Yesus setara Bapa (?) Tapi Kenapa Bapa memanggil Yesus 'Anak'?

Yesus adalah satu dengan Bapa (Yohanes 10:30), tapi kenapa Bapa masih memanggilnya ‘AnakKu yang Kukasihi’ (Matius 3:17)? Bukankah (sepertinya) lebih enak kalo manggil “Inilah SobatKu yang Kukasihi”

Di tempat lain Yesus bilang bahwa
“Bapa lebih besar daripada Aku” (Yohanes 14:28)
“Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.” (Yohanes 10:29)

Bagaimana cara menjawab kontradiksi yg seperti itu?
apakah Yesus Tuhan tapi secara “pangkat” sedikit di bawah Bapa?
tapi kenapa Yesus dipanggil anak oleh Bapa? Sesuatu yg agak susah dibayangkan utk seorang yg setara dengan Tuhan (Bapa juga adalah Tuhan). Mereka itu satu (atau mungkin bersatu), tapi yg satu disebut Bapa, yg satu dipanggil anak. Ada apa sebenarnya?

saat Yesus inkarnasi jadi manusia, tentunya Dia ada dibawah Bapa
saat ini setelah Yesus sudah kembali kepada Bapa, Dia satu kesatuan dengan Bapa

====

Pertanyaan yang mirip pernah saya jumpai:

Kenapa Bapa menjadi Pribadi ke-1, Putera menjadi Pribadi ke-2, dan Roh Kudus menjadi Pribadi ke-3???

  • Apakah urutan 1, 2, 3 ini menandakan perbedaan “kualitas”? atau
  • Apakah urutan 1, 2, 3 ini menandakan perbedaan “originalitas”? atau
  • What?
    ====

Credo Nicaea-Constantinople pun kurang lebih menyiratkan hal yang sama"

I believe in one God,
the Father almighty,
maker of heaven and earth,
of all things visible and invisible.

I believe in one Lord Jesus Christ,
the Only Begotten Son of God,
born of the Father before all ages.
God from God, Light from Light,
true God from true God,
begotten, not made, consubstantial with the Father;
through him all things were made.

I believe in the Holy Spirit, the Lord, the giver of life,
who proceeds from the Father (and the Son)

Kronologis dari Credo tsb adalah:

Father ===> Son ===> Holy Spirit.

====

Well, jawaban paling benar dan tepat dari topic ini sebenarnya adalah: It’s a mysteri ;D

Tetapi karena sebuah misteri sudah pasti bukan jawaban… maka saya coba menggunakan analogi POHON sbb:

Pohon = Akar ===> Batang ===> Dahan??? (DAUN kita abaikan)

  • Apakah Akar lebih besar dari Batang atau Dahan??? (Bukan soal ukuran/berat)
  • Apakah Batang bersal dari Akar dan Dahan berasal dari Bantang??? [Apakah akar menciptakan Batang, dan Dahan?]
  • Apakah Akar lebih dahulu ada, baru Batang, kemudian Dahan???

====

Bapa memang lebih besar dari Putera … (tetapi ini bukan soal SUBSTANSI; bahwa Bapa lebih ilahi dari Putera).
Bapa lebih besar karena Bapa lah Principle. Tetapi bukan Father penyebab (cause) dari Putera dan Holy Spirit.

Akar adalah principle dari Batang dan Dahan… tetapi bukan Akar penyebab (pencipta) Batang dan Dahan.

Akar memang ‘mendahului’ Batang dan Dahan…

Tetapi kita tidak dapat mengatakan bahwa Bapa lebih dahulu ada, baru kemudian, Putera dan RK.

Kenapa???

Karena in GODHEAD there’s no Potentiality.
In Godhead there’s only Actuality.

Akar-Batang-dan Dahan === hanya bisa jadi analogy, karena akar, batang, dan dahan bukanlah PERSON.
Sedangkan Father, Son, and HS adalah Person.

====

Salam,

Ke-Allah-an Putera tidak berubah samasekali karena Inkarnasi.

Jadi, baik sebelum Inkarnasi, maupun setelah Inkarnasi… ke-Allah-an Allah Putera adalah tetap.

