Tanpa Kesucian, Tak Seorangpun Manusia Layak untuk Masuk Surga. Benarkah?

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah (Mat.5:8)

Ayat ini kalau saya baca dari sudut pandang yang lain; mengatakan bahwa Tak seorangpun manusia akan melihat Allah (masuk surga) jika hatinya (hidupnya) tidak suci sekalipun dia mengaku sudah bertobat atau telah lama menjadi pengikut Kristus.

  • Mungkinkah kita bisa hidup suci (memiliki hati yang suci) selama berada di dunia ini?
  • Bukankah hati kita (hati manusia) sejak lahir cendrung melawan Allah? Kej.6:5
  • Testimoni saya atas permasalahan diatas, ialah bahwa selama hidup saya, saya belum memiliki
    hati/hidup yang suci seperti yang diinginkan Tuhan Yesus. Artinya saya tidak akan pernah melihat
    Allah atau dalam bahasa yang sederhana saya tidak akan terselamatkan.
  • Bagaimana dengan anda?

newbi ngerespond newbi gpp yaaa … :slight_smile:

kalo melihat Allahnya dalam arti literal,
(mendapatkan “penampakan”) maka
mungkin itu maksudnya buat orang2 suci
yang tingkat rohani-nya tinggi - kali ya ?
(seperti para santo - misalnya)

kalo melihat Allah dalam artian masuk surga
mungkin maksudnya suci disini adalah
selain tau yg mana benar dimataNya
dan tidak disukaiNya, tapi juga bisa menjalankannya.

cuma krn namanya manusia,
ya pasti ada "kejeblos"nya juga.
Tapi segera menyadarinya - menyesali
dan berjanji sebisa mungkin ga ngulangi lagi.

cuma pendapat saya sendiri sii…
ga tau juga tepat ato kagak… :slight_smile:

- Mungkinkah kita bisa hidup suci (memiliki hati yang suci) selama berada di dunia ini?

menurut saya sih kayaknya gak mungkin.

atau dalam bahasa yang sederhana saya tidak akan terselamatkan.

wah ini susah pertanyaannya … :slight_smile:
tapi kayaknya cuma Allah yg bisa “bilang”
siapa yg terselamatkan - siapa yg tidak ?

Penjahat di seblah YESUS waktu di salib aja bisa masuk surga.
Yg terpenting adalah PERCAYA dan Mendekat kepadaNYA.

“Hanya dekat All@h saja”


Pada hakekatnya, semua manusia ngga ada yg bisa masuk surga.

Itu disebabkan Karena manusia pertama melakukan dosa asal.

“Tali” kehidupan itu telah terputus!

Tak ada satupun manusia yg bisa menyambungnya kembali.

Kecuali, manusia Yesus.

Itulah sebabnya kita harus percaya pada Yesus saja.

Percaya.

Ha ha newbie mnjawab newbie gpp ya?

Iya Allah jg melihat dan pilih2 thd kamu.

Kalau newbie blum pantas dikasihi…

Harusnya mereka2 yg Fk hero dan senior yg harus Allah perhatikan.

Ada begitu…!

Saya bersaksi:
no body yg bs mengklaim dirinya suci…!
Menurut suci kristen ya… Gatau suci yg lain.

Kalau ada yg brani claim begitu brarti dia tdk mengenal Allah Bapa, Jesus, dan Roh kudus.

wah…sebetulnya (maap) boleh gak sih ya ?
newbi jawab newbi ? (maap “melenceng” dr topik)

boleh masuk sorga dengan adanya Penyucian dari Yesus. ini cendrung pada akhir hidup seseorang. makanya tidak ada istilah laba rugi di sisni. jika lebih banyak amal daripada kejahatan maka masuk sorga. itu tidak dapat di pastikan. namun gambaran ini akan membuka pemikiran kita: jika kita ingat, waktu Yesus disalibkan bersama dua orang penjahat. yang sebelah kiri tidak masuk sorga dan di sebelah kanan masuk sorga. tentu kita bertanya bukankah yang sibelah kanan Yesus itu orang yang tidak suci pada hari-hari hidup sampai tereksekusi???
maaf bahwa Topik anda mengarah hal yang lebih ke glamor.

kita ini orang yang telah di benar kan oleh Yesus…

Rm. 3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Rm. 5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

Gal. 2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.

boleh2 aj lah , ini kan forum untuk belajar bersama :coolsmiley: , klo salah ga bakalan di Bom kok,tp klo bener dpt hadiah tabung gas 3 kg. :ashamed0004:

