SEJARAH AWAL KRISTEN

Penganut Trinitas meyakini bahwa seorang perawan menjadi ibu seorang anak yang merupakan penciptanya.1

Membuktikan eksistensi seorang Yesus historis (historical Jesus) hampir tidak mungkin; ada beberapa teolog Kristen sekarang yang percaya kepada seorang Yesus berdasarkan iman kepada seorang tokoh yang hidup secara aktual dalam sejarah.2 Jadi, saya akan mulai pasal ini dengan pertanyaan, apakah Yesus pernah ada? Dan jika ya, bukti apakah yang kita miliki dari sumber­sumber non-Kristen (kriteria “revisionis” yang sama dibuat oleh sarjana­sarjana Yudeo-Kristen melawan Islam)? Apa kata sebagian orang Kristen mengenai Yesus? Hal ini akan banyak memberikan penerangan tentang betapa sedikitnya yang diketahui tentangnya dan tentang ketidak jelasan yang menyelimuti kalangan-kalangan Kristen awal. Juga, apakah risalah dia yang sebenarnya? Apakah risalah ini telah hilang pada tahap-tahap awalnya dan tak bisa dikembalikan lagi ataukah masih terpelihara utuh di dalam sebuah buku yang terinspirasikan? Ini adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan dan topik­topik yang ingin saya garap dalam pasal ini.

  1. Apakah Yesus Pemah Ada?

Beberapa sarjana Kristen justru lebih banyak ragu tentang historisitas Yesus.

Selama tiga puluh tahun yang lalu para teolog semakin kuat mengakui bahwa tidak mungkin lagi menulis sebuah biografi Yesus, sebab dokumen-dokumen yang lebih awal dari kitab-kitab Injil hampir tidak menerangkan sama sekali tentang kehidupannya, sementara itu kitab­kitab Injil hanya menyuguhkan ‘Kerygma’ atau proklamasi keimanan, dan tidak sejarah Yesus.

Referensi-Referensi tentang Yesus dari Abad Pertama

Tulisan-tulisan sejarawan Yahudi Josephus (± 100 M.), yang meliputi masa sampai dengan tahun 70 M., memang benar-benar memuat dua bagian mengenai Yesus Kristus. Bagian yang lebih panjang dari keduanya sangat jelas merupakan interpolasi atau penambahan Kristen, karena merupakan "sebuah deskripsi yang menyala-nyala yang tak mungkin ditulis oleh seorang Yahudi ortodoks."4 Sedangkan bagian yang kedua telah diteliti oleh Schuror, Zahn, von Dobschutz, Juster, dan beberapa sarjana yang lain, dan mereka menganggap kata-kata “saudara laki-laki Yesus, yang disebut Kristus” sebagai sebuah interpolasi lebih lanjut.5 Satu-satunya referensi pagan yang masih disebut secara umum adalah statemen Tacitus,

bahwa orang-orang Kristen `mengambil nama dan asal mereka dari Kristus (Christ), yang, pada masa pemerintahan Tiberius, telah meninggal dunia karena hukuman yang dijatuhkan oleh prokurator Pontius Pilate.’ Tacitus menulis ini sekitar tahun 120 M., dan sejak itu orang­orang Kristen sendiri menjadi percaya bahwa Yesus telah mati dengan cara seperti ini. Saya berusaha menunjukkan… bahwa di sana terdapat alasan-alasan yang bagus untuk menduga bahwa Tacitus hanyalah mengulang apa yang waktu itu merupakan pandangan Kristen, dan bahwa dia oleh karena itu bukanlah seorang saksi yang netral.

Kristus Historis di Lingkungan Kristen

Jadi, kita saksikan bahwa membuktikan Yesus sebagai seorang figur historis menggunakan sumber-sumber utama adalah mustahil. Berasumsi bahwa dia benar-benar telah berjalan di bumi, dan merupakan sebuah figur sentral dalam Ketuhanan, maka agaknya natural belaka bahwa komunitas Kristen harus memelihara segala informasi berkenaan dengannya. Seperti layaknya srornng tigur sport masa kini atau bintang film internasional, segala tetek­bengek Yang berhubungan dengannya mesti dikoleksi, dipelihara, dicermati, dan disimpan Akan tetapi, realitasnya sangat berlawanan.

Kehidupan Yesus: Sumber-Sumber Sekunder

Pengaruh Yesus Kristus pada peradaban Barat tidak dapat dikalkulasi, dan dengan begitu mengumpulkan material-material tentang kehidupannya dan ajaran-ajarannya bukanlah permasalahan yang esensial sekali bagi sarjana modern. Akan tetapi pekerjaan ini diliputi dengan banyak kesulitan. Material sumbernya hanya terbatas pada Perjanjian Baru (PB), dan lebih spesifik lagi pada empat Injil. Karena utamanya ditulis untuk mengonversi orang-orang kafir (menjadi Kristen) dan memperteguh orang beriman, Injil-injil ini gagal memberikan banyak hal tentang informasi historis yang krusial yang dibutuhkan para penulis biografi. Dengan demikian, karya-karya itu terbuka untuk berbagai interpretasi, dan para interpreter (penafsir) sering melakukan kesalahan melihat teks melalui filter keyakinan masing-masing mengenai Yesus, menemukan di dalam teks persis seperti apa yang semula ingin mereka temukan.7

Sumber-sumber kanonikal ini, empat Injil dan kitab-kitab PB yang lain, sangat tidak lengkap dan tidak memungkinkan kompilasi objektif tentang sebuah biografi yang utuh. Pada kenyataannya, kehidupan Yesus hanya dianggap relevan sepanjang mendukung dogma Kristen; dengan hanya segenggam dari beberapa bagian Injil yang ditekankan dalam konggregasi (sebagaimana yang diamati Maurice Bucaille),8 tertarik tentang historis Yesus paling sekadar tambahan.

