Sex maniak

Bagaimana caranya menjauhkan diri dari seks maniak?

Hapus semua nomor HP dan kontaknya. Tidak usah bertemu. Kalau orangnya SMS atau telpon, jangan ditanggapi.

Salam

Bertobat sungguh2

Setelah diperiksa psikiater memang ada gejala menggebu2 dalam diri saya yang mengarah kepada hypersex dan hyperlove sehingga dosis Olandoz dinaikkan dari 2,5 mg menjadi 5 mg. Tahun 1992-1993 dulu saya pernah minum Anatensol dan Artane, tapi karena menjadi tegang dan kaku otot mirip parkinson dan bisa meningkatkan libido yang berlebihan, maka obat itu dihentikan. Boleh dibilang saya termasuk cewek agresif dan suka kejar2 cowok, dan mudah jatuh cinta kepada cowok yang baik gak peduli dia sudah punya atau belum. Kalau cintaku gak direspon, maka saya mudah kecewa dan sakit hati lalu menuntut pertanggungjawaban meskipun gak hamil. Lalu saya sering teror suami2 orang dan kalo isteri2nya marah, saya marahi balik mereka. Akibatnya saya dikucilkan dari pergaulan. Lalu saya lari ke dunia maya, ternyata banyak orang yang hanya mau niduri saya saja tanpa mau memperisteri. Maka saya punya profesi tambahan sebagai call girl dan punya teman cowok skizofrenia hubungan tanpa status. Untuk sementara saya gak teror suami2 orang lagi, tapi akhir2 ini ada pelanggan yang bilang bahwa servis main seks saya kurang memuaskan dan akhir2 ini saya sepi order, lalu timbul niat lagi untuk meneror suami orang? Saya pernah diperiksa dokter kandungan dan dibilang akan mandul karena sel2 telur rahim kecil dan kaki tanganku berbulu lebat, saya disuruh terapi hormon ke dokter andrologi, tapi orang tua gak berani karena takut risikonya. Apakah saya ada kelainan perilaku termasuk perilaku seks dan ada kecenderungan maskulin?

Saya gak mempan hypnoterapi. Kebutuhan saya sekarang ini ya menikah karena usia sudah mendekati 40 tahun, gak bisa tahan jomblo lagi jadi asal ada orang yang mau ajak kencan ya saya sabet saja. Tapi masalahnya dari pihak keluarga dan kenalan gak ada yang mau kenalkan saya dengan cowok yang serius cari jodoh, kalaupun dikenalkan kriterianya gak cocok denganku, dulu sudah sering ikut biro jodoh tapi selalu dibilang belum ada yang cocok dan sekarang ini lagi ikut Single-ist Camp.

Sanak saudaraku dapat jodoh lewat perkenalan, tapi saya tidak ada yang bersedia mengenalkannya karena maunya cowok ganteng, kaya, pintar dan pola hidup terbalik, malam suka bergadang tapi pagi sampai siang/sore banyak tidur. Penyebabnya adalah patah hati dengan cowok yang tidak sepadan dengan saya dan saya dikucilkan dari lingkungan dan dianggap wanita amoral. Akar masalahnya ketika masih SMP saya pernah di-bully dan dicolek2 oleh teman2 pria tapi tidak ada yang membela saya, ketika SMA saya pernah dilecehkan juga oleh ibu asrama tapi tidak ada yang membela saya. Sejak itu saya menjadi aneh dan salah tingkah dalam pergaulan karena tidak mendapatkan keadilan. Sekarang ini saya hanya berharap dapat jodoh yang baik dan mau menerima apa adanya serta punya masa depan cerah dari acara Single-ist Camp.

Tujuan saya menikah adalah karena saya tidak ingin sebatang kara di hari tua nanti, ingin menghasilkan keturunan yang lebih baik lagi daripada sekarang ini.

intinya anda mau tobat atau tidak??sudah begitu banyak member FK yg kasih anda nasihat di thread2 anda yg lain(mungkin mereka juga sudah bosan menanggapi thread anda ini krn udah pernah dibahas).klo anda dapet suami ya berharap aja suami anda ga sakit hati & minta cerai klo suatu saat setelah menikah anda ‘terjun’ lagi ke seks bebas dgn pria lain(siapa tau anda jenuh atau ga puas dgn suami atau tiba2 ngerasa butuh uang tambahan :rolleye0014: ),krn akar masalahnya tidak dibereskan.salah besar klo anda pikir roh perzinahan bisa ditengking dgn cara cari suami.

