Tuhan Yesus - Iblis - Manusia, mencari korelasi di antaranya

Dapatkah manusia menjadi benar tanpa Tuhan Yesus?
Apakah jika manusia ada, iblis selalu hadir untuk menyesatkan manusia?
Bagamana korelasi antara Tuhan - Iblis - manusia dalam kehidupan di dunia ini?
Dalam hal jumlah, lebih banyak mana, manusia apa iblis?

Mohon disharing pendapatnya. Thanks.

BROO.@BABYBENZ…!!
Kalau melihat masalah ini, berarti harus kembali dulu pada titik awalnya sebagai dasar pemikiran "kenapa semua itu ada dan bisa hadir di dunia ini…?? Alasan mendasarnya apa kan…?? Sampai Yesus ada di dunia…Iblis ada di dunia juga…begitupun manusia ada di dunia juga bukan…??
Dari pengertian diatas , maka kita dapat membuat /menggambarkan suatu kronologisnya dng jelas dan tegas…sesuai apa yang di ceritakan dalam Alkitab…bukan apa yang di ceritakan dari luar Alkitab, jika itu pemahaman saya dari IMAN kRISTEN YA broo@babybenz…???

Sesuai dng yang diceritakan dalam Alkitab, kronologisnya sbb :

1). Allah membuang Iblis ke dalam dunia ini saat dunia masih kosong
belum berpenghuni makhluk hidup apapun. Berarti manusia mula mula
belum diciptakan oleh Allah Semesta Alam. Iblis di buang ke dunia
karena Iblis memberontak kepada kerajaan Sorga untuk merebut
Takhta Allah. Tapi iblis dapat dikalahkan dan dipatahkan, akhirnya sbg
hukumannya mereka di buang ke dunia sampai mengunggu hari
penghakiman.

2). Allah menciptakan manusia mula mula untuk mendiami dunia ini dng Kar
akter manusia yang serupa dan segambar dng Allah. Kenapa harus
berkarakter seperti itu…?? Karena Allah Maha Mengetahui, bahwa di
dunia sudah ada si iblis, Maka Allah menciptakan manusia supaya bisa
menguasai dan memiliki adikodrati derajat kemulyaannya diatas iblis.

3). Yesus Kristus ada di dunia ini, dengan tujuan untuk mengembalikan
“kemulyaan manusia” seperti sedia kala saat manusia mula mula (
Adam dan Hawa ) hidup di Taman Eden. Karena keadaan manusia
keturunan Adam & Hawa di dunia ,sudah jauh jatuh kedalam dosa
akibat sifat dan perilaku Adam & Hawa yang tidak setia dan
melanggar Ketetapan Allah saat di Eden tsb, terwarisi ke pada
manusia keturunannya. Yang semuanya itu akibat manusia terjebak
masuk dalam hasutan IBLIS DALAM PERBUATAN PERBUATAN JAHAT
yng semuanya melawan Allah dan mendukakakan serta memancing
kemurkaan Allah.

Jadi mnurut saya jelas korelasinya dikarenakan ada sebab dan akibat, sehingga terjadi sedemikian rupa.
Kemudian jika bicara masalah jumlah…?? pasti manusia bisa dihitung dengan pasti berdasarkan ilmu sensus kependudukan di semua bangsa & negara.
Tapi kalau bicara jumlah iblis…?? kita sudah tau bahwa iblis adalah wujud roh kan…?..jadi untuk membatasi jumlah…?? ya sepertinya belum ada sensus nya kemasalah dunia seprti ini…dunia alam roh /ghaib…dunia kegelapan.

Jadi jumlahnya banyak mana antara manusia dng iblis…?? kurang lebih banyakan iblis mnurut saya…!!, Karena disamping semua manusia ada iblis yang mengaum-ngaum mengelilingi manusia ybs…belum lagi iblis yang mendiami banyak tempat tempat tertentu di dunia ini yang belum didiami manusia…Dng kata lain karena wujudnya bersifat roh, mak mungkin dapat mengkloning dirinya menjadi begitu banyak…hehheheh

Salam GBU

Saya dapat menangkap pemahaman bro.
Tapi mari kita sepakati dulu, apakah manusia dapat memperoleh kebenaran tanpa hadirnya Yesus? Dan apakah setiap ada manusia pasti ada iblis? Apakah dengan menganggap iblis itu sebagai roh, maka iblis terbebas dari batasan ruang? Artinya pada saat bersamaan bisa ada di dua tempat yang berbeda?

Sebelumnya mohon maaf ya broo…?? saya tidak menyinggung arti kebenaran yang ada di luar iman Kristen ya…?? tolong pahami itu dulu.
Karena sesuai yang diajarkan di Alkitab, bahwa tidak ada kebenaran di luar TYK, kecuali yang dari TYK.

Sekarang ada yang bertanya, apakah manusia dapat memperoleh kebenaran tanpa hadirnya Yesus…??? OOHHHH…sudah tentu bisa dan dapat sekali. Tapi sekali lagi bahwa Alkitab memilahnya kebenaran tsb menjadi dua kutub yang besar, Kebenaran yang diukur atas ukuran DUNIAWI ( MANUSIA ) atau kebenararan yng diukur oleh ukurannya Allah.
Ini sangat beda sekali Broo@ben makna dan manfaatnya bagi manusia itu sendiri.
Kalau Kebenaran menurut ukuran Allah, maka disitu ada KASIH KARUNIA ALAH yang berperan.
Tapi kalau Kebenaran mnurut ukuran manusia, maka sifat jasmaniah yang termanifestasikan dalam sifat egoisme si manusianya yang dominan berperan disitu, kebanyakan selalu mendiskreditkan orang lain, diluar dari komunitasnya.

Kemudian,Kalu namanya Roh…seperti wujud yang dipunyai oleh iblis, maka dia bisa saja menembus ruang dan waktu…tapi terbatas hanya di dunia ini loh…!!
ga bisa dia sekarang ada di wilayah dimana Allah sekarang bertakhta. semua iblis ada di dunia ini bersamasam dng manusia , tapi berlainnan dimensi. Iblis punya sifat dapat mengkloning diri , bukan dapat bersifat seperti Allah yang ESA (ada di semua tempat dimanapun JUGA, TIDAK TERBATAS akan RUANG DAN WAKTU ).

Salam

Saya paham, ini memang forum kristen, jadi kebenaran yang diakui di sini tentu saja kebenaran menurut iman kristen.

Saya justru tertarik kepada bagaimana semua itu dikorelasikan dgn eksistensi ketiga unsur yaitu Tuhan, Iblis dan Manusia.

Bila memang benar bahwa kebenaran hakiki atau kebenaran yg tertinggi itu hanya di dapat melalui kehadiran Yesus maka kita akan melihat betapa dirugikannya manusia dengan cara tuhan menyampaikan kebenarannya. Mengapa saya katakan manusia dirugikan, karena kebenaran tuhan disampaikan secara linier sementara kehadiran iblis dan pengaruhnya adalah bersifat serta merta.

Dimana ada manusia pasti ada iblis. Tetapi sebaliknya dimana ada manusia belum tentu ada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus beserta ajarannya disampaikan, diberitakan secara konvensional, sementara iblis senantiasa hadir secara serta merta pada setiap kehidupan manusia. Sungguh tidak berimbang antara cara tuhan menampakan kebenarannya dengan iblis menampakkan kesesatannya.

Kebenaran yang dibawa Yesus harus disampaikan dari mulut ke mulut, melalui penginjilan, melaui tangan tangan manusia, melalui pendeta dan romo, yang terbatas oleh ruang dan waktu sementara iblis dengan mudahnya menyampaikan kesesatannya karena ia memiliki dimensi yang lebih tinggi dari manusia.

Belum lagi anak anak yang tidak berdaya, yang dididik dalam keluarga dan lingkungan yang menolak keyakinan kristen, sangatlah sulit kebenaran versi kristen itu akan masuk ke dalam alam pikiran si anak. Sementara si iblis dengan leluasa kesana kemari menyampaikan kesesatannya.

Apakah bro bisa melihat ketimpangan ini. Kebenaran yang dianggap kebenaran yang paling hakiki menampakan atau ditampakan dengan cara cara yang sangat tergantung kepada pundak para penginjil yang notabene hanya manusia yg memiliki banyak kekurangan, sementara kesesatan yang diageni oleh iblis diberi keleluasaan yang teramat sangat oleh tuhan.

Cara kerja tuhan menyampaikan kebenarannya sangat tergantung kepada manusia sementara si Iblis dapat mengakses langsung diri manusia kapan pun.

Bagaimana menurut, bro tentang hal yang saya paparkan di atas?

Salam

BRoo@bebybenz…

Pandangan anda baik sekali .mnurut saya…Oke sekarang coba kita pilah pandangan anda itu sesuai dng apa yang mampu saya tangkap dan saya pahami ya broo…??

Pertama : Mengenai berita kebenaran yng diinformasikan.??
Kedua…: hakekat Keberadaan posisi Tuhan, Manusia dan iblis…
ketiga…: Sisi positip-negatif atau persektif dirugikan dan diuntungkan
Keempat : Cara/metode pengabaran Injil…
Kelima . : Sasaran siapa saja yang akan dikabarkan berita injil Kristus.

Keenam : Adakah korelasinya dari ke lima item tsb diatas…?? Berarti kelima item tsb sudah masuk kedalam suatu konteks persoalan yang ada didalam kehidupan manusia kan ( Khususnya Orang kristen dan umumnya di luar Kristen ).

1), Pandangan untuk : "Mengenai berita Kebenaran yng diinformasikan ",
MAka saya ambil pijakan Ayat nya dari : Kisah Para Rasul 13 : 46-49,
tapi yang saya fokuskan di ayat 48 saja, yaitu :.

" 13:48 Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal
Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang
ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. "

Jika pijakan kita adalah ayat ini , maka kalau berbicra soal Kebenaran, memakasa kita untuk memutuskan : menerima atau menolak Kebenaran itu. Karena dlm kehidupan ini hanya ada dua konsep yang besar, yaitu konsep Allah dan konsep Iblis. Dimana yang satu adalah “Kebenaran, dan yang lainnya adalah “dusta”. Berarti manusia harus menentukan pilihannya, karena disini tidak dapat seorang pun manusia dapat berpijak di dua ranah/wilayah tsb. Karena Tuhan berkata, " Siapa yang tidak bersama AKU, ia melawan AKU” ( Luk 11:23).

Jadi jelas ya disini bahwa Injil, tidak mau mengadakan kompromi, karena Injil mengatakan yang sebenarnya dan seringkali beritanya menusuk hati kita…

2). Pandangan untuk : “hakekat Keberadaan posisi Tuhan, Manusia dan
iblis…”

Pijakan ayatnya :
Yes. 48:17 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah
Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau
tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di
jalan yang harus kautempuh.

Yoh. 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan
hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau
tidak melalui Aku.

Lukas 11:23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak
mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."

Jadi jelas disini Bahwa Tuhan yang adalah KEBENARAN itu sendiri ,menuntut manusia berada diposisi yang berpihak kepada DIA, tetapi karena si IBLIS adalah sudah sebagai oposisnya Tuhan ( melawan Tuhan )…maka iblis akan menjadi sulit untuk menjatuhkan Manusia jika manusia tsb bersama Tuhan. Walaupun keberadaan iblis selalu ada disekitar manusia. baik manusia yang saleh/kudus maupun yang biasa biasa saja level keimannanya.

3). Pandangan untuk :Sisi positip-negatif atau persektif dirugikan dan
diuntungkan.

Pijakan ayatnya
Ayb. 35:8 Hanya orang seperti engkau yang dirugikan oleh kefasikanmu
dan hanya anak manusia yang diuntungkan oleh kebenaranmu.

2 Kor. 7:9 namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah
berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu
bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak
Allah, sehingga kamu sedikitpun tidak dirugikan oleh karena
kami.

Jadi artinya disini, bukan melihat kepada Allah dan mempersalahkan Allah jika kita merasa dirugikan dan diuntungkan jika kita mengikuti jalan Allah mengenai kebenaran tsb. Tetapi “gimana sikap hati kita” saja dalam menghadapai persoallan yng ada.dng hakekat kebenaran itu sendiri…sehingga akibatnya kta bertanya…apakah sikap hati kita seperti orang fasik atau tidak…?? Sehingga bukan suatu persoallan lagi bagi kita manusianya jika melihat /memandangnya dalam perspekti sebagaimana pandangan anda dibawah ini : ( saya copas saja ya )

“karena kebenaran tuhan disampaikan secara linier sementara kehadiran
iblis dan pengaruhnya adalah bersifat serta merta.”