Herman Reimarus, Profesor Bahasa-bahasa Timur di Hamburg pada masa 1700-an, merupakan orang pertama yang berusaha merekonstruksi kehidupan historis Yesus.9 Sebelum Reimarus, "Satu-satunya biografi Yesus… yang penting bagi kita disusun oleh seorang Yesuit dalam bahasa Persi."10 Biografi ini ditulis pada paruh kedua tahun 1500 dan didesain secara spesifik untuk kebutuhan Akbar, Emperor Moghul. Biografi ini adalah,

sebuah pemalsuan cerdik mengenai kehidupan Yesus di mana penghapusan-penghapusan dan penambahan-penambahan yang diambil dari Apocrypha, diilhami oleh tujuan satu-satunya, yaitu menyuguhkan kebesaran Yesus kepada seorang penguasa yang open-minded, yang mana tidak boleh ada sesuatu apa pun yang melukai perasaannya. 11

Kondisi karya yang meragukan ini tidak menghalanginya untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Latin satu abad berikutnya oleh seorang teolog Gereja Pembaruan yang ingin mendiskreditkan Katolik.12 Oleh karena itu, usaha pertama pada biografi, ditulis enam belas abad penuh setelah kehidupan aktual Yesus yang menapaki lorong-lorong berliku-liku Yerusalem, adalah tidak lebih dari sebuah teks misionaris yang secara historis invalid yang telah menjadi bidak lain dalam perang doktrinal antara Katolik dan Protestan. Bahkan sarjana-sarjana berikutnya telah gagal menyusun sebuah biografi yang viable. Tampaknya setelah hilangnya lnjil yang asli,13 dalam masa dua ribu tahun ini tidak ada satu pun usaha yang berhasil mengompilasi sebuah gam­baran ringkas historis tentang Yesus. Robert Funk menjelaskan masalah ini sebagai berikut:

Sejauh yang bisa saya temukan, tak seorang pun yang pernah menyusun [sebuah] daftar tentang semua kata-kata yang dihubungkan atau di­nisbatkan kepada Yesus dalam masa tiga ratus tahun pertama menyusul kematiannya… Di antara buku-buku ilmiah yang ditulis tentang Yesus pada sekitar abad yang lalu… saya tidak dapat menemukan satu pun daftar yang kritis tentang ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan (Yesus)… Tidak ada satu pun [diantara kolega saya] yang menyusun sebuah daftar kasar (mengenai Yesus)… [padahal] kebanyakan dari mereka memberi kuliah atau menulis tentang Yesus hampir setiap harinya.14

Setelah dua puluh abad material historis itu masih senantiasa sangat kurang yang untuk membuat sketsa sebuah kerangka dasar saja menjadi problematika, kecuali jika seseorang memilih mengabaikan historisitas dan sebagai gantinya hanya bersandar pada “Yesus keimanan” (Jesus of taith) seperti yang ter­gambar dalam PB.15

iii. Kristus dan bahasa-Ibunya

Kekurangan informasi ini begitu meluas sampai-sampai kita tidak tahu hanyak tentang sifat-sifat Yesus yang paling fundamental. .jika daftar lengkap mengenai ucapan-ucapannya saja tidak pernah diketahui para pengikutnya, apakah para sarjana bersepakai tentang bahasa tertentu yang mungkin dahulu digunakan Yesus dalam ucapan-ucapannya? Kitab-kitab Injil, begitu juga penulis-penulis Kristen dahulu maupun kini, telah gagal memberi jawaban yang pasti. Di antara dugaan-dugaan para sarjana awal dalam hal ini, kita mempunyai: dialek Galil bangsa Kaldan (J.J. Scalinger); Suriah (Claude Saumaise); dialek Onkelos dan Jonathan (Brian Walton); Yunani Kuno (Vossius); Ibrani (Delitzsch dan Resch); Aram (Meyer); dan bahkan Latin. (Inchofer, sebab “Tuhan tidak boleh menggunakan bahasa lain apa pun di bumi, karena ini adalah bahasa orang-orang suci di langit”).16

iv. Kristus: Sifat-sifat Moral Tuhan?

Kristus dikatakan sebagai salah saw dari tiga unsur Ketuhanan (Godhead). Siapa pun yang masuk ke sebuah gereja, gereja mana pun yang diakui secara tradisional, bagaimana pun juga akan segera melihat absennya dua per tiga dari Ketuhanan ini secara telanjang, dengan hanya figur satu-satunya yang terpampang, Yesus. Bapak dan Roh Tuhan telah dilupakan hampir sepenuhnya, dan sebagai gantinya Yesus Kristus mendapatkan kedudukan terkemuka. Meskipun peran yang besar ini, perlakuan terhadapnya oleh sebagian penulis Kristen meninggalkan noda-noda hitam dalam warisannya, yang sehingga menjadi sulit untuk menerimanya sebagai seorang figur yang secara universal dicintai orang-orang Kristen-atau setidaknya sebagai seseorang yang moralitasnya mereka anggap pantas diikuti.

a) Canon Montefiore: Yesus Seorang Gay?

Berbicara tentang Yesus pada konferensi the Modern Churchmen di Oxford, 1967, Canon Hugh Montefiore, Pendeta Great St. Mary, Cambridge, menyatakan:

Kawan-kawannya adalah perempuan, tapi dia mencintai laki-laki. Satu fakta yang mencolok adalah bahwa dia tidak kawin, dan kaum lelaki yang tidak kawin biasanya memiliki satu dari tiga sebab: mereka tidak mampu menempuhnya; tidak terdapat gadis; atau mereka secara natural Homoseksual.17

b) Martin Luther: Yesus Berzina Tiga Kali

Martin Luther juga menegasikan image Yesus yang suci. Ini bisa ditemukan dalam Table-Talk-nya Luther,18 yang autentisitasnya tidak pernah diragukan meskipun bagian-bagian tertentu mempermalukan. Arnold Lunn menulis:

Weimer menyitir satu nukilan dari Table-Talk di mana Luther menyata­kan bahwa Kristus berzina tiga kali, pertama dengan perempuan di sumur, kedua dengan Mary Magdalena, dan ketiga dengan perempuan yang diambil dalam perzinaan, "Yang dia lepaskan begitu saja. Dengan demikian, Kristus yang begitu suci telah berzina sebelum meninggal.19

  1. Murid-Murid Yesus

Mari kita buang tuduhan-tuduhan ini sekarang dan mencermati PB. Barangkali sangat baik memulai diskusi ini dengan mengulas beberapa pe­ristiwa utama menjelang hari-hari akhir hayat Yesus (sebagaimana dijelaskan dalam empat Injil). Sebagai hasil karya keimanan, Injil-injil itu berusaha menggambarkan kedamaian batin Yesus secerah mungkin, sebagaimana yang seharusnya dilakukan. Mari kita teliti gambar-gambar ini untuk mengetahui dengan pasti bukan sifat-sifat Yesus, tapi sifat-sifat para muridnya yang me­mikul beban menyebarluaskan pesan Yesus. Berdasarkan gambar-gambar mereka di dalam Injil kita akan dapatkan satu ide yang konkret bagaimana PB memandang dirinya sendiri, karena orang-orang ini merupakan cikal-bakal (nucleus) yang melaluinya agama Kristen bersemi.

