...

Keren abis bro :afro:

ujilah segala roh

setanpun dapat menyamar menjadi malaikat terang

dan setanpun memusuhi "Maria’ :smiley:

Siapakah setan itu? ;D ;D ;D

‘maria’ yang mana dulu ?

orang mati sudah putus hubungan dgn dunia. Tidak akan pulang pergi ke surga.

yang sering pulang pergi ada dua, yaitu malaikat atau setan.

nah gawat deh.

ujilah segala roh

giliran penampakan2 mereka percaya , tidak perlu uji-uji roh

tapi giliran kuasa Yesus yang jelas-jelas nyata malah harus diuji !

entah apakah mereka ini sudah mengenal Allah mereka dan melakukan kehendakNya

setuju !

giliran ‘roh maria’, langsung diterima, tanpa mau di uji

padahal akitab jelas 2 melarang ‘RATU SORGA’

masih kurang apa lagi ?

Ketahuan kalo Alkitabnya gak lengkap ;D ;D ;D

Bagaimana dengan "KUNJUNGAN MUSA & ELIA DI GUNUNG TABOR?

Apakah Alkitab anda lupa mencetak ayat2 tersebut? ;D ;D ;D :2funny:

Berarti benar, Alkitab mereka lupa cetak ini atau memang INJIL YANG LAIN aka INJIL PALSU ;D ;D ;D

yang memusuhi “Maria” kan, bro.
ada-ada aja pertanyaannya…

Tepat sekali bro :afro:

Mereka BUKAN KETURUNAN MANUSIA, sebab dalam Alkitab TERTULIS:

“…SEMUA KETURUNAN AKAN MENYEBUT AKU BERBAHAGIA…”

:smiley:

Kok ada yg terancam dengan GELARAN “RATU SORGA”?

Kan sistematikanya gini:

Kalu YESUS adalah Prince of Peace, Ibu-nya siapa?

RATU kan (kecuali kalian tidak mengakui Maria Ibu-Nya YESUS)?

Hal segampang ini aja kok repot!

Lha ini baru disebut berhikmat :afro:

salam bro,
rupanya ada salah paham di sini:

Gereja Katolik sangat hati-hati mengakui suatu penampakan, walaupun yang nampak itu Maria sebab iblis pun bisa meniru. Ada banyak penampakan pribadi yang dialami orang Katolik, tapi tidak semuanya diakui. Jadi Gereja Katolik sesuai Alkitab selalu “menguji roh-roh”.

Dalam hal mukjizat, sebelum mengakui kebenarannya, Gereja Katolik biasanya menyerahkan kepada para ahli untuk menyelidiki. Misalnya, dalam kasus mukjizat penyembuhan kanker, GK menyerahkan kepada dokter untuk meneliti: apakah benar orang tsb penderita kanker, apakah sudah sembuh, apakah tidak kambuh lagi? Berdasarkan keterangan para ahli yang berkompeten, yang tidak bisa menjelaskan secara ilmiah kesembuhan tersebut barulah GK mengakui.

Peristiwa penampakan Maria di Fatima juga disertai dengan mukjizat penyembuhan, dan butuh 4 tahun sebelum Gereja mengakui.

Moga-moga penjelasan ini bisa membantu mengurangi kesalahpahaman.

shaloom

Wah , membuka wawasan juga nich… BTW seharusnya ini menjadi bagian dari Kitab Kisah para rasul( sebab kitab ini masih terbuka dan tanpa penutup) dan bila waktu itu dikanonisasi oleh bapa2 gereja maka alangkah indahnya dan waktu itu St.Yohanes masih Hidup jadi bisa menjadi saksi atas kebenaran kisah ini…kalau sekarang maka cuma akan menimbulkan kontroversi karena jadi seperti Haditz di Islam bukan merupakan Bagian dari INJIL dan Surat2 para Rasul yang diakui secara RESMI oleh Bapa2 Gereja.
:afro: :slight_smile: :happy0025:

