Teks Biblikal antara Persoalan Epistema Kekristenan dan Sekulerisme

Syalom Alaechim ,tuk teman-teman Kristen yuk kita diskusika mengenai otensitas PB dari sudut pengkajian Epistematis . :angel:

Para sarjana berpendapat bahwa tingkat perbedaan (atau perubahan) di dalam teks PB mencapai puncaknya menjelang akhir abad kedua Masehi. Masing-masing dari pusat-pusat utama di kalangan gereja masa awal membuat variasi tekstualnya sendiri-sendiri dalam PB, yang berbeda dari teks yang ditemukan di lokalitas-lokalitas yang lain. Para akademisi telah mengategorikan teks-teks yang beragam ini menjadi empat tipe teks utama:

Teks Alexandria.
Para juru tulis di Alexandria unuunnya rnggan mcnguhuh substansi teks, dan lebih senang memodifikasi grammar dan style. Manuskrip­manuskrip mereka dianggap mendekati akurasi nrtkna.23

Teks Barat
Teks ‘Barat’, berasal dari Afrika Utara dan Italia, merupakan teks yang tak terkendalikan dan populer. Teks ini mengalami interpolasi di tangan para juru tulis yang, dalam rangka mengejar akurasi, memper­kaya teks dengan menggunakan bahan tradisional, dan bahkan non­biblikal.24

Teks Kaisar
Tipe ini adalah merupakan sebuah kompromi antara dua tipe yang sebelumnya, dalam substansi mengikuti teks Alexandria tapi tetap memelihara teks Barat yang tidak kelihatan terlalu tidak masuk akal.25

Teks Byzantium.
Lucian dari Antioch, bekerja di Suriah pada masa-masa awal abad keempat, membandingkan berbagai bacaan PB untuk memproduksi sebuah bentuk teks yang revised dan kritis. Untuk tujuan ini dia lebih bersandar secara konsisten pada tipe teks Barat daripada Alexandria, dan mengambil jalan harmonisasi dan interpolasi ketika diperlukan. Hasil akhirnya segera memperoleh popular’rtas yang luas di seluruh Mediterania, menjadi teks favorit Gereja Ortodox Yunani; teks ini mengalami revisi lebih lanjut selama empat abad berikutnya sampai kemudian distandardisasikan.26

Jadi, teks Byzantium yang paling tersebar luas daripada yang lain ini, ternyata banyak bersandar pada teks Barat yang diakui paling sedikit dapat dipercaya di antara keempat teks yang lain. Agaknya tak dapat dihindarkan bahwa Lucian mesti telah memasukkan ke dalam teksnya paling tidak beberapa interpolasi, dari sumber-sumber tradisional dan bahkan non-biblikal, yang membentuk sebuah tanda utama tipe teks Barat. Kenyataannya pengaruh teks Barat ini secara umum memang mengagumkan; bahkan pemula teks Kaisar telah mencampurkan teks Alexandria yang relatif murni dengan elemen­elemen populer dari teks Barat, meskipun sepenuhnya menyadari inferioritasnya teks Barat ini.

Salam damai.

Apa tidak salah kamar nih, ini kan buat pertanyaan member non Kristen.

Sis HelenaCalvin kan dari namanya pasti member Kristen

GBU

:slight_smile:

Biar lebih aman saja biar jangan dibanned hmm ,maaf saya dari aliansi Liberal KIFA

KIFA itu lebih ke arah ateis ya? maaf klo salah

Ngk kok bro ,…KIFA ke Arah Progressiveitas coba nanti kamu gabung ke sana .

Sy sdg membaca…nga bisa omong apa lg…

Salam kenal Helena…kmu ex-christian…:slight_smile: ya smoga ttp dlm siratol mustaqim dlm agama baru mu…

Cyama2 Friend