Tentang Kasih

Salah satu brand dari kekristenan adalah KASIH. Juga didukung oleh Alkitab :

1Kor 13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

1Kor 13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

1Kor 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Begitu besar penekanan akan kasih ini, paulus beberapa kali mengatakan bahwa kasih melebihi yang lain, termasuk iman. Kasih tidak berkesudahan dalam 1Kor 13:8 maksudnya bagaimana ya? Dan iman yang sempurna, tanpa kasih akan tidak berguna, maksudnya gimana?

Sharingnya ditunggu …

Regards

Forgive me

betol dalam kristen, kasih adalah yang terbesar. Kasih tidak berkesudahan, artinya yang lain lenyap bersama kematian (pengetahuan, nubuat, bahasa roh) tapi kasih tidak akan lenyap. Jadi di dalam gereja Kristus kematian tidak memisahkan untuk tetap berbuat kasih, mengingat, mendoakan yg meninggal. Janganlah berbuat kasih berhenti sampai pada kematian saja. Krn kasih tdk berkesudahan!

Demikian pula, iman bisa sempurna, tanpa perbuatan kasih juga tidak berguna, jadi saling melengkapi.

Salam damai

kyknya tetap lbh penting iman, krn akan membawa kpd keselamatan. Amen???

pakbrengos, jangan membebalkan diri, nanti anda ketularan orang2 g**i loh. Alkitab dengan jelas berkata dalam 3 ayat di atas akan pentingnya KASIH. Saya ulangi ayat terakhir kutipan dari TS :

1Kor 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

bisa2nya anda bilang kasih kurang penting?? KASIH, bagi orang kristen adalah yang terbesar, sekarang sampai selamanya. Lintas batas waktu, batas ruang, batas kematian, dan terbesar di antara iman dan pengharapan. Ini menekankan pentingnya perbuatan untuk melengkapi iman. anda ngerti pakbrengos???

salam

thanks bro penjelasannya, sy tdk mengatakan bhw kasih kurang penting, tp hny dgn iman kita diselamatkan. akn sy renungkan lagi.

Yup kasih itu paling penting…sampe2 Tuhan Yesus sendiri yg ngomong
di matius 22: 36-39
ringkasannya bahwa waktu itu murid Yesus nanya apa hukum yg terutama dlm hukum taurat
dan Yesus jawab

  1. “kasihilah Tuhan Allahmu, dgn sgenap hatimu & dgn sgenap jiwamu & dgn sgenap akal budimu”
  2. “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”

untuk apa mendoakan mrk yang sudah meninggal ??
bukankah “catatan harian” mereka gak bisa berobah dengan bantuan doa siapa saja yang masih hidup ??
apakah bila dengan bantuan doa dari mrk yang masih hidup, dapat memindahkan status mereka dari satu tempat ke tempat yang lain ??

Roma
8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita

Bagaimana dengan pemahaman ayat ini? :slight_smile:

Lepas dari apa tujuannya, yg penting kasih itu tidak berkeseudahan. Kalau berhenti memberi perhatian nyata, kepada departed soul, berarti kasih itu berkesudahan :D.

Salam damai

@ theresaapril

tidak dapat memisahkan kita dari kasih ALLAH
BENAR SEKALI,
apapun juga tidak dapat memisahkan. iman yang sejati

ini adalah sikap, perilaku orang yang masih hidup, bila menghadapi situasi dan tantangan dan pilihan yang sedemikian berat ketika diperhadapkan pilih mana YESUS → mati atau menyangkal YESUS → hidup.

kita bisa melihat mereka yang menginjil di “daerah” tertutup, mereka seolah olah tidak memikirkan keselamatan hidup mereka. karena apa yang mereka lakukan, mereka sudah mengetahui resiko yang akan mereka hadapi yaitu “bisa maut yang terjadi”.
tetapi mereka tetap melakukan dengan penuh suka cita.
kisah rasul mula mula, maut yang mereka hadapi, tetapi mereka tetap menyampaikan kabar suka cita dan mereka tidak kuatir akan apa yang akan terjadi dalam hidup mereka.

jika ada… orang yang diberi Tuhan karunia luar biasa
tapi gak punya kasih akan sesama… orang itu akan jadi orang yang kejam…
dan karunia yang dia punya cuma digunakan buat kepentingan pribadi dan tidak membangun orang lain…
… :’( :’( :’( :’(

Trims teman2 sharingnya. Mean, meskipun iman sempurna, tanpa kasih tidak ada gunanya ya? tidak akan selamat?