Tenang bro-bro semua, jangan langsung baku hantam mengenai Ibu Maria ini. Kalo orang Kristen purba berbicara tentang Sang Bunda, pasti ada hubungannya dengan Sang Kristus, karena ini dampak langsungnya. Membahas Maria itu pasti nyangkutnya ke Kristus juga. Jadi jangan Yesusnya mau, tapi Maria nya gak mau. Penampakan Yesus dipercaya habis, penampakan Maria dicela habis. Topik tentang Maria pasti berhubungan dengan Kristologi. Kalo Kristologinya bener, baru bisa memandang Maria secara wajar. Tapi kalo Kristologinya awut-awutan, susah menempatkan Maria pada tempatnya.

Dulu saat saya masih anti Maria, ya abis-abisan deh cari ayat yang membuat Maria seolah-olah pribadi biasa saja. Tapi kini setelah melihat ikon Maria menurunkan mayat Yesus dari kayu salib, apakah tidak terbayangkan rasa perih di hatinya saat Sang Anak satu-satunya itu diperlakukan demikian? Jujur kalo nonton film the Passion of The Christ, bukan saat Yesusnya yang disalib yang buat saya nangis. Saat adegan Yesus kecil terjatuh dan kemudian dipeluk oleh BundaNya, kemudian saat Yesus memanggul salib dan terjatuh, Sang Bunda hanya bisa mencucurkan air mata tanpa daya, bagi saya itulah bagian yang sangat menimbulkan rasa pedih. Kalo cewek dah punya anak biasanya ngerti hal itu.

Luk 2:35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri–,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

Nubuatan Simeon (yang menurut tradisi berumur lebih dari 300 tahun) ini memang terjadi pada Maria. Suatu pedang menusuk-nusuk jiwanya saat memandang Anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri, tergantung telanjang bulat diatas Salib, meregang nyawa menanti ajal yang merupakan pintu masukNya ke alam maut. Saya kira, sampai saat tersebut Maria sepertinya belum dapat mengerti maksud sepenuhnya karya Allah ini. Bandingkan saja jika dalam berita-berita di TV, seorang ibu menangis meraung-raung melihat anaknya jadi korban kecelakaan motor, dengan kondisi masih bersih. Maria saat itu melihat Yesus tergantung di kayu salib dengan tubuh hancur, dengan rupa yang tidak seperti manusia yang wajar lagi. Sebagai seorang ibu, masih untung akal sehatnya tetap bersamanya saat melihat Anaknya dalam kondisi seperti itu. Memang tidak sia-sia Allah memilih Maria sebagai wadah wujud kemanusiaanNya.

Didalam rahim Maria-lah terjadi pertemuan antara Allah dan manusia dalam wujud Yesus Kristus. Tubuh Kristus berasal dari tubuh Maria juga. Impas sudah kutuk dosa yang dahulu dilakukan ibu Hawa. Jika dulu Hawa yang membuat Adam jatuh dalam dosa, kini Maria sebagai Hawa kedua, menjadi jalan bagi Kristus, yang adalah Adam kedua yang membawa kehidupan kepada umat manusia. Seperti halnya Adam memanggil Hawa “perempuan”, demikian juga Kristus memanggil ibuNya “perempuan”.

Mar 3:32 Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.”
Mar 3:33 Jawab Yesus kepada mereka: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?”
Mar 3:34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Mar 3:35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Ayat-ayat di atas sering disalahpahami bahwa Yesus tidak menganggap Maria sebagai ibu Nya. Namun tentunya ini tidak benar karena,

Luk 1:38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Maria berserah dan melakukan kehendak Allah, jadi ia layak disebut sebagai Ibu Sang Kristus. Demikian cintanya Sang Kristus kepada BundaNya, sehingga Ia menyerahkan Maria kepada Yohanes, bukan kepada Yakobus, karena memang Yesus tidak memiliki saudara lain dari Maria. Sampai akhir hayatnya, Maria tinggal bersama Yohanes.

