ttg memberitakan injil,jg yg menjadi batu sandungan apakah mendapat upah?

memberitakan injil yang menjadi batu sandungan apakah mendapat upah?
1.kadang kita beritain injil tapi kita sendiri bisa menjadi batu sandungan buat orang,tidak beri contoh yang baik,apakah hal ini mendapat upah dari Bapa yang Maha Kuasa?

2.kita beritakan injil tapi tidak membuat orang yang kita beritakan itu percaya/menerima Yesus,apakah injil yang kita beritakan itu sia2?

3.Tuhan tidak suka kepada hambaNya yang memberitakan injil karena malu2,dan juga mungkin yang takut.lalu gimana caranya supaya anak2Nya/hamba2Nya berani beritain injil dan tidak malu2??

  1. Batu sandungan? Ada contohnya bro?
  2. Tidak ada yang sia-sia dalam Tuhan, toh anda yg menabur, masalah diselamatkan atau tidak itu tergantung orang itu.
  3. Memberitakan injil kan banyk tekniknya, yang malu-malu ya berarti belum yakin dengan Yesus, tinggal bersaksi kok…

:happy0025:

  1. misal orang yg kita beritakan itu dengarin kita bicara,kita bicara tentang memberi dengan tulus,padahal kita sendiri juga pelit untuk memberi ke orang lain,inikan seperti munafik juga bisa jadi batu sandungan,bisa bisanya kita nyuruh kamu harus perpuluhan,kamu harus sedekah,kamu harus gini gini…tapi orang yg nyuruhnya itu gak begitu malah kebalikannya?

  2. nah yg ke 3 ini ,klo ada keluarga kita ,terus kita beritain injil ke orang islam fanatik di tempat dagang kita alias rumah tinggal juga,terus gimana tuh teknik beritainnya?klo beritain langsung gitu,orang islam itu bisa marah2 bahkan ancam kita untuk bawa orang lebih banyak,hingga keluarga yang tidak tahu apa apa bisa kena batunya,karena ulah kita.tapikan Tuhan mengharuskan kita beritakan injil,apa harus pake taktik/teknik/strategi dalam beritain injil?

memberitakan injil yang menjadi batu sandungan apakah mendapat upah?

Maksud pertanyaan ini apa?Apakah setelah memberitakan injil terus mengingkari kekuatan injil itu sendiri atau bagaimana?
Paulus sendiri takut, jangan sampai setelah aku memberitakan injil tapi aku sendiri di tolak.

1.kadang kita beritain injil tapi kita sendiri bisa menjadi batu sandungan buat orang,tidak beri contoh yang baik,apakah hal ini mendapat upah dari Bapa yang Maha Kuasa?
Kita manusia terbatas sebagai manusia. Dan semua manusia adalah berdosa. Keselamatan kita sendiri bukan perbuatan kita melainkan kasih karunia.
Masalah upah, itu hak nya Bapa. Yang penting kita harus selalu ingat akan keselamatan dan kekuatan injil juga minta kekuatan dari Roh Kudus agar bisa menjadi pelaku Firman tidak hanya bisa omdo (omong doang!!)

2.kita beritakan injil tapi tidak membuat orang yang kita beritakan itu percaya/menerima Yesus,apakah injil yang kita beritakan itu sia2?

Tugas kita adalah memberitakan Injil keselamatan ke saudara, teman, dan setiap orang yang kita temui.
Masalah orang itu mau percaya, itu bagian Roh Kudus, karena tidak ada seorang pun yang dapat mengaku Yesus adalah Tuhan selain dari Roh Kudus yang ada dalam orang tersebut.
Jadi tetap doakan orang yang sudah kita injili.

3.Tuhan tidak suka kepada hambaNya yang memberitakan injil karena malu2,dan juga mungkin yang takut.lalu gimana caranya supaya anak2Nya/hamba2Nya berani beritain injil dan tidak malu2??

