thread santai : personifikasi Allah - literal atau metafora ?

Dari wiki, sebenernya lebih tepat digunakan kata “Anthropomorphism” — namun karena kayaknya kata tsb masih asing, jadi saya gunakan kata “personifikasi” :).

Begitu banyak personifikasi Allah, dari yang bisa marah, cemburu, sayang, menyesal, senang, kesal, dan mungkin juga jangan2 Dia terkadang merasa bosan :char11: (dalam kebosanan Dia mencipta ?)

Apakah personifikasi Allah itu, --“sebenernya”-- (or kesimpulannya) :

A. Literal sehubungan interaktif-nya Allah dgn manusia bumi ? (literal, sehubungan hanya pada bumi).

B. Tulen hanyalah sekedar sebuah “gaya bahasa” Alkitab ? (dgn demikian, --Allah-- tidak ada itu seperti ungu baik di bumi maupun di keKekalan)

C. Dia memang literally sbg “person” di alam keKekalanNYA ? (Jadi baik di bumi maupun di keKekalan, ya Dia bisa marah, kesel, sedih, sayang, senang, nyesal, dlsb — namun mungkin karena di surga gak ada yg bisa bikin Dia marah, kesel, sedih pokok yg negatif2, ya yang ada tinggal sayang, senang, hepi, gembira ceria, pokok yg positif2 - dan yah… mungkin kadang2 Dia jadi merasa bosen juga :char11:).

Ada temen2 yang bisa memberikan pendapatnya ? Mungkin bisa diambil kesimpulan dari ayat2 Alkitab ? (ya tentu saya tidak sedang menuntut jawaban yg absolut benar kok… hehehe :)).

Dari jawaban, mungkin saya akan ada pertanyaan lain :happy0062:
Makasih sebelum dan sesudahnya buat responder.

:slight_smile:
salam.

Metafora bro :smiley:

bukan cuma bisa marah, bisa murka… kerajaanNya pun bisa diobok2 setan.

12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
12:8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Bisa saja kombinasi yang kompleks dari ketiganya :tongue:

GBU

Kalo saya lebih percaya semua itu literal. Logikanya, kalo Dia tidak memiliki dan menyatakan semua itu, sulit untuk percaya bahwa Dia mengasihi karena toh, di satu segi, mengasihi dan membenci hanyalah dua sisi dari koin yang sama – terserah pada si koin (tentunya bukan koin literal) untuk memilih menampilkan sisi yang mana.

IMHO:
Beberapa penulis Alkitab (para nabi) terkadang menggunakan anthropomorphism dalam surat mereka. yang artinya adalah ketika karakteristik/sifat/atribut manusia diproyeksikan kepada Allah.

Tapi poin penting yg mesti di garis bawahi adalah TUJUAN nabi2 tersebut menggunakan anthropomorphism, yaitu ==> to describe God in terms more understandable to humans.
Without anthropomorphism, since God is invisible and immaterial, we would not have a framework on which to understand Him.

Yang B, ya vbn ?

Jadi kalo menurut pendapat vbn, kira kira di after-life disaat ada manusia yg bersama Allah, seperti apakah Allah itu ?

Jadi yang C ya ? Di alam sono, literally Allah sbg person.

OKe makasih Dya atas masukannya :slight_smile:

Kalo menurut pendapat BJ, literal yg A ataukah yg C ?

Makasih atas respond2 temen2.

:slight_smile:
salam.

Kadang saya bingungnya pada kalimat2 direct pada pengucapan Allah.

Itu =blekplek memang begitu bunyinya yg didenger oleh para Nabi ? atokah itu “penuangan” kalimat Nabi agar manusia bisa mengerti ? (jadi sebenernya kalimat2 Allah yg “didenger” Nabi tsb, TIDAK blekplek seperti itu - entah seperti apa ya ??)… Maksud saya :

[u]Without anthropomorphism[/u], since [u][b]God is invisible and immaterial[/b][/u], [b][i][u]we would not have a framework on which to understand Him.[/u][/i][/b]
Apakah Nabi yg menggunakan anthropomorphism, ataukah Allah saat menyampaikan kalimat2 direct tsb meng-anthropomorphism DiriNYA ?

makasih zayna atas masukannya.

:slight_smile:
salam.

Berdasar Alkitab, YEP… dialam sono Allah sbg person.

Wahyu 4:2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.
4:3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.

Pertama2, sy ingin mengulang perkataan, agar ga terjadi miskom.