Selanjutnya saya kutipkan dari buku “Kontroversi Maria” tulisan Archimandrit Daniel Bambang Dwi Byantoro.

Ketika Yohanes pindah ke Efesus (Turki), karena ia harus melayani menjadi Episkop (Uskup) disana, Maria-pun diajaknya serta. Untuk waktu yang agak lama Maria berada di Asia Kecil (Turki) bersama Rasul Yohanes, karena memang ia tidak memiliki anak-anak lain selain Yesus.

Menjelang usianya tua, ia ingin agar dapat wafat di Yerusalem, ditempat dimana Anaknya yang satu-satunya meninggal dan bangkit. Akhirnya Maria berangkat dengan diantar Yohanes naik perahu menuju Yerusalem. Ketika itu ada angin sakal dan perahunya kandas di Gunung Athos, semenanjung Khalkidikia di Yunani Utara, yang menjorok ke arah Turki. Terkesan dengan keindahan semenanjung Gunung Athos ini, ia berdoa agar tempat ini bisa menjadi tempat untuk memuji nama Allah selamanya, dan dikenang sebagai Taman Bunda Maria, pada saat itu jawaban dari sorga mengabulkan permohonannya. Dan sejak zaman purba sampai kini, semananjung Khalkidikia Gunung Athos menjadi pusat kerahiban Gereja Orthodox yang sudah mencetak banyak orang suci dan para pemimpin Gereja selama berabad-abad.

Dari gunung Athos mereka melanjutkan perjalanan ke Yerusalem. Akhirnya setelah menetap beberapa saat di Yerusalem, Malaikat Gabriel yang sering mendatangi Maria di masa mudanya, mendatanginya kembali dan memberitahukan bahwa tak lama lagi ia akan meninggalkan dunia ini. Ia memohon jika sudah tiba saatnya ia harus mati, agar para murid Kristus didatangkan semua pada saat pemakamannya. Permohonan itupun dikabulkan. Tepat seperti yang diberitahukan, wafatlah Bunda Maria. Pada saat itu suatu mujizat terjadi, dimana para Rasul yang tersebar kemana-mana itu oleh mujizat Kristus, mereka semua diangkat diatas awandan diterbangkan ke tempat dimana jasad Bunda Suci ini berada di Yerusalem, seperti halnya yang pernah terjadi kepada Filipus dimana

Act 8:39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.
Act 8:40 Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

Pada saat itu terdapat penglihatan dimana Kristus datang berada ditengah-tengah para murid yang megelilingi jasad Bunda yang membujur kaku diiring para malaikat. Ia menggendong seorang bayi wanita yang adalah roh dari Bunda Suci ini. Lalu penglihatan itu menghilang.

Arak-arakan pemakaman oleh para Rasul dan umat beriman dilakukan. Pada saat itu ada seorang Farisi yang sangat membenci Kristus dan Iman Kristen, merasakan bahwa Maria lah penyebab dari semua ini karena beliaulah yang melahirkan Kristus. Dengan rasa benci dan dengki yang mendalam, ia langsung menyebu arak-arakan pemakaman itu dan hendak menggulingkan keranda dimana tubuh Bunda Maria tergeletak. Namun suatu mujizat lagi terjadi, seorang malaikat membawa pedang menampakkan diri dan memotong kedua tangan orang ini. Ia berteriak kesakitan, namun malaikat itu telah menghilang. Ia minta ampun kepada Petrus sebagai pimpinan para Rasul saat itu. Petrus mendoakan dan memohonkan ampun atas orang Farisi ini. Dan langsung ia disembuhkan dan kedua tangannya dapat disambung lagi. Upacara pemakaman dilakukan di Taman Getsemani, dan makam itu masih ada sampai kini.