Matius 26 (Contemporary English Version)

20-21 Sementara Yesus makan [hidangan Paskah] bersama dengan dua belas muridnya petang itu, dia berkata, “Seorang dari antara kalian akan menyerahkan aku kepada musuh-musuhku.”

22 Murid-rnurid menjadi sangat sedih, dan seorang demi seorang berkata kepada Yesus, “Tentu hukan saya yang Bapak maksudkan.”

23 Dia menjawab, “Orang yang makan bersama saya dari tempat makan yang sama akan Mengkhianatiku.”…

25 Yudas berkata, “Bapak Guru, tentu bukan saya yang Bapak maksudkan!” Yesus menjawab, “Begitulah katamu!” Tapi kemudian, Yudas benar-benar mengkhianatinya.

31 Yesus berkata kepada murid-muridnya, "Pada malam ini juga kamu semua akan lari meninggalkan aku, karena dalam Alkitab tertulis,

‘Aku akan membunuh gembala itu, dan kawanan dombanya akan tercerai-berai.’

32 Tetapi setelah aku dibangkitkan kembali, aku akan mendahului kalian ke Galilea."

33 Petrus berkata, “Biar semua meninggalkan Bapak, saya sekali-kali tidak!”

34 Yesus menjawab, “Saya ingatkan bahwa sebelum ayam berkokok malam ini juga, engkau tiga kali mengingkari aku.”

35 Tetapi Petrus berkata, “Sekalipun saya harus mati bersama Bapak, saya tidak akan berkata bahwa saya tidak mengenal Bapak.” Dan semua murid yang lain berkata begitu juga.

36 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-muridnya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Ketika sampai di sana ia berkata kepada mereka, “Duduklah di sini sementara aku pergi berdoa.”

37 Lalu ia mengajak Petrus dan kedua saudara laki-laki (anak Zabedeus), James dan Yohanes, pergi bersama-sama dengan dia. la merasa sedih sekali dan gelisah,

38 dan ia berkata kepada mereka, “Aku sangat sedih serasa akan mati saja. Tinggallah di sini dan turutlah berjaga-jaga dengan aku.”

39 Kemudian Yesus pergi lebih jauh sedikit. Lalu ia tersungkur ke tanah dan berdoa, “Bapa, kalau boleh, janganlah membuatku menderita dengan membuatku minum dari gelas ini. Tetapi lakukan apa yang Engkau inginkan, dan bukan yang aku inginkan.”

40 Yesus kembali dan mendapati murid-muridnya sedang tidur. Kemudian ia berkata kepada Petrus, "Hanya satu jam saja kalian bertiga tidak dapat berjaga dengan aku?

41 Berjaga jagalah dan berdoalah supaya kalian jangan mengalami cobaan. Memang kalian mau melakukan yang benar, tapi kalian lemah."
42 Sekali lagi Yesus pergi berdoa, katanya, “Bapa, kalau penderitaan ini harus aku alami, dan tidak dapat dielakkan, biarlah kemauan Bapa yang jadi.”

43 Yesus kernbali lagi dan mendapati rnereka masih juga tidur, karena mereka terlalu mengantuk.

44 Sekali lagi Yesus meninggalkan mereka untuk berdoa dengan mengucapkan kata-kata yang sama.

45 Akhirnya, Yesus kembali kepada murid-muridnya dan berkata, “Masihkah kalian tidur dan istirahat? Lihat, sudah tiba waktunya Anak Manusia diserahkan kepada kuasa orang-orang berdosa.”…

47 Sementara Yesus masih berbicara, Yudas sang pengkhianat itu datang. Dia adalah seorang dari kedua belas murid, dan bersama-sama dengannya datang juga banyak orang yang membawa pedang dan pentungan. Mereka disuruh oleh imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi.

48 Yudas sudah memberitahukan kepada mereka sebelumnya, “Orang yang saya cium, itulah orangnya, tangkaplah dia.”

49 Yudas langsung pergi kepada Yesus dan berkata, “Salam, Guru.” Kemudian Yudas menciumnya.

50 Yesus menjawab, "Temanku, kenapa anda kemari? Kemudian orang banyak itu maju dan menangkap Yesus.

51 Salah seorang pengikut Yesus menghunus pedangnya. Dia memarang hamba imam agung sampai putus telinganya.

52 Yesus berkata kepadanya, Masukkan kembali pedangmu ke dalam sarungnya, sebab semua orang yang menggunakan pedangnya akan mati oleh pedang…

55 Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu, "Apakah aku ini penjahat, sampai kalian datang dengan membawa pedang dan pentungan untuk menangkap aku? Setiap hari aku duduk dan mengajar di Rumah Tuhan, dan kalian tidak menangkap aku.

56 Tetapi memang sudah seharusnya begitu supaya terjadilah apa yang ditulis oleh nabi-nabi di dalam Alkitab." Semua murid-muridnya lari meninggalkan Yesus.

57 Setelah Yesus ditangkap, dia dibawa ke rumah imam agung Kayafas…
58 Petrus mengikuti Yesus dari jauh sampai ke halaman rumah agung. Lalu Petrus masuk ke dalam halaman itu, dan duduk bersama-sama pengawal untuk mengetahui apa yang akan terjadi.

69 Sementara Petrus sedang duduk di luar, di halaman, salah seorang pelayan wanita datang dan berkata kepada Petrus, "Bukankah engkau juga bersama-sama Yesus orang Galilea itu?

70 Tetapi Petrus berkata di depan setiap orang, “Tidak begitu! Saya tidak tahu apa maksudmu!”

71 Ketika Petrus pergi ke pintu halaman, seorang pelayan wanita yang

lain melihat Petrus, dan berkata kepada orang-orang di situ, “Orang ini tadi juga bersama-sama dengan Yesus dari Nazaret itu.”