GBU

Betol bro, iman sempurna masih perlu perbuatan (kasih). Bukan satu paket.

GBU too

Jadi begemana dengan doktrin hanya iman saja? Gugur dong?

ada ayatnya di alkitab…cm g lupa yg dmn…
ringkasannya “iman tanpa perbuatan itu mati”
kl tmn2 ada yg tau ayatnya tlg dibantu ya…

Diajarkan oleh Yesus :

Ada yang bilang satu paket, tapi kenapa Yesus menulisnya dua? Yang pertama represent iman, yang kedua represent perbuatan (kasih).

Ada di surat Yakobus :

Yak 2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? Yak 2:24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. Yak 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Dipertegas di surat Paulus, cukup ekstrim, seperti dikutip TS :

1Kor 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; [b]dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna[/b] untuk [yang dapat] memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Memang surat paulus ada pula yang bilang bahwa hanya dengan iman kita diselamatkan. Maksudnya memang harus (hanya dimulai) dari Iman … dan diikuti kasih (perbuatan). Kasih saja juga tidak berarti apa-apa. Keduanya melengkapi.

Shalom Aleikhem

Pemahaman saya sama dgn Anda bro fantioz ttg point ini :happy0025:

Yaitu, keselamatan memang HARUS (hanya dimulai) dari IMAN, spt rasul Paulus tulis:

Roma 10:9-10
(9) Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
(10) Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Setelah DISELAMATKAN, what next?

Tentunya kita harus berbuah dalam perbuatan KASIH spt ajaran Tuhan Yesus:

  1. “kasihilah Tuhan Allahmu, dgn sgenap hatimu & dgn sgenap jiwamu & dgn sgenap akal budimu”
  2. “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”

Blessings

Menambahi saja loh…

Bahwa sebetulnya IMAN ITU BUKAN karena kemampuan simanusianya dlam hal appapun, tetapi IMAN ITU PADA DASARNYA adalah "ANUGRAH /PEMBERIAN DARI ALLAH ", Jadi jika sudah di beri, maka kita wajib mem-pertanggung
jawabkannya kepada si PEMBERI tsb bukan…?? Bagaimana caranya…?? ya kita gunakan Hukum KASIH itu sendiri yang sudah di Ajarkan sendiri dari Mulut TYK. dengan demikian pengharapan kita pada kehidupan yang kekal dapat kita raih. Jadi semuanya adalah satu paket besar yang selalu senantiasa kita panggul dalam sekolah kehidupan kita hari lepas hari. Apakah kita sanggup…?? sudah tentu dong…!! Kan kita sudah punya ROH KUDUS dalam diri kita masing masing nya bukan…?? Jadi TYK TINGGAL MEMONITOR KITA DARI SORGA…!! jIKA KEPELESET YA PASTI DIBANTU UNTUK BANGUN LAGI…kepeleset lagi…di bantu lagi…Yang penting jangan sampai Roh KUDUS undur diri dari pribadi kita karena kita mengesampingkan DIA…Sehingga IMAN-PENGHARAPAN DAN KASIH tidak dapat bekerja secara sinergi / berkesinambungan …pada setiap helaan napas kita mulai dari bangun tidur pagi hari…Lanjutt…!!

Salam

Thanks bro roti. Yang saya bold purple, di tahap itu IMO belum benar-benar diselamatkan, tapi memulai satu tahap (akan) ke arah keselamatan. Karena seperti yang dikutip TS dari 1Kor 13:2, disitu ada suatu posisi iman yang sempurna, tetapi tidak berguna tanpa kasih. Di dukung pula oleh surat Yakobus yang saya kutip.

GBU, Shalom Aleikhem

setuju sma yg di katakan fantioz…
itu ayat uda ktemu… :slight_smile: