Tradisi Suci dalam Gereja Katolik

Tradisi Suci adalah Wahyu Ilahi yg tidak tertulis.
Kitab Suci juga sama2 merupakan Wahyu Ilahi. Lantas kenapa utk Kitab Suci ada daftar Kanon nya, semntara Tradisi Suci tidak ada daftar kanon nya?
Lah.. itu sudah aku tuliskan jawabannya di kalimat berikutnya.

Tradisi Suci TIDAK dinyatakan dalam kata2 lisan, tapi diwujudkan dalam kebenaran yg tidak dapat diungkapkan dengan kata2. Tradisi Suci adalah kebenaran sejati yg dinyatakan melalui karya2 Allah di sepanjang sejarah keselamatan, yg dapat mengarahkan kepada kekudusan dan menumbuhkan iman.


bagaimana org saat ini bisa tau karya2 Allah yg telah dilakukan di zaman lampau kalau tidak disampaikan dalam bentuk penyampaian lewat kata2?

Kalo Tradisi Suci (yg melahirkan) harus berpatokan kepada Kitab Suci (yg dilahirkan), maka ibaratnya kita memberikan patokan bahwa Bapa harus berpatokan kepada YESUS, dan begitu juga sebaliknya.
yg saya minta patokan / daftar kanon Tradisi Suci spt halnya adanya patokan/daftar kanon pada Kitab Suci.

lah pertanyaan saya jawab dulu dong…!

ini pertanyaannya…
sekarang saya tanya kata2 orang tua-mu ada daftarnya nga…?

@limited. Saya lihat anda kesulitan untuk memberitahu apa2 saja yg menjadi tradisi suci lewat lisan sampai harus bertanya terus-terusan. Untuk mudahnya saya beri contoh sederhana apa yg diajarkan oleh ayah bro limited ya. Ayah bro limited pada suatu hari berkata pada anaknya si limited. Begini kata bapak limited: 1. Anakku limited, organisasi Roma Katolik adalah Tuhan kita dgn Paus sebagai pemimpinnya yg harus kau patuhi apapun perintahnya tanpa mempertanyakan perintahnya, karena paus gak mungkin salah anakku limited. 2. Dan maria haruslah kau “hormati” dgn tidak lupa untuk memanjatkan doa2 kepadanya serta mengingatnya melalui patung dan ritual2 yg diajarkan oleh katolik. Peliharalah tradisi ini ya nak limited, karena tradisi suci ini sudah berlangsung sejak nenek buyutmu nak. Jgn lupa juga mengajarkan pada anakmu nanti dari kecil yaa. Nah bro limited, anda hanya perlu menuliskan apa yg menjadi tradisi suci lisan ke dalam tulisan seperti contoh yg sudah saya beri diatas. Semoga limited diberi cukup hikmat sehingga tidak perlu terus menerus bertanya apa yg diajarkan oleh orang tua org lain. Topiknya Tradisi Suci loh bro, bukan daftar tradisi FKers.

coba anda baca2 lagi historical diskusi di trit ini…

banyak orang2 yang masih bau kencur yang bertanya hal yang tidak2…! pertanyaan2 mereka diluar akal sehat…!

yg bau kencurlah, bertanya yg tidak2 dan nggak masuk akal, kalau mau membelokkan pertanyaan sesuai judul tradisi suci yah jangan terlalu kentaralah bro. O iya, lagian bkn sama kita2 yg manusia ini loh pertanggung jawaban dari apa yg kamu doktrinkan ke umat katolik, tapi sama Tuhan. Jadi ga perlu sungkan2 dan menutup2i kalau ditanya oleh saudara2 di sini.

Postingan yang sangat charitable sekali :slight_smile:

Begini kata bapak limited: 1. Anakku limited, organisasi Roma Katolik adalah Tuhan kita dgn Paus sebagai pemimpinnya yg harus kau patuhi apapun perintahnya tanpa mempertanyakan perintahnya, karena paus gak mungkin salah anakku limited
Fitnah tidak berdasar...

tidak ada satu rekan katolik pun yan menyatakan Gereja katolik adalah TUhan…silahkan anda tunjukkan postingnya…

paus pun bisa salah bila tidak ex cathreda…sama dengan penulis kitab suci yang bisa salah namun pada saat mengajarkan Firman Tuhan yang ditulis dalam kitab suci dilindungi dari kesalahan.

2. Dan maria haruslah kau "hormati" dgn tidak lupa untuk memanjatkan doa2 kepadanya serta mengingatnya melalui patung dan ritual2 yg diajarkan oleh katolik.

bunda Maria memang dihormati…karena dia adalah ibu TUhan Yesus dan orang yang percaya pada TUhan.
tanpa patung pun orang katolik dapat berdoa, patung hanyalah sarana sebagaimana patung kerub juga diperbolehkan dalam alkitab.
Dan katolik tidak pernah mengajarkan menyembah Maria atau menyembah patung…ini sudah diterangkan berkali-kali tapi kenapa selalu dituduhkan terus menerus.

Apa anda pikir kebohongan yang dikatakan berpuluh2 kali akan menjadi kebenaran ?

Nah bro limited, anda hanya perlu menuliskan apa yg menjadi tradisi suci lisan ke dalam tulisan seperti contoh yg sudah saya beri diatas. Semoga limited diberi cukup hikmat sehingga tidak perlu terus menerus bertanya apa yg diajarkan oleh orang tua org lain. Topiknya Tradisi Suci loh bro, bukan daftar tradisi FKers.
Tidak ada daftar Tradisi suci sama seperti tidak ada daftar ajaran yang diberikan orang tua....(itu hanya analogi saja)

conotoh saja adalah kanon kitab suci, doktrin Trinitas yang tidak tidak tertulis dalam kitab suci itu sendiri.

mungkin kalau dalam Protestan ada Tradisi sucinya seperti doktrin sola scriptura, sola fide, Tulip dll…

@limited. Saya lihat anda kesulitan untuk memberitahu apa2 saja yg menjadi tradisi suci lewat lisan sampai harus bertanya terus-terusan.
Ya...benar sekali zombiew...lebih tepatnya udah ga bisa jawab, trus mengalihkan , menghindar, dgn terus2an bertanya pertanyaan yg cenderung melenceng, yg diharapkan masalah yg tidak bisa dijawabnya tsb terlupakan. ;D

bro limited …sudah menjawab …agar si penanya melihat alur historical nya…karena pertanyaannya pada dasarnya sudah terjawab…dan bukannya anda pun ikut dalam historical tersebut dengan pertanyaan2 anda pada bro jenova?

Mengapa Anda memotong2 penjelasanku dalam kutipan2 ANda?
Silakan Anda lihat lagi, ketika menuliskan kalimat tersebut, penjelasanku tidak berhenti di sana. Ketika aku menuliskan “Tradisi Suci adalah Wahyu yg tidak tertulis”, aku tidak pernah bermasuk mengatakan “Tradisi Suci = Wahyu tidak tertulis”.

Ini lho maksudku ketika mengawali penjelasan dengan kalimat tersebut:

[i]Tradisi Suci adalah Wahyu Ilahi yg tidak tertulis. [b]Sebelum kitab2 dalam Kitab Suci ditulis, Wahyu Ilahi dalam bentuk tidak tertulis (i.e. Tradisi Suci) sudah ada terlebih dahulu.
Wahyu Ilahi diawali dengan kebenaran2 yg diterima oleh para nabi dan diajarkan oleh Allah sendiri.
Ketika Firman berinkarnasi menjadi manusia, Wahyu Ilahi diajarkan oleh YESUS kepada para rasul, yg diteruskan oleh para rasul kepada Gereja.
Setelah kenaikan YESUS, Wahyu Ilahi tetap diajarkan oleh ROH KUDUS kepada para rasul dan penerus2nya, diteruskan kepada Gereja.

Akhirnya Wahyu Ilahi ini dituliskan dalam kitab2 yg kita kenal dalam Kitab Suci.Kitab Suci dilahirkan dari, dan berasal dari Tradisi Suci.