72 Lalu Petrus menyangkal lagi, dan bersumpah, “Sungguh-sungguh saya tidak kenal orang itu!”

73 Tidak lama sesudah itu, orang-orang yang berdiri di situ datang kepada Petrus dan berkata, “Pasti engkau salah seorang dari mereka. Itu kentara sekali dari logatmu yang seperti seseorang dari Galilea.”

74 Lalu Petrus mulai menyumpah-nyumpah dan berkata, “Saya tidak kenal orang itu!” Saat itu juga ayam berkokok,

75 dan Petrus teringat bahwa Yesus sudah berkata kepadanya, “Sebelum ayam berkokok, engkau berkata tiga kali bahwa tidak tahu Aku.” Lalu Petrus keluar dan menangis dengan sedih.

Rekaan imajiner yang mudah diklarifikasikan, pelajari saja sejarah Bangsa Romawi waktu itu, sekaligus sejarah Bangsa Yahudi waktu itu

Demikian FAKTA sejarah mengungkapkan, hanya orang yang tidak mengerti sejarahlah yang menyatakan Yesus Kristus tidak pernah ada

Dan ketika mengungkapkan sarjana Kristen dan teolog; sajarna Kristen itu namanya siapa? Teolog itu namanya siapa?

Sejarah Yesus tidak ada pada Injil? Prosesi Penyaliban itu adalah FAKTA sejarah terpenting, begitupula dengan kebangkitan-Nya

Lantas INJIL dan FAKTA sejarah ROMAWI dan sejarah YAHUDI bukan sumber yang utama? Untuk apa referensi? Kalau mengunakan sumber pertama

Mengenai KRISTUS, mohon pelajari lebih lanjut lagi artinya

Saksi yang netral itu anda? Atau siapa? Apakah sejarah bangsa Romawi bukan saksi yang netral?

Atau maksudnya saksi yang netral adalah saksi yang “memberatkan” atau saksi yang “menyangkali”?

Realitas yang sangat berlawanan itu adalah imajinasi anda sendiri, Karena anda pun tidak bisa mengunakan penalaran yang sehat untuk mengakui fakta sejarah yang tidak bisa anda ingkari lagi

Dan analogi publik figur tersebutpun, sangat tidak kontekstual dan kontenstual, apa dulu ada liputan gossip untuk selebriti

Kerancuan anda dalam menalarpun begitu jelas, dengan menarik ukuran jaman sekarang ke ukuran waktu itu, sungguh absurd dan tidak rasional

Itulah kalau terpaku dan sudah “tercemari” doktrin kepercayaan sendiri, dan “mengkalibrasi” nya diluar konteks dan kontens

Mungkin ada pengaruhnya kepada “mentalitas” publik figur selebritis dan pengultusan, sehingga biografi lebih penting dari esensi misi dan konsekuensi makna kedatangan-Nya

Yang pasti Tuhan Yesus tidak datang untuk jadi selebritis, dan memang tidak berniat membuat biografi, seperti kitab lainnya

Kok tidak konsisten, sebentar bilang tidak ada sama sekali Yesus itu

Sekarang bilang ada, tapi ada tambahan2?

Yang mana yang benar?

Kok diri sendiri “mengadu domba” diri sendiri ?

Dan orang yang hidup pada thn 1700 bisa “lebih tahu” dari murid yang bersama-Nya?

Tahu atau mengira tahu?

Bukti sejarah ketiadaan Yesuspun memang pernah menjadi alat bukti ilmiah? Dan mempunyai daya bukti yang kuat?

Dan perbedaan denominasi Khatolik & Protestan, menjadi alat bukti bagi “kegagalan” Historis Yesus?

Memang ada biografi yang mencatat keseluruhan daftar lengkap ucapan-ucapan tokok yang ditulis dalam biografi itu?

Berapa juta halaman tebalnya? Siapa juga yang mau baca, “titik-komanya”

Sungguh argumen yang absurd dan tidak menalar secara rasional

Hmm…dia tidak mengerti yang dia ucapkan

Sudahlah….

Apa orang yang belum kawin dan berkumpul dengan pria itu sudah pasti gay?

Sekali lagi argument yang absurd dengan citra rasa pembodohan yang sungguh mengkuatirkan

Atau karena yang ada di “kepalanya” hanya kawin dan mengawinkan?

Sehingga tidak mengerti untuk apa Yesus datang kedunia

Ampunilah rekan kami Tuhan, karena dia tidak tahu apa yang dia ucapkan. Amin

Sekarang demi didudukan dalam kursi terdakwa perzinahan; Yesus jadi ada secara historis?

Otentitas Luther yang diontetiskan lagi oleh Lunn? Dan diontetitaskan lagi oleh Weimer?

Sehingga Marthin Lutherlah yang harus bertanggung jawab atas perkataan Lunn?

Lunn itu siapanya Marthin Luther? Muridnya?

Sudah seenaknya menyebarkan kabar bohong, terus mari kita buang kabar bohong atau tuduhan itu?

Hampir setengah pembahasan anda adalah kabar bohong? Dan baru permulaan?

Agama Kristen bersemi dengan darah atas Salib Kristus dan darah martir? Sedemikiankah beban yang sanggup dipikul oleh manusia yang menuhankan Yesus?

Apakah anda mau disiksa begitu kejam untuk sesuatu ?

Bicara itu mudah, namun kalau anda belum pernah merasakan penyiksaan dan mati martir, rasakan terlebih dahulu atau setidaknya berempati untuk membayangkannya dulu, baru argumen anda berbobot dan bermakna

ini Injil fiktif atau ketidaksanggupan melakukan terjemahan dalam bahasa Indonesia

Saya berharap model2 seperti ini tidak ditemukan lagi, karena sama sekali bobot argument yang disampaikan absurd dan tidak rasional, yang merupakan manifestasi semangat pembodohan dalam berdiskusi

Mungkin karena terlalu banyak copy-paste?

GBU

@ all

saya memberikan waktu 3 x 24 jam, sekiranya ada yang mau memberikan respon yang berkenaan dengan topik ini, untuk kemudian dapat dipindahkan ke forum terbuka ; terjawab

atas perhatianya dan pengertiannya saya ucapkan terima kasih

GBU

kaum lelaki yang tidak kawin biasanya memiliki satu dari tiga sebab: mereka tidak mampu menempuhnya; tidak terdapat gadis; atau mereka secara natural Homoseksual.17

Enak aja… ad hominem kepada saya ini…

dan tidak Alkitabiah… jawabannya ada di Mat 19:12 (ga pernah baca Alkitab kalee pendeta itu?)
Hahaha… aya aya wae…

Best Regard,
Daniel FS

@ Jessica
Prolog pembukanya adalah kutipan dari Francis Bacon…?

