Standart Kualitas Tim Pelayan Mimbar

Hallo FK’ers

mau tanya dunk, apa bener ya ada standar tersendiri untuk Tim pelayan mimbar kaya WL, Singer, Pemain Musik, Tamborin, Choir, dll??

kalau ada orang yang pengen jadi pelayan mimbar tapi ga punya standart itu gimana ya? padahal sudah dari hati ingin melayani Tuhan…

ditunggu pendapat2’a ya :rolleye0014:

@rafael,
kayanya tergantung gerejanya kali ya :smiley:
kalau yang gerejanya kekurangan personel biasanya si siapa saja asal comot diterima jadi tim
tapi kalau yang gerejanya kebanyakan personel biasanya ada seleksi jadi ngga asal comot :cheesy:
nah masalah seberapa tinggi standarnya kembali ke masing2 kebijakan gerejanya
gitu kali ya :char11:

yang aku ketahui sih standartnya adalah dimana seorang pemuji penyembah itu bisa membawa orang lain untuk masuk pada hadirat Tuhan adalah tetap sebagai pemuji dan penyembah setiap saat

dan itu merupakan hal yang tersulit dari poin seorang WL

biasanya seorang WL akan berdoa ketika dia hendak melayani dengan perkataan "…urapi saya Tuhan…

pastinya Tuhan akan mengurapinya :slight_smile:

tapi disitulah bedanya ketika kita diurapi Tuhan atau ketika Hadirat Tuhan turun

hadirat Tuhan hanya ada ketika seorang WL dalam hidup dan kehidupannya menyadari hadirat Tuhan tersebut

artinya setiap saat dia menjadi seorang pemuji penyembah Tuhan, dan ketika dia naik ke mimbar maka hadirat tersebut dengan sendirinya akan ada dalam dia sewaktu memimpin umat untuk masuk hadirat Tuhan

semoga bisa membantu… :slight_smile:

berarti utk standarisasi memang ada kali ya…

nah kalau kaya gini makin bingun nih… kalau tuh orang hidup nya sudah sangat baik dan rohaninya sangat baik pula tapi tidak bisa bernyanyi atau minimal tidak fals saat bernyanyi… kan yang ada malah bisa hilang kan hadirat Tuhan? bingungggggg

tidak ush bingun bro, penjelasan saya memang hanya fokus kepada poin kehidupan seorang pelayan P & W :slight_smile:
dan hal inilah yang banyak menjadi batu sandungan bagi mereka

jelas memang teknik menyanyi juga sangat mempengaruhi seorang WL :slight_smile:

poin2 seorang WL termasuklah didalamnya teknik menyanyi, penguasaan panggung
saya percaya jika seorang WL pasti sdh mempunyai paling tidak teknis vokal

dan biasanya dept. P & W pasti mempunyai sarana bagi seorang calon2 singer

jadi klo memang tidak mahir bisa menyanyi seharusnya jangan dipaksakan menjadi seorang penyanyi

dan saya melihat sendiri ( bukang menghakimi neh… ) pemilihan para singer/WL kebanyakan tidak objektif tapi subjektif, tanpa memperhatikan poin2 penting seorang penyanyi tsb

mestinya si begitu ya :ashamed0004:
tapi ya itu, kembali lagi… “tergantung gerejanya” :slight_smile:

ane pemain musik loh

tp di sekolah minggu
ada koq standardnya

pelayanan kan nggak harus selalu di mimbar (jadi singer, WL, choir, pemain musik atau pengkhotbah) kalau memang suaranya kurang bagus ya ambil pelayanan yang lain. pembawa kolekte, prokyektor LCD, atau penerima tamu di depan sambil bagiin warta. pelayanan itu bisa apa aja kok :afro:

@vena

memang pelayanan macam-macam… tapi sekarang lagi fokus bicarakan tim pelayan mimbar nih… soalnya ada beberapa WL yang hidupnya udah kudus dan berkenan tapi tidak mahir bernyanyi dan ada beberapa yang mahir bernyanyi tapi ga banget hidupnya…

ga mahir nyanyi disitu maksudnya gimana?
kalo dia punya hati dan hidup kudus/berkenan pengennya jd wl tp ga bisa nyanyi, kamu bayangin sendiri aja dia cocok ga jd wl

semua pelayanan itu ada panggilannya masing2 dari Tuhan
sekrg dia mau melayani WL itu panggilan Tuhan apa panggilan hati sendiri

klo udah punya keinginan untuk melayani artinya
Qm juga punya keinginan untuk meningkatkan standar pelayanan Qm kn?

