ROTI HIDUP dan SAKRAMEN EKARISTI

Rekan Katolik pernah bertanya mengenai murid2 yang tidak percaya, apakah tidak percaya pada Kristus atau tidak percaya pada kata-kata Yesus yang menyuruh murid2 menjadi Kanibal. Pada kesempatan lain, Ond32lumut bertanya juga mengenai makna “MAKAN” daging dan darah betulan yang diperintahkan Yesus.

Selain teknik melepas ayat per-ayat yang punya pengertian sendiri-sendiri dan untuk menjawab pertanyaan lain sehubungan penyembahan tertinggi pada Sakramen Ekaristi dalam Gereja Katolik, saya membuat thread ini untuk bersama-sama rekan2 mengulas yang diajarkan Yesus mengenai Perjamuan Terakhir dari Yohanes 6 dengan tidak memisahkan ayat per-ayat.

Tujuan dari thread ini adalah agar rekan-rekan bersama-sama menyetujui apa yang diperintahkan Yesus sesuai pengertian Yohanes 6, sehingga ketika membahas Sakramen Ekaristi Institusi Apostolik GK tidak terjadi lagi kebingungan akibat campur aduknya prinsip yang berbeda-beda.

Agar teratur, yang perlu sama-sama disetujui adalah pokok bahasan paling awal secara bertahap sampai selesai yang akan saya bagi dalam beberapa sub bahasan.

Syalom

I. Apa atau siapa itu Roti Hidup yang turun dari Sorga?

Jawab: YESUS KRISTUS.

Yohanes 6: 33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.

Yohanes 6: 35 Kata YESUS kepada mereka: “Akulah roti hidup”, barangsiapa DATANG kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa PERCAYA kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Yohanes 6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

II. Bagaimana Roti Hidup ini memberi hidup bagi manusia?

Jawab: Dengan DATANG dan PERCAYA kepada Roti Hidup/ KRISTUS.

Yoh 6:29 Jawab YESUS kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu PERCAYA kepada Dia yang telah diutus Allah.

Yoh 6:33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.

Yoh 6:34 Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.”

Yoh 6:35 Kata YESUS kepada mereka: “Akulah roti hidup”, barangsiapa DATANG kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa PERCAYA kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

III. Makan roti atau PERCAYA pada Roti Hidup supaya selamat?

Jawab: Percaya pada Roti Hidup

Yoh 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang PERCAYA kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.

Yoh 6:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa PERCAYA, ia mempunyai hidup yang kekal.

IV. Pengertian Roti Hidup, Makan dari padanya, dan Daging-Ku.

Yoh 6:48 Akulah ROTI HIDUP.

Yoh 6:50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa MAKAN dari padanya, ia tidak akan mati.

Yoh 6:51 Akulah b[/b] roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.

Pengertian roti hidup dan barang siapa makan dari padanya tidak akan mati dari Yohanes 50 dan ayat sebelumnya sama atau tidak?

Jawab: SAMA, yaitu YESUS KRISTUS adalah Roti Hidup yang turun dari sorga

V. Apa itu roti yang diberikan YESUS?

Yoh 6:51 Akulah b[/b] roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah Daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.

Jawab:

Dan Roti (kiasan roti hidup) yang diberikan YESUS itu ialah Daging-Ku (benar-benar daging secara harafiah) yang akan diberikan (dan SUDAH diberikan YESUS setelahnya) untuk keselamatan dunia.

VI. Kapan YESUS memberikan Daging-Nya untuk hidup dunia?

Jawab: Di atas kayu salib di bukit Golgota

Sebelum melanjutkan diskusi pada ayat selanjutnya, apakah rekan-rekan baik Katolik maupun non katolik setuju apa yang diajarkan YESUS dari ayat-ayat Yohanes 6 diatas?

Dipersilahkan jika ada keberatan untuk mengajukan alasannya, supaya nanti ketika membahas ayat selanjutnya tidak bolak-balik mempermasalahkan perkataan YESUS pada awalan Yohanes 6.

:afro: setuju, silakan lanjutkan.

Terima kasih sis Rita.

Rekan-rekan Katolik mana ya?

Cukup menyatakan persetujuan saja, kecuali ada sanggahan keberatan silahkan ajukan alasannya.