Atau terinspirasi dari signature di fordis lain?

SL

Bisa jadi tukang kutipnya yang sembarangan ngutip…

Btw, dari sampling kasar, sebagian besar homoseksual justru ingin kawin. Salah satu impuls paling berpengaruh yang menyebabkan seseorang memilih homoseksual karena ingin kawin. Coba lakukan survei saja, berapa % homoseksual yang tidak kawin? Tentu kawin dalam definisi ini adalah melakukan aktivitas seksual.

Sejarah fase pertama gerakan Kristen terbagi ke dalam empat bagian. Yang pertama adalah masa para apostel (hawariyun) -mereka adalah murid-murid urid terdekat Almasih- yang menyebar ke seluruh penjuru dunia untuk menyebarkan ajaran Almasih. Fase ini habis bersamaan dengan kematian Paulus di Roma pada awal tahun enam puluhan abad pertama. Paulus termasuk orang-orang yang meninggal di tangan kaisar Nero yang membakar kota Roma kemudian menuduhkannya kepada orang-orang Kristen.

Fase kedua yang disebut dengan fase para pastur bermula ketika jemaat-jemaat Kristen menyebar dengan cepat di seluruh wilayah imperium Romawi. Tetapi penyebaran itu tidak teratur.

Fase ketiga bermula sejak akhir abad kedua ketika jemaat-jemaat Kristen terbagi ke dalam pendeta dan anggota. Bahkan jemaat Kristen ini pecah dari dalam, ada beberapa golongan yang memisahkan diri karena menolak institusi para pendeta kemudian membentuk gerakan-gerakan balik, terutama di Mesir, Syam dan Anatolia.

Adapun fase keempat dimulai sejak paroh kedua abad keempat, yaitu ketika agama Kristen telah menjadi agama resmi bagi imperium Romawi. Saat itu kekuasaan gereja Roma meluas hingga mencakup seluruh wilayahnya. Di sini gereja berubah menjadi lembaga yang teratur dan menggunakan kekuasaan negara untuk menghabisi jemaat-jemaat yang tidak sepaham. Di samping juga bisa mempengaruhi kehidupan politik bahkan mengendalikannya.

Sekarang tampak jelas bagi kita dari penemuan�penemuan arkeologi terkahir -terutama di Nag Hamady- bahwa di sana terdapat tulisan-tulisan yang tersebar dari kalangan umat Kristen pada permulaan zaman Masehi, tapi kemudian hilang sama sekali. Jemaat-jemaat Kristen perdana itu tidak terorganisir secara rapi. Mereka tidak memiliki pemimpin atau pendeta yang memimpin kebaktian atau menentukan cara menafsiran teks suci dan mengamalkannya. Sebaliknya, tiap orang dari mereka, baik laki-laki maupun perempuan- berhak menyampaikan khutbah di depan jemaat saat berkumpul dan berhak juga untuk menafsirkan berbagai sisi dogma Kristen. Dari sini timbullah banyak golongan pada masa itu.

Pada fase pertama gerakan Kristen, yaitu fase di mana para murid Almasih menyebarkan dakwah,

jemaat-jemaat Kristen baru terbentuk dari kelompok campuran. Semuanya ikut serta dalam ritual peribadatan tanpa perbedaan. Pada fase ini, juga tidak ada pendeta.

Tapi karena ada beberapa ritual peribadatan yang memerlukan seorang pembimbing atau pemimpin seperti prosesi pembaptisan dengan air, perayaan paskah dan perayaan hari kebangkitan biasanya hal�hal semacam ini dilakukan oleh anggota jemaat yang paling tua. Lalu bersamaan dengan perjalanan waktu, para pastor mengubah peran mereka dalam jemaat Kristen menjadi peran pemimpin. Di samping itu mereka juga menegaskan wewenang mereka dalam menafsirkan teks suci -bahkan menambahinya- dan akhirnya mengharamkan seluruh anggota jemaat untuk keluar dari ajaran-ajaran mereka atau berbeda dalam menafsirkannya. Kemudian, mulai pertengahan abad kedua Masehi para pastor mulai melancarkan kritikan-kritikan mereka kepada orang-orang yang memiliki pendapat beda. Mereka ini diberi pilihan: mematuhi ajaran-ajaran itu atau meninggalkan gereja.

Dari sini timbul perpecahan besar di dalam tubuh jemaat-jemaat Kristen yang ditindas oleh orang Romawi pada masa itu. Para pastor ini segera menentukan apa saja yang harus diterima oleh para anggota dan mengumumkan dekret kesaksian yang harus diumumkan oleh setiap orang Kristen agar diterima ke dalam jemaat ortodoks (mengikuti jalan yang benar) dan Katolik (yakni universal). Hanya saja, ada beberapa jemaat Kristen yang menolak redaksi kesaksian itu, terutama jemaat-jemaat yang ada di Mesir. Bahkan jemaat-jemaat ini tidak mengakui wewenang para pastor. Wewenang itu menurut mereka didapat dengan cara merampas. Ketika itu, para pastor mengumumkan bahwa semua orang yang menolak kekuasan mereka adalam kelompok heretik dan menyimpang dari jalan ortodoks yang benar.

Dalam hal ini, Uskup Irenaeus, pendeta kota Lyon adalah orang pertama yang menerbitkan buku yang terdiri dari lima jilid pada tahun 189 M. Dalam buku itu dia menyerang kelompok-kelompok penolak kekuasaan para pendeta. Setelah itu dia menyeru untuk melenyapkan segala sesuatu yang bernama ma’rifat (pengetahuan). Dalam mukadimahnya dia mennyebutkan bahwa alasan penulisannya ini adalah: "untuk menjelaskan pendapat-pendapat orang-orang yanq pada saat ini mengajarkan bid’ah… juga untuk memperlihatkan bahwa pernyataan-pernyataan mereka kontradiktif denqan fakta, selain tidak masuk akal… saya melakukan ini aqar kalian semua mau menganjurkan orang-oranq yang kalian gauli agar menghindari kekafiran dan kegilaam semacam ini. "

Irenaeus selanjutnya menyebutkan bahwa di antara kitab-kitab palsu itu adalah lnjil Hakikat yang ditemukan salah satu naskahnya di perpustakaan Nag Hamady. Lima puluh tahun kemudian Hypholitus - seorang guru di Roma- menerbitkan sebuah buku yang berjudul Penyalahan Kelompok Heretik untuk menyingkapkan- kepalsuan kaum heretik (pembuat bidah). Untuk menjelaskan mana yang dianggap benar dan mana yang dianggap heretik, pertama-tama mereka menentukan dogma-dogma yang mereka anggap palsu lalu membuat kaedah-kaedah berpikir yang benar.

