Silsilah Yesus

Shalom…!aku mau tanya nih…aku pernah lihat postingan ttg silsilah Yesus yg terdapat perbedaan di Matius 1 dgn di Lukas 3 sedangkan di Rut 4 ada kesamaan dg yg di Matius 1…
Mhn kiranya dibantu berikan penjelasan ya…
GBU…

bisa beri ayatnya bro… :slight_smile:

saya juga mau belajar nich :smiley:

Coba lihat di
http://www.sarapanpagi.org/silsilah-yesus-kristus-vt777.html

Apakah cukup membantu?

Salam

thanks ya…!

tambahan

*silsilah yg diberikan dlm Matius adl silsilah Yusuf yg scr hukum dianggap sbg ayah Yesus.
*Silsilah yg diberiikan Lukas adl silsilah Maria, ibu Yesus. silsilah ini merupakan silsilah kemanusiaan Yesus Kristus dlm fakta yang sesungguhnya.

*Injil Matius ditulis utk org2 Yahudi. Jadi dlm silsilah itu Yusuf ditonjolkan, sedangkan Maria hampir tidak disebutkan.
*sebaliknya dlm injil Lukas, Maria merupakan tokoh penting dlm cerita mengenai juru selamat yg dikandung dan dilahirkan. Yusuf hanya disebutkan sambil lalu saja krn ia adalahsuami Maria. Dalam semua ini tdpt makna yg dalam.


2 *dalam matius, Yesus tampil sbg Mesias. sedangkan dalam Lukas,ia tampil sbg "Anak Manusia", Saudara, dan Penebus kita. Ia mjd milik seluruh umat manusia & mengaku bersaudara dgn sgl macam org dari berbagai keadaan. Jadi dlm Matius, silsilah itu dimulai dr Abraham smp Yusuf dan Yesus, krn semua nubuat dan janji mengenai Mesias digenapi di dlm diri Yesus. *Tetapi dlm injil Lukas, silsilah itu menuju ke atas, yaitu dari Yesus sampai Adam, krn dlm silsilah ini ditelusuri kembali sampai kpd manusia pertama yg mjd nenek moyang seluruh umat manusia dan silsilah ini juga memperlihatkan hubungan antara Adam yg kedua dengan Adam yang pertama.
3. *Dalam injil Matius, garis keturunan Yusuf adl garis keturunan raja dari Daud sampai ke Yusuf. *Dalam Lukas, meskipun garis keturunan itu adalah garis keturunan Daud, tetapi bukan dari garis keturunan raja. Dalam silsilah ini Yesus adalah keturunan Daud melalui Natan, anak Daud, tetapi bukan dlm garis keturunan raja, krn itu silsilahnya berbeda dgn silsilah yg mengikuti garis keturunan raja.
4 menurut nubuat, secara manusia Mesias sungguh2 merupakan anak Daud (II Sam 7:12-19; Mzmur 89:4-5, 35-38; 132:11; Kis 2:30; 13:22-23; Roma 1:3; II Tim 2:8). Semua nubuat ini digenapi oleh Yesus dgn jln mjd anak Maria dan Maria adl keturunan langsung dr Daud, meski bukan dari garis keturunan raja. Yusuf berasal dari keturunan raja, tetapi ia bukan ayah Tuhan Yesus secara manusiawi, ia hanya ayah dipandang dari segi hukum.
5. Maria sendiri adl keturunan Daud melalui ayahnya, Eli. Memang benar Luk 3:23 mengatakan bahwa Yusuf adalah anak Eli. hal ini dapat dijelaskan sederhana sebagai berikut: Menurut kebiasaan orang YAhudi, nama Maria tidak boleh disebutkan dalam silsilah, karena Maria adl wanita. Hanya nama pria saja yg boleh ditulis dalam silsilah. Karena itu nama Yusuf ditulis menggantikan nama Maria, karena ia adalah suami Maria. Eli adalah ayah mertua Yusuf karena itu Yusuf disebut juga anak Eli, dgn demikian silsilah itu dilengkapi. Karena Yusuf menantu ELi, maka secara manusia ia adalah anak YAkub (Mat 1:1-16)
6. Dua silsilah ini memang mutlak perlu utk menelusuri garis keturunan Juruselamat kita Yesus Kristus, yaitu silsilah yang resmi menurut garis keturunan raja dan silsilah yang sesuai dengan kenyataan menurut garis keturunan yang wajar. DAlam injil Matius, yg disebut Injil Taurat dan kerajaan, dapat kita jumpai silsilah menurut garis keturunan raja sedangkan silsilah yang sesuai dengan kenyataan menurut garis keturunan yg wajar tdpt dlm injil Lukas, Injil yg banyak menceritakan kemanusiaan Yesus.
7. Yer 22:30, dpt kita baca bhw keturunan Yekhonya bin Yoyakin tidak boleh duduk di atas tahta Daud. Yusuf adal keturunan Yekhonya. Silsilah yusuf adl silsilah Yesus menurut garis keturunan raja karena secara hukum Yesus adalah anak Yusuf, meskipun demikian bubuat Yermia digenapi dgn secermat2nya, krn Yesus adalah anak Maria keturunan Natan jadi Ia boleh naik tahta dan karena Maria menikah dgn Yusuf maka jalan menuju tahta itu benar2 sah.

Kalau kita mempelajari kedua silsilah Tuhan YEsus dengan teliti dan membacanya di dalam terang nubuat Perjanjian Lama, maka kita bukannya meragukan ketepatan Alkitab melainkan makin menjadi yakin betapa tepatnya Alkitab itu sampai kepada hal yang sekecil-kecilnya. apabila kita menyelidiki Alkitab dgn teliti maka ktia akan melihat bagaimana bagian yang satu melengkapi bagian yg lain dgn cermat sekali. Fakta bahwa ada dua silsilah tidak perlu lagi merupakan kesukaran bagi kita, selidikilah dan bersukacitalah karena makna yang dalam yang terdapat di dalam fakta itu.