Syalom

Mengorbankan Yesus berkali kali secara fisikal didalam altar ekaristi sama saja dengan menganggap bahwa karya penebusan Yesus satu kali diatas salib Golgota tidak cukup tuntas melainkan harus diulang ulang setiap saat.

Ini persis konsep ritual pengorbanan binatang didalam PL yang tidak pernah bisa menghapus dosa manusia secara tuntas untuk selamanya.

Ritual PB bukan lagi Imam mempersembahkan korban diatas altar seperti konsep tradisi Katolik didalam Katekismus Katolik # 1367 :

The sacrifice of Christ and the sacrifice of the Eucharist are one single sacrifice: ‘The victim is one and the same: the same now offers through the ministry of priests, who then offered himself on the cross; only the manner of offering is different.’ ‘And since in this divine sacrifice which is celebrated in the Mass, the same Christ who offered himself once in a bloody manner on the altar of the cross is contained and offered in an unbloody manner… this sacrifice is truly propitiatory.

Ajaran bahwa Yesus adalah “victim” hanyalah penghujatan belaka karena Ia dengan kehendak-Nya sendiri mau dengan rendah hati taat kepada kehendak Bapa-Nya di Sorga (Fil.2:8),bukan identik seperti domba sembelihan biasa seperti didalam ritual PL.

Yesus tidak mungkin mengajarkan bangsa Yahudi untuk melawan Hukum Taurat mereka dengan memakan daging dan minum darah seperti yang diperintahkan Tuhan sbb :

Imamat 17:10 - 14 "Setiap orang dari bangsa Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang makan darah apa pun juga Aku sendiri akan menentang dia dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. Itulah sebabnya Aku berfirman kepada orang Israel: Seorang pun di antaramu janganlah makan darah. Demikian juga orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu tidak boleh makan darah.Setiap orang dari orang Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu, yang menangkap dalam perburuan seekor binatang atau burung yang boleh dimakan, haruslah mencurahkan darahnya, lalu menimbunnya dengan tanah.Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Sebab itu Aku telah berfirman kepada orang Israel: Darah makhluk apa pun janganlah kamu makan, karena darah itulah nyawa segala makhluk: setiap orang yang memakannya haruslah dilenyapkan.

Jadi Perjamuan Kudus hanya bisa ditafsirkan secara kiasan atau figuratif saja sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan oleh Yesus kepada bangsa Yahudi.

Ketika Yesus mengatakan bahwa kita harus makan daging dan minum darah-Nya harauslah dimengerti secara rohani bukan literal (Yoh.6:63). Yesus menggunakan bahasa figuratif seperti yang sering dilakukan-Nya (Yoh.16:25).

Murid murid Yesus yang bangsa Yahudi sudah familiar dengan kiasan berupa berkat berkat rohani melalui Firman Tuhan yang dikiaskan sebagai makanan dan minuman seperti didalam Yer.15:16 ; Yes.55:1 – 3 ; Yoh.7:38 ; Yoh.4:10,14).

Alkitab mengajarkan Kristus hanya mati satu kali untuk selamanya didalam menebus dosa manusia secara tuntas seperti yang dikatakan-Nya :

Yohanes 19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Alkitab mengajarkan bahwa Yesus mengatakan Perjamuan Kudus hanya sebagai peringatan akan kematian Dia saja (1 Kor.11:24,25) sama sekali bukan pengorbanan-Nya kembali yang diulang ulang seperti didalam Katekismus Katolik # 1367.

Demikian juga Alkitab mengatakan bahwa keselamatan hanya melalui karunia iman :

Ef. 2:8,9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Tetapi tradisi Katolik telah meracuni kebenaran Alkitab dengan mengatakan “ The sacraments of the New Testament are necessary for salvation (Katekismus Katolik # 1129).

Kalau setiap kali ritual ekaristi Yesus hadir disana secara fisik dalam bentuk daging dan darah sesuai dengan Katekismus Katolik # 1374 dan 1378 maka ada banyak sekali Yesus muncul didalam berbagai tempat diseluruh penjuru dunia dalam waktu yang bersamaan,dengan demikian penyembahan ekaristi sudah bersifat penyembahan dalam bentuk polytheism. Ini adalah warisan agama paganisme Romawi kuno yang masuk kedalam kekristenan melalui Kaisar Konstantine diabad ke -4 dimana dia mempersatukan kuasa politik dan agama didalam satu tangan seperti Vatikan sekarang.

@elgaga, agar diskusinya teratur maka saya membahas terlebih dulu apa yang diajarkan Yesus mengenai Perjamuan Terakhir.

Kalau elgaga lihat, yang saya bahas baru Yohanes 6 awal mengenai kata-kata Yesus sendiri. Hal inilah yang saya minta persetujuan dari Katolik maupun bukan katolik sebelum lanjut pada ayat-ayat berikutnya.

Jadi bahasannya belum masuk pada hal lain diluar apa yang dikatakan Yesus mengenai diriNya.

Baik Katolik maupun bukan yang setuju cukup memberi pernyataan setuju. Bagi yang tidak setuju dengan ayat2 awal Yohanes 6 dipersilahkan mengajukan alasannya.

Syalom

Silahkan mas…

Salam

mnrt gw, ada bedanya antara tubuh & darah di salib & di perjamuan kudus. krn di perjamuan kudus hanyalah lambang … bukan berasal dari salib yg berdarah2 itu.

krn perjamuan itu terjd sblm penyaliban, jd ga mungkin yesus ngasih darah yg brasal dari salib. kecuali Dia ngomong : inilah darahKu yg AKAN tertumpah sebentar lg :slight_smile:

jd Yesus hny ngasih tubuh & darah dari perjamuan, bkan darahnya yg tertumpah di salib. amen??

Berarti anda setuju dengan kata-kata Yesus yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bahwa daging dan darah Yesus yang diberikan diatas kayu salib di bukit golgota adalah benar-benar daging dan darah Yesus.

V. Apa itu roti yang diberikan YESUS?

Yoh 6:51 Akulah b[/b] roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah Daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.

Jawab:

Dan Roti (kiasan roti hidup) yang diberikan YESUS itu ialah Daging-Ku (benar-benar daging secara harafiah) yang akan diberikan (dan SUDAH diberikan YESUS setelahnya) untuk keselamatan dunia.

VI. Kapan YESUS memberikan Daging-Nya untuk hidup dunia?

Jawab: Di atas kayu salib di bukit Golgota

Dengan kata lain, anda setuju dengan apa yang sudah saya rangkum, terima kasih.

Amin !

Saya harap katolikers juga memberi pernyataan apakah setuju atau tidak dengan ayat Yohanes 6 yang saya kutip, agar nantinya bisa dilanjutkan pada ayat-ayat berikutnya.

Yang Katolik kok diam semua?

Hanya butuh konfirmasi dulu sebelum dilanjutkan pada ayat berikutnya

Syalom

Ok bro setuju… :happy0158:

Katolikersnya kelihatan pada ketakutan semua bro !

Kurang masuk di akal kalau Gereja Katolik ketakutan terhadap kata-kata Yesus yang saya kutip.

Saya meminta persetujuan Katolik mengenai benar tidaknya kata-kata Yesus untuk ayat yang sementara saya ajukan di thread ini. Mengenai apakah Gereja Katolik mengimani dan percaya pada Yesus atau tidak, bukan itu yang ditanyakan.

Jadi tidak ada alasan buat Katolik untuk ketakutan, mungkin ada hal lain yang belum kita ketahui.

Baiknya kita menunggu tanggapan dari Katolik untuk mengetahui ada apa sebenarnya.

Syalom

oh yeah? yakin loe?

topik loe udeh BASI man!!

Kalau saya sih, kata roti itu hanya kiasan saja untuk menjelaskan bahwa rohani kita butuh makanan/roti juga. Rohani kita bisa lapar seperti jasmani kita bisa lapar. Oleh sebab itu kalau kita gelisah, tidak ada damai, itu berarti rohani kita lapar dan butuh makanan. Disinilah kita perlu mengkonsumsi Firman Tuhan artinya membaca dan merenung2kannya dan mempercayainya.

Demikian juga darah dan daging yang juga lambang untuk mengingatkan pada kita bahwa Kristus sudah mati disalib untuk kita. makanlah dan minumlah untuk keselamatan jiwa kita dari siksaan neraka nanti dan siksaan kegelisahan dan kesedihan sekarang yang sedang kita alami. Kalau kita telan saja tanpa ragu2 lagi darah dan daging Kristus yang dipecah2kan maka kita akan selamat di akherat dan selamat dari stress didunia ini. Menelan bulat2 ajaran Kristus tanpa ragu2 artinya mempercayai tanpa ragu2 ajaran Kristus pastilah kita selamat karena mencurigai ajaran Kristus lalu tidak melaksanakan itu membunuh jiwa kita.