Sejak saat nama Arifin (orang-orang yang mengerti) dipakai untuk menyatakan orang-orang yang keluar dari ajaran-ajaran para pastor akibat mencari pengetahuan. Hanya saja, pengetahuan yang dimaksud di sini bukanlah pengetahuan rasio atau inderawi, tetapi yang dimaksud adalah sejenis penglihatan rohani yang bertujuan untuk mengetahui ruh ilahi dengan cara mengenali diri. Pengetahuan terhadap diri sendiri bagi kaum Arifin adalah jalan untuk mengetahui Tuhan, di mana jiwa manusia menurut mereka adalah bagian dari ruh ilahi.

Kelompok Arifin ini berbeda dengan para uskup dalam beberapa sisi yang cukup mendasar. Sementara para pastor mengatakan bahwa Yesus adalah anak Tuhan yang mempunyai tabiat yang berbeda dengan tabiat manusia lain, lnjil Tomas mengatakan bahwa setiap orang yang bisa mendapatkan pengetahuan yang sebenarnya akan menjadi seperi Yesus.

Yesus bersabda (kepada Thomas): 'Aku bukan tuanmu, karena engkau telah minum, … tiap orang minum dari mulutku akan menjadi mirip denganku, akan tersingkapkan baginya segala sesuatu yanq tersembunyi. "

Dalam tulisan-tulisan Nag Hamady, Yesus tidak pernah berbicara mengenai kesalahan dan ampunan kepada murid-muridnya sebagaimana yang dilakukan oleh para pastor. Sebaliknya, yang dibicarakan oleh Yesus adalah masalah kebodohan dan pengetahuan. I<epurnaan menurut kaum Arifin akan datang ketika manusia telah mengenali tabiat ruhnya, dan mengetahui bahwa yang kekal itu adalah ruh dan bukan jasad yang mereka anggap sebagai pakaian temporer. Dengan demikian, kebangkitan Almasih dari antara orang-orang mati tidak bersifat badani tetapi bersifat rohani. Dalam tulisan-tulisan kelompok Arifin tidak ada suatu hal yang menunjukkan bahwa Almasih bertemu secara fisik dengan murid-muridnya. Sebaliknya yang mereka jumpai adalah pengalaman rohani.

Ketika kaisar Kostantin memeluk agama Kristen pada pertengahan pertama abad keempat Masehi, agama baru ini menjadi agama resmi negara. Bersamaan dengan itu, para pendeta yang sebelumnya dikejar-kejar petuyas berubah menjadi para pemimpin yang mengeluarkan perintah kepada mereka. Saat itu para pendeta menggunakan wewenang baru mereka untuk menghabisi kelompok-kelompok yang tidak sejalan dengan ajaran-ajaran mereka. Untuk itu, mereka mengeluarkan perintah untuk mengharamkan buku-buku yang menyimpang kemudian membakarnya, sedang kepemilikannya dianggap sebagai kejahatan yang mendapatkan sanksi hukum. Dalam hal ini perpustakaan Iskandariah adalah salah satu instansi yang dibakar atas perintah para pendeta Roma pada paroh kedua abad keempat, yakni waktu disembunyikannya jilidan-jilidan Nag Hamady di Mesir Selatan. Para biarawan Mesir yang tinggal di biara Santo Bakhumis di wilayah Nag Hamady mengetahui tingkat bahaya yang mengancam mereka dan buku�buku ini. Mereka tidak ingin jika buku-buku tersebut dilalap api. Maka buku-buku itu pun mereka simpan di datam gentong besar yang mereka sembunyikan di antara kuburan-kuburan leluhur.

Ketika para ahli fikih dari kelompok Arifin menolak otoritas para pendeta karena tidak bersandar pada ajaran Almasih atau murid-murid perdananya, gereja Roma menyebarkan cerita fiksi yany mengatakan bahwa Santo Petrus setelah menghilang dari Yerusalem pada pertengahan abad pertama, dia pergi ke Roma dan memberikan mandat kepada para pasturnya agar menjadi wakil Yesus di atas bumi. Cerita ini muncul pertama kali pada abad kedua dalam bentuk kisah mitologis. Tapi segera berubah menjadi bagian utama dari sejarah gereja Roma. Pada zaman modern ini -abad dua puluh- Vatikan melakukan penggalian di bawah gedung utama di Roma dan tidak lama setelah itu keluar pengumuman bahwa penggalian itu telah menemukan tulang-belulang Santo Petrus. Terlepas dari benar dan tidaknya peristiwa ini, para pendeta berhasil memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan mereka. Pada abad pertengahan mereka bahkan sangat keterlaluan dalam menggunakan surat izin melalui penerbitan kupon pengampunan atas nama Yesus.

Strategi para uskup Roma berhasil menghabisi seluruh tulisan yang berbeda dengan ajaran-ajaran mereka. Keadaan ini terus bertahan dalam rentang waktu yang sangat panjang. Baru berhenti saat diketemukannya perpustakaan Koptik Nag Hamady di Mesir Selatan setengah abad yang lalu. Jadi selama 19 abad tidak ada informasi tentang jemaat-jemaat Kristen perdana yang telah punah selain yang berasal dari tulisan-tulisan para uskup. Tapi penemuan perpustakaan Nag Hamady itu telah membuka jalan untuk mengetahui keyakinan-keyakinan Kristen yang tersebar sepanjang dua abad pertama Masehi.

apakah yg saya quote mempuyai cacat ?saya ga mau misinfomation mohon sanggahannya

Salam Damai

Buat baca2: http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html

Coba baca2 ini…dulu saya mendapatkannya dari email…tapi setelah cari2 gak ada lagi.

http://dedewijaya83.multiply.com/journal/item/1/MENGAPA_MENYELIDIKI_PASKAH_

Sepertinya ga ada kisah yang sempurna dalam perkembangan sebuah agama ya…Tadinya saya kira agama Kristen dgn paham trinitas itu murni lahir dari ajaran Tuhan…Tetapi setelah baca sana baca sini…buka kitab ini buka kitab itu…saya baru tau bahwa paham trinitas ini lahir dari buah pikiran para rasul dalam PB…bahkan paham inipun menjadi semacam paham yg lahir dari sebuah keharusan/pemaksaan…tak sedikit yg harus meregang nyawa hanya karna tidak sepaham dan menolak paham trinitasnya agama Kristen itu sendiri…

sejarah yg kelabu…

Itu mah asumsi kamu.

sejarah tidak pernah kelabu…anda yg kelabu.

