Sebenarnya, apa maksudnya Yesus disebut sang Firman dalam kasus Penciptaan?

Yohanes 1
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Apakah :

  1. Apa maksudnya Yesus disebut sang Firman (The Word)? Apakah Allah Bapa mengeluarkan Yesus (Firman) sebagai ‘bagian’ dari diriNya utk menciptakan segala sesuatu, dan kata2 yg keluar itu adalah Yesus??

  2. Atau Allah menciptakan ya kayak memerintah biasa aja, misalnya : jadilah terang! dan terang itu jadi sementara sang firman (Tuhan Yesus) tetap berada di dekatNya/bersamaNya?

  3. Atau Allah Bapa dan Yesus sama2 mencipta?

  1. mungkin bisa saja dikatakan begitu, tapi Yesus bukan sekedar “suara” saja dari Bapa, Dia adalah logos itu sendiri

  2. ya Yesus = Bapa, Yesus bukan ciptaan

  3. mereka itu satu

Untuk menegaskan bahwa Dia sungguh-sungguh Allah.

Bagaimana cara Bapa mengeluarkan-nya?

Itu maksudnya Allah atau Allah Bapa, bray?

Kalo maksudnya adalah Allah, maka case closed, karena Sang Firman adalah Allah dan bersama-sama dengan Allah.

Pakai perspektif Allah Tritunggal aza, bray.

Bukan dari Kekristenan, melainkan menurut saya sendiri hasil dari baca2 internet.
(abaikan perihal inkarnasi/Yesus dulu, kita ikutin ayat di time-frame “pada mulanya”)

God’s Mind. Ratio-Oratio. Ratio, Idea - Oratio mewujudkan apa yang ada di Mind dari Idea tsb. Allah + Logos.

Apakah Allah Bapa mengeluarkan Yesus (Firman) sebagai 'bagian' dari diriNya utk menciptakan segala sesuatu, dan kata2 yg keluar itu adalah Yesus??
  1. Atau Allah menciptakan ya kayak memerintah biasa aja, misalnya : jadilah terang! dan terang itu jadi sementara sang firman (Tuhan Yesus) tetap berada di dekatNya/bersamaNya?
Logos = Ratio-Oratio.
Dan menurut saya, tidak selalu berupa ucapan (keluar kata2 spt swaktu kita berbicara), karena mungkin bisa juga secara “dikehendaki/direveal” from the Mind
3. Atau Allah [b]Bapa dan Yesus sama2 mencipta[/b]?
Not in a sense spt dua orang bekerja bareng2 melakukan aksi dalam membuat sesatu.

All things were made and came into existence through Him
Melalui Ratio-Oratio. Prosesnya :

  1. Idea/Ratio mengenai X masih ada di Mind, dimana X itu sendiri belon terwujud
  2. Melalui Oratio, pengucapan (atopun bisa juga secara dikehendaki) … “jadi X !”, maka X terwujud.
    (X bisa apa saja, bisa benda, bisa “Law”, bisa event, dll)

Jadi,

  1. Logos/ratio = “The Son” awalnya ada didalam (“dikandung”) Allah = “The Father”
  2. Selanjutnya Logos/oratio dikeluarkan (“diperanakan”) “be it !”.

Barangkali :ashamed0002: :cheesy: :smiley:

Baca baca internet, pusing kepanjangan, jadinya tak olah sendiri aja :char11:
sumber : ini dan ini, dll.

‘Logos’ dalam Yohanes 1 lebih tepat dimaknai sbg ‘Pikiran’.
‘Logos’ di situ tidak tepat jika diartikan ‘suara/ucapan’.

Kl zaman skrg kita punya istilah ‘Logic’ atau ‘Logika’, itulah salah satu makna ‘Logos’.
Dari buah pikir seseorang, kita bisa memahami logika atau pemikiran di baliknya.

Yohanes 1 mau mngatakan bhw Yesus Kristus, sang manusia yg dialami scr nyata oleh para rasul, yg lahir dari perawan, yg wafat disalibkan, yang bangkit pada hari ketiga, yg naik ke sorga, adalah perwujudan dari Pikiran Allah.

‘Pikiran’ yg sama itulah yg menciptakan segala sesuatu dan mrupakan sumber dari segala sesuatu.

Makanya Yohanes menulis:
En ARCHE en ho LOGOS.

Arche disitu maknanya ‘prinsip dari segala sesuatu’.
Kl filsuf kuno hingga orang zaman now bertanya-tanya, apa sih rumus yg mengatur dan bisa menjelaskan segala sesuatu?
Maka Yohanes meminjam pola pikir yunani menjelaskan: Jawabannya LOGOS, yaitu Pikiran Allah.
Pikiran Allah itu mewujudkan diriNya dalam Yesus Kristus.

Apakah maksut “perwujudan” dari pikiran Allah itu, memiliki pengertian “manifes”, artinya “terpisah” dari Allah ??