Saya sangat setuju dengan tanggapan dari Sdr. Freddy Lumbantoruan,

saya kutip sbb: “Gal. 2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam KRISTUS YESUS. Sebab itu kamipun telah percaya kepada KRISTUS YESUS, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam KRISTUS dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat”

dan tanggapan Sdr. Odading, saya kutip sbb: “boleh masuk sorga dengan adanya Penyucian dari YESUS. ini cendrung pada akhir hidup seseorang. makanya tidak ada istilah laba rugi di sisni. jika lebih banyak amal daripada kejahatan maka masuk sorga. itu tidak dapat di pastikan. namun gambaran ini akan membuka pemikiran kita: jika kita ingat, waktu YESUS disalibkan bersama dua orang penjahat. yang sebelah kiri tidak masuk sorga dan di sebelah kanan masuk sorga. tentu kita bertanya bukankah yang sibelah kanan YESUS itu orang yang tidak suci pada hari-hari hidup sampai tereksekusi???”

Kedua tanggapan tersebut diatas menurut saya adalah dua hal yang berbeda. Semua kita setuju kalau kita “dibenarkan oleh iman kepada Yesus Kristus” b[/b]. Pembenaran karena iman b[/b] adalah pekerjaan yang sempurna dan tidak ber-ulang ulang. Pada saat pertama kita percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat, pada saat itulah kita berpindah tempat, dari tempat yng semula “tidak benar” ke tempat yang “benar”.

Sementara tanggapan dari Sdr. Odading, menyangkut masalah penyucian b. [/b]. Pekerjaan penyucian menurut saya adalah pekerjaan yang belum sempurnya, maksudnya ialah bahwa penyucian itu merupakan proses dan terus menerus hingga akhir hidup kita. Dan barangkali itulah alasanya kenapa penjahat yang disalibkan itu masuk surga, yakni pada saat dia percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat, pada saat itulah dia dibenarkan (justified) dan karena pada saat itu merupakan detik-detik kematiannya, sekaligus dia juga disucikan (santified)>

Itu komentar saya atas kedua jawaban diatas. Mungkin ada yang memiliki pemahaman lain untuk dibagikan kepada kita, tks.

Karena itulah Tuhan turun kedunia, dalam rupa manusia, mati dikayu salib, menebus dosa… agar kita, manusia berdosa, dilayakkan utk masuk kerajaanNya… dan bersekutu bersama semua orang kudus, memuji dan menyembahnya di Sorga kelak… Kalau melihat ALLAH menurutku bisa dalam diri YESUS , Sebab YESUS berkata DIA dan BAPA adalah satu. :slight_smile: :slight_smile: :slight_smile:

Dalam hal ini setiap orang memiliki asumsi yang berbeda-beda, ada yang pro dan ada yang kontra.

sangat mungkin :smiley:

- Bukankah hati kita (hati manusia) sejak lahir cendrung melawan Allah? Kej.6:5

krn itu Dia berikan Roh KudusNYA

- Testimoni saya atas permasalahan diatas, ialah bahwa selama hidup saya, saya belum memiliki hati/hidup yang suci seperti yang diinginkan Tuhan YESUS. Artinya saya tidak akan pernah melihat Allah atau dalam bahasa yang sederhana saya tidak akan terselamatkan.

DarahNYA yang Kudus…itulah yang mensterilkan hati kita…
RohNya itu yang akan memimpin pada segenap ke -KUDUS-anNYA

- Bagaimana dengan anda?

Yang terpilih, imamat yang rajani, yang kudus, kepunyaan Allah sendiri :coolsmiley:

(1Pet 2:9)

Dengan usaha kita untuk hidup suci dan berkenan kepada Nya? Samapai kapan pun tidak akan pernah bisa.
Mari kita sama-sama mengatakan bukan lagi aku yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalamku. Jadi diri kita ini telah mati bersama dengan Kristus, dan hidup yang kita perhidupkan ini adalah Kristus. Bagiku hidup adalah Kristus kata rasul Paulus. Dengan ini kita bisa hiup suci dan berkenan kepada Nya, karena Kristuslah kesucian kita, bukan lagi kita berusaha, tapi kita semakin berkurang terus dan Kristus yang semakin bertambah terus. Amin

Mat 5 : 8 Artinya setiap orang yang belum dilahirkan kembali atau di kuduskan oleh Roh Kudus, tidak akan masuk kedalam kerajaan Allah.

Setelah kita di kuduskaan/ sucikan, status kita berubah menjadi anak Allah, orang percaya, bukan berarti kita dapat langsung tidak pernah jatuh dalam dosa, selama kita masih di dalam kedagingan kita, kita tetap dapat jatuh kedalam dosa, hanya saja kita sudah tidak lagi hidup dalam dosa.

Proses pengudusan kita , merupakan jalan hidup dimana setelah kita lahir baru, kita meninggal hidup lama kita, berjalan d pimpin Roh Kudus, untuk makin menyerupai Kristus. prosesnya bertahap2.