Kembalilah ke jalan yg benar.

@ Cosmic…

                      -----------

IRANAEUS (130 ? 200 M)

Ketika Iraneus lahir, agama Kristen yang berpusat di Antiokia telah menyebar ke Afrika Utara sampai ke Spanyol dan Perancis selatan. Uskup Lyon yang bernama Pothinus pernah menyuruh Iranaeus membawakan surat petisinya ke Paus Eleutherus (174 189 M) di Roma. Dalam petisi itu, Pothinus memohon agar Paus menghentikan pembunuhan terhadap orang-orang Kristen yang menolak doktrin Trinitas. Disaat Iranaeus masih berada di Roma, dia mendengarkan berita pertikaian antar kelompok Kristen yang mengakibatkan Uskup Pothinus terbunuh. Setelah pulang ke Lyon, dia menjadi uskup menggantikan Pothinus.

Tahun 190 M, dia menulis surat kepada Paus Victor I (189 ? 198 M) untuk menghentikan pembunuhan terhadap orang-orang Kristen yang berbeda keyakinan. Kerusuhan antar kelompok terulang lagi, dan pada tahun 200 M, dia dibunuh kelompok Trinitas yang dipelopori Paus Victor.
------------

Suka ataupun tidak itu memang terjadi…

Jika kawan ingin menambah ilmu, cobalah baca AL Qur’an
Surat Al-Maidah(5): ayat 14
kira kira yang artinya sbb:
Dan di antara orang-orang yang mengatakan:
“Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani” ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami tibulkan diantara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan.

mudah2an dapat membantu…

Apakah kamu bukan bagian dari sejarah itu?

Kamu Kristen?

Emangnya Islam tidak ada sejarah hitamnya?

Kalo mau ngomong penganut ajaran itu, apa bedanya kalian, jadi jangan sombong. Lihatlah sejarah kalian sendiri.

Mari, bicara ajarannya.

Yesus mengajar mengasihi.

Beda dengan Muhammad kan?

Jadi, di Kristen, yg salah penganut ajarannya, bukan pembawa [email protected] Yesus.

Sebaliknya, di Islam, membunuh itu suatu perintah.

Itu perintah dari pembawa ajaran itu, Muhammad.

Jadi, bunuh-membunuh dalam sejarah kalian sungguh suatu perintah dari pembawa ajaran kalian.

Maap, ini mungkin menyinggung tapi itulah kenyataan.

coboy(cosmicboy) :tongue:

Emangnya Islam tidak ada sejarah hitamnya?
lah ngapain pulak kau belajar sejarah Islam?bukan kah kau lebih penting untuk belajar sejarah Kristen?
Kalo mau ngomong penganut ajaran itu, apa bedanya kalian, jadi jangan sombong. Lihatlah sejarah kalian sendiri.

sombong? tp manis kan coboy? ;D ;D

Mari, bicara ajarannya.
yuk mari
YESUS mengajar mengasihi.
Matius 10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. coboy coba direnungkan apa arti ayat diatas bukankah sejak adanya YESUS melahirkan perselisihan kenyakinan agama dari internal hingga eksternal kan? itulah yg dimaksud "membawa pedang" boy.rekan FK jgn salah paham disini saya mungkin rekan2 non Kristen jg sama tdk pernah ada maksud menhina,melecehkan YESUS karena kami pun selalu memberikan pujian dlm tahiyat akhir sebagaimana Engkau telah limpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan juga kepada [b]keluarga Nabi Ibrahim, [/b] YESUS(Isa A.S) termasuk keluarga besar Ibrahim(Abraham) boy :happy0025:
Beda dengan Muhammad kan?
ya beda donk boy disini kan forum Kristen atuh, mana boleh buka lapak agama lain boy...boy ;D ;D
Jadi, di Kristen, yg salah penganut ajarannya, bukan pembawa [email protected] YESUS.
setuju boy :afro:trus salahnya dimana tuh boy doktrin bukan boy?
Sebaliknya, di Islam, membunuh itu suatu perintah.

Itu perintah dari pembawa ajaran itu, Muhammad.
Jadi, bunuh-membunuh dalam sejarah kalian sungguh suatu perintah dari pembawa ajaran kalian.

Maap, ini mungkin menyinggung tapi itulah kenyataan.


boy jgn mentang2 ini forum Kristen trus situ mau buka lapak or "kampanye- hitam agama lain boy…boy :ashamed0004: :ashamed0004:
liat donk aturan main donk

pizz :happy0025:

Bgaimana anda bisa berkata bahwa saya adalah bagian dari sejarah itu…??

Apakah saya harus membuktikan keKRISTENAN saya dgn berlaku seperti seorang ikan paus(viktor) yg diatas…?

Orang2 seperti itu jelas bukan pengikut Yesus sejati…mereka hanya mencari keuntungan pribadi/golongan dgn berlaku seperti itu…sebab Yesus tidak pernah mengajarkan hal2 seperti yg telah mereka lakukan terhadap : IRANAEUS…dan ia hanyalah salah satu dari sekian ribu Martir dari pengikut Yesus…

Karna Agama jelas bukan paksaan…agama adalah kerelaan untuk mau meyakini dan menjalankannya dgn niat tulus ikhlas dan tanpa pamrih…

Cari dan temukanlah inti dari ajaran agamamu…

Jika Yesus adlah Juru Selamat anda…maka jadilah seorang murid Yesus yang sejati…

                       -----------

Anda bertanya : Kamu Kriesten?