Setiap ajaran memang harus diuji benar dari Kristus atau tidak, namun kalau sudah jelas dari Kristus harus ditelan tanpa ragu2 lagi.

Tubuh yang dipecah2 adalah Berarti kiasan juga kan Tubuh Yesus disalib tapi tidak dipotong2, demikian juga Darah Yesus menetes diatas kayu salib tapi tidak ada orang yang menampung darahnya dan meminumnya. Jadi tubuh yang dipecah2kan bukan bearti secara letter dipotong2 lalu dibagi2 kan pada murid2nya lalu dimakan.

Saya memang pernah lihat film documentary tentang persembahan manusia dimana para pengikut ritual secara letter mempersembahkan manusia yang dalam keadaan setengah sadar karena mungkin diberi narkotik dulu dan benar2 dibunuh dialtar, lalu para pengikut ritual itu membalah isi perutnya, ketuanya mengambil jantung dari korban itu dan memakannya dan para pengikutnya mengambil bagian2 lain juga memakannya dengan mengatakan mine, mine, artinya ini miliku, bukan mine tambang.

Jadi dalam hal ini pengikut pagan mengartikan sungguh2 makan daging manusia dalam suatu ritual yang meraka lalukan itu.

bro, landasan Ekaristi adalah Perjamuan Terakhir dan Surat Rasul Paulus, bukan ayat tersebut, itu sama saja dengan minggu dan sabat

wah dilanjut ternyata nih?

pertanyaan saya masih seputar bagaimana CARA MEMAKAN Roti hidup itu?
boleh dong saya tanya cara makan? karena ayat itu tertulis Memakan Aku?

kita mulai dari makna kiasan, mulai dari sudut pandang anda dulu…
maka:

  1. apakah memakan Roti hidup itu dengan cara mendegar dan percaya pada yesus? (roti = iman percaya pada yesus)

  2. apakah memakan Roti Hidup itu dengan cara Percaya pada Firman Tuhan? (roti = firman)

  3. ataukah memakan Sang Roti Hidup mengkiasakan diriNya yang dimakan itu dengan tubuh dan darahnya yg tertumpah di kayu salib? (roti dan anggur adalah lambang tubuh dan darah yesus yg tersalib)

Saya luruskan dulu beberapa hal. Thread ini saya buat untuk membahas satu demi satu secara keseluruhan perkataan Yesus dari awal. Setelah ada persetujuan mengenai kata-kata Yesus, baru dibahas ayat berikutnya secara teratur dan bertahap.

Seperti keterangan di awal thread ini, yang dibahas adalah setuju atau tidak pengertian dari kata-kata Yesus dalam ayat yang dikutip.

Sekiranya tidak setuju, harap dicantumkan juga point dan ayat yang mana yang tidak disetujui.

Setelah ini, tolong lain kali cantumkan ayat dan point ke berapa yang ond3 keberatan agar diskusi tidak keluar dari alurnya.

Sebelum bicara cara makan dan apa yang dimakan, apakah Gereja Katolik setuju kalau ROTI HIDUP yang dimaksud dari Yohanes 6 adalah Yesus Kristus? (point I)

Demikian juga halnya dengan:

Ayat 33: Roti Hidup yang turun dari Sorga, yang memberi hidup pada dunia

Ayat 35: Yesus adalah roti hidup, barangsiapa DATANG kepada Yesus, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa PERCAYA kepada Yesus, ia tidak akan haus lagi.

Ayat 38: Yesus turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendakNya, tapi untuk melakukan kehendak Allah yang mengutus Dia.

Roti bukan kiasan iman percaya seperti pertanyaan anda no1. Roti Hidup adalah kiasan yang diberikan Yesus mengenai DiriNya sendiri pada orang2 di Kapernaum.

Dalam ayat 29, YESUS berkata kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu PERCAYA kepada Dia yang telah diutus Allah.

Apa Gereja Katolik juga memiliki pengertian yang sama dengan maksud Yesus diatas?