Pada saat para Rasul Kristus didatangkan secara mujizat itu, ada satu rasul yang terlambat datang, yaitu Rasul Thomas, karena ia berada paling jauh saat itu yaitu di India, untuk mengabarkan injil di Kerajaan Prabu Gundhapar. Ia datang setelah Bunda Maria dimakamkan selama tiga hari. Ia menangis dan meyesal kenapa Bunda sudah dimakamkan. Lalu diantar oleh para rasul lain, ia pergi ke makam. Namun alangkah terkejutnya semua, karena setelah sampai di makam, ternyata makamnya kosong dan tubuh Bunda tidak ada disitu. Mereka bingung mencari kesana kemari. Dan ditengah kebingungan itu suatu penampakan terjadi. Kristus menampakkan diri dalam kemuliaannya dan disebelah kanan agak dibawahNya, Ibu-Nya pun tampak dalam kemuliaan. Kristus memberi tahu kepada para Rasul bahwa IbuNya dibangkitkan dan dimuliakan lebih dahulu sebagai bukti bahwa orang yang percaya kepadaNYa akan dibangkitkan dan dimuliakan seperti Ibu-Nya. Maria adalah buah pertama Gereja Kristus yang dimuliakan. Ini disebabkan karena tubuh kemanusiaan Kristus itu berasal dari rahim Maria sebagai benih asalnya, maka karena “Buah Rahim” Maria yaitu Tubuh Kemanusiaan Kristus telah dipermuliakan maka pemilik “Rahim” asal kemanusiaan Kristus itu pun harus dimuliakan terlebih dahulu mendahului pemuliaan orang Kristen yang lain. Demikianlah kebangkitan yang terjadi pada Maria adalah bukti dan jaminan keselamatan bagi orang yang percaya kepada Kristus. Itulah sebabnya kubur Maria yang ada di Yerusalem sampai sekarang ada tetapi kosong.

http://www.yeah5.com/Around%20the%20World/1%20Random%20travel/thumbs/Mary’s%20Tomb,%20Jerusalem,%20Israel.jpg

Dalam theologi orthodox, Maria adalah orang yang telah mencapai theosis atau penyatuan dengan Allah. Beliau adalah anak Kristus secara rohani, terbukti ketika ia wafat, Kristus menggendong rohnya dalam wujud seorang anak kecil. Maria bukanlah ‘ilah’ atau ‘dewi’ namun adalah seorang yang sudah mencapai kodrat Illahi.

2Pe 1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

2Pe 1:4 δι΄ ων τα τιμια ημιν και μεγιστα επαγγελματα δεδωρηται ινα δια τουτων γενησθε θειας κοινωνοι φυσεως αποφυγοντες της εν κοσμω εν επιθυμια φθορας

Amin. Jangan khawatir bro, nanti cutz, soter dkk masuk dan bertanya,“Mana ayatnya dalam Alkitab?”

;D ;D ;D :2funny:

@ all,

Gemana nih, kita aja (Protestan) ngga pernah repot kalu disebut anak-anak Raja (teringat sebuah lagi, aku anak Raja engkau anak Raja kita semua anak Raja, Haleluyah!..) kok Maria (yg notabene lebih mulia dari kita bahkan sudah dibenarkan/sudah disurga) disebut Ratu aja kalian pada kepepet!!! Heran gw, cemburu kaleeee yahhhhhhh.

Very nice post :afro:

asumsi yang timbul beda bro, kalau disebut ratu surga itu mengacu pada hanya 1 pribadi dan khusus, lebih mulia dari siapa saja, layak disembah, dan melebihi dari siapa saja yang didunia.
saya kira ini tidak pantas!

kalau disebut anak anak Allah, anak anak raja, tidak menimbulkan asumsi yang satu lebih tinggi dari yang lain! tapi kita semua yang menerima Yesus adalah anak Allah atau anak raja!

saya menghormati Maria sebagai bunda Yesus ketika di dunia! dan sebagai seorang pilihan Allah untuk melahirkan juru selamat ke dunia! just that!

saya kira anda mengerti yagn saya maksud.