Saya jawab : Saya seorang pengikut Yesus…dan YHVH adlah TUHAN DAN ALLAH saya…bukan yang lainnya…

syaloom…

[quote author=false-hope link=topic=7033.msg181597#msg181597 date=1266774606]
coboy(cosmicboy) :tongue:

Emangnya Islam tidak ada sejarah hitamnya?
lah ngapain pulak kau belajar sejarah Islam?bukan kah kau lebih penting untuk belajar sejarah Kristen? [b] Terpojok?[/b]
Kalo mau ngomong penganut ajaran itu, apa bedanya kalian, jadi jangan sombong. Lihatlah sejarah kalian sendiri.

sombong? tp manis kan coboy? ;D ;D

Bagus, anda jujur pada sejarah agama anda.

Mari, bicara ajarannya.
yuk mari

Lalu kenapa kalian bawa2 para penganut ajaran itu?

YESUS mengajar mengasihi.
Matius 10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. coboy coba direnungkan apa arti ayat diatas bukankah sejak adanya YESUS melahirkan perselisihan kenyakinan agama dari internal hingga eksternal kan? itulah yg dimaksud "membawa pedang" boy.rekan FK jgn salah paham disini saya mungkin rekan2 non Kristen jg sama tdk pernah ada maksud menhina,melecehkan YESUS karena kami pun selalu memberikan pujian dlm tahiyat akhir [b] Tafsiran yg ngawur spt itu menunjukkan anda tiada damai dihati dalam membaca Injil.[/b]

sebagaimana Engkau telah limpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan juga kepada keluarga Nabi Ibrahim,
YESUS(Isa A.S) termasuk keluarga besar Ibrahim(Abraham) boy :happy0025:

[b]YESUS tidak memerlukan itu.

Tidak ada artinya kalo kita tidak melakukan kehendak Bapa-Nya?[/b]

Beda dengan Muhammad kan?
ya beda donk boy disini kan forum Kristen atuh, mana boleh buka lapak agama lain boy...boy ;D ;D

[b]Tiada niat untuk membahas.

Cuman utk mengingatkan.

Semua org sudah tau koq perbedaan itu.[/b]

Jadi, di Kristen, yg salah penganut ajarannya, bukan pembawa [email protected] YESUS.
setuju boy :afro:trus salahnya dimana tuh boy doktrin bukan boy?

[b]Tulisan saya jelas salahnya dimana?

Udah jelas banget nih.

Kalo masih ngga ngerti juga mah kebangetaaannnn… [/b]

Sebaliknya, di Islam, membunuh itu suatu perintah.

Itu perintah dari pembawa ajaran itu, Muhammad.
Jadi, bunuh-membunuh dalam sejarah kalian sungguh suatu perintah dari pembawa ajaran kalian.

Maap, ini mungkin menyinggung tapi itulah kenyataan.


boy jgn mentang2 ini forum Kristen trus situ mau buka lapak or "kampanye- hitam agama lain boy…boy :ashamed0004: :ashamed0004:
liat donk aturan main donk

pizz :happy0025:

Itu mah upaya utk membandingkan supaya jelas gituh, bukan bertujuan utk lawan aturan.

[quote author=young partizan link=topic=7033.msg182013#msg182013 date=1266832140]

Bgaimana anda bisa berkata bahwa saya adalah bagian dari sejarah itu…??

[b]Karena anda mengaku bukan bagian dari sejarah itu maka anda tidak berhak mengutuk mereka!

Saya mah bagian dari mereka, kesalahan mereka juga kesalahan saya…jadi saya mengutuk perbuatan mereka yg tidak melambangkan kasih YESUS.[/b]

Apakah saya harus membuktikan Kekristenan saya dgn berlaku seperti seorang ikan paus(viktor) yg diatas…?

Kita belajar dari sejarah Viktor. Mau?

Orang2 seperti itu jelas bukan pengikut YESUS sejati…mereka hanya mencari keuntungan pribadi/golongan dgn berlaku seperti itu…sebab YESUS tidak pernah mengajarkan hal2 seperti yg telah mereka lakukan terhadap : IRANAEUS…dan ia hanyalah salah satu dari sekian ribu Martir dari pengikut YESUS…

Karna Agama jelas bukan paksaan…agama adalah kerelaan untuk mau meyakini dan menjalankannya dgn niat tulus ikhlas dan tanpa pamrih…

Cari dan temukanlah inti dari ajaran agamamu…

Well said

Jika YESUS adlah Juru Selamat anda…maka jadilah seorang murid YESUS yang sejati…

Well said

                       -----------

Anda bertanya : Kamu Kriesten?

Saya jawab : Saya seorang pengikut YESUS…dan YHVH adlah TUHAN DAN ALLAH saya…bukan yang lainnya…

[b]YESUS yg lain atau YESUS alkitabiah (baca 2 Kor 11:4-5)

Boleh saya tau siapakah YESUS menurut kamu?

A. YHWH/TUHAN

B. Malaikat

C. Manusia biasa.

Jangan takut pada kebenaran. [/b]

syaloom…

Salam

Karena anda mengaku bukan bagian dari sejarah itu maka anda tidak berhak [b]mengutuk[/b] mereka!
Anda ini benar2 suka berkata yang tidak karuan ya sepertinya.. [b]Tunjukkan pada saya dimana letak perkataan saya yg anda maksud itu..[/b]
[b]Saya mah bagian dari mereka, kesalahan mereka juga kesalahan saya...jadi saya mengutuk perbuatan mereka yg tidak melambangkan kasih YESUS.[/b]
;D ;D ;D ;D ;D

Baru tau saya…Anda mengaku bagian dari mereka Tetapi kenapa anda hanya mengutuki mereka saja…Harusnya anda juga mengutuki diri anda juga dong…Bukankah anda sendiri yg mengaku bagian dari mereka…apa ini yg namanya maling teriak maling… ;D ;D ;D

jangan suka mengutuk ya masz…ga baik…

Kita belajar dari sejarah Viktor. Mau?
Tidak..terimakasih atas tawarannya bung..buat anda sendiri saja.. Saya takut nanti malah kejangkitan virus paksa memaksa doktrin.. Kalo belajar sejarah Yesus saya mau...kapan saja anda siap..
YESUS yg lain atau YESUS alkitabiah
Oh jelas Yesus yang lain dari versi paulus..Tetapi juga Yesus yang Alkitabiah versi Raja Daud dan Yesaya 42.. kita bahas dithread yg sudah ada saja okey..jadi oot nih..ga enak ma yg punya rumah..

@maaf ya Mod…

syaloom…