Memberitakan injil, bisa disesuaikan dengan karakter orang tersebut, yang malu bicara, bisa lewat tulisan, atau rekaman kesaksian, tapi kita tetap harus berusaha untuk bisa melawan rasa malu atau takut.
Karena rasa takut bukan dari Tuhan.

Yesus itu batu sandungan bagi orang2 Farisi dan Saduki… :smiley:

apa maksudnya dari Paulus sendiri takut, jangan sampai setelah aku memberitakan injil tapi aku sendiri di tolak?

kenapa sodara rusdinech mengatakan demikian?

9:19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.
9:20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
9:21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
9:23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Cara mewartakan Injil pada saudara2 penganut agama lain yg fanatik… jika mereka tidak mau mendengar lewat kata2… ya lewat sikap, perbuatan kita kita sehari2 yg mencerminkan isi Injil; Righteousness, Kasih, …
Karena Firman Tuhan bagaikan cermin yang seperti pedang memisahkan jiwa dan roh…
Sehingga dgn kehidupan kita didalam kuasa Roh Kudus, tanpa berkotbahpun terpancar cermin tersebut bagi orang2 tak percaya sehingga mereka seperti memandang diri sendiri yg banyak dosa, butuh ditebus oleh Tuhan Yesus…

memang Yesus di mata mereka adalah batu sandungan…
apa yang di anggap benar oleh mereka, tapi ternyata salah / di tegur / di sindir dan sebagainya…

Gbu

Betul :afro:
Katakan benar kalau benar, katakan salah kalau salah, katakan sesat kalau sesat. Tidak takut aturan manusia dan tidak menjilat.

Mat_15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?”

Oleh karena konsisten mengatakan kebenaran maka Yesus dianiaya dan disalibkan. Demikian juga dengan para pengikutNya. Justru kalau kita mengatakan kebenaran lalu kita dipuji-puji orang maka hati-hati jangan -jangan something wrong. :tongue:

GBU

I Korintus 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. > menjadi pelaku Firman.

I Korintus 3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. > kita tdk bisa memaksa

Lukas 9:26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu,
apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.

Roma 1:16 Karena tiadalah aku berasa malu mengaku Injil itu; karena ia itulah suatu kuasa Allah yang mendatangkan selamat kepada tiap-tiap orang yang percaya, terutama sekali kepada orang Yahudi, dan kepada orang Gerika juga.(LAI - TL)
Rome 1:16 For I am not ashamed of the gospel of Christ: for it is the power of God unto salvation to every one that believeth;
to the Jew first, and also to the Greek. (KJV)

Harus percaya bahwa Injil itu adalah kuasa Allah yg mendatangkan keselamatan utk org2 yg percaya
GBU

malu2nya disini itu maksudnya malu yg gimana menurut Lukas 9:26?

malu menyebut nama Yesus, misal disuruh berdoa dikomunitas umum
malu menyampaikan ayat2 FT
GBU

apa yang menyebabkan orang kristen yang malu menyebut nama Yesus di komunitas umum?apa yg dipikirkan orang kristen itu hingga malu menyampaikan ayat2 FT?

coba saja lihat org2 Kristen yg diwawancara di TV,
lebih suka menyebut yg diatas daripada Tuhan Yesus,
umumnya takut dicela & ditertawakan

benar juga katamu bro paul,banyak artis2 Kristen yang begitu,tapi mungkin artis yg jadi presenter,jadi yang lain itu sudah diatur oleh produser tv kali,ketika di wawancara itu gak boleh pake nama Tuhan ,tapi sebut aja Tuhan yang esa/Yang Maha Kuasa/Allah.klo mereka ga nuruti aturan itu ya mereka meyalahi prosedur yang sudah di rencana. jadi klo orang2 Kristen itu walau harus menyalahi prosedur yang diatur oleh produser,lebih baik begitu ya,produser suruhnya begini tapi orang Kristen itu tetap memanggil nama Tuhan yang diimaninya.sebenarnya harus beginikan? tapi resiko mereka kehilangan pekerjaan/kepopuleran,atau mereka lebih menurut yah kan di aturnya gini ya udah ikutin aja. lebih menghindari celaan dan tawaan?