Sola Scriptura TIDAK Berpondasi Pada Alkitab

hanya berSola Scriptura? Doktrin ini yang ada hanya bertentangan dengan Kitab Suci…

“Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini” [Yohanes 20:30].

Injil Yohanes ditulis terakhir setelah tulisan2 para rasul dan surat para rasul…
Yohanes mengakui bahwa Alkitab mempunyai kekurangan dan bukan Buku sejarah!

"Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. " [2 Tesalonika 2:15].

Pondasi gereja katolik, Alkitab - Tradisi Suci - Magisterium
Tiga Pilar pondasi gereja yang tak bisa dipisahkan…

Para Ahli Teolog Protestan belum bisa menjawab Pertanyaan Mendasar tersebut…
Apakah u bisa membantu?

Ini refrensi yang aku dapat tanggapan dari Pendeta Alex John tentang Doktrin SS

Tidak peduli betapa pintarnya atau telitinya para pelajar Alkitab; bahwa pakar Alkitab yang memiliki segala gelar akademis, berbeda sekali satu dengan yang lainnya terhadap banyak masalah doktrin-doktrin yang penting! Penelitian dan riset yang banyak sekalipun tidak bisa membawa konsensus akan apa yang dikatakan oleh Alkitab.

Satu lagi problem lainnya dengan tradisi “Alkitab saja” adalah kepercayaan bahwa studi yang rajin ditambah dengan penerangan oleh ROH KUDUS (Yohanes 14:25; 16:13) akan menunjukkan kebenaran Alkitab bagi mereka yang mendengarkan-Nya. Tentunya studi Alkitab dan penerangan ROH KUDUS penting bagi pertumbuhan spiritual pribadi dan membuka makna spiritual Alkitab. Tetapi coba anda katakan kepada 28000 gereja-gereja yang berbeda-beda dan saling berselisih bahwa 28000 pendapat yang berbeda terhadap Alkitab adalah petunjuk bahwa tafsiran mereka tidak tepat atau tidak atas dorongan ROH KUDUS. Jelas bahwa ROH KUDUS tidak memiliki 28000 interpretasi firman Allah.

Sayangnya, tradisi yang tampak bagus tapi tidak berdasar ini telah membatasi kita pada perspektif yang sempit terhadap Gereja Kristen. Tidak hanya membatasi titik-pandang Kristen terhadap perkembangan gereja, doktrin-doktrinnya, para kudusnya, dan sejarahnya, tetapi juga tidak menceritakan kisah yang sepenuhnya mengenai Gereja Kristen dan praktek-prakteknya.

Contohnya, bagaimana tepatnya para murid melakukan perayaan ibadat pada awalnya? Bagaimana ibadat Kristen berevolusi? Apa yang YESUS ajarkan kepada para murid-Nya pada perjalanan ke Emaus? (Lukas 24:45). Apa yang Dia ajarkan kepada para Rasul tentang kerajaan Allah selama masa 40 hari sebelum kenaikan-Nya ke surga? (Kisah 1:3). Bagaimana cara para Rasul membaptis calon umat Kristen? Di bagian mana di dunia masing-masing Rasul menyebarkan Kabar Gembira? Apa yang terjadi pada Petrus setelah Kisah Para Rasul 12:17 dan pada Paulus setelah Kisah Para Rasul 28:31? Apa yang terjadi pada Maria, Bunda Tuhan YESUS? Alkitab tidak mengatakan. Bagaimana Gereja berevolusi setelah kematian Rasul yang terakhir? Karena ROH KUDUS diberikan kepada Gereja untuk membimbingnya kepada kebenaran, bagaimana peran-Nya tampak berabad-abad setelah para Rasul? Ke arah mana Dia membimbing Gereja dalam aplikasi wahyu Kristen? Siapakah orang-orang besar yang dibangkitkan-Nya untuk membimbing Gereja? Bagaimana konsili-konsili Gereja berurusan dengan aplikasi praktis dari wahyu Kristen bagi kebutuhan pada masa itu?

