Siapa pengarang injil yohanes ?

Mat 10:2-4
Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Apakah pengarang Injil Yohanes adalah Yohanes murid Yesus ataukah Yohanes yang lain ?

Pertanyaan ini timbul karena ada kejadian sangat penting yang melibatkan antara Yesus dengan hanya 3 orang muridnya : Petrus, Yakobus, dan Yohanes, dicatat dalam 3 kitab lainnya (Matius 17:1-8, Markus 9:2-13, Lukas 9: 28–36) tetapi dalam kitab Yohanes malah tidak ada sama sekali ?

Kemungkinan yang terjadi adalah :

  1. Yohanes menganggap kejadian tersebut tidak perlu ditulis, karena sudah dicatat dalam kitab yang lainnya (teori ini tidak mungkin karena banyak sekali kejadian yang tidak penting, tetapi dicatat secara paralel, kejadian ini sangat penting, dan hanya 3 murid pilihan yang diajak Yesus)
  2. Yohanes lupa tentang kejadian tersebut
  3. Penulis kitab Yohanes bukan Yohanes saudara Yakobus murid Yesus.

Menurut kalian mana yang benar ? Ataukah ada penjelasan lain untuk menjelaskan hal tersebut ?

Salam.

pengarang nya gosho aoyama…

akira toriyama

wkwkwkwk…
bentar2… mestinya kita ganti judul tret nya jadi
“nama2 pengarang buku komik”

ada masukan lagi ? hahaha…

Ha…
Harusnya penulis kitab… Bukan pengarang… :o

emang kitab dikarang2??
Ckckck

Ha.. Harusnya penulis kitab.. Bukan pengarang.. :o

emang kitab dikarang2??
Ckckck

siapakah penulis tulisan di atas ini ?? apakah exia ?

wkwkwkwk…


pertanyaan aneh kan…

ok, maaf bro…

betul2 bukan kesengajaan…
Saya ralat pertanyaan saya menjadi : Siapa penulis kitab Yohanes sesungguhnya… ?

Maaf, kalau ada yang tersinggung… :angel:

Jadinya apa dong om ya?
Emang exia kali yang nulis?
Bruakakakak…
:2funny:

Agak sedikit membela diri :

ini ada situs katolik mengatakan Yohanes sebagai pengarang injil :

http://kuriabatam.blogspot.com/2008/06/santo-yohanes-pengarang-injil.html

Jadi, saya sebenarnya tidak salah2 amat… penulis = pengarang… :slight_smile:

Salam.

tu la lit bro…

Laman tidak ditemukan
Maaf, laman yang sedang Anda cari dalam blog Kuria Maria Bunda Gereja (Mater Ecclesiae)-Batam tidak ada.


Biasa itu om klo link blogger rada error… Coba kembali ke halaman utama blognya…

Btw, bloggernya juga perlu belajar bahasa Indonesia dulu sepertinya…
:happy0025:

Iya, betul… Kok aneh ya ? tapi kalo dari google saya search “pengarang injil yohanes”, kemudian
hasil pada baris kedua saya klik, bisa masuk ke alamat yang saya berikan tadi… ?
Coba pake cara saya…

saya paste di sini saja yah…

Orang Galilea, putra Zebedeus, saudara kandung Yakobus Besar, dimana mereka berdua dinamakan Boanerges, putera-putera guruh (Markus 3:17), oleh Yesus. Dia adalah juga seorang nelayan, mungkin seorang murid Santo Yohanes Pembaptis, merupakan salah satu penginjil (penulis kitab Injil), dan yang sering disebut-sebut sebagai “murid yang terkasih” (Yohanes 19:26, 21:20).

Bersama Petrus dan Yakobus bin Zebedeus, hanya mereka bertiga yang diajak Yesus ketika: putri Yairus dibangkitkan dari kematian (Markus 5:21-43), transfigurasi Yesus di atas bukit (Matius 17:1-8), sengsara Yesus di Taman Getsemani (Matius 26:36-46).
Rasul Yohanes adalah satu-satunya yang tidak meninggalkan Yesus ketika saat-saat sengsara penyaliban Yesus. Dari kayu salib, Yesus Kristus menyatakan Bunda Maria sebagai ibu kepada Yohanes dan sebaliknya menyatakan kepada Bunda Maria bahwa Yohanes adalah anaknya (Yohanes 19:26). Sabda Yesus yang signifikan ini merujuk kepada Maria sebagai hawa yang baru, hawa yang kedua. Yohanes mewakili seluruh umat Kristen dan dengan demikian Bunda Maria menjadi ibu bagi segenap umat manusia (Lukas 1:48).