Utk menjawab pertanyaan bro odading… pembahasannya beralih pada “VISION or REAL”, tak apa ya ?

  • Ada kalanya REAL - saat ribuan orang mendengar suara Allah pada jaman Musa.
  • Ada kalanya VISION, WAHYU, INSPIRASI, ENLIGHTENED - Yesaya, Daniel, Salomo, Paulus, dll.

menurut lalala, ada gak yah kemungkinannya bhw alam sono itu masih berlapis-lapis lagi ?

Jadi maksud saya disini : di “alam sono” Allah sbg person itu — masih “dibawah” alam-nya Allah itu sendiri - Dgn demikian, bisa ditarik kesimpulan (saya yg menarik sendiri…hehehe) : Ampe kayak begimanapun, Allah tidak akan bisa terjangkau (even in heaven).

:slight_smile:
salam.

Menurut aye, alam sono ora berlapis2 brother…
Allah di “alam sono” ora dibawah alamnya Allah lain kalo berdasar Alkitab;

[Ulangan 4:35] “Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa TUHANLAH ALLAH, TIDAK ADA YANG LAIN KECUALI DIA.”

[Ulangan 4:39] “Sebab itu sadarilah hari ini dan jangan lupa: TUHAN SATU-SATUNYA ALLAH DI LANGIT DAN DI BUMI; TAK ADA YANG LAIN.”

[Ulangan 5:7] “JANGAN MENYEMBAH ALLAH-ALLAH LAIN. SEMBAHLAH AKU SAJA.”

[Ulangan 6:4] “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, TUHAN ITU ESA!”

[Ulangan 33:26] TIDAK ADA YANG SEPERTI ALLAH.

[Keluaran 9:14] dengan maksud supaya engkau mengetahui, bahwa TIDAK ADA YANG SEPERTI AKU DI SELURUH BUMI.

[Keluaran 20:3] Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

[20:4] Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

[20:5] Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu,

[II Samuel 7:22] “Sebab itu Engkau besar, ya TUHAN ALLAH, SEBAB TIDAK ADA YANG SAMA SEPERTI ENGKAU dan TIDAK ADA ALLAH SELAIN ENGKAU menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.”

[Yesaya 43:11] Aku, Akulah TUHAN dan TIDAK ADA JURU SELAMAT SELAIN DARI PADA-KU.

[43:12] Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan Akulah Allah.

[43:13] Juga seterusnya Aku tetap Dia,

[Yesaya 46:9] INGATLAH HAL-HAL YANG DAHULU DARI SEJAK PURBAKALA, BAHWASANYA AKULAH ALLAH DAN TIDAK ADA YANG LAIN, AKULAH ALLAH DAN TIDAK ADA YANG SEPERTI AKU,

[Yesaya 48:12] “Dengarlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! AKULAH YANG TETAP SAMA, AKULAH YANG TERDAHULU, AKULAH JUGA YANG TERKEMUDIAN!

[Yesaya 49:26] Aku akan memaksa orang yang menindas engkau makan dagingnya sendiri. Dan mereka akan mabuk minum darahnya sendiri, seperti orang mabuk minum anggur baru, SUPAYA SELURUH UMAT MANUSIA MENGETAHUI, BAHWA AKU, TUHAN, ADALAH JURUSELAMATMU DAN PENEBUSMU, YANG MAHAKUAT, ALLAH Yakub.

[Yesaya 54:5] Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN SEMESTA ALAM namaNya; yang menjadi PENEBUSMU IALAH YANG MAHAKUDUS, ALLAH ISRAEL, Ia disebut ALLAH SELURUH BUMI.

Kalo opini aye pribadi… ‘ehm ehm’ (mending ora aye ungkapkan, kan ini forum Kristen… masa aye tamu ga tau diri cari perkara sama tuan rumah?) :wink:

Iyah… maap… saya kelewatan, kurang naroh perhatian pada kata “terkadang” … :).

Utk menjawab pertanyaan bro odading.... pembahasannya beralih pada "VISION or REAL", tak apa ya ?
So pasti gpp, malah dgn senang hati ... :)
- Ada kalanya REAL - saat ribuan orang mendengar suara Allah pada jaman Musa.
Saya mesti ngebaca dulu bunyi kalimatnya... baru mungkin ada pertanyaan --- tapi saya gak tau ayat yg mana. Zayna bisa tolong ayatnya dimana Allah berkata direct ke ribuan orang tsb ?

anyway, bagaimana saat peristiwa Ayub ?
Disitu ada Ayub, Elihu, 3 teman Ayub dan terakhir Allah juga berkata.
Misal : (3) Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku

Saya disini tentu nggak sedang membayangkan bhw kalimat merah tsb =blekplek ibarat tanya-jawab yg terjadi di bumi :). Namun maksud saya disini adalah : merah menyatakan Allah = literal person. Ada inter-aksi “nyata” disitu.

