Sekte Islam-Mesianik

Saya mendapatkan kabar bahwa sekarang sudah muncul Sekte Islam-Mesianik. Bagi saya ini membingungkan.

Islam tegas-tegas menolak akar Ibrani dan cenderung mengatakan bahwa Islam diturunkan langsung oleh Allah SWT kepada Muhammad bahkan memusuhi Israel & bangsa Yahudi. Tetapi muncul sekte yang berusaha mencangkokkan Islam kepada akar Ibrani.

Sementara dari pihak Kristen yang ‘muslimin’ (menolak nama Yahweh) juga cenderung menolak berkiblat ke akar Ibrani dan cenderung ke akar Arab.

Dibawah ini saya copaskan diskusi tentang topik diatas dari thread tetangga, dan saya berharap diskusi dapat berjalan baik, santun, dan dengan tujuan mendapatkan kesimpulan yang benar.
[/quote]
Discovering the Hebraic root of Islamic-Messiah oleh M. Ali
Komentar Priscillia Daniel
Sebuah literatur kalangan Islam Messianik yang disusun oleh sarjana Biblio-Semiotisme Bapak Moch Ali, K.Min ini dapat dikatakan bukan hanya merupakan seruan dan gaung terhadap Ke-Masihan Mohammad Shallahu 'alaihi wa salam dalam literatur Rabbinical namun juga menunjukkan legalitas dan kedudukan Islam yang tinggi. Buku yang tidak ada tandingan ini memaparkan sejumlah bukti dari ayat-ayat TaNaK[1] (Alkitab Yahudi), Talmud Bavli, Midrash mengenai kedatangan seorang Messias yang sang agung yang merupakan pemimpin kenegaraan dan tuan dari segala Nabi.
Dalam buku ini juga diberikan bukti bahwa tuduhan-tuduhan sejumlah sarjana orientalis & Islam Liberal[2] yang menuduh bahwa doktrin Messianisme dalam lingkungan Semitisme merupakan sebuah rekaya umat Yahudi dalam hal ini dibantah dengan jelas dan keras. Bukan hanya sebatas itu buku ini memperlihatkan bahwa Messianisme merupakan dogma yang telah dijunjung sejak periode Abrahamic -Culture Semitism[3] dan menjadi pertimbangan yang kukuh terhadap pendapat - pendapat tersebut.
Sebagaimana pula penulisnya Moch Ali mempergunakan referensi yang didasarkan pada sejumlah sumber Yudaisme untuk menunjukkan bahwa kalangan bangsa Ibrani (Ibrit) dan juga sejumlah suku bangsa 'Arabia memang mempunyai dogma atau pengharapan akan kedatangan sang Mesias yang diagungkan[4] .Kita mengetahui bahwa teks Ahram Asy Sharif & juga lturgi Kekristenan Perdana menunjukkan pada harapan kedatangan Messiah .Umat Kristen & Muslim mempunyai dogma tertentu dalam menyikapinya.
Dalam literatur ini penyusunnya menunjukkan melalui berbagai sumber bahwa baik Yehesyuah Ha Masyiakh & Muhammad Shallahu 'alaihi merupakan Mesias yang dimaksudkan dalam literatur Talmudik .Kemungkinan jelas bahwa dalam hal ini penggunaan doktrin dual-Messiakh cukup mengagetkan.Bukan hanya itu tradisi ini didukung oleh pendapat Sadya Gaon[5] seorang Rabbinik pelopor aliran 'Arabian Yudaisme yang mengungkapkan tentang kedatangan Messias yang merupakan interpretasi atas nama Mashiakh Ha Tzadok & Mashiakh Ha Shelakh .Demikian menurut penulisnya terdapat sejumlah perkataan Rabbinikal yang mengacu kepada proses dan stigma demikian.
Targum Onkelos (Targum Aquilla)
Midrash Bareshit Rabbah
Mechilta Rabbi Barchiya
Rabbi Channal
Rabbi Shimon ben Yochai
Bahwa menurut Moch Ali dukungan terhadap kepribadian Messias ini juga dapat dirujuk pada sebuah manuskrip (atau mungkin sabda) Bar Koch Ba kepada Yoshua, Putra Golgoa yang berasal dari periode 135-136 .Dalam manuskrip yang diketemukan di Wadi Khirbet Muraba’at disebutkan mengenai penglihatan (vision) dari Shimon ben Yochai dengan seorang Mesias dari bangsa Ishmael .Sangat menarik bahwa beliau sendiri merupakan penulis dari Pasher (komentar) dari Kitab (Sefer) Torah dan Mechilta Rabba Shimon Ben Yochay.Beliau dnegan tegas mengatakan tentang penglihatannya yang begitu menggentarkan.

וְרָאָה רֶכֶב צֶמֶד פָרָשִׁים רֹכֶב עַל חֲמוֹר רֹכֶב עַל גָמָל וְחִקְשִׁיב קֶשֶׁב רַב קָשֶׁב. הוּא רֹכֶב עַל גָמָל תֶצֶא הַמְלֻכָה יַקִים קָשֶׁב.
Dan dia melihat sepasang pengendara , yang satu mengendarai keledai dan yang lainnya mengendarai onta dan biarkanlah dia semakin mendekat semakin mendekat dan yang mengendarai onta padanyalah akan diberikan kerajaan keempat.
Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa penglihatan yang diterima oleh Sang rabbi terbatas pada pasher (penafsiran) terhadap literatur Alkitab bangsa Ibrani dan bukan merupakan penglihatan tersendiri sebab beliau bukan dikenal dari kalangan Penglihat (Sophis/Razhi).Sehingga dengan jelas menunjukkan bahwa yang diramalkan tentulah berasal dari bangsa 'Arabia mengingat penunggang onta dalam literatur Rabbinik menunjukkan pada seorang Mesias dan juga ummah yang mereka tunggangi dengan melaju pada sebuah derekha*) dan penunggang unta ini beriringan dengan seorang penunggang keledai yang menunjukkan pada pribadi seorang KRISTUS yang menunggangi bangsa Yahudi ‘sebagai keledai/himar’ sebutan yang dikenal untuk merujuk kepada bangsa Ibrani sebagai ummat yang disucikan/dipilih.
Demikianlah dengan jelas buku ini merupakan sebuah hasil perdebatan yang sangan monumental dari Sang sarjana untuk menunjukkan pada konsensus pemikiran dari berbagai pihak di kalangan Yudeo-Kristen & umat Islam sendiri. Sekalipun dengan berbagai kelemahan dan pertikaian sejumlah komunitas untuk mengklaim sifat messianiknya.

[1] Secara umum kata TaNaK merujuk kepada literatur suci Yahudi yang terdiri atas Torah (Ha Khumsy), Nebe’im (Haftorah) dan Khetubeim (Hagiografa) .Nama ini terkadang juga salah dipahami sebagai Perjanjian Lama (Old Testament) sedangkan bangsa Yahudi tidak mengenal perbedaan dengan kata tersebut. Demikian bahwa bangsa Yahudi hanya mengakui literatur Yahudi dengan istilah ini untuk merujuk kepada perkataan Sabda (memra) yang difirmankan kepada Musya di gunung Sinai .Winfred C.Smith, Kitab Suci Agama-Agama.2005.Penerbit ; Teraju. hlm. 153,160-163.
[2] Tidak terlalu jelas siapa yang dimaksudkan oleh Moch Ali akan tetapi kemungkinan merujuk terhadap Erich Fromm yang menjelaskan dengan mempergunakan pendekatan Tekstual-interpretatif & Heterotif .(Lihat Israel Knohl, Messiah Before JESUS.2007.Penerbit : American Publisher).
[3] Daiel Fieldman. Qabbalah.2007.hlm.109
[4] Silahkan Lihat Kamal Shalibi. Tge Bible Camre From Arabia. 1987. hlm.95
[5] www.torah.org/learning/ravfrand/5759/terumah.html
[/quote]

Dibawah ini saya copaskan sebagian diskusi yang sudah terjadi, dan nanti kita lanjutkan versi sendiri. Moch. Ali yang dimaksud adalah penulis buku dan tokoh sekte Islam-Mesianik.

Sem Aldo Tulung Allo: tolong diurut-urutkan dari yg TERPENTING.

Moch Ali: Sekali lagi saya katakan: yang menjadi otoritas adalah Qur’an. Emangnya ada teks Talmud yang berlawanan dengan PL? Bisa dibuktikan? Bila Talmud nampaknya tidak sesuai dengan Qur’an, berarti Talmud harus dikaji ulang. Sebagaimana Anda membaca PL melalui terang PB.

Sem Aldo Tulung Allo: nah sebelum lebih jauh diskusi sy mau tau, urut2an kitab dari YG PALING SAHIH sampai yg paling bawah supaya saya paham islam messianic ini ada berapa kitab dan apa saja, urutannya bgm, sebelum nya tks.

Moch Ali: ‎1. Quran, 2. Hadith, 3. kitab Torah she bikhtab, 4. kitab-kitab Torah she be’alphe. Kitab otoritas kami sama dengan kamu Muslim lainnya, yakni Qur’an dan Hadith, hanya bedanya kami lebih banyak memanfaatkan warisan kitab-kitab Judaism sebagai bahan penafsir dan mempelajari latar historis teks Qur’an.

Moch Ali: Contoh: Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa disunnahkan berpuasa pada hari Senin dan Kamis, dan dalam Mishnah juga dikatakan bahwa kaum Yahudi disunnahkan berpuasa pada ahari Senin dan Kamis. Tapi dalam kitab Didache dikatakan bahwa 'hendaklah kalian (pengikut KRISTUS) berpuasa pada hari Rabu dan Jumat agar agar tidak sama dengan orang-orang Yahudi yang berpuasa pada hari Senin dan Kamis.

Sem Aldo Tulung Allo: sorry kurang jelas…yg mana PL ibrani? bukankah muslim juga meyakini PB? tolong diperjelas dulu.

Sem Aldo Tulung Allo: dan yg mana yg TALMUD itu?

Priscillia Daniel: Biar jelas untuk Sem Aldo pegangan Islam Messianik (1) Qor’anum ; memra Ha ELOHIM ,(2) Midrash Rabba Mochammed ,(3) Megillot Rabba Ben Teyma ,(4) Siddur ve Mishnah Targumim Ben Coshri (5) Medrash ha masyiakh (Injil),(6) Midrash Rabba Akiba ,(7) Midrash Shem Tov.

Priscillia Daniel: Islamic Qabbalah pegangannya berbeda lagi engan Islam Messianik ,terutama Sefer Yetzireh + Zorah ditambah kitab Fushush al Ahkam.

Sem Aldo Tulung Allo: sorry yg mana yg TALMUD itu?

Priscillia Daniel: Talmud Bavli+Mishnah,mungkin Shem Tov belum Jelas .Torah Lias yang diberikan Allah kepada Moshshea disusun oleh Judah Sang Pangeran menjadi literatur Mishnah+penafsirannya disebut sebagai Gemara+ Talmud Bavli pada periode kelima disusun di bawah bimbingan kelompok Ammorah+Midrash (pengajaran Rabbinik) mending Sem beli buku Kitab Suci Agama-agama yang diterbitkan oleh Mizan Press.

Aris Hisgi: ‎Priscillia Daniel…Fushush al Ahkam yg mana? Ibnu Arabi kah?

Priscillia Daniel: betul tetapi untuk muslim Qabbalist.

Sa’di Salafy Al-Asqary : Saya menolak ajaran ibnu arabi karena dalam akidah ibnu arabi ada kesalahan fatal yaitu mengajarkan wihdatul wujud.

Dani Ganesha: ‎@Priscillia : Apa bedanya Muslim Kabbalist dengan Judeo-Sufi. Dan aba bedanya Jews For Allah dengan Isawiya Israelite Mosque atau Qaraim, serta apa bedanya Messianik Kristian dengan Netzarene Judaism ?

Sem Aldo Tulung Allo
ok sy kembali…
tks atas penjelasan singkat kalian berdua tentang kitab suci islam messianic…berbeda dengan muslim pada umumnya tapi sy hormati kalianlah.

ADALAH FAKTA-FAKTA SBB:

…topik WUJUD ALLAH—>Zdat/Zat

  1. Allah itu dzat [bhs arab]
    sumber:
    Rasulullah saw. juga bersabda yang artinya, “Berfikirlah tentang nikmat-nikmat Allah, dan jangan sekali-kali engkau berfikir tentang Dzat Allah.” (Hasan, Syaikh al-Albani dalam Si…lsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah [1788]).

  2. Dzat----> bhs arab=Wujud=keber-ADA-an=Jauhar dalam teologia islam. Dzat = Zat dalam bhs indonesia.

  3. arti Zat dalam bhs Indonesia = zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruangan…
    —> ini yg saya maksud TERBATAS,

a. zat BISA DIUKUR MASSANYA dan
b. TIDAK BISA BERADA DI 2 TEMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN.
sumber: http://www.fisikaonline.com/index.php?option=com_content&view=article&id=82%3Asifat-zat&catid=13%3Azat-dan-wujudnya&Itemid=89
contohnya: Batu Hitam=Hajar Aswad di Kaabah–> Zat Padat. TERBATAS.

  1. Allah TIDAK PERNAH DITULIS dalam kitab suci islam messianic adalah ruh/roh.

======
topik WUJUD YAHWEH—>Roh

  1. Yahweh adalah Roh,
    sumber: Yoh 4:24 dan Kej 1:2

  2. tidak pernah TERCATAT—>Yahweh adalah Zat dalam bible PL dan PB ibrani. tidak pernah.

  3. Roh Yahweh TIDAK TERBATAS.
    a. tidak bisa dibatasi ruang, Yes 66:1 dan 1 kor 6:19
    b. tidak bisa dibatasi waktu, Mat 18:20

======
baik itulah FAKTA-FAKTA yg kita dapati dari diskusi WUJUD ALLAH DAN YAHWEH.

Sifat Zat
www.fisikaonline.com
Website Pembelajaran Fisika SMP

Sem Aldo Tulung Allo: silahkan koreksi dulu kalau ada FAKTA YG SALAH TULIS, baru silahkan tanya atau sy jawab pertanyaan tentang pneuma.

Yesus Kuli Bangunan
‎>>>
udah dijawab tuh diatas.
Dzat (arab) = ada
Zat (Indonesia) = benda, materi

…Sem aldo :

  1. Yahweh adalah Roh,
    sumber: Yoh 4:24 dan Kej 1:2

  2. tidak pernah TERCATAT—>Yahweh adalah Zat dalam bible PL dan PB ibrani. tidak pernah.

  3. Roh Yahweh TIDAK TERBATAS.
    a. tidak bisa dibatasi ruang, Yes 66:1 dan 1 kor 6:19
    b. tidak bisa dibatasi waktu, Mat 18:20
    ++++++++++++
    lagi-lagi anda absurd bung ,
    menurut anda yesus=yahweh atau bukan?
    Menurut anda yesus=zat atau bukan?
    menurut anda burung merpati=zat atau bukan?