Rasul Yohanes mengarang Kitab Injil ke-empat, tiga Surat Yohanes, dan Kitab Wahyu. Injil karangannya punya karakter yang berbeda secara menyolok. Kalau Injil Matius, Markus dan Lukas dikategorikan sebagai Injil sinoptik - disebut demikian karena isinya berupa ringkasan ministri Yesus -, Injil Yohanes ditulis dengan ‘gaya bebas’ dan topikal, sesuai tujuan yang ingin dicapai oleh sang penulis, dan mengandung makna teologis yang mendalam. Menurut tradisi, dia dibawa ke Roma dan atas perintah Kaisar Domitian dia dimasukkan kedalam belanga berisi minyak mendidih tetapi Yohanes selamat tanpa cedera sedikitpun. Yohanes lantas diasingkan ke pulau Patmos selama setahun.

Rasul Yohanes adalah satu-satunya diantara bilangan para Rasul, yang diketahui secara pasti tidak meninggal sebagai martir. Menarik untuk direnungkan apa yang dikatakan oleh Yesus dalam Injil Yohanes 21:20,21,23 : Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus (yaitu Yohanes) sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?”…Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” … Maka tersiarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Yohanes memang sungguh-sungguh berumur panjang. Dia tinggal di Efesus di Asia Kecil untuk beberapa lamanya dan masih hidup ketika Roma dipimpin oleh Paus Santo Clement I yang suratnya kepada umat di Korintus sangat terkenal dan dijadikan bahan bukti untuk mendukung otoritas Sri Paus. Yohanes meninggal secara alami pada sekitar tahun 100 dan diatas makamnya dibangun gereja yang megah. Akan tetapi berabad-abad sesudahnya, penguasa Islam merubah gereja itu menjadi mesjid.

Dalam dunia seni, dia dilambangkan dengan seekor elang, sebagai simbol kehebatan isi kitab Injil karangannya, potret kemampuan dirinya yang menonjol dalam menyelami misteri-misteri Allah. Lambang lainnya yaitu kaliks (piala) yang dililit oleh seekor ular menurut legenda dimana dia diberikan piala berisi racun dalam suatu usaha untuk membunuhnya. Dirayakan tiap tanggal 27 Desember (Ritus Roma/Latin) dan 8 Mei (Ritus Bizantium/Timur).

Sumber:

  1. 1999 Our Sunday Visitor’s Catholic Almanac
  2. Website http://www.catholic.org/
  3. New American Bible, personal study edition, Oxford University Press
  4. Saints, Signs, and Symbols
  5. The World’s Greatest Secret (mengandung kutipan dari buku The Bones of St. Peter)
  6. http://www.geocities.com/katolikorg/Rasul.htm

@rusdinech: terimakasih jawabannya, tetapi belum menjawab pertanyaan saya.

Saya ulangi lagi :
Pertanyaan ini timbul karena ada kejadian sangat penting yang melibatkan antara YESUS dengan hanya 3 orang muridnya : Petrus, Yakobus, dan Yohanes, dicatat dalam 3 kitab lainnya (Matius 17:1-8, Markus 9:2-13, Lukas 9: 28–36) tetapi dalam kitab Yohanes malah tidak ada sama sekali ?

Kemungkinan yang terjadi adalah :

  1. Yohanes menganggap kejadian tersebut tidak perlu ditulis, karena sudah dicatat dalam kitab yang lainnya (teori ini tidak mungkin karena banyak sekali kejadian yang tidak penting, tetapi dicatat secara paralel, kejadian ini sangat penting, dan hanya 3 murid pilihan yang diajak YESUS)
  2. Yohanes lupa tentang kejadian tersebut
  3. Penulis kitab Yohanes bukan Yohanes saudara Yakobus murid YESUS.

Menurut kalian mana yang benar ? Ataukah ada penjelasan lain untuk menjelaskan hal tersebut ?

Kisah yang saya maksudkan di :

  • Matius 17:1-8,
  • Markus 9:2-13,
  • Lukas 9: 28–36

dibaca dulu… kisah ini sangat penting, dan hanya melibatkan murid pilihan Yesus saja (Petrus, Yakobus, dan Yohanes), tetapi mengapa malah tidak dicatat dalam injil Yohanes ?

Salam.

pertanyaan yang di ajukan oleh primadi adalah…

dalam kitab [Yohanes, Markus, Matius dan Lukas]
mengapa isi nya berbeda2 ? kadang ada tertulis dalam MML tetapi dalam Y tidak ada, atau sebaliknya…
contoh : Matius 17:1-8, Markus 9:2-13, Lukas 9: 28–36

Kemungkinan yang terjadi adalah :

  1. Yohanes menganggap kejadian tersebut tidak perlu ditulis, karena sudah dicatat dalam kitab yang lainnya (teori ini tidak mungkin karena banyak sekali kejadian yang tidak penting, tetapi dicatat secara paralel, kejadian ini sangat penting, dan hanya 3 murid pilihan yang diajak YESUS)
  2. Yohanes lupa tentang kejadian tersebut
  3. Penulis kitab Yohanes bukan Yohanes saudara Yakobus murid YESUS.