Karena pada akhirnya adalah yang harus kita ciptakan dalam diri kita : selalu mengucapkan rasa bersyukur akan segala hal yang kita terima dari Tuhan, baik yng menguntungkan.maupun yang merugikan sekalipun…itulah sebetulnya dalam ajaran Kebenaran dari Allah.

4). Pandangan unt : Cara/metode pengabaran Injil…oleh Yesus Kristus…

Pijakan ayatnya :

Mzm. 18:34 (18-35) yang mengajar tanganku berperang, sehingga
lenganku dapat melenturkan busur tembaga.
Mzm. 32:8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang
harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku
tertuju kepadamu.
Mzm. 71:17 Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan
sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang
ajaib;
Mzm. 119:102 Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab
Engkaulah yang mengajar aku.
Mzm. 144:1 Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar
tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang

1Kor. 3:2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras,
sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu
belum dapat menerimanya.
Ibr. 5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah
seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan
asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih
memerlukan susu, bukan makanan keras.
Ibr. 5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang
karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk
membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Jadi artinya disini yang saya mau sampaikan kepada anda broo@bebybenz, bahwa dalam cara penginjilan Yesus yang kamu anggap konfensional tsb…memang betul adanya tapi dampaknya sangat signifikan sekali, karena prisip isi ajaran yang disampaikanNya untuk memperoleh hasil yang baik karena tujuannya sama dng yang dceritakan didalam ayat ayat Mazmur tsb diatas. Disamping itu sasaran yang dituju pun tidak menjadikan simanusianya tidak dapat menerimannya…karena sudah pula dijelaskan pada ayat-ayat di Korentus dan Ibrani.
jADI GA MASALAH APA ITU YANG DIAJAR masih anak anak, orang dewasa, maupunsudah lansia saat itu. Jadi tidak ada pemaksaan dalam menerima capasitas ajaran yang harus dicernanya nanti…tapi semuanya bersifat proposional.
Nah jika melihat venomena masa usia anak anak …?? seperti yang bro katakan…/// soal kesulitan terima ajaran Kristen…?? hahahha
Ya enggak juga lah…karena saat anakanak bisa masuk sekolah minggu untuk belajar kenal TYK…seperti saya kecil dulu. Jika ada yang menolak atau bagaimana …ya itu masalah di orang tuanya saja …bukan masalah di Ajaran Kristennya. Masa ajaran dari Tuhan menyulitkan simanusianya…ya tentu tidak broo…!!

5). Pandangan unt : Sasaran siapa saja yang akan dikabarkan berita injil
Kristus.

Pijakan ayatnya :
2Kor. 4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia
tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Mat 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah
Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu
senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Jadi unt kerja penginjilan dizaman sekarang ini, tidak dibatasi siapa orangnya…tapi bagi semua orang Kristen…namun siapa yang mau terjun langsung secara serius sebagai pelayan Tuhan yang murni/penginjil DAN ITU NAMAYA BEKERJA DI LADANG TUHAN.

Tuhan menyampaikan kebenarranNYA tsb, bukan dng prinsip tergantung
kepada manusianya, Tapi sisi kedaulatan dan kebijaksannanya YANG TERMANEFESTASIKAN DALAM KORIDOR “KASIH KARUNIA”.
SEDANGKAN SI iblis dapat mengakses langsung didiri manusianya juga bukan karena sifat siiblis hidup di dimensi yang beda dng manusa yang pergerakannya tidak kita ketahui…Tetapi jika ada seizin Tuhan lah iblis bisa masuk kediri manusia untuk menjatuhkan manusia.

Kiranya seperti ini pandangan saya, smoga berkenan ya …THX

SALAM GBU

Terima kasih untuk ikut menelaah apa yang menjadi perhatian saya.
Apa yang bro sampaikan bersifat normatif, sesuai dengan alur berpikir yang memang seharusnya menjadi alur penganut keyakinan kristen.

Saya ingin mengangkat analogi perbedaan antara cara tuhan menyampaikan kebenarannya dan iblis menyampaikan kesesatannya.