Gereja memiliki kehidupan spiritual yang kaya dan hidup, yang tidak tertangkap seluruhnya dalam Perjanjian Baru. Ada banyak martir, banyak orang kudus, penginjilan yang hebat, dan teladan yang bagus dari penyangkalan-diri dan pengorbanan dalam Gereja perdana yang tidak kita baca di Alkitab. Gereja dengan tradisi yang bermacam-macam di Antiokia muncul sebagai kekuatan pendorong dalam Kristianitas. Santo-santo yang besar seperti Polycarpus, Irenaeus, Ignatius, Justin Martir, Antonius, Basil, dan dua Gregorius, tidak dikenal oleh umumnya para pembaca Protestan. Pemikir-pemikir besar Gereja: Origen, Tertulian, Santo Cyprianus, Santo Agustinus, Santo Athanasius, Gregorius dari Nyssa, sekedar beberapa diantaranya, sama sekali diabaikan oleh sebagian besar Kristen Protestan. Akan tetapi orang-orang inilah yang menentang berbagai bidaah dan kaum pendukungnya, dan membentuk pemikiran Kristen, dan memformulasikan doktrin-doktrin Perjanjian Baru dan teologi yang kita percaya sebagai Protestan sekarang ini. Kita harus ingat bahwa Perjanjian Baru meliputi banyak surat-surat yang terbatas lingkup masalahnya dalam gereja-gereja lokal. Sayangnya, kita hanya mendapatkan kilasan kehidupan gereja melalui halaman-halaman kitab Perjanjian Baru. Oleh Pendeta Alex-John

Coba pikirkan hal ini. Kalau kita membatasi diri kita terhadap apa yang tertulis dalam Alkitab, sama saja halnya dengan membatasi diri kita pada undang-undang dasar negara, tetapi mengabaikan para bapa bangsa pendirinya, cikal bakal yang mendahuluinya dan sejarah terbentuknya negara kita. Boleh jadi kita punya pengetahuan akan aturan-aturan dasar pemerintah Amerika, tetapi kita akan sama sekali mengacuhkan:

  1. Hak-hak warganegara
  2. Para bapa bangsa
  3. Keputusan-keputusan Mahkamah Agung yang menafsirkan undang-undang
  4. Amendemen Konstitusi
  5. Masalah perbudakan yang membawa pada Perang Sipil dll.

Jangan salah sangka. Perjanjian Baru adalah inspirasi firman Allah. Perjanjian Baru sungguh berisikan keinginan Tuhan bagi kita. Kita harus hidup berdasarkan prinsip-prinsip dan perintah-perintah Alkitab. Alkitab secara akurat dan tepat menyatakan tentang hidup Yesus, ajaran-ajaran-Nya, dan ajaran-ajaran para Rasul. Tetapi harus diterima dengan wahyu seutuhnya dari Gereja. Alkitab bukanlah “tiang dan pondasi kebenaran.” Gerejalah tiang dan pondasi kebenaran! (1 Timotius 3:15) Apa yang dinyatakan Alkitab adalah “akurat” tetapi bukan gambaran yang “komplit” tentang Allah yang berkarya melalui Kristus dalam Gereja. Markus mengakhiri Injilnya dengan:

Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya (Markus 16:20).

Tetapi dia tidak memberitahu kita kemana mereka pergi atau apa yang mereka lakukan! Kisah Para Rasul mengisahkan awal mula Gereja dengan kuasa yang luar biasa, tetapi membuat kita berpikir tentang apa yang terjadi setelah pengadilan Paulus di pasal ke 28. Tidak sedikitpun diceritakan tentang delapan Rasul yang lainnya. Apakah mereka melakukan mukjijat-mukjijat? Apakah mereka mati demi iman? Jika demikian, bagaimana matinya mereka dan dimana? Konsekuensinya, melihat Kristianitas melalui kacamata Perjanjian Baru sama saja halnya dengan mencoba melihat kota New York lewat jendela lantai pertama dari gedung World Trade Center!

Kita juga harus mempertimbangkan bahwa Alkitab tidak menghasilkan Gereja, tetapi Gerejalah yang menghasilkan Alkitab. Gereja tidak dibangun diatas Alkitab, melainkan diatas para Rasul dan para Nabi. Kristus tidak meninggalkan sebuah buku yang tertulis untuk membimbing Gereja-Nya, tetapi Dia meninggalkan orang-orang yang diberi kuasa Roh Kudus! Perjanjian Baru, sebagaimana yang kita miliki sekarang ini, tidak dikanonisasi sampai tahun 393 Masehi.