===

Salam,

alternatif penjelasan yang baik bro Granits

keAllahanNya tetap bener
tapi karena Dia inkarnasi jadi manusia, maka Dia dibuat “sedikit lebih rendah”

“Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.”

hanya untuk waktu yang singkat saja

Keren Bro Granits,

In God there is no ‘becoming’,
In God there is only ‘being’.

mantap :afro:

Kamu salah pemahaman bro… Allah (Bapa) itu bukan TUHAN (YHVH).
TUHAN (YHVH) itu adalah Firman dan Kuasa Allah (Bapa); Dia adalah representatif Allah (Bapa) yang tidak kelihatan.

1Kor. 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

apakah om mau bilang kalo Bapa dan Anak adalah orang yang sama, hanya Dia bisa menjadi dua di saat bersamaan, begitu?

Jika Tuhan bilang “Inilah Ayahku yang Kukasihi” tentu orang2 akan bingung kok Tuhan punya ayah ?

apalagi jika Tuhan bilang “Ini orang (Yesus) adalah Aku Sendiri” ??? Tentunya orang2 akan melihat ke langit terus melihat kpd Yesus, ada suara di langit tapi Tuhan kok disebut ada disini ? jelas2 beda !
Bapak tahu ide ini tdk akan diterima.

Dibilang sbg anak pun telah dianggap sbg penghujatan dan menimbulkan kebencian dan murka sehingga Yesus ditangkap dan disalibkan. Spt orang Arab yg dgn keras menolak bahwa Tuhan punya anak.

Jadi 2000 tahun yg lalu Bapa menyatakan bahwa Yesus adalah Anak utk menunjukkan keTuhanan Yesus belaka. Tuhan tahu ide ini pasti menimbulkan kontroversi.

Padahal ada satu orang yg sadar dan paham siapakah Yesus sebenarnya, yakni Bapa sendiri :
Yesaya (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Masih banyak orang yg belum sanggup menerima hal ini.

Yesus memang Anak Allah karena diperanakkan didalam kekekalan oleh Allah Bapa makanya Yesus memanggil Bapa kepada Allah Bapa.

Di dalam Filipi 2:5-7 sudah sangat jelas terjawab…
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang juga terdapat di dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia”

Salam Damai Temans…
Tuhan Memberkati…

dari logic bang sizxbn disimpulkan bahwa Bapa menunjuk Yesus (yg sebenarnya juga setara denganNya) utk menjadi Tuhan atas manusia, menjadi perwakilan atas diriNya? Jadi yg selama ini kita Tuhankan hanya satu yaitu Tuhan Yesus. Sementara Bapa itu lebih tepat disebut Allah Bapa. Begitukah logikanya bang?

Dari 4 Injil yang di pilih bapa" gereja hanya Injil Yohanes yang ditulis oleh murid Yesus.

Tujuan Injil itu di tulis agar semua mengetahui bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Secara pangkat jelas berbeda antara Bapa dan Anak sebab tidaklah sama antara yang memberikan kuasa dan yang menerima kuasa.

Tapi sekalipun demikian, hal itu tidak menghilangkan keilahian Yesus sebab Dia adalah satu satunya yang dipilih dan dikuduskan dari antara semua anak anak Allah.

Jika ada yang hendak menyamakan antara Anak dan Bapa maka mereka hendak menjadikan Yesus seorang pendusta sebab Yesus sendiri berkata bahwa Bapa lebih besar daripadanya.

Jika ada yang hendak menyamakan maka kiranya dapat menjawab pertanyaan saya mengenai siapakah yang mengetahui tentang waktu yang tepat terkait hari kiamat?

Terima kasih.

Terpujilah TUHAN, Allah Israel dan Terpujilah Anak Domba Allah dari dulu, sekarang dan sampai selamanya.

Tulisan di atas sangat menarik

Pada point’ pengakuan iman Nicea diatas intinya :

  1. One God = 1 Allah
  2. One Lord = 1 Tuhan/Tuan
  3. Holy spirit = Roh Kudus

Dengan point’ diatas jelas tertulis pribadi tersebut berbeda dan tidak setara sekalipun sama - sama adalah mahluk ilahi.