Tuhan menyampaikan (kabar) kebenarannya dengan cara seperti menyampaikan berita melalui kurir. Dari orang ke orang dan memerlukan waktu yang lama. Kristen masuk ke Indoensia dibawa oleh Portugis pada abad ke 15 atau 1500 tahun setelah Yesus lahir. Harus menunggu begitu lama “kabar gembira” itu tiba di Indonesia.

Sementara Iblis menyampaikan kesesatannya bagaikan berita yang disiarkan melalui satelit yang bisa menjangkau berbagai belahan bumi hanya dalam sekejap. Setiap ada manusia, entah itu di kota, atau dihutan belantara, entah pada zaman adam, zaman inca maya, jengis khan dan berbagai zaman yg lainnya, di berbagai peradaban, iblis senantiasa hadir dengan setia mendampingi manusia.

Mengapa? Mengapa? Mengapa hal yang sangat penting yaitu tentang suatu kebenaran yg hakiki, tuhan memilih cara yang konfensional dalam menyampaikannya, mengapa cara penyampaiannnya harus tergantung kepada suatu upaya manusia yang bisa saja gagal. Mengapa hal yang pertaruhannya adalah Syurga dan Neraka, disampaikan oleh tuhan dengan cara yang bisa saja gagal.

Itulah yang menjadi pemikiran saya.

Salam

Broo@Beby…

HEHEHEH…OKE OKE.Smoga saya dapat memuaskan dahaga anda ya…??

Apa yang menjadi unek unek anda…?? Masih ada…masih ada kok stock
penjelasaanya di Alkitab…Jangan kuatair…Yang penting Tuhan Yesus Berserta kita ya…!!! hehehheh
Nih…saya kluar cari maem dullu ya…?? laper nih…

Salam GBU

Dari sisi Allah, Roh Kudus adalah ROH…

Saya dapat menangkap pemahaman bro. Tapi mari kita sepakati dulu, apakah manusia dapat memperoleh kebenaran tanpa hadirnya YESUS? Dan apakah setiap ada manusia pasti ada iblis? Apakah dengan menganggap iblis itu sebagai roh, maka iblis terbebas dari batasan ruang? Artinya pada saat bersamaan bisa ada di dua tempat yang berbeda?

@Bro baby

Pemahaman saya, iblis tdk bisa berada di dua tempat secara bersamaan. Yg bisa dilakukan adalah berpindah dgn. cepat dan karena jumlahnya banyak maka seakan-akan dia bisa berada dimana-mana.

Tuhan menyampaikan (kabar) kebenarannya dengan cara seperti menyampaikan berita melalui kurir. Dari orang ke orang dan memerlukan waktu yang lama. Kristen masuk ke Indoensia dibawa oleh Portugis pada abad ke 15 atau 1500 tahun setelah YESUS lahir. Harus menunggu begitu lama "kabar gembira" itu tiba di Indonesia.

Sementara Iblis menyampaikan kesesatannya bagaikan berita yang disiarkan melalui satelit yang bisa menjangkau berbagai belahan bumi hanya dalam sekejap. Setiap ada manusia, entah itu di kota, atau dihutan belantara, entah pada zaman adam, zaman inca maya, jengis khan dan berbagai zaman yg lainnya, di berbagai peradaban, iblis senantiasa hadir dengan setia mendampingi manusia.

Sebenarnya apanya yg dibandingkan…?
Pada iman Kristen, tdk ada keselamatan tanpa mengenal Tuhan YESUS…maka meski iblis tdk melakukan penyesatan…selama mereka tdk mendengar berita mengenai Tuhan YESUS yah enggak selamat.

Mungkin pertanyaan yg lebih cocok adalah,
Apa yg terjadi dengan mereka yg meninggal tanpa mengenal/tahu berita keselamatan.
Yg ini kalo enggak salah sudah ada threadnya deh…

Ya itulah bro, persoalannya kurang lebih sama dengan thread yg bro sebutkan, tapi saya mencoba melihatnya dari sisi yg lain. Tuhan tidak adil, kok menyampaikan berita yang sangat penting bisa ada kemungkinan manusia tidak mendengar, atau ada kemungkinan pesan kebenaran itu gagal sampai ke telinga manusia, sementara iblis diberi keleluasaan oleh tuhan untuk selalu hadir bersama manusia.

