdagangkan roh kudus , lebih tepatnya memperdagangkan firman Tuhan (ayat2 Alkitab).

- orang yg mendoakan dengan memasang tarif Rp sekian...
  • orang yg menjanjikan kesembuhan dengan memasang tarif Rp sekian…

  • orang yg menjual minyak urapan yg sudah didoakan dengan tarif Rp sekian…

  • orang yg memiliki karunia nubuat tetapi sekali bernubuat memasang tarif minimal Rp sekian…

  • orang yg melayani dengan memasang tarif minimal Rp sekian…

orang begini disebutnya “dukun”

dan sebagai dukun memang sudah sewajarnya dan sepantasnya dihimbau untuk bertobat :tongue:

Sodara@Repento…

Kalau arti dari postingan anda mau di plesetkan…maka banyaklah wacana yang akan timbul…broo…!
Toh hanya masalah burung merpati saja kan…?? heheehhe…
Tapi untuk lebih sopannya, kita sebut di simbolik kan saja ya …bukan di plesetkan…stuju…??

Kenyataan bahwa, Memang sih…ini hewan adalah arti simbolik dari Roh kudus yang datang hinggap di Kepala Yesus Kristus saat stelah di babtis oleh Yohanes…tah…?? Simbolik lain dari dunia kegelaban adalah hewan burng gagak hitam legam ( gagak cemani ).Hewan burung lain yang sebagai simbolik untuk menyatakan anugrah Allah yang Adil & bijaksana thd semua malkhluk ciptaaNYA adalah burung pitit yang di jual seemprit harganya…hehhehe.

Jadi , relevan juga jika di katakan bahwa, " PEDAGANG BURUNG MERPATI = ORANG YANG MEMPER-DAGANGKAN ROH KUDUS"…!! tapi sekali lagi dalam arti simbolis ya ,bukan dalam arti sebenarnya…
Karena dalam arti sebenarnya (secara actualita) yaitu :
Pedagang = pelaku bisnis = bidang/lapangan pekerjaan yang sivatnya universal.
Burung merpati = hewan yang dapat di gunakan sesuai kebutuhan hajat hidup manusia.
Burung merpati tidak dilarang samasekali dalam ALKITAB ( TIDAK TERTULIS BAHKAN) UNTUK DI PERADAGANGKAN KAH…UNTUK DI GORENG KAH…UNTUK DI PELIHARA KAH…???JADI BEBAS MAU DIAPAKAN JUGA OLEH MANUSIA…!!?.

Nahhh…kalau kita contohkan (di aplikasi dalam kehidupan orang di dunia ini ) mengenai pedagang burung merpati = orang yang memper-dagangkan ROH Kudus adalah seperti ini :
*Ada seorang gadis Kristen yang berparas cantik tapi miskin ( harta ) dan berkenalan dengn pria
yang idak jelek (non-kristen ) tapi kaya raya banget…yang segala galanya dapat dibeli dengan
uang…Bahkan si gadis tsb dapat dibelinya untuk dijadikan istri baginya. Dan si Gadis tsb tidak
menolak dan bahkan melepaskan kekristennya untuk pindah ke agama suaminya dengan
sukacitanya yng begitu besar, karena dia akan menjadi suami orang yang sangat kaya
raya…dst…dstnya…

Jadi kesimpulannya :
Secara simbolis bahwa ""Gadis tsb baru bisa dikatakan sbg : Pedagang Burung merpati yang = orang yng men-dagang-kan Roh Kudus “”

Tapi masih banyak contoh lainnya dalam kehidupan kita sehari-hari kok…yang secara simbolik sebaai pedagang burung merpati. tsb

Salam TYB

setuju sekali banyak orang memperdagangkan karunia Rohnya, padahal ia mendapatkannya secara cuma2 dari RK. Ttp klo dalam konteks jualan burung merpati saya melihat mengapa Tuhan Yesus marah saat itu karena ibadah bangsa Yahudi saat itu menjadi suatu rutinitas dimana jemaat malas untuk membawa kurban dari tempatnya yang jauh, jadi ingin praktis dan membeli di pinggiran bait Allah, sehingga kalau sudah malas berarti kesungguhan hati dari jemaat Yahudi harus dipertanyakan. karena itulah ibadah menjadi rutinitas.

-best regards
JBu :slight_smile:

Dalam Alkitab ada koq yang mau mencoba membeli kuasa Roh Kudus, mungkin dengan maksud menjualnya kembali.

Kisah Para Rasul
8:18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, 8:19 serta berkata: “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.” 8:20 Tetapi Petrus berkata kepadanya: “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. 8:21 Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. 8:22 Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; 8:23 sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan.” 8:24 Jawab Simon: “Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu.”

Salam

mencoba membeli,tp tidak ada yg bisa menjual btul kan bro hans , jadi tidak ada istilah orang yg men-dagang-kan roh kudus.

Setidaknya Simon berpikir dengan kuasa tersebut dia bisa mendapat keuntungan dari orang lain.

Memang, dalam Alkitab tidak ada istilah memperdagangkan Roh Kudus.

Salam.

Wah repot kalau merpati alias burung dara disamakan dengan Roh Kudus ???

Lha kalau ke Restoran Cina terus pesan menu makanan : Burung Dara Goreng , apa bisa diartikan ‘roh kudus’ Goreng ???

He he he he …

saya rasa masalahnya bukan “merpati” nya…
tapi “lokasi” berjualannya yang bermasalah…

saya bingung di gereja saya depannya di gunakan untuk berjualan minuman, makanan, buku2, pernahpernik dll…
jual makanan ga salah… jual minuman ga salah…
tapi masalah lokasi nya…

huum, ia juga, berani sekali pedagang pedagan itu menjual roh kudus.