Aris Hisgi
for mas Sem Aldo Tulung Allo, maaf sy menyimak dari awal diskusi ini, dan ikut nimbrung…sy perhatikan anda dari kemaren masih salah memahami perbedaan kata Dzat dan Zat. Allah itu ber-Dzat, bukan ber-Zat. Utk "wujud"nya benda/materi, he…wan dan tumbuhan, manusia itu karena semuanya memiliki Zat. dan utk "wujud"nya Allah itu karena Dia memiliki Dzat. “Wujud” dlm konteks ini tidak berkaitan dengan TERBATAS atau TAK TERBATAS. Ttp dengan ADA atau TIDAK ADANYA. Nah karena Allah itu ADA, maka dikatakanlah bahwa Allah itu ber-Dzat.Lihat Selengkapnya

Dani Ganesha
Kalau Zat (bhs. =Indonesia) yang dimaksud menggunakan disiplin fisika adalah materi (Matter/Substansi) : Sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang, termasuk juga pneuma (angin) dan Gas. Dalam Fisika sesuatu yg immateri tdk dibahas.
K…alau Dzat dalam bahasa arab adalah Existensi (Keberadaan/Being). Masalahnya Dzat Tuhan beda dengan Makhluknya.Bila sama berarti Tuhan adalah Materi=Makhluk. “Wa lam yakun lahu kufuwwan ahad”. Lihat Selengkapnya

Dani Ganesha
Yang akan kita pikirkan Duluan mana Sifat dan Dzat. Karena Dzat bisa diketahui lewat Sifatnya. Sedangkan Sifat bisa diketahui lewat Dzatnya…Karena secara Dzat Tuhan tdk sama dengan Makhluknya. Sedangkan Makhluknya mempunyai akal yang te…rbatas untuk memahami Dzatnya. Hanya satu kita mengenal lewat SifatNya…Karena manusia tdk bisa membayangkan kekosongan yang tanpa ruang dan waktu dlm imajinasinya…Maka kita belajar dari ke Abstrakan/ Sifat… So pertanyaanya Ruh itu apa. Kenapa ada Istilah Ruh Gentayangan ? Karena Ruh adalah urusan TuhanNya. Maka Tuhan bukan RuhNya. Melainkan Ruh ada dalam “genggamannya”. Bingung tho yo ?..Btw, jika Ruh (Pneuma) menggerakkan Benda mungkin benar karena ada pompa Pneumatik (Pompa yang digerakkan dengan tekanan udara/angin/gas)…Maslahnya Pneuma itu sendiri ada yang mengoperasikan yg kita sebut sebagai Causa (penyebab)…

Sem Aldo Tulung Allo: Hei Aris, Dani, dan YKB,

  1. dari awal SAYA MEMBEDAKAN antara Dzat dan Zat, krn saya tau kalau Zat itu PASTI TERBATAS,

  2. yg MENUNJUKKAN BAHWA DZAT DAN ZAT ITU SAMA adalah pak Ali dan rekan Priscillia Daniel, silahkan perhatikan postingan sy di atas lebih teliti…mrk yg bangga kalau Allah itu adalah ZAT bukan saya.

Maaf Aye tidak bahas Muslim-nya karena ini forum Kristen. Kalau ada agan-agan yang mau bahas Muslim di sini, aye tidak keberatan juga. Silahkan berimprovisasi, bukan hak aye melarang dan no comment.

Menurut aye, sebenarnya Kristen yang ‘muslimin’, yang menolak akar Ibrani adalah ibarat: lupa kacang akan kulitnya. Karena -menurut Injil- mereka itu sebenarnya cuma tunas liar.

Rom 11:17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,

Saking getolnya menolak Ibrani maka:

  • Menolak NAMA Tuhan yang berasal dari tulisan asli Ibrani dengan berbagai macam dalih.
    Padahal menurut aye tidak ada salahnya jika NAMA tersebut tidak diterjemahkan. Karena menurut bible itu sendiri, sesembahan yang di situ tidak ada terjemahannya (baca: tidak ada yang ke-setara-annya). Maka tidak ada yang setara untuk menerjemahkan NAMA-NAMA tersebut.
    Karena diterjemahkan dengan yang tidak setara, maka sering kali jadi bingung sendiri.

  • Mengganti hari-hari kudus yang bersamaan perayaannya dengan Ibrani ke hari lain.
    Sabath yang adalah hari kudus, digeser ke Minggu. Minggu adalah hari dewa matahari.
    Paskah, sebagai seharusnya hari paling kudus di mana tirai ruang Maha Kudus terbelah. Diganti harinya, dan diganti nama menjadi Easter (berhala), dan diberi lambang telur (lambang kesuburan reproduksi, dan juga totem) dan kelinci (lambang aktifitas sexual). Menyiratkan bertukarnya Kekudusan dan kejijikan.

Maap kalau ada salah kata ya Gan

Sambungan…
Moch Ali: Contoh: Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa disunnahkan berpuasa pada hari Senin dan Kamis, dan dalam Mishnah juga dikatakan bahwa kaum Yahudi disunnahkan berpuasa pada ahari Senin dan Kamis. Tapi dalam kitab Didache dikatakan bahwa… 'hendaklah kalian (pengikut Kristus) berpuasa pada hari Rabu dan Jumat agar agar tidak sama dengan orang-orang Yahudi yang berpuasa pada hari Senin dan Kamis.

Dani Ganesha
Karena sampai saat ini Ruh belum bisa didefinisikan dan begitu juga Dzat Ilahi maka bicara mengenai batasan-batasan hanya terbatas pada masalah penafsiran saja dan itupun terbatas dari segi bahasa Indonesia. karena bila kita rujuk pada “Ruh… Tuhan melayang-layang di atas air” wa ruach elohim merahefet el penei hamayyim" pada Sefer Bereshit. maka Seolah olah Roh Tuhan gentayangan di atas air. Jadi menurut saya baik Dzat Allah maupun Ruh Yahweh Elohim tidak bisa didefinisikan dengan Pengetahuan Bahasa. Termasuk oleh seorang …AYATullah RUHullah Khomeini.Lihat Selengkapnya

Sem Aldo Tulung Allo: dah…yg TERPENTING kalian sudah paham bahwa:
Tuhan Muhammad —> Allah, wujudnya: Zat.
Tuhan Moshe---------> Yahweh, wujdunya: Roh.
jd Yahweh dan Allah adalah 2 pribadi YG BERBEDA MUTLAK.
pahami ini dulu…

Yeshua itu adalah Manusia juga, yg terdiri dari:

  1. Roh Yahweh,
  2. jiwa,
  3. tubuh.

yg termasuk zat dari ke-3 point di atas adalah adalah TUBUH MANUSIA. jiwa dan Roh bukan zat.

Moch Ali
Shalom 'aleykhem ve berkhot ha-syemayim lakhem gam. Maaf, hari-hari kemarin saya terlalu sibuk. Jadi ngak bisa ngikutin diskusi Mas Sem dan Mas Dani. Ok, singkat saja. Menurut seorang pakar leksikografi/Linguistik Arab yang bernama Louis Ma…'luf, seorang Arab Kristen Katolik asal Beirut, Lebanon dalam karyanya yang berjudul al-Munjid fil Lughah wal 'Alam hlm. 16 (terbitan Lebanon: Dar al-Masyriq, 1986) beliau mengatakan bahwa al-Ilah: al-ma’bud muthlaqan (al-Ilah itu adalah Pribadi Yang Disembah scr Mutlak/Benar [the Only True God]), sedangkan ALLAH: ismu al-Dzat al-Wajib al-Wujud (ALLAH itu adalah suatu nama DZAT Yang Maha ADA yang menyebabkan segala sesuatu menjadi ADA [the name of the DZAT as Causa Prima]). Sementara itu, Hans Wehr, seorang ahli Linguistik Arab asal Jerman yang beragama Kristen Protestan dalam karyanya yang berjudul A Dictionary of Modern Written Arabic, hlm 314-315 (terbitan Munster, 1960) mengatakan bahwa istilah DZAT dalam bahasa Arab artinya Being, Essence, Self, Person/ Personality. Jadi, berdasarkan penjelasan dari dua pakar bahasa Arab yang berlatar bangsa Arab dan bangsa Barat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa ALLAH adalah sebuah NAMA dari al-Ilah. Ini membuktikan bahwa memang banyak ilah, tetapi hanya satu Ilah Yang Benar yang dalam bahasa Arab disebut al-Ilah; dan al-Ilah itulah yang ber-NAMA ALLAH. Jadi, al-Ilah adalah ilah Yang Benar di antara para ilah, dan al-Ilah itu bernama ALLAH. ALLAH adalah al-Ilah, dan ilah-ilah lain bukanlah ALLAH atau ALLAH pasti al-Ilah, sedangkan ilah bukanlah al-Ilah. al-Ilah adalah sebutan BUKAN nama. Pertanyaannya. Apakah arti dari kata DZAT yang memiliki sebutan al-Ilah dan yang bernama ALLAH itu? Jelaslah sudah bahwa DZAT adalah Being/Person/ Self, yakni Pribadi Yang Menyebabkan segala sesuatu menjadi ada. Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Arab menjadi DZAT al-wajib al-wujud. Nah, dengan demikian istilah Dzat----> bhs Arab=Self/ Person/Being yang artinya TIDAK SAMA dengan Zat —> bhs indonesia=Matter/ MATERI yang berarti sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruangan —> ini pasti TERBATAS, sedangkan DZAT dalam bahasa Arab tidak bermakna MATERI/ MATTER. Jadi makna DZAT (bhs Arab) bukanlah sejajar maknanya dengan ZAT (bhs Indonesia), meskipun istilah ZAT diadopsi dari kata DZAT. Namun, maknanya 180% berbeda scr diametral. Dan, saya tidak pernah mengatakan bahwa makna DZAT sama dengan ZAT. Nampaknya Mas Sem salah memahami tulisan saya. Be carefull my friend…! Coba baca lagi tulisan Mas Dani, saya kira lebih jelas karena istilah ZAT dalam bahasa Indonesia selalu terkait dengan ciptaan/matter berdasarkan ilmu fisika yang mengenal 3 pembagian matter/zat: cair, padat, gas. Dan, fisika juga membuktikan bahwa matter/zat bisa berubah tapi TAK DAPAT DIMUSNAHKAN atau DIHANCURKAN. Sedangkan DZAT dalam bahasa Arab bukanlah MATTER, tetapi the Ultimate Being, Sang Penyebab dari Matter. Maka, Dzat (bhs Arab) tidak bisa dibatasi/diukur massanya sebab istilah massa dalam ilmu fisika terkait dengan keterbatasan ruang dan waktu, sedangkan Zat (bhs Indonesia) bisa diukur massanya dan tidak bisa ber-ADA di dua tempat dlm waktu yang bersamaan. Sekali lagi, Dzat amat berbeda maknanya dengan Zat.

Moch Ali
Jadi kesimpulannya jelas menurut seorang Kristen Arab yang bermazhab Katolik menyatakan bahwa ALLAH: ism Dzat al-wajib al-wujud (ALLAH adalah NAMA dari Sang Causa Prima → Dzat al-wajib al-wujud). Dia bukan Materi: cair, padat, atau gas ka…rena Dia adalah Self, Person. Bila masih belum jelas makna matter/zat dalam kajian pysical science yang sangat beda scr diametral dengan makna Dzat dalam agama, silakan kita diskusikan lebih lanjut. ZAT itu merupakan lahan diskusi ilmu fisika, sedangkan DZAT merupakan lahan diskusi teologis.

Sem Aldo Tulung Allo
pak Ali,

  1. saya SUDAH TULIS PERTAMA KALI bahwa: Dzat dan Zat itu itu BERBEDA namun bpk sendiri YG MEMBANTAH nya, bahkan anda tulis saya ini ANEH.

silahkan bapak baca kembali tulisan anda ini sy copas:

…Anda menulis ‘zat’ itu pasti TERBATAS, DAPAT DIHITUNG, sedangkan kalau ‘dzat’ ini artinya WUJUD. Pertanyaan saya: apa dalam bahasa Indonesia membedakan kata dzat dan zat? Kamus bahasa Indonesia terbitan kapan? Aneh, Anda menicptakan istilah sendiri yang tidak pernah ada dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia hanya mengenal ZAT bukan DZAT. Begitu juga bahasa Aran hanya mengenal DZAT bukan ZAT. Jangan menciptakan bahasa sendiri untuk pembenaran diri sendiri yang justru tidak dijumpai dalam tulisan-tulisan literatur bahasa Arab maupun bahasa Indonesia.

  1. sekarang kalau memang Allah memang itu bukan ZAT/Dzat maka saya BENAR DUNK saat awal saya tulis bahwa dzat itu adalah WUJUD atau Essence??? pasti benar.

  2. kata WUJUD itu menerangkan apa? TIDAK JELAS pak.
    seperti apa wujud allah itu? QS. Yunus [10] :101
    Apakah wujud Allah itu ROH? YA TIDAK TAU ALIAS TIDAK JELAS.

  3. jd, wujud allah yg TIDAK JELAS ITU BERBEDA dengan wujud Bapa Yahweh YG JELAS YAITU ROH.

ok…pikirkan kembali bahwa apa yg anda percaya BUKANLAH TUHAN.
Yahweh TIDAK MELARANG umat-Nya memikirkan-Nya. Dia bukanlah Dzat, dia bukanlah allah.Lihat