Oh saya ngerti maksud bro,
Bukan masalah siapa duluan dia dapat (Tuhan dulu atau iblis dulu…karena pada dasarnya semua manusia sudah sesat~dosa awal~, sampai ia menerima Yesus sebagai Tuhan…)
Tapi masalahnya kenapa Tuhan enggak melakukan penyebaran pake malaikat misalnya, atau Tuhan sendiri yg melakukan…

Gitu kali yah bro… :slight_smile:
GBU

Gue gak pernah liat Yesus…, gue gak pernah liat setan…, satu2nya yg pernah gue liat DIRI GUE SENDIRI…lo pade ngomong kayak da prnh liat aje…, semua manusia dilahirin sbg atheist…

semua cuman ilusi yg dibentuk sama lingkungan lo…klo lo digedein sama binatang…lo gak akan punya pikiran/persepsi yg aneh2…, dan bisa saling menghargai…tanpa ngerasa lbh baik dr yg lain

si kristen angap cuman dia yg bisa masuk surga krn dia percaya satu2nya jln keselamatan, si islam…w ga ngerti w bukan islam…tapi mereka jg pasti kayak kristen…anggap org lain sampah…dan berkeyakinan pasti org bukan islam msk neraka …sebagaimanapun baiknya org itu!!..krn bla.bla…bla,… kyk anggapannya kristen soal satu2nya jln keselamatan. Akhirnya agama tu cuman bikin perbedaan diatara manusia cuman krn hal yg bullshit yg gak bisa dibuktiin

apa korelasi tuhan…iblis…manusia…:gak ada…, yg ada cuman manusia…

Pemikirannya bagus, cuma bahasanya masih alami. Kalau sering sering mengikuti diskusi di FK, pasti jadi lebih terasah.

Betul sekali. Ingat berita injil masuk ke indonesia setelah kurang lebih 1500 tahun setelah Yesus dideklare sebagai tuhan oleh tuhan. Manusia yang hidup di nusantara mungkin akan bertanya, selama 1400 tahunan kemana saja tuhan, kok engga mampir ke nusantara, sementara iblis sudah meraja rela di nusantara semenjak mereka mula mula ada.

quote

Betul sekali. Ingat berita injil masuk ke indonesia setelah kurang lebih 1500 tahun setelah YESUS dideklare sebagai tuhan oleh tuhan. Manusia yang hidup di nusantara mungkin akan bertanya, selama 1400 tahunan kemana saja tuhan, kok engga mampir ke nusantara, sementara iblis sudah meraja rela di nusantara semenjak mereka mula mula ada.

=====

walah baby mikirnya kok jauh sekali

mikir yang sekarang saja. Berita ttg Yesus sudah tersebar luas di nusantara.
berapa banyak yg menerima ???

wah…pemikiran manusia yg egois tuh fren… ga ada terima kasihnya sama sekali.
semua berpusat pada anda (gue) doang… coba anda robah pola pikir anda ya fren… :happy0062:

seharusnya anda berpikir… kok Tuhan baik ya, kasih udara dan matahari gratis… kasih org tua dan saudara yg baik… kasih tubuh yg sehat… kasih kehidupan sbg manusia kpd anda. coba kalo anda ambil dari sudut pandang monyet, seumpama anda hidup sbg monyet. apakah anda bisa ngomong demikian fren… :char11:

HEHEHEH BARU DISINI SAYA SETUJU DNG PANDANGAN ANDA BROO@DON.
Selebihnya masih belum kalau di lain persoallan…maaf ya…

Hallo BROO@BEBY…

MOHON MAAF baru saya bisa lanjut lagi untuk soallan anda nih…!!

Anda tanya mengapa dan mengapa kan…?? Saya anggap pertanyaan mengapa anda tsb mewakili unek unek yang diatasnya kan…??