beberapa gereja memang menyaring pelayan diatas mimbar soalnya selain butuh skill, mereka juga butuh yang namanya rendah diri. soalnya, pelayan Tuhan yang sudah TOP melayani diatas mimbar biasanya jatuh krn kesombongan.

so, belum bergabung dalam tim pelayanan diatas mimbar bukan masalah… tetap berusaha menaikkan standar dan buktikan bahwa kamu mampu melayani Tuhan diatas mimbar ^^

aloww bro…gw juga mao share aja neh…
gereja gw gereja kecil dan kekurangan SDMnya…tp kita juga selektif dlm memilih pelayan…minimal uda lahir baru dan menjadi jemaat gereja.

setelah itu baru kita lihat talenta dia dmn…kan FT mengatakan tiap2 orang diberi karunia yang berbeda2 sesuai dengan kemampuannya (lupa ayatnya dmn bro :cheesy: hehehehe).

nah, kalau ada orang yang pengen jadi pelayan mimbar tapi ga punya standart padahal sudah dari hati ingin melayani Tuhan… gw setuju ama sis Vena, melayani Tuhan bukan hanya di mimbar aja tp bisa dlm segala hal. justru untuk menjadi besar kita hrus dari kecil dulu…setia dalam perkara kecil, maka akan dipercayakan perkara besar… gitu bro… :happy0025:

gw juga setuju ama bro cleewlkr, kita jg hrs upgrade diri kita biar tambah lebih dahsyat lagi melayani Tuhan.

kesemuanya itu tidak lepas dari prinsip: bahwa kita (para pelayan) hanya sebagai “jendela” agar jemaat bisa melihat Tuhan melalui pelyanan kita bro… :angel:

itu aja seh, klo gw salah mohon dikoreksi ya teman2… Gbu

Standart gimana om maksudnya?

Kalau di JC Batam,yang penting hati.Tp memang ada standartnya lahhh.Tp gak standart materi,melainkan standart rohani.

God bless

gak ada… minimal lu menjadi berkat … jangan jadi batu sandungan dari pelayanan dan kehidupan lu :wink:

beuh…gw suka ama jawaban u bro… :afro: singkat,padat,dan jelat eh jelass…hehehehe… :happy0025:

kalau benar Tuhan mau pakai kita buat pelayanan mimbar pasti Tuhan juga akan memperlengkapi kita dengan kemampuan menjadi WL…menjadi Singers…standart…boleh aja manusia bikin standart,tapi ,menurut saya Tuhan lah yang memilih seorang pelayan,standart itu di buat untuk mempermudah gembala mengukur kemampuan seseorang dalam pelayanan mimbar…jadi nggak usah mikir standart manusia…katakan aja ama Tuhan kalau kamu rindu melayani,Tuhan yang akan menilai kerinduanmu itu…lalu<pasti dia buka jalan…GBU

yang pasti saat di bilang ‘saya siap’ , dia sudah tau donk apakah yang bisa dia lakukan… jangan suara fals masih tetep kekeh mau jadi wl… :slight_smile: masih banyak pelayanan lain

tapi ada lho suara yang dulunya fals,jadi bagus gara2 rindu pelayanan…contohnya saya…dulu nggak bisa maen gitar,sekarang jadi bisa gara2 rindu melayani…contohnya adalah saya…hehehehe…

ya memang bro… tetapi apakah saat bro tidak bisa main gitar langsung mau nya jadi gitaris utama ? atau melalui proses saja ?

sama seperti klo yang fals, jika rindu pasti dia bayar harga :slight_smile: . tidak maunya langsung jadi WL padahal fals nya itu belum di pelajari untuk menjadi lebih baik… walau ada ‘hati yang rindu’ :slight_smile:

semua melalui proses dan ketekunan

itu aku baru setuju…jangan sampek pengen pelayanan karena pengen tampil…mencuri kemuliaan Allah…