Komitmen sis, yang paling di butuhkan. kesungguhan hati untuk bertobat.
buang segala hal yang berbau porno, Video, Photo, Teman2 mesum pokok nya semua yang berbau porno
di buang.
banyak2 berdoa sis minta pengampunan dan minta dilepaskan dari roh2 perzinaan
menurut pengalaman pribadi, dulu ane juga susah lepas dari dosa perzinaan (selingkuh,sex bebas, pelacuran, masturbasi), tapi setelah benar2 komitmen sama Tuhan Yesus dan terus doa minta bimbingan ROH KUDUS akhirnya bisa lepas.

Ya, sekarang ini saya sedang berada dalam tahap pemulihan oleh psikiater dan hamba Tuhan kharismatik dari:

  1. trauma masa lalu karena sering di-bully oleh teman2 sekelas waktu masih SMP dan SMA baik oleh teman pria maupun sesama teman wanita.
  2. sering dihambat ketika ingin serius mencari jodoh karena saya dianggap punya kelainan tingkah laku
  3. jual diri itu hanyalah pelampiasan dendam dalam hati untuk menyalurkan kebutuhan biologis yang tidak tersalurkan.
  4. penolakan orang2 gereja non-kharismatik karena mereka sepertinya tidak mau menerima orang yang sudah dianggap amoral dan asusila.

lalu anda skrng sehari-hari ngapain aja??apakah masih menjalani profesi ‘call girl’??klo anda masih menjalani profesi tsb saya rasa psikiater & hamba Tuhan yg melayani anda akan sangat kecewa dengan anda(klo anda bisa berhenti total dari profesi ‘call girl’ aja itu udah termasuk langkah besar utk pemulihan anda).dulu ane pernah dapet tips dari pendeta di gereja ane klo udah ga ada jalan utk menang terhadap dosa di depan mata maka sebaiknya kita lari jauh2 dari tempat & pergaulan yg banyak godaan tsb(seperti Yusuf yg langsung melarikan diri setelah dapet ‘rayuan maut’ dari istri Potifar utk berzinah).

Butuh usaha yg besar dan terus-menerus untuk mengubah sesuatu yg sudah “mendarah daging” dalam diri kita. Tidak mudah tetapi bukan berarti tidak bisa. Ane cuma bisa menyemangati perjuangan mbaksis lewat komen ini.

Sorry to hear that.

Tetap terapi ke psikiater dan keep in touch dengan komunitas di Gereja, sist… You can fight it with Jesus…

Akar permasalahannya adalah bahwa saya terlalu muluk2 dalam memilih jodoh karena sejak kecil terobsesi dengan cerita dongeng Cinderella, Puteri Salju, Puteri Tidur, dll jadi ingin seperti mereka, maunya kaya, ganteng, pintar karena saya punya gelar S-2, ekonomi orang tua cukup mapan, dan wajah merasa mirip Manohara jadinya gengsinya besar. Tapi saya juga punya kelainan tingkah laku sejak kecil dan ada bakat hypersex dan hyperlove, kaki, tangan, ketiak, kemaluan berbulu lebat hingga tampak tomboy dan maskulin, jarang sekali dandan kecuali ke pesta atau acara2 tertentu saja, kalo keinginan tidak kesampaian nekat jual diri atau menggoda rumah tangga orang lain. Soal masalah hypersex atau hyperlove sebenarnya pernah dianjurkan terapi hormon oleh dokter kandungan tapi orang tua gak berani risikonya. Soal bulu lebat sekarang sudah berusaha dihilangkan dengan wax/laser di salon sampai permanen.