Jadi seperti ini jawaban saya unt masaahl yng anda maksud :

1), KEnapa Allah menggunakan cara konvensional…?? Sebetulnya bukan cara konvensional YANG KITA SOROTI, tetapi prosedurnya yang harus di ikuti sesuaikan dng ketetapan Allah…dalam hal pekabaran Khaba Baik INJIL TSB. Coba kita lihat Injil Roma 10 :10-18, dibawah ini ya :

10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan
mulut orang mengaku dan diselamatkan.
10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia,
tidak akan dipermalukan.”
10:12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani.
Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya
bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan
diselamatkan.
10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka
tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya
kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana
mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang
memberitakan-Nya?
10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak
diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka
yang membawa kabar baik!”
10:16 Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya
sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada
pemberitaan kami?”
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman
Kristus.
10:18 Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang
mereka telah mendengarnya: “Suara mereka sampai ke seluruh
dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”

Sekarang kalau kita rinci prosedur yang diceritakan oleh Alkitab adalah sbb

  • Harus ada manusianya yang memiliki hati dan mulut, serta telinga,untuk
    mendengar kabar baik itu lantas mempercayai dan mengakui Kebenaran
    ydm. Jadi manusia ini tersebar di seluruh penjuru dunia.

  • Ada Janji Tuhan yang di sampaikan dalam pekabaran Khabar Baik Injil
    Kristus tsb,

  • Tidak ada batasan dari segi kebangsaan untuk menerima KB Injil tsb.

  • Nama yng disebut “Tuhan” yng diperkenalkan /diberitakan dan dapat
    menyelamatkan, tsb harus di beritakan terlebih dahulu dng berbagai
    bahasa oleh seorang utusan.
    -Para utusan tsb dapat dari bermacam macam manusia , mulai dari Nabi,
    Rasul, Murid dan orang biasa.
    -Dan tempat mulai penginjilan pasti dari tanah Palestina sampai ke Roma (
    Eropa ), ASIA, afrika dll

  • Khususnya orang indonesia mengenal Kristus dari para penjajah yang
    datang ke Indonesia dari benua EROPA.

-PEMBAWA KHABAR BAIK INJIL KRISTUS adalah manusia juga adanya makanya yang menyebarkan nya selanjutnya juga manusia,tapi karena zaman sudah moderen,maka cara /metode penyebarannya pakai kemajuan teknologi ; tv,radio streeming intenet, majalah, buku…dll. Dan TYK SENDIRI SUDAH MENGISYARATKAN ITU DALAM AYATNYA…yang katanya :…kalian akan melakukan perbuatan yang lebih besar dari padaKU…nAH ITULAH YANG KITA LIAT SEKARANG.YTERBUKTI YAITU MENGGUNAKAN TEKNOLOGI" IT"
tAPI CARA iBLIS TETEP SAMA dari dulu nya …ya gitu gitu aja…tapi jangan salah juga banyak cara iblis untuk menyesatkan manusia juga .dng teknologi “IT” JUGA…FILEM-FILEM PORNO misalnya…dll

Jadi ga ada kegagalan dalam penyebaran Kebenaran / khabar baik dari Allah. Tetapi simanusianya sajalah yang menjadi faktor nya karena manusia punya telinga tidak mendengar. Makanya iman tiak akan bertumbuh didiri manusia tsb. Karena iman TIMBUL DARI PENDENGARAN.

Salam GBU

apa lo pikir lo lbh baik dari monyet…?

paling gak monyet gak pernah perang…, saling menyakiti…, ngerendahin, berseteru cuman krn ide…yg gak bisa dibuktikan…, si monyet pada ribut/berantem gara2 pisang/makanan/yg keliatan dan jelas buat nopang kelangsungan hidupnya

so…klo si monyet dikasih kemampuan buat komunikasi sama lo pake bhs manusia(vice versa)…ente pasti diketawain ama die…, krn sampe mau perang …, saling membenci…, saling memisahkan diri dan berkelompok2, bikin bom buat bunuh org yg beda pendapat,…cuman gara2 berdebat soal bentuk bintang dilangit…padahal dua2nya lom prnh kesana dan ngeliat kyk apa bintang yg diperdebatkan itu.

coba utk belajar menghargai cara berpikir manusia lainnya…klo ente jg mau dihargai konsep/ide/sudut pandang lo…
klo mayoritas dunia bilang A belum tentu benar A…, krn sblm nya seluruh dunia beranggapan klo bumi itu datar…, seluruh dunia beranggapan klo bumi pusat dari alam semesta…, sampai ilmu pengetahuan membuktikan lain

Agama=kepercayaan=iman=percaya akan hal yg gak bisa dilihat…, dibuktikan…
so…it’s just a concept…an idea…, tapi lo gak bisa paksa kebenaran lo itu ke org lain…OK CALON PEMILIK SURGA?? try to respect others’ viewpoints