Jika mereka hendak disamakan maka sudah tidak ada perbedaan antara unitarian dan trinitarian.

Terima kasih.

Seorang ayah selalu lebih besar daripada anaknya, sebab ketika anaknya belum lahir ia/sang ayah sudah besar. Begitu pula Bapa dengan Yesus. Bapa ada lebih dulu daripada Yesus. Bapa memperanakkan Yesus sebagai yang pertama dari ciptaanNya. Dalam Yoh 1:1 tertulis, “Padamulanya adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Yesus adalah Firman yang keluar dari Bapa/Allah sehingga Ia dengan sendirinya adalah Allah. Allah Bapa dan Allah Anak adalah Roh dan adalah satu kesatuan tetapi beda dalam kekuasaan. Bapa berkenan memberikan segala kekuasaan di sorga dan di bumi kepada Yesus untuk menjadi Raja dan Tuhan bagi manusia, karena Yesus telah menjadi Anak Domba yang mengorbankan diriNya untuk menebus dosa manusia (Mat 28:18, Wah 5:12)

@Sotardugur Parreva nimbrung.

Menurut pendapatku, kalimat @L.O.T itu masih ambigu, dapat diartikan:

  1. Injil yang ditulis oleh Yohanes adalah Injil Yohanes, berarti ketiga Injil lainnya bukan ditulis oleh Yohanes; dan
  2. Dari keempat Injil, hanya Injil Yohanes yang ditulis oleh rasul.

@Sotardugur Parreva ingin nimbrung terkait dengan pengertian nomor 2.

Artinya, dari empat Injil, hanya Injil Yohanes yang ditulis oleh rasul (murid Yesus Kristus langsung). Atau, ketiga Injil lainnya, yaitu Injil Matius, Markus, dan Lukas, tidak ditulis oleh rasul atau murid langsung Yesus Kristus.

Berdasar informasi yang kubaca dari wiki, Injil Matius juga ditulis oleh murid langsung Yesus Kristus, yaitu rasul Matius.

Penulis Walaupun dokumen ini tidak mencantumkan nama penulisnya, namun kesaksian semua bapa gereja yang mula-mula (sejak kira-kira tahun 130 M) menyatakan bahwa Injil ini ditulis oleh Matius. Matius adalah seorang pemungut cukai (petugas pajak pada zaman itu) yang menjadi salah satu dari kedua belas rasul Yesus. Meskipun ada yang menduga ditulis oleh Matius lain yang hidup 80 tahun setelah Yesus wafat. Namun, penemuan naskah papirus yang sekarang disimpan di Magdalen College, Oxford, Inggris, menunjukkan bahwa Injil Matius ini sudah selesai ditulis sebelum tahun 66.

Dengan demikian, menurut pendapatku, ada dua Injil yang ditulis oleh murid langsung Yesus Kristus, yaitu Injil Matius ditulis oleh Matius rasul, dan Injil Yohanes ditulis oleh Yohanes rasul.

Salam damai.

tiga pribadi berbeda
tetapi
sama dan setara dlm hal SUBSTANSI
ketiganya Allah echad/Esa
Demikian point pengakuan iman Nicea
Jangan dipelintir…

Itu saat kenosis. Makanya Bapa lebih besar dari Anak. Tapi gak usah kuatir, Bapa juga manggil Yesus Sang Anak juga Allah kok. - Ibrani 1:8

Lagian toh di Wahyu 21:23 bumi yang baru dan langit yang baru tidak perlu matahari dan bulan untuk memberikan sinar. Sebab kemuliaan Allah yang menyinarinya dan Yesus adalah lampunya.

Kalo Yesus sebagai lampu bukan Allah gimana caranya dia memancarkan kemuliaan Allah masakan manusia bisa memancarkan kemuliaan Allah. :happy0025:

tidak dipelintir kok … kan saya cuma copas inti dari tulisan sebelumnya :slight_smile:

yang perlu saya koreksi yaitu :

Jika mereka hendak disamakan maka sudah tidak ada perbedaan antara unitarian dan trinitarian.

menjadi

Jika mereka hendak disamakan maka sudah tidak ada perbedaan antara Modalisme dan trinitarian.