Sampai dengan saat itu, apa yang memberi Gereja kesinambungan antara para Rasul sampai dengan kanonisasi Perjanjian Baru? Apa yang menentukan iman yang ortodoksi ditengah-tengah berbagai bidaah dan kaum pembangkang yang mendukungnya? Kecuali beberapa variasi kecil, bagaimana Gereja bisa beribadat dengan cara yang sama di seluruh dunia? Bagaimana bisa penulis demi penulis menyebut Gereja sebagai “Katolik” (universal) tanpa unsur Perjanjian Baru yang mempersatukan mereka? Apa yang membuat Gereja tetap berdiri sampai Perjanjian Baru dikanonisasi? Bahkan, apa yang menjadi “pegangan” bagi para pakar untuk menerima kitab-kitab tertentu dan menyisihkan kitab-kitab lainnya dari kanon Perjanjian Baru?

Jawaban-jawaban dari pertanyaan ini ditemukan dalam Tradisi-tradisi para Rasul yang diturunkan kepada Bapa-bapa Gereja Perdana. Ini mungkin kedengaran aneh bagi telinga Protestan. Kita telah diajarkan bahwa Firman punya keunggulan terhadap apapun juga! Akan tetapi kita mengabaikan Gereja yang justru mengumpulkan, memelihara, dan menjadikan Firman tersebut.Apakah Tradisi para Rasul dan Bapa Gereja lebih unggul daripada Alkitab? Sama sekali tidak! Alkitab bersama dengan Tradisi para Rasul dan Bapa Gereja memberikan kita gambaran yang utuh dari karya Allah dalam Gereja dan melalui Gereja.

[b]Article Directory: http://www.sumbercerita.com

Pendeta Alex Jones
Pastor dari Gereja Kristen Maranatha
Detroit, Michigan
[/b]

Lebih lengkapnya ada disini: PELAJARI LANGSUNG DARI SUMBERNYA - Ajaran Kristen - ForumKristen.com

Saya lebih senang mengatakan ia adalah orang yang rendah hati, sama seperti KRISTUS yang rendah hati, kita umatnya harus memiliki itu.

Mereka yang rendah hati, yang dimurnikan dan diterangi ROH KUDUS, adalah orang-orang yang siap untuk menerima karunia-karunia ROH KUDUS untuk maksud perutusan.(lih. Katekismus Gereja Katolik 716).

Karena itu ROH KUDUS sungguh membimbing dia.

Masuk ke diskusi ini aja Bro MENJADI SEORANG KRISTEN ITU SEPERTI APA SIH? - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com

dasarnya apa ya Sola Scriptura ini?
Rupanya 1 Korintus 4:6 nya tidak dihayati baik2.

1 Korintus 4:6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: “Jangan melampaui yang ada tertulis”, supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.

"Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. " [2 Tesalonika 2:15].
ya krn apa yg diajarkan Paulus sama dgn apa yg tertulis. "lisan" nya kalau mau dianalogikan ibarat khotbah para Pastor/Pendeta, yg berisi ajaran dari Kitab Suci.

Wah banyak juga ya denominasi, bisa sampai 300.000 segala hehehehe

Kalau menurut saya sih tidak masalah mengenai banyaknya denominasi, kalau perlu sampai 3.000.000.
Yang penting sesuai dengan ajaran Yesus Kristus. Atau bro Ignas punya pendapat lain?

Yang masalah adalah, kalau ada yang nekat mau mengajarkan hal yang bertentangan dengan ajaran Yesus. Yesus sendiri sudah mengatakan kalau memang harus ada penyesatan, mau cuman 1 denominasi ataupun banyak denominasi. Namanya manusia biasa pada umumnya itu pasti ada saja yang mau dengan sengaja untuk menyesatkan orang lain demi kepentingan dirinya sendiri.

Tentunya ada yang akan menjadi korban dari pendunguan dan penyesatan itu. Kita semua bisa saja jadi korban pendunguan atau penyesatan itu. Apalagi kalau dari masa kanak-kanak kita sudah di doktrin berulang-ulang oleh suatu ajaran yang sesat, susah sekali untuk bisa menyadari kalau ajarannya itu sebenarnya sangat salah dan melenceng.

Matius 18:6-7 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.

Jadi bagaimana menurut bro Ignas kalau nantinya ada 3.000.000 denominasi dalam kekristenan?

wahhh jangankan 3 juta , yang sekarang ini musti di-uji dulu nih :

Lukas 17:1 YESUS berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.

