salah arah

marilah kita lihat bersama-sama bagaimana para penyusun Alkitab Indonesia secara membabi-buta dan tanpa malu-malu mencatut kata Allah untuk tujuan tertentu yang amat menyesatkan, berikut ini, antara lain (cetak biru ditambahkan):

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (Kejadian 1:2)

Salah-arah: Roh Allah, seharusnya: Roh Elohim.

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kejadian: 1:26)

Salah-arah: Allah, seharusnya: Elohim.

Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Allah menjadikan bumi dan langit, (Kejadian 2:4)

Salah-arah: TUHAN Allah, seharusnya: JAHWEH.

Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. (Keluaran 3:6)

Salah-arah: Allah, seharusnya: Tuhan (Allah adalah nama Dzat, bukan istilah).

Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. (Ulangan 5:6)

Salah-arah: TUHAN, Allahmu, seharusnya: ELOHIM, Tuhanmu.

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. (Ulangan 5:7)

Salah-arah: allah, seharusnya: tuhan (Allah adalah nama Dzat, bukan istilah).

Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, (Ulangan 5:8-9)

Salah-arah: TUHAN Allahmu, adalah Allah, seharusnya: ELOHIM Tuhanmu, adalah Tuhan.

Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. (Ulangan 18:15)

Salah-arah: TUHAN, Allahmu, seharusnya: ELOHIM, Tuhanmu.

DAN LAIN SEBAGAINYA.

Tampak jelas bagaimana para penyusun Alkitab Indonesia telah salah-arah atau mungkin sengaja menempatkan kata Allah sebagai istilah untuk penyebutan Tuhan. Padahal, Allah adalah nama diri Dzat Rabb Semesta Alam yang tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa manapun dan tidak dapat dijadikan terjemahan untuk bahasa manapun! (Harap baca kembali ulasan singkat di atas!).

Lebih jauh, pengucapan Lafzhul Jalalah pada kata Allah harus diucapkan seperti ketika orang Islam menyebut Allah (lam kembar), sebaliknya, umat Kristen Indonesia mengucapkan kata Allah seperti ketika kita membaca kata alah (lam tunggal). Sudah salah-arah, tersesat pula.

Namun demikian, terlepas dari persoalan salah-arah di atas, harus dipahami, bahwa baik Elohim maupun Jahweh, keduanya pada hakikatnya merujuk pada satu Tuhan yang sama yaitu Allah. Kedua istilah Tuhan Yahudi tersebut, hanyalah memberikan identifikasi/ciri khas bagi suku-suku Israel yang turut andil dalam penyusunan kitab-kitab dalam Perjanjian Lama. Elohim adalah Tuhannya Kerajaan Israel Utara, sedangkan Jahweh adalah Tuhannya Kerajaan Israel Selatan dari suku Yehuda dan Benyamin, pada masa lampau.

Agama Kristen-Katolik masuk ke tanah Melayu dan Indonesia Timur pada abad ke-XVI tiga abad setelah masuknya agama Islam, kemudian disusul dengan masuknya agama Kristen-Protestan pada abad ke-XVII. Dalam perjumpaannya dengan rakyat Indonesia dengan bahasa Melayu (kemudian menjadi bahasa kesatuan) yang telah dimasuki kata-kata bahasa Arab selama tiga abad, maka dalam menyebut ‘Tuhan yang Maha Esa’ para pendeta Kristen menggunakan nama ‘Allah’ bahasa Arab yang sudah masuk kosa-kata bahasa Melayu waktu itu karena itulah bahasa lokal yang paling dekat dengan nama dalam Alkitab.

Kita harus sadar bahwa banyak kata-kata Arab digunakan oleh orang Kristen Arab sebelum digunakan oleh Islam Arab. misalnya disamping kata Allah, kata ‘Salam Alaykum’ (Lukas 24:13) sudah ada dalam Alkitab Peshita Siria pada abad ke-VI.

