Yesus mengutuk pohon ara

Mar 11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

Mar 11:13 kai idon sukon apo makrothen exousan fulla elthen ei ara ti euresei en auto, kai elthon ep’ auton ouden euren ei me fulla: ho gar kairos ouk en sukon.

G4810
???
sukon
soo’-kon
Apparently a primary word; a fig: - fig.

Fig

Ficus carica L.
Moraceae
Common Names: Fig (English), Higo (Spanish), Figue (French), Feige (German), Fico (Italian).

Related Species: Cluster fig (Ficus racemosa), Sycomore Fig (Ficus sycomorus).

Distant Affinity: Mulberry (Morus spp.); Breadfruit (Artocarpus altilis Fosb.); Jakfruit (Artocarpus heterophyllus Lam.); Che; Chinese Mulberry (Cudrania tricuspidata).

Origin: The fig is believed to be indigenous to western Asia and to have been distributed by man throughout the Mediterranean area. Remnants of figs have been found in excavations of sites traced to at least 5,000 B.C.

http://www.crfg.org/pubs/ff/fig.gif

http://img231.imageshack.us/img231/9548/arame0.png

Apa yang disebut sebagai ‘buah ara’ ini sebenarnya adalah ‘buah palsu’, ia sebenarnya adalah bunga dan biji yan bertumbuh bersama sehingga membentuk massa yang besar.

[url=http://en.wikipedia.org/wiki/Fig]The fig is[/url] commonly thought of as fruit, but it is properly the flower of the fig tree. It is in fact a false fruit or multiple fruit, in which the flowers and seeds grow together to form a single mass.

Dari penggalan narasi oleh Markus diatas :

Bagian pertama :

  1. Yesus melihat pohon ara dari jauh yang sudah nampak berdaun.
  2. Yesus berharap menemukan buah ara disana

Bagian kedua :

  1. Yesus tidak menemukan buah ara sama sekali
  2. Bukan musim buah ara

Narasi diatas terjadi saat Yesus dan 12 murid-muridNya sedang dalam perjalan menuju Yerusalem dari Bethany (kurang lebih 3 km disebelah timur Yerusalem) yang berada disisi selatan lereng bukit Zaitun (Mount Olive).

http://img216.imageshack.us/img216/6586/betanyao0.png

Kisah ini selalu menjadi bahan olok-olokan dari ‘seberang’ yang mengatakan :

Tuhan nya yang lapar kog pohon ara nya yang dikutuk , kasihan deh. dll

Apa yang sebenarnya terjadi saat itu?

Wilayah geografis Israel terletak pada : 31 30 N, 34 45 E , di sebelah utara garis katulistiwa (equator)

http://img223.imageshack.us/img223/1436/180pxworldmaptemperatesky8.png

Dan akibatnya memiliki 4 (empat) musim dengan siklus sebagai berikut :

http://img218.imageshack.us/img218/8606/siklusib5.png

Pada bagian pertama penggalan narasi diatas, kita , mendapatkan info bahwa pohon ara tersebut mulai [sudah] berdaun, hal ini merujuk bahwa wilayah Israel saat itu baru saja melewati masa musim dingin dan mulai memasuki masa musim semi [Spring]

Sedang pada bagian kedua dari penggalan narasi diatas, Markus sang Narator memberikan informasi bahwa saat itu memang sedang bukan musim buah ara.

Musim buah ara yang seperti apakah yang dimaksud oleh Markus?

Sebenarnya, sepanjang tahun pohon ara menghasilkan buah ara sebanyak 2 kali.

Panen pertama yang disebut sebagai ‘breba crop’ yang dimulai saat akhir musim sebelumnya [musim dingin - Winter] dan bertumbuh pada musim semi [Spring]. Kualitas buah pada panen ini memang kurang dan lebih terasa masam bila dibanding pada kualitas panen utama.

Fruits: The common fig bears a first crop, called the breba crop, in the spring on last season's growth. The second crop is borne in the fall on the new growth and is known as the main crop. In cold climates the breba crop is often destroyed by spring frosts. The matured "fruit" has a tough peel (pure green, green suffused with brown, brown or purple), often cracking upon ripeness, and exposing the pulp beneath. The interior is a white inner rind containing a seed mass bound with jelly-like flesh. The edible seeds are numerous and generally hollow, unless pollinated. Pollinated seeds provide the characteristic nutty taste of dried figs.

Dari kejauhan Yesus telah melihat hijaunya daun pohon ara tersebut, yang artinya saat itu sedang berlangsung musim semi [Spring].
Bila ditinjau dari definisi ‘breba crop’ diatas, maka seharusnya buah ara tadi sudah mulai muncul saat berakhirnya musin dingin [Winter] sesaat sebelum memasuki musim semi [Spring].

Artinya, buah ara akan muncul terlebih dahulu sebelum munculnya tunas-tunas daun hijau yang baru

Pada kenyataannya, sesaat ketika Yesus mendekat, ternyata Dia tidak menemukan satu buah ara pun disana.

Sebuah penyimpangan dari sifat naturalnya.

[url=http://www.direct.ca/trinity/fig-tree.htm]The leaves on the fig tree would signify figs[/url]. Figs often form before the leaves appear. Jesus noticed the leaves and wanted the figs that were associated with it. Jesus did not curse the tree because it had leaves out of season, according to his reactions He intended on eating the figs even though it was out of season. He cursed the fig tree because it was out of season and did not produce any figs. A bad fig tree will produce bad figs:

Jenis pohon ara yang memiliki sifat seperti ini, dimana dia tidak memiliki ‘breba crop’ atau menghasilkan panen buah pertama, maka sepanjang tahun itu, ia tidak akan pernah menghasilkan buah lagi termasuk pada ‘main crop’

Panen kedua disebut sebagai ‘main crop’ yang dimulai pada musim gugur [Fall/Autumn]
[quoe]
Luk 13:6-8
(6) Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
(7) Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
(8 ) Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya

Luk 3:9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api."
[/quote]
Ya
Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah, akan ditebang dan dibuang kedalam api

Meskipun pohon itu telah dicangkokkan kepada Pokok Yang Benar, namu sia-sia saja kalo ia tidak mau berbuah juga.

Joh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Namun setiap pohon yang menghasilkan buah, ia akan dipangkas [diproses] agar buahnya semakin lebat

Joh 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Salam

wow… artikel yang :afro:. memberikan pencerahan yang bermanfaat. Great Artikel moe… GBU

baca Mzm. 1
jadilah pohon yg brbuah sepanjang musim,
nice article,

God bless U all FK member :happy0025:

Pohon yang baik dilihat dari buahnya, buah2 yang baik. Jika suatu pohon hanya berdaun lebat tetapi tidak berbuah, bagaimana dapat bermanfaat bagi penanam pohon tsb? Kita adalah suatu pohon, Allah menghendaki kita untuk dapat berbuah2 untuk kemuliaan Allah. Berbuah2 Roh (Kasih, Sukacita, Damai Sejahtera, Kebaikan ,Kelemahlembutan, Kesabaran, Kemurahan, Penguasaan diri, dll). Apakah kita sudah menjadi pohon yang berbuah2 lebat???
Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya kepada Tuhan. Ia akan seperti pohon yang ditanam ditepian air, yang merambatkan akar2nya pada tepi batang air. Yang daunnya tetap hijau dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
So, kita harus dapat berbuah untuk menyenangkan hati Tuhan. Agar dapat berbuah, kita memerlukan aliran air Hidup (Yesus Kristus) dalam hidup kita. Tetaplah Hidup dalam Persekutuan dengan Yesus Kristus. Bertumbuh, berakar dan berbuah di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Untuk apakah kita hidup? Apakah kita hidup sebagai pohon yang tidak mau berbuah, dan kemudian ditebang??? dan dicampakkan kedalam Api?
Jangan sia-siakan hidup kita, ingatlah waktu kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin dekat. Berbuahlah dan Persiapkan dirimu menjelang Kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Maranatha!

nice artikel… :afro:

:afro: penggalian info yg OK’s abiss…

Kenapa Tuhan Yesus tidak mengutuk pohon ganja atau koka ( bahan pembuat kokain ) apa Tuhan Yesus itu maap " *****" :ashamed0004: :ashamed0004: :ashamed0004: :ashamed0004: :ashamed0004:

***edit by eRZet

@jackgubrak > dimohon bisa SOPAN dalam pembuatan kata2 di dalam FORUMKRISTEN. read RULES please?! thanks.

maaf

artikel yang bermanfaat… :slight_smile:

Klo buat saya, apapun yang Tuhan lakukan selalu punya arti positip.
Karena Tuhan Yesus itu Kasih :smiley:

Thapi…
Papi saya bepikir Tuhan itu kejam. Karena belum musimnya, dikutuk.
Saya sempet membri tau artikel ini. Menurut papi saya.
belum menjawab.
Berdasarkan analisis singkat, apa alasan yang wajar??