Status kita yang telah menjadi anak Tuhan, tidak pernah hilang, karena Tuhan Yesus sebagai gembala kita, senantiasa menjaga kita.

Tinggal kita berjalan dengan tekun dan taat, senantiasa memuliakan Tuhan didalam hidup kita baik perbuatan maupun perkataan.

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah

mungkin melihat Allah disini tidak hanya melihat secara visualisasi “sosok yang berwujud”, namun sebenarnya ayat tersebut menyimpan keindahan yang luar biasa dalam maknanya…

saya mau kasih ilustrasinya terlebih dahulu, ketika para murid-murid dan pengikut Tuhan YESUS KRISTUS dikejar, disiksa, dikucilkan, mereka tetap melihat Allah dalam penyiksaan dan pembantaian tersebut, karena jika tidak, maka hal tidak mungkin manusia mau menerima kondisi yang sedemikian menyesengsarakan itu, kalau bukan karena ia bisa melihat Tuhan dalam apapun yang ia alami

konteksnya dalam kondisi saat ini, bagaimana orang percaya menerima proses pengkudusan dari ROH KUDUS untuk terus dikuduskan dan dibenarkan oleh Tuhan, sehingga dalam apapun yang ia hadapi ia tetap DAPAT MELIHAT TUHAN TURUT BEKERJA UNTUK MENDATANGKAN KEBAIKAN BAGI ORANG YANG MENGASIHINYA

GBU

[b]Setujuu… ( Hmm jawaban yang sangat baik…)

Yang penting selalu menjaga diri agar tetap didalam Kristus Yesus dan senantiasa mengejar kekudusan, dengan cara sering membaca dan merenungkan Firman Tuhan dan berusahalah selalu taat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari hari.
Sebab Firman Tuhan itu menguduskan.
FIRMAN = YESUS => YG TELAH MATI DI KAYU SALIB DEMI MENEBUS DOSA KITA
Nah kita yang percaya telah DIKUDUSKAN

Karena Tuhan berkata : Kuduslah kamu sebab Aku kudus…[/b]
GBU ALL

:happy0158: :happy0158: :happy0158:

“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah”

Ayat diatas tidak perlu ditafsirkan macem2. Karena sesuai dengan ayat2 lainnya:

Mazmur 16:8
16:8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Mzm. 63:2
Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.

Daud sudah tau gimana caranya memandang/melihat Allah.

Yohanes 12:45
dan barangsiapa MELIHAT Aku, ia MELIHAT Dia, yang telah mengutus Aku.

1 Yohanes 3:2
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan MELIHAT Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

1yoh3:6
Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak MELIHAT dan tidak mengenal Dia.

Ini adalah rumus.
Tinggal dalam Allah= Tidak berbuat dosa
Masih Dosa=belum LIHAT dan kenal Allah.
Jadi:
Yang belum MELIHAT dan kenal Allah berarti ya masih berdosa lah.

Yohanes terang-terangan sudah MELIHAT Allah. Kalo gak, ya gak mungkin dia nulis ayat itu.

Masih banyak lagi sbnrnya ayat2 “bocoran” kalau Allah itu bisa dilihat. Segitu dulu deh buwat pembukaan.

Kalau yohanes bisa, kenapa orang2 jaman sekarang gak bisa?

Selamat mencari!

Salam damai sejahtera

Dengan tubuh insani manusia melayani sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat, dengan akal budinya manusia melayani dua kasih terutama Allah.

Hai…Non@FAE…

Dari yang anda postingkan dan respon dari sobat2x di “fk” ini saya menangkap…masalah kriteria orang dapat masuk sorga lagi yang akan dibahas ya…?? Tapi maaf kalau saya ga salah nangkep ya …?? soalnya pasti akan lari menjadi oot…!! hehhe

Saya komentari postingan non@fea dulu ya,( dari reply #0 on ) begini :