Keberadaan Kitab Suci tidak pernah menggantikan maupun menghapuskan keberadaan Tradisi Suci, melainkan meneguhkan kebenaran yg terdapat dalam Tradisi Suci tersebut.[/b][/i]

Wahyu Ilahi ada yg tidak tertulis, bahkan ada yg tidak dapat diungkapkan dengan kata2 (baik lisan maupun tulisan), tetapi dinyatakan melalui karya2 Allah dalam sejarah keselamatan yg dapat mengarahkan hidup umat menuju kekudusan dan menumbuhkan iman. Itulah Tradisi Suci.

Kalo ANda hanya mau mengulang2 pertanyaan, maka aku juga akan mengulang2 jawabannya saja:

[i]Kitab Suci bukanlah Tradisi Suci dalam bentuk tertulis.
Kitab Suci bersama2 dengan Tradisi Suci adalah satu Deposit Iman, satu Wahyu Ilahi, Firman Allah yg mutlak dan infalible.

Tradisi Suci bukan pula ajaran lisan selain Kitab Suci.
Jika Tradisi Suci ada (exist) sebagai ajaran lisan, maka tentulah ajaran lisan itu dapat dihapalkan dan direkam. Tetapi kenyataannya, dalam estafet pengajaran itu, para rasul tidak pernah mengajarkan para penerusnya utk menghapalkan ajaran2 lisan tersebut ataupun merekam kata2 dalam ajaran tersebut.
Jika Kitab Suci adalah kebenaran sejati yg dinyatakan dalam wujud kata2 tertulis, Tradisi Suci TIDAK dinyatakan dalam kata2 lisan, tapi diwujudkan dalam kebenaran yg tidak dapat diungkapkan dengan kata2. Tradisi Suci adalah kebenaran sejati yg dinyatakan melalui karya2 Allah di sepanjang sejarah keselamatan, yg dapat mengarahkan kepada kekudusan dan menumbuhkan iman.

Itulah sebabnya tidak ada yg namanya kanon Tradisi Suci.[/i]

Tanyakanlah kepada Paulus ketika dia menuliskan:
2Ti 3:8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.

Ibr 7:6 Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji.

Bagaimana Paulus (dan penulis Surat Ibrani jika Anda meragukan Paulus sebagai penulis Surat Ibrani) bisa tahu ttg Yanes dan Yambres, dan juga ttg Melkisedek bukan keturunan suku Lewi, jika Kitab Suci PL tidak pernah menuliskan hal itu sama sekali? Jawaban Anda ini akan menjawab pertanyaan Anda sendiri.

Tidak ada yg namanya kanon Tradisi Suci.
TETAPI, tidak sulit untuk menunjukkan karya2 Allah di sepanjang sejarah keselamatan yg diajarkan oleh para rasul dan mengarahkan hidup menuju kekudusan dan mengembangkan iman. Itulah Tradisi Suci.
Aku sudah berikan contoh2nya di reply nomer #3, dan aku bisa terus melanjutkan sampai thread ini penuh dengan contoh2. Tapi apa gunanya aku berikan semua Tradisi Suci (i.e. kanon) yg bisa aku temukan, jika Anda tetap tidak mengerti definisi dari Tradisi Suci ini?

Thanks atas bantuannya, bro leo.
I have nothing more to add. :slight_smile:

Mengapa Anda memotong2 penjelasanku dalam kutipan2 ANda?
krn yg saya ambil INTI dari penjelasan anda yg panjang lebar yg kemudian ingin saya tanyakan.

Gini saja jawab to the point 2 pertanyaan berikut:

  1. Apakah Tradisi Suci ADALAH Wahyu Ilahi? Jawab singkat “Ya” atau “Tidak”

  2. Apakah Kitab Suci ADALAH Wahyu Ilahi ? jawab singkat “Ya” atau “Tidak”

Mengambil inti penjelasan bukan berarti membuang bagian2 penting dari penjelasan tersebut.

Sudah ada jawabnya di reply nomer #1:
Wahyu Ilahi adalah Tradisi Suci dan Kitab Suci.

Sudah ada jawabnya di reply nomer #1:
Wahyu Ilahi adalah Tradisi Suci dan Kitab Suci.

There you go… the answer is short and clear!!

Contoh yg saya berikan pada bro limited itu hanya sekedar CONTOH, yang mana berarti bisa bener-bener itu yang diajarkan ayah limited dan bisa juga tidak. Namanya juga contoh. Kalau kebetulan dari contoh yang saya beri ada yang benar-benar merupakan tradisi di keluarga limited, yah itu kebetulan saja. Semoga bisa dipahami kalau itu sekedar contoh.

Sudah ada jawabnya di reply nomer #1: Wahyu Ilahi adalah Tradisi Suci dan Kitab Suci.
Yg saya tanyakan:
  1. Apakah Tradisi Suci ADALAH Wahyu Ilahi? Jawab singkat “Ya” atau “Tidak”
Wahyu Ilahi adalah Tradisi Suci dan Kitab Suci.
Yg saya tanyakan:
  1. Apakah Kitab Suci ADALAH Wahyu Ilahi? Jawab singkat “Ya” atau “Tidak”

“Yes” or “No” answer, please !

Sudah aku jawab di reply nomer #1:

Wahyu Ilahi adalah Tradisi Suci dan Kitab Suci.

Silakan Anda simpulkan sendiri apakah Tradisi Suci / Kitab Suci adalah Wahyu Ilahi atau tidak.
It doesn’t take a genius to answer it.

Analogi:
Seorang anak kecil menggenggam sebuah telur pada tangannya, dan bertanya pada temannya:
Anak: “Coba tebak, apakah telur ini pecah atau tidak”?
Teman: “Telur itu tadi di meja belum pecah”
Anak: “Jawab singkat, pecah atau tidak?”

:smiley: :smiley: :smiley:

Posting berikut hanya utk mempertanyakan konsep/pengertian Tradisi Suci yg diterangkan Jenova

Tradisi Suci bukan pula ajaran lisan selain Kitab Suci. Jika Tradisi Suci ada (exist) sebagai ajaran lisan, maka tentulah ajaran lisan itu dapat dihapalkan dan direkam.

2 Tes 2:15 Therefore, brethren, stand fast and hold the traditions which you were taught, whether by word or our epistle.

Di Ayat 2 Tes 2:15, jelas sekali pengajaran Tradisi diajarkan hanya lewat 2 cara, lewat lisan, dan tulisan.

Jika pengajaran Tradisi lewat tulisan tercakup dlm Kitab Suci, berarti sisanya ya lewat Lisan.

Nah yg Tradisi tulis biasa hanya disebut sbg Kitab Suci, sedangkan yg lisan sering disebut sbg Tradisi saja.

Jadi maksud Tradisi selanjutnya ya berarti ajaran yang lisan. Dgn kata lain, yg namanya Tradisi (Tradisi Suci) diajarkan lewat lisan, merupakan ajaran yg diajarkan secara lisan.

Tradisi Suci bukan pula ajaran lisan selain Kitab Suci. Jika Tradisi Suci ada (exist) sebagai ajaran lisan, maka tentulah ajaran lisan itu dapat dihapalkan dan direkam.
Jika bukan Tradisi yg disampaikan lewat lisan, (selain Kitab Suci yg merupakan bentuk tertuli), lantas apa namanya pengajaran yg disampaikan secara lisan yg ada di 2 Tes 2:15 tsb? Apa maksud ''ajaran secara lisan'' yg terdapat di 2 Tes 2:15 kalau bukan merupakan Tradisi Suci yg penyampaiannya lewat lisan?

Betul, Tradisi diajarkan secara lisan dan tulisan, tetapi pengajaran lisan/tulisan itu tidak pernah menjadi Tradisi itu sendiri. Perhatikan kalimat yg aku warnai merah di ayat 2 Tes 2:15

Ibaratnya listrik yang disalurkan melalui kabel maupun ditampung dalam baterai.
Listrik ibarat Tradisi Suci, kabel ibarat pengajaran lisan, dan baterai ibarat Kitab Suci.
Kabel dan baterai, sekalipun bermuatan listrik, tidak pernah menjadi listrik itu sendiri.
Demikian pula Tradisi Suci, sekalipun dapat disalurkan melalui ajaran2 lisan dan tulisan, ajaran2 lisan dan tulisan itu tidak pernah menjadi Tradisi Suci.