Moch Ali
Dalam ajaran Islam scr umum: Islam Sunni, Islam Syi’ah, Islam Wahabi dan Islam Ahmadi, apalagi Islam Messianik: tidak pernah ada ajaran bahwa dalam diri manusia ada Dzat Sang Causa Prima, atau mengambil bagian Dzat ilahi dalam diri manusia,… sebagaimana dalam ajaran Hindu. Sang Causa Prima dlm ajaran Hindu dikenal dengan nama Parama-atman, sedangkan dalam diri manusia semuanya ada Atman, yakni bagian dari Parama-atman. Jadi, dalam diri manusia bersemayam atman, dan atman adalah serpihan dari Parama-atman. Dengan kata lain, manusia scr materi bukanlah Tuhan, tetapi dalam diri manusia ada Tuhan karena ATMAN adalah PARAMAATMAN itu sendiri. Ajaran Islam ini berbeda diametral dengan Hindu. Itulah sebabnya, Nabi bersabda bahwa yang tahu Dzat ALLAH hanyalah ALLAH sendiri. Dalam Hadith, Dzat dinisbatkan kepada ALLAH bukan dalam makna MATTER, tapi dalam makna SELF/PERSON. Namun, harus Anda ketahui juga berdasarkan informasi Quran disebutkan bahwa Adam, anak cucu Adam semuanya, termasuk Yehoshu’a (Jesus) ditiupkan Ruah Elohim - wa nafahkna fihi min Ruhina. Jadi, bukan hanya Jesus saja yang Roh ALLAH. Selain itu, Qur’an juga menyebutkan bahwa bukan hanya Jesus yang dikuatkan oleh Roh Kudus, tetapi juga orang-orang Muslim juga dikuatkan oleh Roh Kudus - wa ayyatnahu bi Ruhil Kudus. Ayat-ayat Quran jelas menginformasikan bahwa Ruh dalam diri Adam, semua keturunan Adam, dan Jesus, tetapi menurut Quran sendiri - Ruhul Kudus hanya diberikan kepada orang-orang Muslim yang beriman scr benar, termasuk kepada Jesus. Mengenai ayat-ayat Roh Kudus dalam Quran akan kami sebutkan pada hari-hari lain. Selain itu, saya ingin penjelasan Anda tentang makna Ruah dalam bahasa teologis menurut Bible Anda. Alkitab menjelaskan: Tuhan itu Roh (II Kor 3:17), Tuhan itu Elohim (Ul 6:4), dan Elohim itu Roh (Yoh 4:24). Yesus berkata: Percayalah kepadaku bahwa Bapa (Yahweh Elohim yang Roh itu [Yoh 4:24]) ada di dalam Aku. Apa yang Aku katakan tidak aku katakan dari diriku sendiri tetapi Bapa [Yahweh Elohim yang Roh itu] yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaanNya ((Yoh 14:10). Jadi, Elohim yang Roh itu (Yoh 4:24) ada dalam diri Jesus. Jesus disebut Tuhan karena dalam dirinya bersemayam Elohim yang adalah Roh itu. Coba pikirkan, Luk 8:30: “Ketika Yeshua di daerah Gerasa bertemu dengan orang yang kerasukan setan, bertanyalah Yeshua kepada orang itu: siapakah namamu?” Jawabnya: “Legion” karena kerasukan banyak setan. Dalam bahasa Yunani, istilah LEGION itu plural (jamak) bukan singular (tunggal), berarti ada banyak setan ----> ada banyak roh dalam diri orang itu (seorang Yahudi). Setan itu Roh (Mat 8:16); kalau banyak setan yang disebut LEGION itu ada dalam seorang diri manusia, maka logikanya ada banyak Roh dalam seorang diri manusia tsb, bukan satu Roh saja. Kalau begitu, apakah banyaknya Roh Setan yang ada dalam seorang diri manusia Yahudi tadi tersebut, roh-roh setan-setan itu terikat oleh ruang dan waktu ataukah tidak? Sebab menurut Anda bukankah Roh Elohim (II Kor 3:17; Yoh 4:24) dan Roh Setan (Mat 8:16) tidak mempunyai massa alias tidak terbatas? Namun, benarkah roh-roh setan yang ada dalam diri manusia Yahudi di Geresa itu tidak dibatasi dalam tubuh manusi itu? Apakah roh-roh setan itu wujudnya ada di luar tubuh itu? Dengan kata lain, apakah roh-roh setan (banyak setan) yang disebut LEGION itu wujudnya ada di luar diri tubuh jasmani manusia Yahudi itu? Saya paham bahwa di luar diri manusia Yahudi yang kesurupan itu masih banyak roh-roh setan yang lain, tapi pasti bukan roh-roh setan yang ada dalam diri manusia Yahudi tersebut. Coba perhatikan juga, Yeshua menyatakan kepada murid-muridnya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem menanggung banyak penderitaan lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari yg ke-3. Tetapi Petrus menarik Yeshua dan menegur Dia, maka kata Yeshua kepada Petrus: "Enyahlah Iblis, kamu batu sandungan bagiKu (Mat 16:23). Iblis —> Diabolos dalam bhs Yunani menunjuk pada figur tunggal/ singular, bukan jamak (plural). Itu berarti Roh Iblis ada berdiam dalam diri Petrus. Itu berarti Roh Iblis HANYA dibatasi dalam diri Petrus, dan di luar diri Petrus hanya ada roh-roh setan yang lain, bukan Roh Iblis. Apakah Anda beranggapan bahwa Roh Iblis juga ada di luar diri Petrus? Satu lagi, Yoh 6:70 Yesus berkata: Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang diantaramu adalah Iblis. Dan sesudah Yudas menerima roti itu Yudas kerasukan Iblis (Yoh 13:27). Coba Anda renungkan apa mungkin Roh Iblis (Diabolos----> tunggal) pada saat yang sama, tempat yang berbeda dan tidak dibatasi ruang dan waktu ada dalam diri Judas Iskariot dan Simon Petrus? Bukankah Anda mengatakan bahwa Roh Roh Setan atau pun Yahweh TIDAK TERBATAS?
a. tidak bisa dibatasi ruang, Yes 66:1 dan 1 kor 6:19
b. tidak bisa dibatasi waktu, Mat 18:20itu dan Anda mengatakan bahwa Yeshua itu adalah manusia juga, yg terdiri dari:

  1. Roh Yahweh,
  2. jiwa,
  3. tubuh.

yg termasuk zat dari ke-3 point di atas adalah adalah TUBUH MANUSIA. jiwa dan Roh bukan zat. Bagaimana Anda menjelaskan dari kacamata fisika bahwa JIWA bukan ZAT? Bukankah menurut Torah dikatakan bahwa JIWA itu pada DARAH? Bukankah DARAH itu ZAT cair? Bukankah TUBUH itu ZAT padat?

Moch Ali
Bukankah Anda mengatakan bahwa Roh Roh Setan atau pun Yahweh TIDAK TERBATAS?
a. tidak bisa dibatasi ruang, Yes 66:1 dan 1 kor 6:19
b. tidak bisa dibatasi waktu, Mat 18:20. Anda juga mengatakan bahwa Yeshua itu adalah manusia juga, yg terdiri …dari:

  1. Roh Yahweh,
  2. jiwa,
  3. tubuh.

yg termasuk zat dari ke-3 point di atas adalah adalah TUBUH MANUSIA. Jiwa dan Roh bukan zat. Bagaimana Anda menjelaskan dari kacamata fisika bahwa JIWA bukan ZAT? Bukankah menurut Torah dikatakan bahwa JIWA itu pada DARAH? Bukankah DARAH itu ZAT cair? Bukankah TUBUH itu ZAT padat?Lihat Selengkapnya
2 jam yang lalu

Sem Aldo Tulung Allo
saya kan jelaskan pertanyaan anda spy lebih mendalami ajaran kami:

  1. bagaimana Anda menjelaskan dari kacamata fisika bahwa JIWA bukan ZAT?
    jawab: tidak bisa pak, karena

Fisika (Bahasa Yunani: φυσικός (physikos), “alamiah”, dan φύσις (physis…), “Alam”) adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas.
Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu.

jadi kalau tentang JIWA YG HIDUP sih tidak akan bapak dapatkan refensinya pak.

saya dari teknik tentu lebih paham tentang hal ini daripada bapak yg menggeluti bahasa dan agama.

  1. Bukankah menurut Torah dikatakan bahwa JIWA itu pada DARAH?
    jawab:
    a. bukan ‘jiwa ada darah’ MELAINKAN jiwa itu ada DI DALAM darah.
    baca Imamat 17:11 lebih teliti pak ali,
    arti ‘di dalam’ itu BUKAN HANYA BERARTI mengalir di dalam darah seperti zat-zat makanan.

b. kata ‘jiwa’ dalam ibrani kan: נָ֫פֶשׁ artinya soul/kepribadian…
sejak kapan KEPRIBADIAN ITU MENEMPATI RUANG DAN PUNYA MASSA? tidak pernah.

jadi jiwa/soul/kepribadian itu BUKAN ZAT.

  1. Bukankah DARAH itu ZAT cair?
    jawab: ya!

  2. Bukankah TUBUH itu ZAT padat?
    jawab:
    ngawur anda pak!
    tubuh itu terdiri juga dari darah…dan itu 50% lbh dari tubuh anda, yg merupakan ZAT CAIR.

  3. SEBELUMNYA anda tulis ini:
    Itulah sebabnya, Nabi bersabda bahwa yang tahu Dzat ALLAH hanyalah ALLAH sendiri. Dalam Hadith, Dzat dinisbatkan kepada ALLAH bukan dalam makna MATTER, tapi dalam makna SELF/PERSON

tanggapan saya:
…a. oklah…allah itu adalah SELF/PERSON
b. kalau self/person itu artinya adalah JIWA/SOU/נָ֫פֶשׁL bukan ROH
c. Yahweh adalah ROH/ruach/ר֫וּחַ

kesimpulannya TETAP: ALLAH ITU BUKAN YAHWEH.

anda beruntung diskusi dengan saya, kalau ketemu kristen gokil, mungkin dia akan MENJELASKAN secara rinci BAHWA ALLAH ITULAH SI HAJAR ASWAT, zat padat itu.

Moch Ali
Coba perhatikan tulisan saya ini: Anda (Sem) menulis ‘zat’ itu pasti TERBATAS, DAPAT DIHITUNG, sedangkan kalau ‘dzat’ ini artinya WUJUD -----> Ini adalah definisi Anda mengenai Zat dan Dzat. Lalu saya mengkritisi Anda dengan nada pertanyaan… Pertanyaan saya: apa dalam bahasa Indonesia membedakan kata dzat dan zat? Kamus bahasa Indonesia terbitan kapan? Aneh, Anda menciptakan istilah sendiri yang tidak pernah ada dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia hanya mengenal ZAT bukan DZAT. Begitu juga bahasa Aran hanya mengenal DZAT bukan ZAT. Jangan menciptakan bahasa sendiri untuk pembenaran diri sendiri yang justru tidak dijumpai dalam tulisan-tulisan literatur bahasa Arab maupun bahasa Indonesia. Inilah kritikan saya kepada definisi Anda yang sama sekali tidak ada dalam kamus Arab maupun Indonesia. Persoalannya adalah istilah Dzat dalam bahasa Arab, yang oleh para pakar linguistik Arab Kristen maupun Islam bermakna Being —> Sang Maha ADA yang menyebabkan segala sesuatu menjadi ADA. Jadi, Dzat artinya keber-ADA-an —> Being, Self, Person, Essence yg menyebabkan segala ciptaan menjadi ada. Istilah WUJUD dalam bahasa Arab tidak berkonotasi BENTUK. Bila WUJUD yang Anda maksudkan mengacu pada bahasa Indonesia WUJUD yang berarti BENTUK, berarti Anda telah menggambarkan WUJUD dalam arti MUJASSIMAH ----> menyerupakan Dia dengan ciptaanNya. Bila Anda menuntut WUJUD ALLAH harus menerangkan sesuatu maka kejelasan itu menyerupakan DIA dengan sesuatu yang diciptakan-Nya? QS. Yunus [10] :101 dalam teks Arab-nya tidak ada kata ‘Dzat’ dalam ayat tersebut. Coba lihat dengan teliti, tak satu pun disebutkan kata ‘Dzat’. Jadi, DZAT bukanlah BENTUK Allah sebagaimana Roh bukanlah BENTUK ALLAH. Jadi, Yahweh tidak ber-BENTUK seperti ciptaan-Nya. Rabi-rabi Yahudi pun ketika menjelaskan teks Torah tidak memahami Ruah Elohim sebagai BENTUK-Nya Yahweh. Berikut saya kutipkan teks Targum Onqelas dalam bahasa Aram: be-qedmin bara Adonai et syemayya we et ar’a (in the beginning of God’s creating the heavens and the earth). we ar’a hawat tzatya we reyqaneya we khashoka 'al penei tehoma we Ruha min qedem Adonai menasyeba 'al epei mayya (when the earth was astonishingly empty with darkness upon the surface of the deep and the Divine Presence hovered upon the surface of waters). Teks saya ambil dari hal. 2-3, karya Rabbi Rashi yang dikompilasi oleh Rabbi Nosson Scherman yang berjudul Khamisya Khumsye Torah 'im Targum Onqelos Peresy ha-Perasyot we Hamish Megillot/ the Torah: Haftorah and Five Megillos with A Commentary Anthologized from the Rabbinic Writings, Brooklyn: Mesorah Publications, Ltd., 1996). Coba Anda cermati teks Ibrani Ruah Elohim diterjemahkan Ruha min qedem Adonai dlm bhs Arami, yang dalam bhs Inggris diterjemahkan the Divine Presence). Ini tidak mengacu pada makna BENTUK Yahweh, tapi kehadiran Yahweh. Jadi, jelas sekali Roh Yahweh terkait dengan makna kehadiran Yahweh ----> ini sudah jelas, bukan BENTUK Yahweh yang amat tidak jelas karena menyalahi ajaran TOrah Yahudi itu sendiri. Wujud keber-ADA-an ALLAH itu jelas sebagaimana wujud ke-HADIR-an Yehwah. Jadi pernyataan Anda yang mengatakan wujud Allah yg TIDAK JELAS ITU BERBEDA dengan wujud Bapa Yahweh YG JELAS YAITU ROH perlu dipikirkan ulang. Anda menyalahi ajaran Torah ketika bicara mengenai Yahweh yang Presence (kehadiran) ----> bukan BENTUK-Nya.

Sem Aldo Tulung Allo
baik begini pak,

  1. singkirkan lah MAKNA ‘ZAT’ dalam bahasa indonesia ok…

  2. quran MENGKONFIRMASI tentang KEBENARAN TORAH, jadi imani aja dulu Torah dan Injil, sesuai QS 29 Alankubuut 46,

…3. di dalam TORAH itu sudah dijelaskan PERBEDAAN antara Ruach dan Nepesh, atau antara ROH dan JIWA…

  1. semua PENJELASAN ANDA membawa kesimpulan bahwa allah adalah JIWA/keberaaan/soul…bukan ROH

  2. FAKTANYA ADALAH:
    a. perhatikan bahwa roh dan jiwa itu berbeda juga dalam bhs arabnya.

b. allah tidak bernah tertulis berwujud ROH di dalam quran.

jadi STOP berpikir bahwa Allah = Yahweh,

  1. perhatikan KH.Bustomi ini yg menjelaskan allah itu BUKAN YAHWEH juga kok…

ALLAH adalah SEBUAH NAMA, ITU FAKTA
TONTON VIDEO INI?
silahkan di sini: http://www.mmavillage.com/forum/ucp.php?mode=l...ogin

============

Di Jakarta beberapa waktu lalu ada kebaktian KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (Islam-Kristen), yang mengundang PEMIMPIN PESANTREN di jagasatru-cirebon, KH Bustomi. Sebagai pemimpin Islam di Indonesia yang disegani beliau mengatakan:

” Allah yang selama ini umat nasrani pakai adalah pinjaman dari kaum Islam, dengan memberikan fakta yang aktual….maka dengan segala hormat tiu semua harus dikembalikan kepada porsi serta posisinya semula, bahwa Allah itu, nama Tuhan saya !!! tegasnya.”

Beliau mengatakan, bahwa umat nasrani seharusnya memegang teguh keyakinan pada Alkitab yang aslinya, Tuhan yang disembah adalah YAHWEH, bukan Allah…!!! mengikuti akar Alkitab yang benar (Akar Ibrani). Padahal semua para gembala atau pendeta tahu dan mengerti bahwa YAHWEH itu nama BAPA yang disorga, tetapi masih saja memanggil Allah Tuhan saya…!!! kenapa sudah tahu kebenarannya tetapi masih saja….memanggil dan menyembah nama Tuhan saya…??? apakah takut dipecat sinode…??? Kenapa musti takut jika mau menegakkan kebenaran yang anda percayai ??? Kita bisa melihat beberapa contoh di Malaysia…!!! sekarang sudah tidak memperbolehkan menggunakan Allah bagi kaum gereja….karena mereka harus kembali ke akar semula, nama yang disembah itu siapa…??? Padahal kalau saudara berkata HALELUYAH…yang berarti Pujilah YAHWEH koq masih manggil Allah…?? kenapa tidak HALELULLAH saja…?? aneh kedengarannya.

dan kabar baiknya adalah:

Surat kesepakatan para ulama Islam sudah pernah diajukan kepada menteri agama yang melarang menggunakan kata Allah bagi umat nasrani, akan difollow up kembali.

sumber: http://www.ygministry.org/?p=1692 Lihat Selengkapnya
KRISTEN YG MASIH MENGGUNAKAN NAMA ‘ALLAH’ DALAM IBADAHnya adalah kristen YG MENJADI KORBAN KESALAHAN LAI dalam menterjemahkan bible ke bahasa indonesia. Allah adalah NAMA, itu FAKTA. seperti halnya dengan kota Jakarta. JAkarta adalah IBUKOTA NKRI, itu FAKTA—barangsiapa YG MEYINIKI HAL YG BERBEDA ADALAH SALAH! walaupun didukung banyak pendeta, didukung bible TERJEMAHAN [makanya jangan pakai terjemahan yg salah] ===== M. Wahyuni Nafis mengatakan: Allah bagi orang-orang pra-Islam dikenal sebagai dewa yang mengairi bumi sehingga menyuburkan pertanian dan tumbuh-tumbuhan serta memberi minum ternak. Islam datang dengan mengubah konsep Allah yang selama ini diyakini oleh orang Arab. Yaitu Allah dalam Islam dipahami sebagai Tuhan yang Mahaesa… (Passing Over, Melintasi Batas Agama, Gramedia & Yayasan Wakaf Paramadina, 1999, Hal. 85). ===== KESALAHAN-KESALAHAN BIBLE LAI dan topik-topik yg bersinggungan dengan hal itu dapat anda pelajari di sini:

  1. PENGAJARAN: NAMA-NAMA TOKOH YAHUDI di bible yg BERHUBUNGAN DG NAMA YAHWEH [bukan Allah] http://www.facebook.com/note.php?note_id=207880329258334
  2. PENGAJARAN: MEMANG SEHARUSNYA NAMA ‘ALLAH’ DIBUANG DARI BIBLE INDONESIA, KAYAKNYA MIRIP 666 DEH??? MASAK SIH?!?
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=195948947118139
  3. PENGAJARAN: SEMUA YAHUDI MEYAKINI BAHWA YAHWEH ADALAH PENYELAMAT bukan ALLAH http://www.facebook.com/note.php?note_id=194682273911473
  4. PENGAJARAN: ARTI NAMA ‘ALLAH’ DI KBBI dan KAMUS/SUMBER LAINNYA adalah NAMA TUHAN MUSLIM bukan TUHAN
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=193906063989094
  5. PENGAJARAN: 4 BUKTI BAHWA KATA ‘ALLAH’ ITU MILIK MUSLIM BUKAN KRISTEN
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=192420417470992
  6. PENGAJARAN: PENTINGNYA TERJEMAHAN LAI ITU DIPERBAIKI DENGAN SEGERA
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=191570794222621
  7. PENGAJARAN: BUKTI2 MASUKNYA ISTILAH2 ISLAM KE DALAM BIBLE SELAIN KATA ‘ALLAH’ http://www.facebook.com/note.php?note_id=191049867608047
  8. PENGAJARAN: EYD KEBAHASA-INDONESIAAN TIDAK DIGUBRIS OLEH LAI DALAM MENTERJEMAHKAN BIBLE UNTUK MENGHILANGKAN NAMA YHWH
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=190558557657178
  9. PENGAJARAN: 8 BUKTI YHWH ADALAH NAMA TUHAN SEBELUM MENJADI MANUSIA [KHUSUS KRSITEN] http://www.facebook.com/note.php?note_id=189207951125572
  10. KRISTEN OTOKRITIK: LAI MENTERJEMAHKAN KATA ‘ELOHIM’ MENJADI KATA ‘ALLAH’ TERNYATA SALAH MENURUT EYD
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=176121005767600
  11. KRISTEN OTOKRITIK: LAI TIDAK MENGERTI ATURAN DM dalam BAHASA INDONESIA http://www.facebook.com/note.php?note_id=176115572434810
    selamat belajar. Lihat Selengkapnya
    Oleh : Sem Aldo Tulung Allo

sambungan…
Moch Ali
Saya dah paham Mas kalau TUBUH itu ZAT padat yang terdiri juga dari darah…dan itu 50% lbh dari tubuh anda, yg merupakan ZAT CAIR. Maksud saya yang kelihatan kasat mata ----> tubuh yang bertulang itu khan padat… untuk menyederhanakan…----> bukannya saya ini ngawur Mas, karena kita bukan berdiskusi mengenai kedokteran. Kalau saya mengikuti cara berpikir Anda, pasti saya balik bertanya begitu juga soal JIWA itu wujudnya apa? Bukankah Anda meminta Roh itu harus berwujud? Apa tubuh harus juga berwujud? Maka mengapa jiwa tidak ada wujudnya? Saya tahu kalau nefesh dlm bhs Ibrani dan nafs dalam bahasa Arab itu artinya soul. Tapi ingat, nafs atau nephesh juga bermakna Self. Nafs dlm bahasa Arab bukanlah nafas dlm bhs Indonesia. Lalu bagaimana wujud Nafs itu? Nah, Anda mulai marah dalam diskusi kita ini, ternyata Anda tidak paham Torah sesuai cara berpikir Semitic (Yahudi,Arab). Sejak awal saya sudah menduga, Anda telah baca bukunya Suradi ben Avraham, karena ngak bisa jawab secara ilmiah langsung tuduh ALLAH itu Hajar Aswad. Itulah bahasa Suradi yang menulis Penginjilan Pribadi, Purnama Winangun yang menulis Haji. Padahal, Anda telah mencoreng Yahweh Anda sendiri. Kalau Anda mengatakan ALLLAH itu batu hitam, itu keliru Mas. Batu hitam adalah batu dari sorga sebagai tanda batu penjuru diantara tumpukan batu lainnya untuk menyusun tembok Ka’bah yang diletakkan di pojok arah Syam, sebagaimana batu di Rukun Yamani arah selatan. Kaum Muslim mencium pojok tembok arah Utara yang disebut Hajar Aswad dan mencium pojok tembok arah Selatan yang disebut Rukun Yamani. Mencium batu tembok Ka’bah di Mekkah juga dilakukan orang-orang Yahudi di tembok ratapan, mereka menciumnya. Apakah batu-batuan di tembok ratapan Yerusalem itu Yahweh? Apakah batu-batuan di tembok Ka’bah idi Mekkah itu Allah? Anda ternyata tidak adil menyimpulkan masalah. Kalau orang-orang Yahudi bersujud di depan tabernakel yang berisi tongkat Harun, Manna, dan Loh Batu lalu apa bedanya orang-orang Islam bersujud di depan Ka’bah. Apa bedanya Hajar Aswad (Batu Hitam) dengan Loh Batu yang menjadi obyek penyembahan kaum Yahudi? Apa Anda tidak paham bahwa Loh Batu itu sama dengan Hajar Aswad?

Sem Aldo Tulung Allo: saya tidak marah, semua huruf kapital itu untuk penegasan.
tenang saja pak Ali saya sdh terbiasa berdiskusi kok, bahkan sering sekali menjelaskan PERBEDAAN ini dengan muslim.
bukannya melebih-lebihkan, tapi anda mungkin orang muslim keseratus yg kepingin punya Tuhan seperti Yahweh.

Tolong singkirkan teori allah itu batu hitam, itu anggapan banyak sodara kristen saya, fokus saja pada teori anda tentang SOUL/WUJUD.

Sem Aldo Tulung Allo
baik, sy teruskan. ini tulisan anda:

  1. bukannya saya ini ngawur Mas, karena kita bukan berdiskusi mengenai kedokteran.
    jawab: quran anda memang BERSEBERANGAN sama ilmu kedokteran yah???

  2. Kalau saya mengikuti cara berpikir Anda, pasti saya balik bertanya begitu juga soal JIWA itu wujudnya apa?
    jawab: jiwa itu tidak ada wujudnya, artinya SOUL/KEPRIBADIAN.
    yg berwujud adalah TUBUH.

  3. Bukankah Anda meminta Roh itu harus berwujud?
    jawab: tidak.

  4. Apa tubuh harus juga berwujud?
    jawab:
    harus pak! kalau tubuh tidak berwujud itu BUKANLAH TUBUUH.

  5. Maka mengapa jiwa tidak ada wujudnya?
    jawab:
    karena JIWA=SOUL=KEPRIBADIAN.
    perhatikan bahwa ada:
    Alam roh------> tempatnya roh-roh, Yahweh-malaikatNya itu disini.
    Alam nyata—> tempatnya zat-zat, tubuh dan batu itu disini pak.

  6. Saya tahu kalau nefesh dlm bhs Ibrani dan nafs dalam bahasa Arab itu artinya soul.
    tanggapan:
    good! kalau begitu renungkan LEBIH JAUH…allah itu BUKAN ROH.

Moch Ali
Anda belum jawab apa bedanya Hajar Aswad dan Loh Batu? Apa Loh Batu bukan Yahweh? Apa Hajar Aswad itu ALLAH? Fair sajalah, saya ini mantan Kristen. Saudara pasti kenal Bambang Noorsena khan? Silakan tanya sama dia, siapa saya sebenarnya. Jadi ngak perlu bawa-bawa kesaksian. KH Bustami itu ngak paham bhs Ibrani apalagi agama Yahudi. Bukanlah tokoh representatif. Tuhan Yahweh versi Yahudi sama dengan Tuhan Allah versi Islam, Yahweh versi Kristen itu yang ngak sama dengan Yahudi dan Islam. Belajarlah Yahudi, pasti Anda akan tahu bahwa Islam itulah Yahudi dan Yahudi itu Islam.

Sem Aldo Tulung Allo
pak Moh Ali,

  1. ya saya fair kok, ibu saya dulu muslim kok…

  2. ini pertanyaan anda dan jawaban saya kembali:
    bedanya Hajar Aswad dan Loh Batu?
    …SAMA-SAMA BATU, sama-sama ZAT padat, sama-sama kalau saya banting bisa pecah.

  3. Apa Loh Batu bukan Yahweh?
    jawab: ya bukanlah…

  4. Apa Hajar Aswad itu ALLAH?
    jawab:
    saya no comment, tapi saya sdh tulis bahwa banyak sodara kristen saya YG MAMPU MEMBUKTIKANNYA itu hal yg benar.

sekarang kita fokus saja, dan giliran anda menjawab pertanyaan saya:
kalau ada kata ‘ROH’ dalam kosa kata bhs arab, mengapa dalam SUMBER PRIMER anda, quran, tidak ada tertulis: allah itu ROH?

Ok silakan dilanjutkan kalau ada yang ingin menanggapi, diskusi tsb diatas di thread sebelah berhenti sampai disitu saja.

Shaloom Aleikhem Beshem Yahshua Hamasiakh.

@ sis end,

Sementara dari pihak Kristen yang 'muslimin' (menolak nama Yahweh) juga cenderung menolak berkiblat ke akar Ibrani dan cenderung ke akar Arab.

Sudah berkali2 diperingatkan untuk jangan menulis hal2 yang bisa membuat netter2 di sini ketawa besar!

Pihak Kristen tidak menolak nama “Yahweh” tetapi menolak nama itu dipaksakan ke orang percaya, ngerti?

Sebutan “Allah” bukan pengganti nama “YHWH”; sebutan “Allah” ialah kata Indonesia untuk padanan dari sebutan ‘ELOHIM’. ‘Allah’ aslinya bukan milik muslimin sebaliknya sudah dipakai oleh orang Yahudi berbahasa Arab, orang Arab beragama Yahudi dan Kristen Arab jauh-jauh sebelum lahirnya Muhammad atau munculnya Islam sebagai padanan untuk ‘ELOHIM’ dari kitab Ibrani/PL dan ‘theos’ dari kitab Yunani/PB.

Harus dingatkan bahwa Muhammad mencuri nama itu dari orang-orang sebelumnya dan dijadikan nama diri tuhan barunya, mengapa? untuk mencari pembenaran bahwa agamanya ialah lanjutan dari Yahudi dan Kristen dengan demikian dapat menarik orang-orang kepada dakyahnya.

Makanya sis end harus memperingatkan kaum muslimin spt si Bolot/Bodoh dan Samino bahwa Allah/ELOHIM kita dalam PL bernama YHWH dan pada jaman PB telah menyatakan diri-Nya dengan nama YESUS! Allah bukan nama diri sebaliknya nama umum yang mengacu kepada sang Pencipta manakala Alloh swt atau Auolah atau Owoh sebagaimana lafaz mereka ialah nama diri tuhannya Muhammad dan kaum muslimin yang menurut fakta sejarah bukanlah Allah/ELOHIM yang disembah oleh orang Israel dan para pengikut KRISTUS. Sementara orang Yahudi menyembah YHWH, para pengikut YESUS menyembah YHWH dari PL yang menyatakan nama-Nya sebagai YESUS di PB.

Salam.

Cosmic: Pihak Kristen tidak menolak nama “Yahweh” tetapi menolak nama itu dipaksakan ke orang percaya, ngerti?

Endang: Ok statement ini patut dicatat !!!

Cosmic: Makanya sis end harus memperingatkan kaum muslimin spt si Bolot/Bodoh dan Samino bahwa Allah/ELOHIM kita dalam PL bernama YHWH dan pada jaman PB telah menyatakan diri-Nya dengan nama YESUS! Allah bukan nama diri sebaliknya nama umum yang mengacu kepada sang Pencipta manakala Alloh swt atau Auolah atau Owoh sebagaimana lafaz mereka ialah nama diri tuhannya Muhammad dan kaum muslimin yang menurut fakta sejarah bukanlah Allah/ELOHIM yang disembah oleh orang Israel dan para pengikut KRISTUS. Sementara orang Yahudi menyembah YHWH, para pengikut YESUS menyembah YHWH dari PL yang menyatakan nama-Nya sebagai YESUS di PB.

Endang: Kalau Islam menyatakan dirinya adalah bagian dari Kristen, memang sudah sepatutnya dan sewajarnya kita memberitahunya bahwa Elohim atau Allah (menurut anda) bukanlah proper name Tuhan. Namun Islam menyatakan dirinya sebagai suatu agama yang diturunkan langsung dari Aulloh kepada Muhammad dan bukanlah lanjutan dari Kristen, sehingga tidak bisa dikatakan bahwa Islam adalah bidat dari aliran Kristen. Terkecuali ada statement tegas dari pihak Islam yang mengaku merupakan kelanjutan dari kekristenan, ada yg bisa bantu jelaskan ???

Sekarang yang jadi masalah adalah Islam Mesianik yang mengaku merupakan kelanjutan dari kekristenan dan Yudaisme. dan bagi saya ini merupakan sekte bidat dari kekristenan ataupun Yudaisme Mesianik.

Supaya nyaman diskusinya sila tulisan “Allah” utk orang Kristen dan “Aulloh” utk orang Islam…itu lebih afdol.

Monggo…

Thanks bro Cosmic atas sarannya, lanjut btt bagaimana tanggapan anda atas sekte bidat ini ???

Topik dikunci karena ForumKristen bukan tempat membahas keyakinan lain.
Silakan bertanya di Forum Islam atau tanyakan pada member muslim melalui PM.

Terima kasih untuk semua member yang telah berpartisipasi. Sampai jumpa di thread menarik lainnya.

Tuhan YESUS memberkati