Setelah diperiksa psikiater memang ada gejala menggebu2 dalam diri saya yang mengarah kepada hypersex dan hyperlove sehingga dosis Olandoz dinaikkan dari 2,5 mg menjadi 5 mg. Tahun 1992-1993 dulu saya pernah minum Anatensol dan Artane, tapi karena menjadi tegang dan kaku otot mirip parkinson dan bisa meningkatkan libido yang berlebihan, maka obat itu dihentikan. Boleh dibilang saya termasuk cewek agresif dan suka kejar2 cowok, dan mudah jatuh cinta kepada cowok yang baik gak peduli dia sudah punya atau belum. Kalau cintaku gak direspon, maka saya mudah kecewa dan sakit hati lalu menuntut pertanggungjawaban meskipun gak hamil. Lalu saya sering teror suami2 orang dan kalo isteri2nya marah, saya marahi balik mereka. Akibatnya saya dikucilkan dari pergaulan. Lalu saya lari ke dunia maya, ternyata banyak orang yang hanya mau niduri saya saja tanpa mau memperisteri. Maka saya punya profesi tambahan sebagai call girl dan punya teman cowok skizofrenia hubungan tanpa status. Untuk sementara saya gak teror suami2 orang lagi, tapi akhir2 ini ada pelanggan yang bilang bahwa servis main seks saya kurang memuaskan dan akhir2 ini saya sepi order, lalu timbul niat lagi untuk meneror suami orang? Saya pernah diperiksa dokter kandungan dan dibilang akan mandul karena sel2 telur rahim kecil dan kaki tanganku berbulu lebat, saya disuruh terapi hormon ke dokter andrologi, tapi orang tua gak berani karena takut risikonya. Apakah saya ada kelainan perilaku termasuk perilaku seks dan ada kecenderungan maskulin?

Sanak saudaraku dapat jodoh lewat perkenalan, tapi saya tidak ada yang bersedia mengenalkannya karena maunya cowok ganteng, kaya, pintar dan pola hidup terbalik, malam suka bergadang tapi pagi sampai siang/sore banyak tidur. Penyebabnya adalah patah hati dengan cowok yang tidak sepadan dengan saya dan saya dikucilkan dari lingkungan dan dianggap wanita amoral. Akar masalahnya ketika masih SMP saya pernah di-bully dan dicolek2 oleh teman2 pria tapi tidak ada yang membela saya, ketika SMA saya pernah dilecehkan juga oleh ibu asrama tapi tidak ada yang membela saya. Sejak itu saya menjadi aneh dan salah tingkah dalam pergaulan karena tidak mendapatkan keadilan. Sekarang ini saya hanya berharap dapat jodoh yang baik dan mau menerima apa adanya serta punya masa depan cerah dari acara Single-ist Camp.

Tujuan saya menikah adalah karena saya tidak ingin sebatang kara di hari tua nanti, ingin menghasilkan keturunan yang lebih baik lagi daripada sekarang ini.

Apa masalahnya dengan sebatang kara di hari tua nanti?
Apakah pasti lebih tidak enak daripada saat ini?

Bagaimana juga anda tahu bahwa keturunan yang dihasilkan akan lebih baik nantinya daripada anda?

Apakah anda sendiri adalah keturunan yang lebih baik daripada kualitas orang tua anda sebelumnya?

Kalo saya tidak menikah juga sampai tua, tentu orang tua meninggal sedangkan dengan sanak saudara saya jarang akrab, jadi takutnya tidak ada yang memelihara saya di hari tua nanti. Sekarang ini saya masih hidup dengan kedua orang tua dan adik sudah menikah dan tinggal di rumah sendiri.

Ya saya maunya dapat jodoh yang religius dan punya masa depan sehingga menghasilkan keturunan ilahi.

Saya lahir dari keluarga baik-baik saja, terhormat, dan cerdas. Saya termasuk cerdas tapi memiliki kelainan tingkah laku.

Saya pernah konsultasi psikolog Facebook dan menurutnya saya sudah mengarah kepada perilaku biseksual karena dulu pernah ditawari main lesbian dan mengiyakan karena dibayar 500 ribu, tapi selama ini belum pernah saya lakukan.

Org yg berganti2 pasangan akan cenderung invertil,
itu artinya sangat kecil utk dpt mendptkan keturunan
Bertobat hanya jalan satu2nya, dgn itu Tuhan akan beri kemurahan

sabar aja,namanya ikut Tuhan Yesus itu segala sesuatunya ga ada yg instan.selesaikan masalahnya satu persatu & jangan langsung ‘tubruk’ aja(nanti bukan segalanya makin baik tp malah makin kacau ga karuan).ibarat bangunan klo bikin pondasinya ga kuat ya akan mudah runtuh/tumbang(begitu pula dgn pernikahan).

Sekarang saya ikut komunitas single-ist di gereja.

lalu apa manfaatnya diumumkan ke sana sini?

Ya untuk menghimbau bagi yang masih single agar ikut komunitas single di gereja agar dibina dengan sebaik2nya.

Menurut logikaku, @milnalev sudah mengenali 'penyakit’nya, baik karena membandingkan keinginan dan realitas, juga karena informasi dari psikiater. Jadi, teknik 'mengobati’nya juga seharusnya sudah diketahui.
Tidak ada tambahan usul dari @Cinta Bhinneka.

Salam logika macam-macam.