Di lain pihak, Yesus mengatakan demikian :

Matius 23
23:10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

Gereja masuk dalam kesesatan ketika mengangkat diri sebagai pemimpin…^0^

Padahal harusnya tahu bahwa Yesus menunjuk kepada Petrus sebagai pemimpin dan gembala untuk menjadi “yang terkecil” dan “pelayan” BUKAN sebagai “raja” dan “ditaktor”.

Salam

Yang pakai ayat untuk mendukung supremasi kepausan bahkan ada istilah “wakil Tuhan” di dunia adalah gereja Anda. Padahal harusnya tahu bahwa Yesus menunjuk Petrus untuk sebagai PELAYAN bukan RAJA. Bahkan tidak-kah lebih lucu ada istilah “tahktah Petrus” dan suksesi penerus “takhtah Petrus”.

Salam

Oh uskup yah bukan Paus…^0^

Salam

@ bro Santo n Ignas

sebetulnya masalah ini tidak perlu diperpanjang

sebab “keselamatan” bukan datang dari benar atau tidak sola scriptura.

tetapi yang menerapkan ajaran Kristus
Mat
12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Halo, saya nubi di sini, dan ini posting pertama saya. Mohon maaf kalo berpanjang-panjang.

Saya pikir kita semua mesti rendah hati dalam hal ini. Jangan sampai kita main tafsir berdasarkan nafsu dogma aliran masing-masing, padahal Alkitabnya sendiri ga ngomong gitu.

Saya di sini hendak merespons yang disebutkan Bro Ignas.

  1. Yoh. 20:30 bukan pengakuan bahwa Injil Yohanes itu memiliki kekurangan. Injil Yohanes cuma bilang, mencatat semua yang dilakukan Yesus itu ga penting-penting amat. Bro Ignaz mesti ingat jg bahwa dalam teologi Injil Yohanes, tanda-tanda atau semeia itu ga penting-penting amat buat iman. Contoh paling telak ya ayat sebelum yg Bro Ignaz kutip itu, Yoh. 20:29: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”
    Jadi tidak benar kalau Injil Yohanes “berkekurangan” karena tidak semua tanda-tanda dicatat. Yang benar adalah Injil Yohanes sudah lengkap dan tidak semua tanda-tanda dicatat karena tanda-tanda itu sendiri tidak terlalu penting bagi respons iman kita.

  2. Soal 2 Tesalonika 2:15; ayat ini sama sekali ga ada hubungan apa-apa dengan tradisi suci dan magisterium. Tradisi suci gereja Roma Katolik dan magisterium seperti yang kita pahami sekarang belum ada pada zaman Paulus. Tapi, kita mesti ingat juga, bahwa bagi Paulus saat menulis 2Tes, Perjanjian Baru sendiri belum ada. Yang ada hanyalah Scriptura/Perjanjian Lama, dan “ajaran lisan” berupa khotbah para rasul/asistennya dan “tulisan” berupa surat2 spt 2Tes itu sendiri. Dalam situasi pra-PB kanonis seperti itu, jelas PL mesti disuplementasi dengan ajaran lisan dan tulisan, karena Injil-Injil kanonis sendiri belum ditulis waktu itu. Tapi ayat ini sama sekali tidak menunjuk kepada “tradisi suci” katolik dan Magisterium. Konteksnya sama sekali ga nyambung.

  3. Soal ajaran Sola Scriptura gereja2 protestan. Saya sendiri adalah orang Protestan dari tradisi Presbiterian/Reformed malah. Tapi … kalau ada orang Protestan berani bekoar-koar bilang Sola Scriptura artinya “HANYA” mengandalkan Alkitab saja, bagi saya org itu mulai nyerempet2 kemunafikan. Dalam banyak hal, kehidupan iman rata2 gereja Protestan sendiri ga melulu didasari oleh PL-PB kok. Ga jauh-jauh beda sama Katolik. Bagi saya, arti Sola Scriptura yang paling tepat bukanlah menjadikan Alkitab “satu-satunya patokan” karena itu ga mungkin. Kita mesti belajar banyak dari sumber2 etika, ilmu organisasi, psikologi, filsafat dst. IMHO, arti “Sola Scriptura” yang paling tepat adalah “menempatkan kanon PL-PB sebagai penilai/sumber pertimbangan tertinggi” di tengah segala macam sumber lain yg juga digunakan gereja. Artinya, kalau sumber lain berkonflik dengan Alkitab, maka yang dipilih adalah Alkitab. Dasar Alkitabnya? Ga ada, karena, walaupun PB suka berbicara ttg PL, PL-PB sendiri masing2 emang ga pernah berbicara ttg dirinya sendiri (kan rata2 penulisnya ga nyadar kalo kitab tulisannya itu bakal kanonis). Dasar kita menjadikan PL-PB sebagai patokan tertingggi kita jelas adalah konsili-konsili kanonis yang memformilkan praktik gereja mula-mula (yang kita yakini sebagai karya iluminasi Roh Kudus dalam menyatakan kitab2 mana saja yang berinspirasi). Gue yakin teman2 Katolik setuju dgn poin yang terakhir ini.