Mengenai hal Kesucian / kekudusan sebgaimana pandangan anda tsb, menurut saya, jika kita sudah percaya TYK…HAL APAPUN YANG KITA KUATIRKAN HARUS KITA SERAHKAN KEPADA TUHAN ALLAH/ TYK.
Kita sebagai manusia ya tinggal menjalankan apa yang diajarkan Oleh TYK
SEBAGAIMANA YANG ADA DALAM ALKITAB , Mulai dari kitab Kejadian s/d Wahyu.
Kemudian bisakah kita manusia, mencapai kesempurnaan dalam hal kesucian/kekudusan ( dalm perkataan, dalam perbuatan, maupun dalam pikiran.sertA perasaan…??)…sudah pasti tidak mungkin!!! .tapi kita sebagai manusia sudah di beri fasilitas ( sebagaimana dijanjikan oleh TYK sendiri, yaitu :ROH KUDUS ).
Jadi dengan IMAN PERCAYALAH KITA MANUSIA SELALU BERUSAHA MENCAPAI KESEMPURNAAN KESUCIAN/KEKUDUSAN ITU DENGAN BANTUAN ROH KUDUS. JIKA DENGAN USAHA KERAS KITA SENDIRI…?? OHH BETAPA BERATNYA ITU MBO…!! TIADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN KAN ?.UNTUK SEGALA HAL…!! MAKA KITA IMANI ITU TERUS DALAM PENGHARAPAN, NISCAYA SAAT KITA MENJELANG AJAL MASIH DALAM “REL KESUCIAN” TSB.YANG MENILAI SICI DAN TIDAKNYA MANUSIA TSB…ITULAH RAHASIA KEBIJAKSANNAN ALLAH/TYK SEMATA…
UNTUK BUKTI KEHARUSAN HIDUP KUDUS ADA DI AYAT2X DI BWH INI.

1 Kor 6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu.
Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah
dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan YESUS
KRISTUS dan dalam Roh Allah kita.

1 Kor 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi
satu roh dengan Dia.

1 Kor 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh
Kudus yang diam di dalam kamu, ROH KUDUS yang kamu
peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu
sendiri?

1 Kor 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar:
Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Kemudian jika mengomentari Penjahat di sebelah kanan Salib TYK dng penjahat disebelah kirinya, maka banyak venomena yang dapat kita tangkap dari cerita dalam Alkitab.
Tapi kalau konteknya " mengapa penjahat disebelah kanan dapat masuk sorga dan di sebelah kiri tidak…"…?? maka persoallanya bukan hanya disitu saja. ( saat ending nya saja). Melainkan kita harus sedikit flash back…kenapa…?? kita harus cari tau siapa sebenarnya kedua penjahat itu…??..kemudian mereka sampai dihukum karena berbuat jahat seperti apa. Pasti kita dapat mennagkap dari cerita di Alkitab tsb, bahwa type dasar kedua prilaku penjahat itu sangat berbeda sekali…kan…??
Tipe penjahat yng disebelah kiri, sangat arogan dan melecehkan sekali siapa YESUS KRISTUS itu. Tapi yang disebelah kanan sngat mengenal siapa YESUS KRISTUS ITU SENDIRI. Dan boleh dibilang sangat menghormati dan menghargai Yesus Kristus. Mau tau apa sebabnya…??
Karena Orang tsb adalah orang terhormat di Kaum nya, dia adalah tahanan politiknya Kerajaan Romawi, dia dari suku Zebolit ( salh satu suku anak bangsa israel) yang memberontak terhadap penjajahan Tentara Romawi .Yang arti kata laindia rela berkorban nyawa demi bangsanya.

Makanya dia pasti tau sama sekali tentang EXISTENSI YESUS KRSTUS dalam masa 3,5 thn PEKERJAAN PEKABARAN INJIL YESUS
KRISTUS tsb DI SEANTERO YERUSALEM DAN SEKITARNYA…

Jadi sebetulnya dia sudah ada bibit IMAN, WALAUPUN DARI TARAF DIA MENDENGAR KABAR MENGENAI KEDAHSYATAN YESUS KRISTUS. dan dia sendiri sedah pasti beragama YAHUDI.
Jadi saat momentum penyaliban dia disebelah Yesus Kristus tsb lah setidaknya timbul pencerahan Imannya yang tadinya kecil…menjadi nyata
ada bertumbuh pada saat yang sempit…karena menjelang ajal. Artinya disini apa…??? Sebelum seseorang itu mati meninggalkan dunia fana, masih diberi kesempatan memenrima kasih KARUNIA KESELAMATAN KARENA PERTOBATANNYA…DAN PERCAYA 100% KEPADA TYK. Tapi sudah tentu dong harus sudah ada iman percaya walaupun masil kecil dan redup.

Tapi kalau melihat penjahat yang disebelah kiri salib TYK, maka orang tsb adalah benar penjahat murni yang selalu mengimbar nafsu kedagingan semata.untuk urusan dunia. Jadi tidak ada iman barang sedikitpin dalam dirinya…Makanya mustahil bisa langsung Percaya kepada TYK tsb, walaupun dia sudah mendengar apa yang diucapkan penjahat yng disebelah kanan salib TYK tsb. Ataupun dia mengabaikan berita Khabar Baik yang terjadi di area Yerusalaem dan sekitarnya di masa itu.
Akhirnya masuk kamar tetangga surga deh tuh orang ya…alias neraka.

Terimakasih,

Salam …GBU