Sebab, jika dipahami bahwa “perwujudan atau manifes” itu “terpisah” dari Allah, maka pemahaman ini tidak berbeda dgn pemahaman saudara2 kita dari Saksi Yehova.

Allah memiliki kehendak atau pikiran, dan kehendak atau pikiran itu “menjadi manusia”, sehingga kehendak atau pikiran tsb (oleh saksi Yehova disebut “suatu Allah), disaat menjadi manusia … maka kehendak atau pikiran itu menjadi hidup dan memiliki hidupnya sendiri dan terpisah dari Allah (oleh saksi Yehova, Allah tersebut, disebut bapa dan perwujudan pikiran Allah yg menjadi manusia itu, disebut anak).

Apakah demikian ??

Jbu…

Kalo saya, mao tau dulu kayak apa sih itu sikonnya yg dimaksudkan pada kalimat bold ?

Karena menurut saya itu bisa didalam pengertian sbb :
A. dua person berbeda, unyil dan ibunya. Tinggal di Jakarta.
Suatu hari unyil pergi merantau ke Bandung.
Nah… kondisinya disini : [unyil terpisah dari ibunya].

B. Sekalipun secara raga unyil terpisah dari ibunya,
namun secara batin [unyil tidak dari ibunya].

Nah, kalimat bold itu maksudnya yg A ato yg B ?

Allah memiliki kehendak atau pikiran, dan kehendak atau pikiran itu “menjadi manusia”, sehingga kehendak atau pikiran tsb (oleh saksi Yehova disebut [b]“suatu Allah[/b]), disaat menjadi manusia
Kalo menurut saya sih masuk2 aja kalo mao dikatakan spt bold oleh SSY :D.

Point-nya kan : the baby (Yesus) is a human being.
Udah duluan gak bisa ada itu kalimat yg berupa : that baby is The Supreme Being.
Yang masuk : the person of that baby is the same person of The Supreme Being.

maka kehendak atau pikiran itu menjadi hidup dan memiliki hidupnya sendiri dan terpisah dari Allah (oleh saksi Yehova, Allah tersebut, disebut bapa dan perwujudan pikiran Allah yg menjadi manusia itu, disebut anak).
Sepanjang yg saya ketahui, di pov SSY itu udah duluan berupa : [SBJ, Allah menciptakan Yesus].

Gereja tidak pernah mengajarkan bhw Bapa, Firman dan Roh ‘terpisah’.
Dapat dibedakan namun tidak terpisahkan.

Jd kl dikatakan Yesus Kristus adalah perwujudan Sang Firman yg dapat dialami scr normal oleh manusia-manusia, maka di situ tidak pernah sekalipun Yesus Kristus terpisah dari Bapa dan Roh.

Kl sudah terpisah brarti tri-theis alias 3 allah, yg beda jauh skali dari monotheisme kekristenan.

Tidak kedua-kedua nya Oda, dalam pemahaman Gereja2 di Indonesia tidak seperti yg Oda maksut kan, sebab pada pemahaman Oda… person dalam Tritunggal itu terpisah secara wujut, namun satu dalam kesatuan.

Pemahaman Ajaran Tritunggal pada Gereja Mainstream di Indonesia tidak begitu, tetapi 3 person itu itu satu substansi, artinya satu wujut Oda, sementara pemahaman oda… 2 person dan 2 substansi atau wujut (pemahaman sederhana).

Kalo menurut saya sih masuk2 aja kalo mao dikatakan spt bold oleh SSY :D.

Point-nya kan : the baby (Yesus) is a human being.
Udah duluan gak bisa ada itu kalimat yg berupa : that baby is The Supreme Being.
Yang masuk : the person of that baby is the same person of The Supreme Being.
Sepanjang yg saya ketahui, di pov SSY itu udah duluan berupa : [SBJ, Allah menciptakan Yesus].


Tidak semua SSY memiliki pemahaman Oda tersebut, dan pada tubuh SSY itu, banyak aliran2, seperti halnya Protestan dan Pentakosta.

Nah, Cikal bakal ajaran SSY yg pertama sekali, Yesus itu bukan ciptaan, tetapi “sesuatu” Allah yg “statusnya” berada dibawah Bapa.

Tetapi dalam perkembangannya, lahir penafsiran2 baru, hingga sampai ke Indonesia ini, salah satu aliran nya, memahami seperti yg Oda pahami.

Jbu

Setuju sekali… karena itulah dikatakan… Jesus dan Bapa adalah satu.

Jbu…

Maksudnya Yesus disebut sebagai sang firman adalah bahwa Allah pada masa penciptaan menyatakan apa yang diciptakan-Nya itu melalui firman atau perkataan-Nya.

Dalam konteks Yesus (pribadi) disebut sebagai sang firman itu adalah dikarenakan Firman Allah itu mempunyai kuasa di dalamnya yang dapat mewujudkan/menjadikan apa yang telah dinyatakan-Nya tercipta.

Ada 2 macam Firman :

1.Kitab Suci yang sebelumnya tidak ada

2.Oknum Allah yang kedua yaitu Anak Allah yang kekal