GBU all

Kisah Para Rasul 20:35
20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

masih ada yang belum dicatat, Paulus tau dari mana kata-kata itu !!!

Bukankah sudah tercatat dalam Kis 20:35, berarti lengkap sudah apa yang tidak terlengkapi dalam kitab Injil…^0^

Salam

jiaaahhhh, ini pertanyaan pupurnya aja yang kesannyakritis, padahal sebaliknya:

  1. sudah jelas2 pada saat konteks historis Paulus mengucapkan kata-kata ini, Injil belum ditulis!
  2. dan yang paling menyedihkan, sudah jelas-jelas ini ditulis di KISAH PARA RASUL. Kitab Kis. sendiri yang bilang, ini volume kedua, artinya melanjutkan volume pertama, yaitu Injil Lukas. Artinya, kenapa penulis Luk/Kis tidak memasukkannya ke dalam Injil Lukas? ya karena si penulis emang pengen merilis ajaran Tuhan Yesus ini di Kisah Para Rasul, bukan di Injil Lukas. gitu aja kok repot!

GBU all.

tau dari mana , pengen ngrilis dikisah he he

yang jelas :
setelah injil ditulis, kata-kata itu keluar dari mulut paulus !!! yang katanya diajarkan TY.

sorry om, tapi perhatikan kata-kata elo sendiri baik-baik.
kata siapa pas Paulus mengutip kata-kata Yesus seperti yang dicatat Lukas itu, Injil Lukas dan keempat Injil lainnya SUDAH ditulis? FYI, rata-rata pakar biblika, termasuk para pakar katolik, berpendapat bahwa keempat Injil2 kanonis ditulis SETELAH Paulus mati syahid. [Yang kemungkinan ditulis SEBELUM Paulus mati cuma satu, yaitu Markus, itupun kemungkinan besar SESUDAH. Gue berasumsi elo Katolik, jadi gue kutip salah satu pakar PB Katolik paling terkemuka, Raymond Brown S.S. An Introduction to the New Testament, Doubleday: 1996, hlm. 280: DATE, AUTHOR, LOCALE [of Acts]: Same for Luke (p. 226 above)] yaitu"DATE (of Luke’s writing]: 85, give or take five to ten years"].

kalo soal tau darimana gue nas itu pengen dirilis di kisah, ya buktinya keluarnya di Kisah Para Rasul kan? Pan Luk dan Kis ditulisnya barengan. kemungkinan cuma pisah papirus/perkamen/kodeks aja. siapa tahu elo ga ngeh, poinnya: saat penulis Luk/Kis menemani Paulus di Miletus mengucapkan kata-kata TY itu, Injil-Injil, termasuk Injil Lukas, BELUM ditulis! Ngerti mksdnya?

iya, ngerti mas !!! :cheesy:

Oh la la, ketika Petrus menjadi Uskup di Antiokhia, maka saat Yesus menunjuk Petrus menjadi gembala di Yerusalem dan uskup di Antiokhia, dia bukan Paus.

Salam

Yap, tidak perlu di Roma untuk menjadi Paus. Jangan2 paus sesungguhnya ada di Katolik Orthodox Timur…^-^

Salam

Oh begitu berarti yang hanya menyakini Paus di Roma selama ini, ternyata doktrin palsu toh…^0^
Saya diajari ama yang punya masalah membaca kalimat…^0^

Tolong baca lagi:
Oh la la, ketika Petrus menjadi Uskup di Antiokhia, maka saat YESUS menunjuk Petrus menjadi gembala di Yerusalem dan uskup di Antiokhia, dia bukan Paus.

Salam