Dengan begitu — kalimat2 yg dianggap mengandung anthropomorphism, justru kayaknya/sebenernya/mungkin BUKAN anthropomorphism. Begitu gak yah ?

- Ada kalanya VISION, WAHYU, INSPIRASI, ENLIGHTENED - Yesaya, Daniel, Salomo, Paulus, dll.
Apabila didalam ungu tsb terdapat pula kalimat yg kira kira begini : "lalu Allah berkata kepadaku : bla3x" ---> apakah sebenernya tidak ada [i]rangkaian kalimat[/i] terucap dari Allah, melainkan masih berupa ungu --- lalu Nabi "menuangkan"nya dgn anthropomorphism "kalimat2" Allah tsb ?

Duh maap… mungkin jadi bikin puyeng zayna …
tapi santai aja yah…hehehe :).

salam.

Kalo boleh sy menganggapi, sy kurang setuju dgn “dibawah alam-Nya Allah itu sendiri”
IMHO: bukan “dibawah”, melainkan DIDALAM Allah itu sendiri… dgn pengertian/definisi TRUE ALLAH is KASIH and CONSCIOUSNESS (formless, no shape, color, beyond all things BUT EXIST) yg bisa manifestasi in human form seperti yg dilihat dalam vision Yohanes, Tomas, etc…

Dgn demikian, bisa ditarik kesimpulan (saya yg menarik sendiri...hehehe) : Ampe kayak begimanapun, Allah tidak akan bisa terjangkau [i](even in heaven)[/i].
Yg ini sy setuju. :afro:

maksud saya bukan begitu lalalala :). (bukan ttg adanya a-l-l-a-h lain :))

Maksud saya… yang kita sebut “nanti” di alam sono itu … MASIH ibarat alam kita sekarang dimana di alam kita sekarang ini, Allah tidak terjangkau literally.

Jadi… misal di alam sono “sudah bisa dikatakan” Allah terjangkau, namun itu MASIH manifestasi dari Allah itu sendiri … dimana “sebenernya” Dia masih tidak terjangkau sekalipun di alam sono.

Jadi kalo misal dikatakan : Allah literally person dialam sono — “alam sono” itu sendiri masih dibawah alam Allah. (dimensi masih berbeda).

Tarolah sebagai contoh : Yerusalem Baru.
Kalo gak salah ada kalimat yg kira2 pengertiannya : Allah memerintah sebagai Raja disana.

Nah… kalimat tsb pada kata “Raja” (sbg person) disitu adalah MASIH merupakan manifestasi Allah … BUKAN Allah itu sendiri literally.

Maap… saya kesulitan utk menuangkan dgn kalimat …hehehe :char11:

Kalo opini aye pribadi.... 'ehm ehm' (mending ora aye ungkapkan, kan ini forum Kristen... masa aye tamu ga tau diri cari perkara sama tuan rumah?) :wink:
oops... tadinya saya kira-in lalala juga Kristen, gak taunya kita sama sama nonK ...hehehe :)

salam.

Keluaran 20:18-22
Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.
Mereka berkata kepada Musa: “Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.”
Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: “Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa.”
Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada.
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah menyaksikan, bahwa Aku berbicara dengan kamu dari langit.
* Dimana guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung tersebut bukanlah fenomena alam biasa, melainkan the PRESENCE of GOD.

anyway, bagaimana saat peristiwa Ayub ? Disitu ada Ayub, Elihu, 3 teman Ayub dan terakhir Allah juga berkata. Misal : (3) Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku

Saya disini tentu nggak sedang membayangkan bhw kalimat merah tsb =blekplek ibarat tanya-jawab yg terjadi di bumi :). Namun maksud saya disini adalah : merah menyatakan Allah = literal person. Ada inter-aksi “nyata” disitu.

Dengan begitu — kalimat2 yg dianggap mengandung anthropomorphism, justru kayaknya/sebenernya/mungkin BUKAN anthropomorphism. Begitu gak yah ?
Apabila didalam ungu tsb terdapat pula kalimat yg kira kira begini : “lalu Allah berkata kepadaku : bla3x” —> apakah sebenernya tidak ada rangkaian kalimat terucap dari Allah, melainkan masih berupa ungu — lalu Nabi "menuangkan"nya dgn anthropomorphism “kalimat2” Allah tsb ?

Ayub - Vision

33:15 Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur,
33:16 maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran
33:17 untuk menghalangi manusia dari pada perbuatannya, dan melenyapkan kesombongan orang,
33:18 untuk menahan nyawanya dari pada liang kubur, dan hidupnya dari pada maut oleh lembing.

Sedangkan apakah Ayub serta merta mencatat 100% yg didengar, dilihat dialog melalui VISION, atau dia “menterjemahkan” VISION yg didapat dgn pemahamannya sendiri dgn naungan Roh Kudus yg mana tujuannya agar umat manusia FEAR of GOD… i dunno bro odading…

Sy hanya bs berpendapat yg saudara2 sekalian berhak setuju/tidak. :slight_smile:

ya… ya… kira kira begitu maksud saya :).

Yg ini sy setuju. :afro:
Dengan demikian, keKekalan "alam sono" MASIH dibawah ---oops--- mksd saya didalam keKekalan Allah.

keKekalan para roh/jiwa = masih terbatas.
keKekalan Allah = tidak terbatas.

Tarikan kesimpulan saya, keKekalan para roh/jiwa bisa juta-juta-miliun-miliun berpangkat-pangkat lamanya - sedangkan keKekalan Allah, udah nggak bisa dinyatakan lagi spt yg ijo —> abadi.

Sekalipun roh, namun selama ijo —> tidak memungkinkan beratribut 3 Omni — hanya yg biru memungkinkan beratribut 3 Omni.

Bener gak yah begitu ?

:slight_smile:
salam.

Ora ono brother… paling mentok ya Allah person itu yg bagai permata yaspiz…
kan “Allah yg tak terjangkau” itu bukan person (kalo aye tebak keyakinan brother)…
Kalo “Allah tak terjangkau” itu bukan person… begimene DIA punya rumah, punya alamnya sendiri ?
nah loh… hehehehe :rolleye0014:

Maap... saya kesulitan utk menuangkan dgn kalimat ...hehehe :char11: oops... tadinya saya kira-in lalala juga Kristen, gak taunya kita sama sama nonK ...hehehe :)

hush… aye KRISTEN brother… pengikut Tuhan Kristen… malah mungkin lebih KRISTEN daripada beberapa individu yg mengaku2 KRISTEN tapi ora mentaati perintah Tuhannya… ;D

makasih zayna atas masukan ayatnya. Saya nggak ada pertanyaan lanjut lagi … :).

i dunno bro odading..
iyah iyah... saya ngerti kok :), thread ini cuma sekedar pingin tau pendapat2 ajah.

btw, se-iring jalannya thread ini — gak panjang2 lagi, kok kayaknya saya akhirnya ngambil kesimpulan bhw Anthropomorphism Allah itu, murni metafora ya ? (pilihan B).

Allah superduper abstrak, dimana “person” Dia sekalipun di-alam sana … masih merupakan manifestasi dari ke-abstrakanNYA. Wow !

Mungkin ada temen2 lain yg mau kemukakan pendapatnya ?

makasih atas masukan2 zayna.

:slight_smile:
salam.

Nah disitu maksud saya, lalala.

Dialam sono itu … --paling mentok-- masih menggunakan kata “bagai” :).

Kalo "Allah tak terjangkau" itu bukan person... begimene DIA punya rumah, punya alamnya sendiri ? nah loh... hehehehe
itulah makanya pada respond saya buat zayna di #16 --- kesimpulan sementara saya : Allah itu BUKAN person, yang disebut "Raja" di YB - masih berupa manifestasi Allah [i]as a person[/i].

YB / surga / “Kerajaan” / Alam keKekalan para roh/jiwa — masih dibawah tingkatan "alam"nya Allah.

Kalo menurut pendapat lalala, apakah keKekalan para roh/jiwa masih terbatas ato nggak terbatas, ya ? Karena (imo) kalo nggak terbatas, artinya keKekalan roh/jiwa tsb kan = keKekalan Allah ?

Mungkin ada penjelasan ?

makasih atas masukan lalala.

:slight_smile:
salam.