Menurut kalian mana yang benar ? Ataukah ada penjelasan lain untuk menjelaskan hal tersebut ?

begitukah ?

untuk saling melengkapi…

Yohanes dari awal penulisan Kitab nya, sudah berfokus pada Yesus sebagai Manusia Allah…

Saya kasih contoh satu saja :
Mat 17:5 Sementara Petrus masih berbicara, sekonyong-konyong turunlah awan yang bercahaya menaungi mereka. Lalu terdengarlah suara dari awan itu yang berkata, “Inilah Sang Anak dari-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan. Dengarkanlah Dia!”

Apakah kejadian ini kurang penting untuk dianggap sebagai fokus bahwa “Yesus sebagai Manusia Allah” ?

Padahal banyak kejadian yang kurang penting dibandingkan kejadian ini, tetapi dicatat secara paralel oleh Yohanes…

penting itu dari sudut pandang anda yah… hehe…

Yoh 1:32-34
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”

jangan mencari2 di ayat A ada tulisan ini… di ayat B kok ga ada ?

jadi jangan berharap pada Yohanes Matius Lukas dan Markus di temukan kalimat2 yang sama… bukan karena yang anu lebih penting, bukan karena si anu lebih jelas, bukan karena si anu lebih pandai…
itu untuk melengkapi satu sama lain…

akhirnya nanti kenapa kitab wahyu kok urutannya tidak di taruh di depan
dalam injil Perjanjian Baru…??? hheheh
Dari kronologis penyusunan kitab saja sudah dapat dijawab…kenapa cerita satu ayat tidak ada di Markus…tapi ada di Matius…begitu seterusnya…tapi ada di Yohanes…ada di lukas…?
Padahal intinya setiap kitap yang penulisannya di ilhamkan oleh Allah…dan menjadi berfariasi isi nya satu sama lain…padahal semuanya membicarakan atau berfokus pada satu central yaitu TYK.
mungkin tidak JUGA DISADARAI, BAHWA SETIAP MANUSIA TSB MEMILIKI KOMPETENSI DIRI DAN CAPASITAS KEPENUHAN DALAM DIRI PRIBADINYA MASING MASING…Dan Allah sudah menggunakan pola seperti itu dalam karyaNYA… sehingga tidak ada fakto pemaksaan Kehendak ALLAH…malah disitulah kejujuran Alkitab dipernyatakan dengan jelas dan nyata.
Seorang penulis Injil Lukas, dia adalah seorang yang mempunyai back groun ahli pengobatan ( abib/ dokter ), maka secara kemanusian sudah memiliki kompetensi, kepintaran/kecerdasan yang beda dengan yang lainya. Itu sebagai gambaran contoh logika saja jika itu dapat diambil asebagai alasan, kenapa orang yang ini menulis ini yang orang itu tidak.

@primadi,

topiknya mirip2 ama topik saya … :slight_smile:

cuma bedanya - terbalik dgn @pribadi, kalo saya - kenapa kalo di kitab Yohanes ada kejadian BERSANGKUTAN dengan si Yohanes itu sendiri, tetapi Matius Markus Lukas sepertinya “bersepakat” utk tidak mencatat kejadian2 tsb.

Dari sudut pandang ke Kristenan, tentu tidak ada pertanyaan - namun buat saya yg nonKristen - timbul pertanyaan, kenapa demikian ?

kok ibu Yohanes ada dikisahkan di kaki salib - tapi justru sang Rasul dimana Yesus mengucapkan salah satu kata2 terakhirnya kepada Yohanes, tidak disebut ?

kok Petrus aja yang dikisahkan lari memeriksa goa kuburan - padahal justru Yohanes yang lari lebih cepet nyampe dulu dan yang duluan PERCAYA gak disebut ?

Kok Petrus aja yg “cuma dari kejauhan” nemenin Yesus waktu menghadap Hanas - sementara justru Yohanes malah yg “ngebantuin” Petrus masuk gak dikisahkan ?

Dari sudut Kristen, kisah Lazarus mungkin hanyalah kisah biasa - sekedar hanyalah merupakan satu kisah biasa atas keajaiban2 Yesus. Tidak ada yang “unik” di kisah tersebut… Matius Markus Lukaspun sepertinya sepakat demikian :slight_smile:

Buat saya, kisah Lazarus sangat unik, mengesankan dan mendalam.
Kuasa Yesus yang tidak akan ada yang bisa melakukannya, kecuali Tuhan.

sayangnya, masih belum terjawab keinginan-tahuan saya tsb …:slight_smile:

salam.