Roh mereka yang mati di dalam Kristus sedang apa sekarang?

1Tes 4:14
Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

Sepenggal teks Kitab Suci diatas merupakan bagian dari penjelasan rasul Paulus, bahwa kita yang masih hidup saat Tuhan Yesus datang, tidak akan mendahului mereka yang telah mati dalam Kristus. Sebab saat itu mereka yang telah mati akan dibangkitkan Allah pada saat itu dan bersama kita yang masih hidup menyongsong Kristus.

Kabar ini merupakan landasan pengharapan gereja tetap bertahan sampai hari ini, yaitu untuk menantikan pengangkatan kita sebagai anak Allah seperti yang dikatakan rasul Paulus dalam (Roma 8:23).

1 Yohanes 3:2-3, “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Jadi intinya, pada hari Tuhan Yesus datang kedua kainya, orang beriman yang telah mati akan dibangkitkan untuk menjadi anak-anak Allah dalam arti yang sebenarnya. Kita memang anak-anak Allah berdasarkan iman, dan kita dibenarkan Allah oleh karena iman kita dalam Tuhan Yesus Kristus.

Sementara mereka menunggu dibangkitkan, mereka dikumpulkan oleh Allah di tempat yang bernama Firdaus sesuai yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus dalam Lukas 23:43. Sementara menunggu di Firdaus, yaitu sorga tingkat tiga (2 Korintus 12:2-4), setara dengan halaman dalam konsep Kemah Suci (Ibrani 8:5), lalu apa yang mereka lakukan disana?

Sedangkan kita tahu dari apa yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Yohanes 9:4, “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Malam dimaksud-Nya adalah saat kita mati, kita tidak lagi bekerja. Sejalan dengan apa yang diungkapkan Ayub 3:13, bahwa mati itu istirahat, seperti tidur tidak bekerja. Juga dalam Wahyu 6:11, disebutkan bahwa kematian adalah waktu beristirahat menantikan kegenapan Allah.

Jadi bagaimana menurut kamu, apakah orang beriman, saudara, kenalan, para rasul dan orang-orang kudus hari ini di Firdaus mereka beristirahat menunggu hari Tuhan atau mereka berkelayapan melayani manusia dalam bentuk roh tanpa tubuh sebab memang mereka belum dibangkitkan menerima tubuh yang baru?

Lalu, siapakah yang dimaksud dalam Ibrani 1:14, apakah kakek nenek kita?

ayat ini menjelaskan segalanya :

Yohanes 11
25. Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,

saya tidak setuju dengan penafsiran diatas, ijinkan sy menjelaskan penafsiran sy :

Yohanes 9
4. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.
5. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."

ayat 5 saya pikir itu menjelaskan ayat 4
perhatikan tanda " yang menandakan akhir kalimat, itu artinya Yesus ngomong ayat 4 dan 5 dalam satu kesatuan omongan, maka seharusnya itu adalah satu kesatuan kalimat

selama masih siang (keadaan yang terang), maka kita harus terus bekerja
ayat 5 bilang selama Yesus ada di dalam dunia, maka Dialah terang dunia itu
so kalau kita percaya Yesus ada di dalam dunia ini sampai sekarang, maka kita harus terus bekerja apapun keadaan kita

kapan datangnya malam? pada waktu Yesus sudah tidak di dunia ini
possible kah? tentunya, kan dikatakan ada langit baru bumi baru, dengan kata lain, dunia yang baru

so malam disitu gak cocok kalau ditafsirkan sebagai kematian, sebab waktu kita sudah mati pun, Yesus masih ada di dalam dunia ini (saat ini)

hemat saya

orang yang menafsirkan mereka sekarang “beristirahat” sama levelnya dengan orang yang menafsirkan mereka masih “bekerja”

keduanya sama2 tafsiran, belum tau mana yang benar

bisa jadi mereka beristirahat lalu bekerja juga kan?
kadang kita terlalu berpegang kepada 1 penafsiran sembari menutup diri kita kepada penafsiran yang lain seolah2 penafsiran kita yang sudah pasti benar

jadilah orang yang terbuka terhadap penafsiran seperti ini

sy memahami ini sebagai malaikat

tp silahkan berikan pendapatnya

kata “AKAN” pada ayat diatas, menunjukkan peristiwa yang belum terjadi, tapi akan terjadi.

kapankah orang yang meninggal dalam Tuhan dikumpulkan… ??
Jawabnya pada Akhir Zaman, pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang ke 2 kali.
Daniel 12:13. Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman."

saudara saudara…
tidak ada apa apa dalam dunia orang mati, tidak ada upah disana,…
semua hayalan mengenai aktifitas di dunia oang mati, hanyalah spekulasi, tidak nyata dan hanya ada diangan angan saja.

salam
TYM

Menurut Para Reformator:

  1. Martin Luther
  2. William Tyndale
  3. John Milton
  4. Thomas Hobbes
  5. Sir Isaac Newton
  6. dll

Para Reformator ini, tidak percaya Kekekalan Jiwa, tidak percaya ada Kehidupan di alam maut.
mereka Percaya kepada Tuhan dan Janji Kebangkitan pada saat kedatangan Tuhan yang ke 2 kali.

mereka Percaya Mati itu sebagai tidur.
silahkan Baca di:

  1. Martin Luther - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
  2. Mortalisme Kristen - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

salam
TYM

Menurut pendapatku, walaupun Luk 16:19-31 Orang kaya dan Lazarus yang miskin adalah perumpamaan, namun Tuhan Yesus Kristus mengajar melalui kisah itu tentang babak lanjut yang dialami oleh orang-orang yang mati fisik. Dengan demikian, walaupun kisah yang dialami setiap orang mati fisik tidak harus identik dengan kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin, @Sotardugur Parreva percaya bahwa ada ‘kehidupan’ di alam maut. Jika memang tidak ada ‘kehidupan’ di alam maut, maka Tuhan Yesus Kristus tidak akan menceritakan Orang kaya dan Lazarus yang miskin, di mana dikisahkan pengalaman orang kaya dan Lazarus setelah mati fisik.
Maka, poin ketidakpercayaan Martin Luther, William Tyndale, John Milton, Thomas Hobbes, Sir Isaac Newton, dll untuk poin ‘kehidupan’ di alam maut, berbeda dengan yang kupercaya berdasar perumpamaan yang dikisahkan Tuhan Yesus Kristus. Berdasar kisah perumpamaan Orang kaya dan Lazarus yang miskin itu, @Sotardugur Parreva meyakini bahwa ada ‘kehidupan’ setelah kematian fisik, sebelum kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali.

Selain perumpamaan yang dikisahkan Tuhan Yesus Kristus itu, menurut pendapatku, dari 1 Pet 3:18-20 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu, kumaknai bahwa roh-roh orang meninggal mempunyai ‘kehidupan’ di alam maut. Jika tidak ada ‘kehidupan’ di alam maut, sia-sialah Tuhan Yesus Kristus memberitakan Injil kepada roh-roh orang yang meninggal pada masa air bah di zaman Nuh

Salam damai.

Yang pasti orang mati tidak akan datang lagi kedunia apapun alasannya karena itu tidak mungkin lagi !

Kedatangan atau ketidakdatangan atau perpindahan roh. bukan atau belum menjadi pokok bahasan trit ini.

Salam damai.

betul sekali, karena Kisah Lazarus, Bapa Abraham dan Orang Kaya adalah Perumpamaan,
menurutku kurang pas menjadikan Perumpamaan itu menjadi landasan Doktrin atau pengajaran.
perumpamaan perumpamaan yang diberikan Tuhan adalah untuk mempermudah pengajaran-Nya masuk kedalam pikiran para pendengar.

sama seperti perumpamaan, Dirham yang Hilang, Domba Yang Hilang, Anak yang hilang, Bendahara yang tidak Jujur, Tuan dan Hamba, dalam Kitab yang sama… begitu pula cerita Lazarus dan Orang Kaya adalah Perumpamaan untuk menjelaskan pengajaran Yesus agar mudah di cerna oleh Pikiran.

Dalam Perumpamaan Lazarus dan Orang Kaya…
Saya pribadi mempercayai ke dua tempat yang berbeda antara Lazarus dan Orang Kaya sebagai Surga dan Neraka.
Lazarus di Surga dan
Orang Kaya di Neraka.

  1. perumpamaan itu mengajarkan, segala sesuatu yang kita perbuat didunia ini apakah baik atau jahat, akan dituai di kehidupan yang akan datang.
    akan menerima upahnya masing masing.
    dan tidak ada Kesempatan ke dua kalau sudah mati.,

  2. perumpamaan itu juga mengajarkan bahwa Alkitab yaitu Firman Allah yang terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Dasar dari semua pengajaran, yang terutama dan harus menjadi yang pertama.
    mari kita baca ayat berikut ini:
    Lukas 16:29. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

  3. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

  4. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

PERHATIKAN!!!
kalimat yang kubold merah pada ayat diatas:
PADA MEREKA ADA KESAKSIAN MUSA dan PARA NABI., kesaksian Musa dan Para Nabi adalah Kitab Kitab yang diinspirasi oleh Roh Kudus.
Kitab itu adalah Dasar dari Semua Pengajaran dan Doktrin, di dalamnya tertulis Ilmu yang dibutuhkan untuk Keselamatan manusia.
kalau manusia menolak ajaran Firman yang tertulis dalam kitab kitab itu, maka tidak gunanya pengajaran lain, sekalipun orang mati dibangkitkan tidak akan berfaedah bagi manusia yang menolak Firman Allah.

itulah arti dan makna perumpamaan itu yang kutangkap…

Salam damai.
TYM

Terima kasih.

Menarik.
Maksud @Simatupang@123, seketika setelah fisik seseorang mati, roh orang itu langsung dibawa ke sorga atau neraka?
Kalo fisiknya pasti tetap terkubur dalam tanah(jika tadinya dikubur) sebelum kebangkitan pada akhir zaman. Di budaya Batak kuketahui adanya acara penggalian tulang-belulang leluhur dan menempatkan tulang-belulang itu dalam tugu beton. Itu memberi bukti bahwa orang yang dikubur dalam tanah akan tetap terkubur, sampai nanti dibangkitkan pada akhir zaman.
Tentang roh seseorang yang mati, pemahaman kita berbeda. Menurut pemahamanku, seseorang yang mati fisik, tidak serta-merta rohnya dibawa ke sorga atau neraka. Pembawaan ke sorga atau neraka, terjadi nanti setelah pengadilan terakhir, yang diceritakan di Injil seperti memisahkan kawanan kambing dari domba, seperti memisahkan ilalang dari gandum. Bukan sesaat setelah kematian fisik.

Setiap orang di dunia kemudian akan menuai hasil perbuatannya selama hidup di dunia, berterima di nalarku.
Tentang kesempatan kedua, kukira, diskusi belum sampai di sana.
Judul trit adalah menanyakan, sekarang ini, di mana roh orang yang sudah mati dalam Kristus?
Tulisan @Sotardugur Parreva tidak menjawab pertanyaan trit, karena belum pernah melakukan penelitian mengenai hal itu. Namun, @Sotardugur Parreva tertarik pada pendapat @Simatupang@123 yang kunilai sependapat dengan tokoh-tokoh yang @Simatupang tulis itu, yang tidak percaya pada kekekalan jiwa(pada poin ini kumaknai sebagai kekekalan roh).

Poin ini juga menarik bagiku.
Sebab, di Luk 16:16 dicatat Yesus Kristus mengatakan bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi (Perjanjian Lama) berlaku sampai zaman Yohanes. Menurut pendapatku, sesuatu yang terbatas masa berlakunya, tidak akan dijadikan sebagai landasan dari hal yang kekal sampai kepada akhir zaman.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Tidak kutangkap dari yang merah itu, termasuk dari kisah lainnya di Alkitab yang menyatakan bahwa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah dasar dari semua pengajaran dan doktrin. Jika @Simatupang@123 menemukannya, coba quote-kan. Kalo pengajaran yang kubaca dan kutangkap, tercatat pada Mat 28:20, di mana Yesus Kristus memberikan kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkanNya kepada 11 rasul yang sudah ditinggal Yudas, dan rasul ditekankan untuk selalu mengingat bahwa rasul senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman. Beberapa waktu kemudian, setelah berdoa bersama, dipilih lagi Matias, maka jumlah pengajar kembali menjadi 12. Dan kemudian diketahui bahwa Saulus yang diubah menjadi Paulus, juga dipilih Yesus Kristus sebagai pengajar.

Salam damai.

Mereka yang mati didalam Kristus menunggu tubuh kebangkitan dan tidak akan pernah datang kedunia dan berjanji kesana sini menipu manusia.

Berikan sumber simpulan Anda.
Jika hanya menuliskan begitu tanpa latar belakang sumber, tidak perlu masuk ruang diskusi.

Salam damai.

Ibrani 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

Jadi manusia mati sekali lalu dihakimi,tidak ada ajaran bisa gentayangan lagi kedunia ini karena itu pasti si Iblis yang menyamar !

#4 @Sotardugur Parreva: Menurut Luk 16:19-31, ada “kehidupan” di alam maut setelah kematian fisik. Menurut 1 Pet 3:18-20, Yesus Kristus menginjil kepada roh yang dipenjara (meninggal pada zaman Nuh).

#5 @alamak: Yang pasti orang mati tidak akan datang lagi kedunia apapun alasannya karena itu tidak mungkin lagi !

#6 @Sotardugur Parreva: Kedatangan atau ketidakdatangan atau perpindahan roh. bukan bahasan trit ini.

#10 @alamak: Mereka yang mati didalam Kristus menunggu tubuh kebangkitan dan tidak akan pernah datang kedunia dan berjanji kesana sini menipu manusia.

#11 @Sotardugur Parreva: Berikan sumber simpulan Anda.

#12 @alamak: Ibrani 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
Jadi manusia mati sekali lalu dihakimi,tidak ada ajaran bisa gentayangan lagi kedunia ini karena itu pasti si Iblis yang menyamar !

Kenapa jomplang?
Poin bahasan adalah ada “kehidupan” bagi orang yang sudah mati fisik. Luk 16:19-31 menceritakan adanya aktivitas orang kaya dan Lazarus yang sama-sama mati fisik. Orang kaya minta tolong kepada Abraham, Lazarus rebahan di pangkuan Abraham.
Kenapa tanggapan @alamak tentang ayat yang menceritakan bahwa seseorang yang mati akan passif hanya menunggu dibangkitkan saat penghakiman? Dan lagian, ayat yang @alamak kutip itu ada di perikop Kristus adalah Pengantara dari perjanjian yang baru (Ibr 9:11-28). Bukan menceritakan tentang kondisi atau kejadian atau peristiwa setelah seseorang mati.

@alamak bisa menalar, kan? Kalo @alamak hanya berencana untuk ber-OOT ria, Anda ndak perlu ngepost.

Salam damai.

Mana buktinya orang mati banyak aktivitas dan berjoget ria di alam sana ?

@jamu bisa menalar sedikit ato tidak?

Di Reply#3 @Simatupang@123 menulis bahwa para reformator, yaitu Martin Luther, William Tyndale, John Milton, Thomas Hobbes, Sir Isaac Newton, dll, tidak percaya Kekekalan Jiwa, tidak percaya ada kehidupan di alam maut. Mereka percaya kepada Tuhan dan Janji Kebangkitan pada saat kedatangan Tuhan yang ke 2 kali. Mereka percaya mati itu sebagai tidur.

Di Reply#4 @Sotardugur Parreva menanggapi, bahwa @Sotardugur Parreva tidak sepandangan dengan para reformator itu. @Sotardugur Parreva mengemukakan kisah Orang kaya dan Lazarus yang miskin (Luk 16:19-31), perumpamaan yang diceritakan oleh Yesus Kristus, di mana diceritakan bahwa orang kaya dan Lazarus yang sudah mati fisik, dibawa ke tempatnya. Ternyata, si orang kaya dapat beraktivitas berupa meminta tolong kepada Abraham, dan Lazarus rebah di pangkuan Abraham. Mereka (orang kaya dan Lazarus yang mati fisik) ternyata diceritakan oleh Tuhan Yesus Kristus berada pada kondisi hidup.

Selain itu, 1 Pet 3:18-20 mengungkapkan bahwa Yesus Kristus menginjil kepada roh-roh orang yang meninggal pada zaman Nuh. Menurut pendapatku, jika roh orang yang mati fisik tidak dapat berbuat apa-apa (bukan harus joget, lhoh) selain menunggu dibangkitkan, berarti perumpamaan yang diceritakan Yesus Kristus adalah bohong. Mungkinkah Yesus Kristus berbohong? Jika roh orang meninggal tidak dapat berinteraksi, untuk apa Yesus Kristus menginjili roh orang yang meninggal zaman Nuh?

Bukti apa yang @jamu perlukan?

Salam damai.

Janji kebangkitan itu kelak pada saat Maranatha,makanya tidak ada seorangpun yang telah bangkit (assumption) dari kematian sampai Yesus kelak datang kembali.

Yang mati belum bangkit dan rohnya tidak pernah gentayangan kebumi !

Maksud @jamu, kisah Orang kaya dan Lazarus yang miskin, di mana si orang kaya berkomunikasi dengan Abraham itu hanya suatu gambaran yang tidak benar? Bahwa di alam maut sebelum penghakiman terakhir, tidak ada ‘kehidupan’?
Boleh @jamu kemukakan, berdasar apa pendapat seperti itu dibangun?

Menurut pendapatku, berdasar Luk 16:19-31 dan 1 Pet 3:18-20 kupahami bahwa masih ada ‘kehidupan’ di dunia orang mati fisik. Bahwa kematian fisik bukan menghilangkan kehidupan melainkan mengubah.

Salam damai.

Hidup dari roh yang sudah mati secara fisik itu berbeda dengan hidup roh didalam fisik,itu soal sederhana anak kecilpun tahu itu.

Lantas, apa yang hendak @jamu sampaikan?

Salam damai.