Roti Perjamuan Menurut Lutheran, Zwingli, dan Calvinis

Berikut ini adalah beberapa “teori” tentang Roti Perjamuan.


Lutheran
“ART. X. Of the Supper of the Lord they teach that the [true] body and blood of Christ are truly present [under the form of bread and wine], and are [there] communicated to [and received by]921 those that eat922 in the Lord’s Supper. And they disapprove of those that teach otherwise.” (the augsburg confession of 1530)

Zwingli
We believe that Christ is truly present in the Lord’s Supper; yea, that there is no communion without such presence … We believe that the true body of Christ is eaten in the communion, not in a gross and carnal manner, but in a sacramental and spiritual manner by the religious, believing and pious heart. (in the Confession to King Francis I)

Calvinisme
The presence of Christ in the Supper we must hold to be such as neither affixes him to the element of bread, nor encloses him in bread, nor circumscribes him in any way (this would obviously detract from his celestial glory). (Institutes, Book IV., ch. XVII. 19)

Sumber: Theopedia: Communion dan The Eucharistic Theories compared. Luther, Zwingli, Calvin

Lutheran bilang, di dalam roti ada Tubuh Kristus dan ada juga roti; menurut Zwingli, Perjamuan Kudus cuma memori saja (disebut juga memorialisme); menurut Calvinisme, di dalam roti tidak ada perubahan apa-apa (perubahan tidak terjadi di roti–perubahannya cuma spiritual).

Tidak tahu, apakah di luar ketiganya masih ada “teori” lain. Kalau tidak salah, Bala Keselamatan dan Quaker juga punya pendapat berbeda.


Siapa yang benar di antara mereka?

Kira-kira mengapa mereka sampai tidak kompak dalam “mengganyang” Roma? Bukankah mereka semua memakai Alkitab sebagai dasarnya?

Jadi, mereka cuma kompak menolak Ekaristi versi Roma, tapi tidak bisa kompak merumuskan sendiri ajaran mereka?

Menarik, apakah semuanya itu berpengaruh pada keselamatan?

Intinya bahwa Kristen mengingat bahwa yang mendatangkan keselamatan bagi mereka adalah Tubuh Yesus Kristus historis yang dibunuh, yang darahNYA tercurah yang mengakibatkan kematianNYA, sebagai korban yang benar di hadapan ALLAH. Kristen yang percaya bahwa HANYA YESUS YANG BERKORBAN MATI DAN BANGKIT itulah satu-satunya kunci keselamatan.

jika KENANGAN YANG BENAR INI yang mengisyaratkan IMAN YANG BENAR, maka sudah pasti, disana petunjuk bahwa hal itu sudah beres. Karena hanya IMAN KEPADA Kristus yang tersalib, mati dan bangkit SEBAGAI sumber keselamatan.

jadi jika Perjamian Kudus (ekaristi) berarti lain dari itu, menandakan ada yang sudah diubah atau dibolang-baling.

Bagaimana dalam kekekalan brur?

jujur aja saya nggak nangkap arah pembicaraan “kekekalan”.

tetapi saya berusaha mencari hubungannya :

“kekekalan” berarti di luar waktu dan itu berarti “kekal bersama TUHAN” atau “kekal di luar TUHAN”, sehingga jika dalam kekekalan bersama TUHAN maka tidak ada lagi “KENANGAN/PERINGATAN” atau IMAN , karena kita telah hidup bertatap MUKA-DENGAN MUKA bersama TUHAN.

IMAN tidak dibutuhkan lagi, karena kita sudah di surga.

Kekekalan maksudnya adalah bukankah Perjamuan Kudus berulang-ulang, karena Tuhan ada disetiap ruang dan waktu?

oke, silahkan disampaikan lebih panjang uraiannya mas … monggo. :afro:

Waduh… saya jago sihir, bukan jago yang lain, jadi yang tadi kan ada tanda tanyanya, itu artinya saya tanya brur :ashamed0002: :happy0025:

mengapa brow berpikir karena Tuhan kekal dan juga imanen (dalam ruang dan waktu) maka Perjamuan Kudus “berulang-ulang”??? bolehkah terangkan maksudnya?

Karena Omnipresent

karena omnipresent maka “berulang-ulang”? hubungannya bagaimana brow? frekuensinya bagimana, dst masih blank

Diskusinya berkembang menarik.

Tapi, sayang, pertanyaan saya belum terjawab.

Seandainya tidak terkait dengan keselamatan, agak aneh juga kalau para reformator yang gagah berani itu gagal sepakat untuk hal-hal yang tidak esensial ini… (*jangan dibilang: mereka tidak sepakat justru karena hal itu tidak esensial, lho… ;D)

Bagaimana jika pertanyaannya begini: Seandainya memang penting/esensial, mengapa sekalian tidak ditulis dalam Alkitab?

Syalom

Damai bagimu Har

Saudaraku Har, ajaran mengenai REAL PRESENCE itu sangatlah penting dan esensial saudaraku, demikianlah, syalom

menurut saya sih ketiganya benar… ^^

Maksudnya: seandainya memang TIDAK penting/esensial, mengapa TIDAK dihapus sekalian dari Alkitab?

Begitu kan, bro/sis? :afro:

Kalau sama-sama benar, kenapa mereka jadi denominasi terpisah?

Atau mungkin: karena sama-sama merasa benar, maka mereka justru jadi denominasi terpisah.
Jadi, “Kamu merasa kamu benar, saya juga merasa saya benar. Mari, kita ikuti kebenaran versi masing-masing…”

Apakah ini semacam mentalitas: “Saya tahu salahnya di mana, tetapi tidak tahu gimana solusinya.”
Kalah dong sama cagub-cagub dalam pilkada DKI kemarin. Mereka tahu di mana salahnya, dan katanya tahu solusinya :tongue:

Saya merasa, untuk teori Perjamuan Kudus ini, skor Roma vs Protestan masih 1 vs 0.
Ini karena Protestan belum menemukan solusi afdol yang dipakai untuk melawan Roma.

Jadi, teori incumbent masih diperpanjang, setidaknya 1 periode lagi :afro:

Yang penting/esensial adalah melakukan perjamuan kudus sebagai peringatan akan Yesus. Krn itu, dicatatat demikian. Bukan masalah roti-nya jadi daging beneran atau anggurnya jadi darah beneran.

Lukas 22:19: Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”

Saya berpendapat bahwa itu hanya metafora saja. Lagian, apa pentingnya jika memang roti dan anggur itu benar2 menjelma sebagai daging dan darah beneran? Yang ditekankan Yesus adalah peringatannya :happy0025:

Roti hidup adalah Yesus, bukan roti. Mau roti ajaib kayak apa tidak bisa menggantikan Kristus.
GItu aja koq susah :smiley:

di katolik peran Kristus dipreteli dan diganti-ganti dengan hal-hal lain:

Kristus sebagai Roti hidup diganti menjadi roti
Kristus sebagai pintu kerajaan sorga diganti dengan ratu sorga.
Kristus sebagai pengantara diganti dengan Maria dan Paus
Berdoa pada Bapa dalam nama Yesus diganti dengan berdoa pada ratu sorga.
dll…

Saya heran dengan ajaran-ajaran Paus ini. Mungkin si Paus anti dengan Kristus, sehingga mempreteli Kristus dari berbagai sudut.

GBU

denominasi terjadi karena keegoisan masing2 denominasi yang menganut paham mereka masing2 tanpa melihat pengertiannya secara mendalam…