Alasan penggunaan istilah/na-ma ‘Allah’ di kalangan Kristen Indo-nesia itu adalah bahwa:
(1) Bahasa Arab adalah rumpun Semit yang paling tua, paling berkembang, paling besar, dan bahasa Ibrani banyak dipengaruhi bahasa Arab (Aram);

(2) Orang-orang Arab Kristen sudah sejak lama sebelum adanya agama Islam menggunakan nama ‘Allah’ untuk menyebut ‘El/Elohim/ Eloah’ termasuk dalam Alkitab dalam bahasa Arab;

(3) Kata ‘Allah’ sudah masuk kosakata bahasa Melayu, apalagi sebelum agama Kristen masuk, Islam dan bahasa Arab sudah mempengaruhi budaya dan bahasa Melayu selama tiga abad lebih;

(4) Bahasa Ibrani sendiri sudah lama dipengaruhi bahasa Arab-Aram, sehingga bahasa Arab tidak asing lagi sebagai saudara sekandung bahasa Ibrani.

Berdasarkan hal-hal itu dapatlah diterima bila Alkitab dalam bahasa Melayu kemudian Indonesia menggunakan nama ‘Allah’ untuk menterjemahkan nama ‘El/ Elohim/Eloah’ dari bahasa asli Alkitab Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani, dan nama ‘Theos’ dari bahasa ‘Yunani Koine’ bahasa asli Perjanjian Baru.

Lagi pula, Tuhan Yesus sendiri ke-tika disalib berseru nama ‘Eloi/Eli’ dalam bahasa Arab-Aram yang menurut sumber-sumber sejarah Islam sendiri diakui sebagai bahasa Arab-Asli, karena itu kita di Indonesia tidak perlu mempersoalkan penggunaan nama Allah dalam bahasa Arab yang sejak dulu banyak mempengaruhi bahasa Ibrani.

Di naskah Alkitab Bahasa Ibrani dalam Perjanjian Lama, pernah tertulis nama ‘ALLAH’, dan kitab ini ditulis ribuan tahun sebelum masa Islam:

Kata “Allah” dalam Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani אל - 'EL, אלוה - 'ELOAH, dan אלהים - 'ELOHIM, dalam bahasa Aram אֱלָהָא - ‘ELAHA’ atau 'ALAHA (sebagian kitab Ezra dan Daniel), dan dalam Perjanjian Baru Yunani ditulis ο θεος – HO THEOS.

  • Daniel 2:20
    LAI-TB, Berkatalah Daniel: ‘Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!
    KJV, Daniel answered and said, Blessed be the name of God for ever and ever: for wisdom and might are his:
    Hebrew,
    עָנֵה דָנִיֵּאל וְאָמַר לֶהֱוֵא שְׁמֵהּ דִּי־אֱלָהָא מְבָרַךְ מִן־עָלְמָא וְעַד־עָלְמָא דִּי חָכְמְתָא וּגְבוּרְתָא דִּי לֵהּ־הִיא׃
    Translit, ‘ANEH DANIYE’L VE’AMAR LEHEVE’ SYEMEH DI-‘ELAHA’ MEVARAKH MIN-‘ALMA’ VE’AD-‘ALMA’ DI KHAKHMETA’ UGEVURETA’ DI LEH-HI’

'ELOAH (Ibrani), 'ALAHA atau ’ ELAHA (Aram), dan ALLAH (Arab) memiliki akar kata yang sama.
Ibrani ‘alef - lamed - he’
Aram: ‘alap - lamad - he’
Arab: 'alif - lam – haa

Pengucapannya mirip, asal bahasanya 'nggak jauh beda karena sama-sama rumpun Semitik, akar katanya.