Pengajaran tertulis tidak berhenti di Kitab Suci saja. Kitab Suci adalah sejumlah kitab2 yg secara terbatas dikenal oleh Gereja sebagai tulisan yg infalible yg lahir dari Tradisi Suci itu, sebagaimana layaknya Anak (Yesus) lahir dari Bapa. Bersama2 dengan Tradisi Suci, Kitab Suci dan Tradisi Suci membentuk satu Deposit Iman yg utuh, karena hanya Kitab Suci dan Tradisi Suci ini sajalah yg infalible, yang merupakan Firman Allah / Wahyu Ilahi.

Tapi di luar Kitab Suci, masih ada ajaran2 tertulis lainnya (misal: kitab didache) dan ajaran2 lisan.

Tidak ada yg namanya Tradisi Tertulis dan Tradisi Lisan!!
Hanya ada satu Tradisi Suci, yaitu segala karya keselamatan yg dilakukan oleh Allah di sepanjang sejarah keselamatan, yang mengarahkan umat menuju kekudusan serta menumbuhkan iman.
Tradisi Suci diteruskan / diajarkan melalui pengajaran lisan dan pengajaran tertulis.

Maksudnya pengajaran lisan dalam 2 Tes 2 : 15, ya benar2 secara harafiah pengajaran yg disampaikan secara lisan, melalui kata2 yg dikeluarkan oleh mulut.
Contoh ajaran lisan: kotbah dan pengajaran yg dilakukan oleh para rasul di tempat2 ibadah, seperti yg terdapat pada Kisah Para Rasul (e.g. Kis 11:26; Kis 13:43; Kis 14:3; Kis 19:8), sermon para diaken, rumusan doa / tata cara liturgi, dll dll.
Pengajaran lisan ini adalah cara untuk meneruskan Tradisi Suci, bukan menjadi Tradisi Suci itu sendiri.

Maaf, saya mau tanya dunk to TS… :slight_smile:
klo Credo / ‘Syahadat iman’ / ‘Syahadat Para Rasul’ itu masuk kedalam kategori yg mana ya…?

Sebelumnya sy ucapkan terima kasih ats info yg dberikan…

Untuk menjawab pertanyaan Anda, mari kita lihat kembali definisi “Tradisi Suci” menurut KGK:

CoCC #78
This living transmission, accomplished in the Holy Spirit, is called Tradition, since it is distinct from Sacred Scripture, though closely connected to it. Through Tradition, “the Church, in her doctrine, life and worship, perpetuates and transmits to every generation all that she herself is, all that she believes.” “The sayings of the holy Fathers are a witness to the life-giving presence of this Tradition, showing how its riches are poured out in the practice and life of the Church, in her belief and her prayer.”

Melihat fakta sejarah bahwa Syahadat Para Rasul sudah dipegang diteguh dan dilestarikan oleh GEREJA sebagai pengakuan iman yg diterima dari dan dirumuskan oleh para rasul sendiri (ref: http://www.newadvent.org/cathen/01629a.htm), dan dalam syahadat ini GEREJA “perpetuates and transmits to every generation all that she herself is, all that she believes”, maka AFAIK syahadat para rasul ini dikategorikan sebagai Tradisi Suci.

Thanx to bro Jenova, atas infonya… :slight_smile:
Saya hanya ingin meyakinkan penjelasan anda ttg Credo / Syahadat Para Rasul ini, itu berarti menurut anda masuk ke golongan / kategori yg nomor 1. yaitu DEPOSIN IMAN, dan itu artinya bersifat 'INFALIBLE ', atau TIDAK MUNGKIN SALAH, atau TIDAK DAPAT DITAMBAH ATAU DIKURANGI… Benar kan penjelasan sy ini…?

Lalu pertanyaan sy berikutnya kpd anda adlh, "Sejak kapan menurut anda Credo atau Syahadat ini mulai ditetapkan ‘Infalible’ atau ‘Tidak berubah’…?
Karena menurut yg sy ‘ketahui’ dr sejarahnya, Credo atau Syahadat ini ‘Berbeda’ atau mengalami ‘Penambahan’ sejak mulai dirumuskan dlm Konsili I di Nikhea…

Sekian tanggapan dr sy, bila terdapat kesalahan atau kekurangan mohon maaf dan koreksinya…

Peace n Love :slight_smile: