Umat Kristen Bekasi Minta Deklarasi Kerukunan Tidak Terburu-buru

Umat Kristen Bekasi Minta Deklarasi Kerukunan Tidak Terburu-buru

Bekasi meminta pelaksanaan deklarasi kerukunan umat beragama tak dilakukan terburu-buru. Mereka membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan konsolidasi internal terlebih dulu dengan sejumlah kelompok yang ada. Pasalnya hingga saat ini masih ada kelompok yang belum tersosialisasikan perihal butir-butir kesepakatan yang akan dideklarasikan.

“Supaya tak muncul keberatan dari salah satu kelompok di kemudian hari. Kalau memang akan mendeklarasikan pernyataan bersama, tentu harus diterima bersama pula. Dari internal kami pun harus satu suara dulu,” ucap Ketua Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG) Sadikun Lie, ditemui Rabu (23/3).

Sejauh ini, menurut Sadikun, baru empat kelompok yang sudah mendapatkan sosialisasi hingga menerima butir-butir pernyataan. Sementara sisanya akan disosialisasikan segera, selambat-lambatnya minggu ini. Selain meminta waktu tambahan, mereka pun mengharapkan butir-butir pernyataan di konsep deklarasi yang masih harus diperjelas. Jika tidak, pernyataan yang dapat mengundang multitafsir itu dikhawatirkan justru akan menyulut kericuhan.

Butir yang dimaksudnya ialah poin pertama dalam konsep deklarasi. Isinya kurang lebih seputar jaminan pemerintah melindungi pelaksanaan ibadah umat agama, selama dilaksanakan sesuai perundang-undangan yang berlaku sekaligus tanpa mengganggu ketertiban umum. “Bisa-bisa nanti muncul kelompok yang mengatasnamakan deklarasi lalu melegalkan tindakan penertiban pelaksanaan ibadah umat tertentu yang mereka anggap mengganggu ketertiban umum,” tutur Sadikun ditemui Rabu (23/3).

Tata cara peribadatan umat Kristen yang biasanya diramaikan nyanyian berisi pujian, dikhawatirkannya, rentan memicu keberatan umat lain hingga dianggap mengganggu ketertiban umum. “Untuk kasus seperti itu, kami harap toleransinya karena memang begitu tata caranya. Lagipula tidak sepanjang hari dilakukan, hanya pada waktu-waktu ibadah,” katanya lagi.

Source : Pikiran Rakyat / DPT


Judul diedit untuk menyesuaikan dengan fakta yang disajikan dalam posting
Edited by oliver
Harap perhatikan Peraturan Forum !
Thanks untuk pengertiannya.

Kalau kita bersekutu…masa liturginya diam-diam saja jemaatnya…??
ga boleh bernyanyi dlam memuji TYK…?? oHH INI SUDAH PELECEHAN DAN
PENISTAAN CARA BERIBADAT NAMANYA…!!! gA bisa terima saya…!! ga setuju saya…!! apakah ruang lingkup udara juga mau mereka batasi…?? memang mereka yang menciptakan ruang lingkup cakrawala ( udara )…??
Kalau mau fair…ya buang saja pengeras-pengeras suara ( toa ) di setiap mesid.langgar.surau mereka…!! Pasti ga mungkin kan…??

Jadi menurut saya : JIKA JEMAAT GEREJA sudah membangun gedung, maka buat ruangan gereja yang kedap suara seperti ruangan studio rekaman…Jadi suara pujian tidak keluar gedung. Kurangi lobang jendela dan pakailah pendingin ruangan.jika gedung tertutup rapat, maka masih
nyaman didalam.
Sebetulnya masih banyak siasat dan solusi dalam rangka kita bertoleransi dengan pihak lain. Tapi jika kita mengalah juga, bukan berarti kita menemui jalan buntu kan…?? Melainkan masih banyak cara yang harus kita tempuh walaupun istilahnya membayar harga mahal disini. Tetapi tata cara kita ibadah tidak boleh didikte oleh pihak lain untuk menjadi dihilangkan sama sekali liturgi ibadah kita tsb. Emang siapa mereka…?? yang menciptakan dunia…?? Sudah merasa sombong mereka karena jumlahnya banyak. Yang penting kita ingat bahwa, siapa yang mengikuti TYK akan LEBIH MENJADI PEMENANG.

paling lucu komen yg di atas…

biasa nya orang kl di tuduh kentut ga ada yg ngaku… ;D

justru kita di luar diserang terus eh anak2-Nya pada tengkar dan bingung sendiri ""di dalam "
miris saudara purba

Yup
tapi kalo dari mayoritas berteriak teriak sampe tengah malam, pagi, dll
kok tidak pernah dipermasalahkan ya ^^

Gak pake pengeras aja diributin gimana ya klo gantian gereja yang pakai pengeras saat pujian ??? :char11: ( Bisa jadi banyak yg bertobat kali ;D )
Yah namanya jg cari-cari permasalahan untuk meniadakan geraja…ini jg termsk salah satu cara (dari sekian banyak) penganiayaan thd milik KRISTUS…dari izin yg dipersulit, penutupan gedung gereja secara paksa, dan msh bnyk lg.

benar sekali
coba berapa kali sehari suara pengeras itu berbunyi dalam sehari

5 kali
http://www.laymark.com/i/o/52.gif

kalo kita mah paling rame cuma sabtu malem (biasanya ibadah youth tuh) ama hari minggu…

Tahukah kenapa Indonesia sulit sekali untuk maju? Karena kebanyakan orang setiap hari lebih sering mendengar kebohongan(minimal 5x) daripada makan(rata-rata 3x).
Salam

jangan begitu om. apa juga yang telah kita berikan kepada indonesia ini? jangan2 kita ambil bagian dalam sistem yang korup, atau setidaknya menikmati zona nyaman kita sehingga indonesia tidak maju.

pakek hikmat dong,jangan pada ribut…pasangin kedap suara aja grejanya…jadi kan nggak kedengaran keluar…hehehe…kayak grejaku…hehehe…mau triak2 kek…mau tepuk tangan …no problem,nggak kedengeran sampek keluar…

setuju!
yang paling bagus sebenernya toleransi beragama. tapi ketika hal itu ngga didapatkan, jangan malah maen api ato maen berani2an.

judul nya mengundang hasrat untuk di baca alias ‘tebak2 curiga’ :tongue:

benar, sampai waktu kerja dan apapun di pakai
kalo dengernya kebenaran sih ok
eh teriak2 dan mengajar untuk membenci(karena dekat aku tinggal sering terdengar kotbahnya, wah penuh kebencian bagi non m

dengan tinggal diam dan tidak menjadi “militan”
itu masalah anak2 Tuhan yang saya baca

yup
karena aku berharap kita lebih care masalah begini, daripada tengkar sendiri^^
lucunya kita ini kayak satu negara
ada musuh mau serang eh di dalam pada bingung sendiri^^

ini sensitif lho. bagaimana kalo di pekerjaan Anda, Anda dituntut untuk bekerja di hari minggu??

Toleransi Beragama.

pernah^^
ke gereja trus kerja^^

betul! jadi intinya setiap orang tidak suka, bukan, jika waktu ibadahnya diganggu gugat??

masalah kebenaran, kalau konteksnya sedang berhadapan dengan orang yang belum percaya, bagi mereka kita lebih bodoh lagi. beribadah kog menyembah manusia juga?? lebih buang2 waktu itu.

Toleransi Beragama lah.

Salam

tapi tetap waktu kerja tidak boleh d ganggu juga saudara