Thanks.

Tepat :

Kejam!

But…sebentar…siapa yang bilang kejam?

Tuhan apa manusia?

Tetapi kalau dilihat dari sisi Tuhan, bukankah Tuhan itu Tuhan?

Bukankah semuanya itu hak Tuhan?

Bukankah apa yang dilakukan Tuhan terhadap miliknya itu sah?

Papi mu menghajar kamu, akan dilihat tetangga sebagai tindakan kejam…but papimu memiliki tujuan.

Rules yang ada pada papimu, tidak bisa dijudge oleh rules tetangga

Papimu memiliki rules yg berlaku didala daerah kekuasaannya : keluarganya.

Apakah tetangga boleh mencerca : kejam!

Itulah Tuhan, ada pesan dibalik tindakan itu

Tuhan punya rules yng adalah hak Nya

waaaaaaahhh…rupanya begitu ya yang sebenarnya. Asik mas! Saya dapet pencerahan baru lagi. Kalo gini kan saya bisa ngerti lebih jauh lagi.

Mengesnai Yohanes 15:1-5, saya akan menambahkan demikian:

Kita akan memulainya dari membedah latar belakang ajaran Tuhan yesus ini dengan melihat dua hal, yaitu:

Pertama: PL menunjuk Israel sebagai tanaman anggur

Perjanjian lama menggambarkan Israel sebagain tanaman anggur (Maz. 80:8-19, Yes. 5:1-8, Yer. 2:21 dan 6:8-9, Yeh. 17:6-8 dan 19:10-14, Hos. 10:1-2). Berikut saya kutip ayat yang paling menonjol mengenai hal ini, yaitu ayat 7 dari bacaan Yesaya 5:1-8 sebagai ayat kuncinya, demikian:“Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.”

Kedua: Pemeliharaan perkebunan anggur jaman itu

Satu dari dua hal penting mengenai cara orang-orang jaman itu mengurus pohon anggurnya, adalah melakukan pemangkasan dalam dua tahap.

Pemangkasan tahap pertama dilakukan pada musim semi di saat pohon anggur berbunga. Pemangkasan tahap ini mencakup memotong ujung-ujung tanaman yang menjulang supaya tidak terlalu lebat, memotong ujung ujung tanaman sepanjang kira-kira 1-2 kaki untuk menghindari tanaman dari gangguan angin, memangkas beberapa bunga dan kumpulan buah anggur tertentu yang sudah ada dengan tujuan agar buah lainnya dapat berkembang dengan kualitas yang lebih baik, dan menyingkirkan serangga-serangga penghisap yang ada. Pemangkasan musim semi ini tidak dimaksudkan untuk membuang cabang-cabang dan membakarnya.

Pemangkasan tahap kedua dilakukan di musim gugur setelah masa panen. Dalam tahap ini, cabang-cabang yang tidak diinginkan dipangkas. Cabang-cabang yang dimaksudkan di sini adalah cabang-cabang yang sudah berbuah pada musim panen sebelumnya, tetapi akan tidak berbuah pada musim berikutnya. Tahap ini juga dilakukan pemangkasan-pemangkasan seperti tahap pertama, dengan tujuan untuk memastikan hasil panen yang maksimal di musim berikutnya. Setelah pekerjaan tahap kedua ini selesai, semua sampah potongan dikumpulkan untuk dibakar.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka kita dapat memahami Yoh. 15:1-5 dengan lebih baik.

Yoh 15:1
“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.”