Ketika “nama ALLAH” dipermasalahkan, kita harus mengerti apakah kata ALLAH identik dengan Allah umat muslim saja? apakah itu nama berhala? Dalam naskah bahasa asli Alkitab kita Perjanjian Lama tertulis :

" בְּשֻׁם אֱלָהּ יִשְׂרָאֵל ; BESYUM 'ELAH YISRA’EL" (Dalam Nama Allah Israel) di Ezra 5:1. Dalam Ezra 6:14 juga tertulis " אֱלָהּ יִשְׂרָאֵל - 'ELAH YISRA’EL" (Allah Israel).

  • Ezra 5:1
    LAI-TB, Tetapi nabi Hagai dan Zakharia bin Ido, kedua nabi itu, bernubuat terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di Yehuda dan di Yerusalem dalam nama Allah Israel, yang menyertai mereka.
    KJV, Then the prophets, Haggai the prophet, and Zechariah the son of Iddo, prophesied unto the Jews that were in Judah and Jerusalem in the name of the God of Israel, even unto them.
    Hebrew,
    וְהִתְנַבִּי חַגַּי [כ נְבִיאָה] [ק נְבִיָּא] וּזְכַרְיָה בַר־עִדֹּוא [כ נְבִיאַיָּא] [ק נְבִיַּיָּא] עַל־יְהוּדָיֵא דִּי בִיהוּד וּבִירוּשְׁלֶם בְּשֻׁם אֱלָהּ יִשְׂרָאֵל עֲלֵיהֹון׃ ס
    Translit, VEHITNABI KHAGAI NEVIYAH NEVIYAH UZEKHARYAH VAR-IDO NEVIYAYA AL-YEHUDAYE DI VIHUD 'UVIRO’USYLEM BESYUM ELAH YISRA’EL 'ALEIHON

Kalimat ini tertera dalam Alkitab Perjanjian Lama ditulis dalam aksara Ibrani dengan pengertian bahasa Aram, bahasa yang notabene merupakan induk bahasa Arab. Dalam dialek bahasa Arab, kalimat itu dibaca ‘Bismilah’ (Dalam Nama Allah).

  • Ezra 6:14
    LAI-TB, Para tua-tua orang Yahudi melanjutkan pembangunan itu dengan lancar digerakkan oleh nubuat nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido. Mereka menyelesaikan pembangunan menurut perintah Allah Israel dan menurut perintah Koresh, Darius dan Artahsasta, raja-raja negeri Persia.
    KJV, And the elders of the Jews builded, and they prospered through the prophesying of Haggai the prophet and Zechariah the son of Iddo. And they builded, and finished it, according to the commandment of the God of Israel, and according to the commandment of Cyrus, and Darius, and Artaxerxes king of Persia.
    Hebrew,
    וְשָׂבֵי יְהוּדָיֵא בָּנַיִן וּמַצְלְחִין בִּנְבוּאַת חַגַּי [כ נְבִיאָה] [ק נְבִיָּא] וּזְכַרְיָה בַּר־עִדֹּוא וּבְנֹו וְשַׁכְלִלוּ מִן־טַעַם אֱלָהּ יִשְׂרָאֵל וּמִטְּעֵם כֹּורֶשׁ וְדָרְיָוֶשׁ וְאַרְתַּחְשַׁשְׂתְּא מֶלֶךְ פָּרָס׃
    Translit, VESA’VEI YEHUDAYE BANAYIN UMATSLEKHIN BINVU’AT KHAGAI NEVIYAH NEVIYA 'UZEKHARYAH BAR-IDO 'UVENO VESYAKHLILU MIN-TA’AM ELAH YISRA’EL UMITEM KORESY VEDARYAVESY VE’ARTAKHSYASTE MELEKH PARAS

Maka kata ALLAH tidak identik dengan Allah umat muslim saja :
Contoh lain adalah di Kitab Ezra 5:1 yang dutullis dalam bahasa Aram ditulis kalimat berikut: “BASYUM ‘ELAHA’ YISRAEL”. Dan dalam Ezra 6:14 juga tertulis kata “‘ELAHA’”.

Kalimat “BASYUM ‘ELAHA’” ini tertera dalam Alkitab Perjanjian Lama ditulis dalam aksara Ibrani dengan pengertian bahasa Aram, bahasa yang notabene merupakan induk bahasa Arab. Dalam dialek bahasa Arab, kalimat itu dibaca ‘Bismilah’ (Dalam Nama Allah).

Jelas bahwa nama “Allah” sudah digunakan dalam Alkitab Perjanjian Lama pada abad 6sM, setidaknya 13 abad sebelum Al-Quran ditulis.

Kata Allah juga digunakan oleh umat Kristiani di Arab :

  • Kejadian 1:1
    LAI TB, Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
    KJV, In the beginning God created the heaven and the earth.
    Hebrew,
    בְּרֵאשִׁית בָּרָא אֱלֹהִים אֵת הַשָּׁמַיִם וְאֵת הָאָרֶץ׃
    Translit, BERESYIT BARA 'ELOHIM ‘ET HASYAMAYIM VE’ET HA’ARETS
    Arabic Bible Translit, [color=green]FEE AL-BADI’ KHALAQA ALLAHU AS-SAMAAWAAT WA AL-ARD.
    Silahkan cek di http://www.biblegateway.com/passage/?se … ersion=28;

Terhadap Perjanjian Baru, terjemahan untuk kata Yunani THEOS diterjemahkan ALLAH dalam bahasa Arab, contoh :

  • Yohanes 17:3
    TR, αυτη δε εστιν η αιωνιος ζωη ινα γινωσκωσιν σε τον μονον αληθινον θεον και ον απεστειλας ιησουν χριστον
    Translit Interlinear, autê {ini} de {dan} estin {ia adalah} hê {yang} aiônios {kekal} zôê {hidup} hina {supaya} ginôskôsin {mereka mengetahui} se {Engkau} ton {yang} monon {satu-satunya} alêthinon {yang benar} theon {Allah} kai {dan} hon {yang} apesteilas {Engkau utus} iêsoun {Yesus} khriston {Kristus}

LAI TB menterjemahkan “theos” dengan kata Allah :

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

Arabic Bible menterjemahkan “theos” dengan kata Allah, silahkan cek di http://www.biblegateway.com/passage/?se … ersion=28;

The Orthodox Jewish Bible, menterjemahkan kata “theos” dengan kata Elohim :

“And this is Chayyei Olam, that they may have da’as of the only Elohei HaEmes and Yehoshua, Rebbe, Melech HaMosiach whom You sent.”

Elohim dari kata Eloah, Arab ‘Allah’ Aramaic “Alaha” atau “Elaha”, ingat, ketiga bahasa ini satu rumpun.

Sumber :
Herlianto, Mth, http://www.yabina.org
Yohannes/Biblika
Dan beberapa sumber lain.

dari http://www.sarapanpagi.org/64-pencatutan-kata-allah-dalam-alkitab-indonesia-vt731.html

CASE CLOSED

marilah kita lihat bersama-sama bagaimana para penyusun Alkitab Indonesia secara membabi-buta dan tanpa malu-malu mencatut kata Allah untuk tujuan tertentu yang amat menyesatkan, berikut ini, antara lain (cetak biru ditambahkan):
mencatut? Kalau anda yang tidak mengerti menyatakan itu, rasa2nya andalah yang harus banyak belajar tentang ETIMOLOGI kata ALLAH Tanyakan sendiri pada ahli agama yang kepercayaannya sama dengan anda, pasti mereka bisa meluruskan kesesatan penalaran anda
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (Kejadian 1:2)

Salah-arah: Roh Allah, seharusnya: Roh ELOHIM.


Saya hanya menambahkan sedikit
Anda bukan sekedar salah ALLAH, arah
Tetapi salah bahasa pula atau bilingual sekaligus secara bersamaan?

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kejadian: 1:26)

Salah-arah: Allah, seharusnya: ELOHIM.

Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Allah menjadikan bumi dan langit, (Kejadian 2:4)

Salah-arah: TUHAN Allah, seharusnya: JAHWEH.

Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. (Keluaran 3:6)

Salah-arah: Allah, seharusnya: Tuhan (Allah adalah nama Dzat, bukan istilah).

Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. (Ulangan 5:6)

Salah-arah: TUHAN, Allahmu, seharusnya: ELOHIM, Tuhanmu.


Ini semua salah dalam tata bahasa Indonesia
Atau anda sedang mengupayakan bahasa Indobrani ? (Indonesia campur Ibrani)

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. (Ulangan 5:7)

Salah-arah: allah, seharusnya: tuhan (Allah adalah nama Dzat, bukan istilah).


Salah karena doktrin anda menyatakan demikian?
Nama dzat?
Berarti selama ini ilmu KIMIA berbohong kah?
Tidak ada dalam KIMIA dzat yang namanya “allah”?
Nah yang salah kaprah sekarang siapa yah?

Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, (Ulangan 5:8-9)

Salah-arah: TUHAN Allahmu, adalah Allah, seharusnya: ELOHIM Tuhanmu, adalah Tuhan.

Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. (Ulangan 18:15)

Salah-arah: TUHAN, Allahmu, seharusnya: ELOHIM, Tuhanmu.

DAN LAIN SEBAGAINYA.


Kalau anda sudah merampungkan tata bahasa Indobrani, mohon publikasikan secara luas, dan pasti banyak orang yang akan merujuk anda ke suatu tempat

Tampak jelas bagaimana para penyusun Alkitab Indonesia telah salah-arah atau mungkin sengaja menempatkan kata Allah sebagai istilah untuk penyebutan Tuhan. Padahal, Allah adalah nama diri Dzat Rabb Semesta Alam yang tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa manapun dan tidak dapat dijadikan terjemahan untuk bahasa manapun! (Harap baca kembali ulasan singkat di atas!).

Lebih jauh, pengucapan Lafzhul Jalalah pada kata Allah harus diucapkan seperti ketika orang Islam menyebut Allah (lam kembar), sebaliknya, umat Kristen Indonesia mengucapkan kata Allah seperti ketika kita membaca kata alah (lam tunggal). Sudah salah-arah, tersesat pula.

Namun demikian, terlepas dari persoalan salah-arah di atas, harus dipahami, bahwa baik ELOHIM maupun Jahweh, keduanya pada hakikatnya merujuk pada satu Tuhan yang sama yaitu Allah. Kedua istilah Tuhan Yahudi tersebut, hanyalah memberikan identifikasi/ciri khas bagi suku-suku Israel yang turut andil dalam penyusunan kitab-kitab dalam Perjanjian Lama. ELOHIM adalah Tuhannya Kerajaan Israel Utara, sedangkan Jahweh adalah Tuhannya Kerajaan Israel Selatan dari suku Yehuda dan Benyamin, pada masa lampau.


Karena doktrin anda menyatakan demikian? Sehingga anda terpenjara dan tersandera sedemikian rupanya?
Saya tidak perlu dan tidak ingin juga berkomentar tentang kepercayaan anda itu
Tidak berfaedah dan tidak menarik sama sekali buat saya
Tuhan anda itu bukanlah tuhan sama sekali bagi saya
Dan tragisnyanya anda dengan sembarangan menyatakan Elohim adalah Tuhan kerajaan Israel utara? Sedang Yahweh Tuhannya Israel Selatan?
Kalau anda tidak mengerti secara mendalam, janganlah sok tahu, tidak baik
Apalagi yang anda kemukakan itu semuanya salah, harusnya anda punya budaya malu
Jika anda masih punya rasa malu, mungkin itu dapat menolong anda menemukan kebenaran sejati
Saya slalu berharap demikian

GBU

Topik saya kunci karena sudah terjawab.

Terima kasih untuk member yang telah berpartisipasi. Sampai jumpa di topik lain yang menarik.

TUHAN YESUS memberkati.