Lawan dari latar belakang PL mengenai Israel sebagai pohon anggur yang tidak berbuah baik adalah pernyataan Yesus tersebut dalam ayat ini:" Akulah pokok anggur yang benar .…". Pernyataan Tuhan tersebut adalah untuk menunjukan apa sebenarnya yang disebut dengan benar yang asli. Ia menyatakan kalimat tersebut untuk mengindikasikan bahwa Dialah yang akan menghasilkan buah yang baik, yang mana tidak dapat dilakukan oleh bangsa Israel; yaitu buah yang diharapkan oleh Bapa sebagai tukang kebunnya. Dalam ayat ini Yesus juga berkata:"… dan Bapa-Kulah pengusahanya.", ini adalah petunjuk yang menyatakan bahwa baik pelayan-Nya dan murid-murid-Nya sebagai cabang berada di bawah kendali Bapa yang berdaulat untuk memilih cabang mana yang dipotong dan mana yang dibiarkan tetap tinggal di dalam Putra-Nya (pokok anggur yang benar).

Yoh. 15:2-3
“2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.”

Ayat diatas menggambarkan murid-murid Tuhan sebagai cabang-cabang dari pohon anggur, dimana Bapa berperan sebagai yang memangkas mereka untuk meningkatkan buahnya. Yesus berkata:“Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya ….”. Ada sebagian orang yang beranggapan bahwa frase “ranting pada-Ku” yang dipangkas Bapa menunjuk pada orang-orang yang tidak percaya atau yang ditolak; tetapi frase ini lebih kuat mengarah kepada orang yang menyangkal Dia. Dalam konteks “Perjamuan Terakhir” dimana Yudas Iskariot pergi untuk berkianat, memberikan keterangan bahwa ranting yang dipotong itu mengacu kepada si pengkianat. Sebaliknya untuk murid-murid sejati, Yesus berkata dalam ayat 3:" Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.". Ayat ini ditujukan kepada murid-murid-Nya, tetapi sewaktu Yesus mengatakan hal ini tentunya tidak termasuk Yudas Iskariot. Hal ini dapat kita ketahui dengan membaca ayat berikut ini

Yoh. 13:10-11
"10 Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.” 11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih.”

Kenapa Yudas Iskariot dikecualikan Tuhan Yesus? Jawabannya jelas di atas, yaitu karena Yudas akan berkianat. Kenapa Yudas Iskariot tidak dianugrahkan iman seperti kesebelas murid yang lain supaya tidak berkianat? Jawabannya dapat dibaca dalam ayat berikut ini:

Yoh. 17:12
“Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.”

Yoh. 15:4-5
“4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Di atas kita telah mengetahui siapa sebenarnya mereka yang akan dipangkas dan dibakar, yaitu orang yang telah ditetapkan demikian adanya; berikut ini Tuhan Yesus menjelaskan sesuatu mengenai orang-orang (cabang-cabang) yang sudah ditentukan Bapa (tukang kebun) untuk tinggal tetap bersama Dia (pokok anggur yang benar). Yoh. 15:4-5 mengingatkan kita pada jaminan persekutuan yang erat dengan Roh Kudus yang diberikan kepada setiap orang percaya. Kalau Tuhan telah menjadikan kita ranting-rantingnya, maka kita akan berbuah banyak dan berkualitas seperti yang dikehendaki Bapa. Ini bukanlah suatu korelasi, tetapi jelas merupakan hubungan yang bersifat regresi. Kekuatannya bukanlah terletak pada kita tinggal di dalam Dia, tetapi karena Dia tinggal di dalam kita. Kita dikatakan tidak bisa berbuat apa-apa; artinya bukan karena perbuatan kita maka dia tinggal di dalam kita, tetapi hanya karena anugrah dan kedaulatan-Nya semata. Hal ini tidak dapat terelakan bahkan untuk ditolak (baca juga tulisan mengenai “Anugrah yang tidak bisa ditolak” di sini: 5 Poin Calvinisme - Bag 4: Anugerah Yang Tak Dapat Ditolak (Irresistible Grace) - Ajaran Kristen - ForumKristen.com).

========================================================================================
1 Kor. 15:55
“Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

Demikian bro, semoga bisa memberkati
GBU

duh si @ERZET … galak amad. hehehe…

thread bermutu, 2 jempol :slight_smile:
trims buat penjelasannya,
God bless :smiley:

lihat makna rohaninya…jgn hanya dipikirkan secara logika…