Renungan : Berkat Tuhan

Bagaimana cara kita mendapat berkat Tuhan?

tentunya setiap hari kita sudah mendapatkan berkat, air, udara, makanan, minuman kesehatan, keluarga, teman-teman, kehidupan, semuanya sudah Dia sediakan. Namun yang saya maksudkan di sini adalah sesuatu yang berbeda dengan apa yang biasa kita terima, seperti Abraham yang keturunannya seperti pasir di laut (Kejadian 24:1) , Ishak (Kejadian 26:12), raja Daud yang begitu agung dan mahsyur , Ayub yang kekayaannya melimpah, Yusuf yang menjadi orang kedua di Mesir, Daniel yang mendapatkan kedudukan tinggi di Babel, dan berbagai tokoh alkitab lain yang mendapatkan hal-hal luar biasa yang tidak pernah mereka bayangkan.

Bagaimana mereka mendapatkan itu semua? apakah mereka dengan mudahnya mendapatkan semua itu? tentu tidak, mereka melewati hari, bulan, bahkan tahun yang penuh dengan keringat sampai akhirnya mereka mendapat yang Tuhan berikan. Tidak ada berkat yang luar biasa yang didapat tanpa usaha. Apa yang kita tabur itulah yang kita tuai, jika kita tidak menabur, maka kita tidak akan mendapatkan hasil apapun. Mintalah, maka akan diberikan kepadamu, carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7). Ayat ini secara jelas menggunakan tiga buah kata kerja, minta, cari, ketok, kata kerja ini digunakan untuk menggambarkan atau menjelaskan bahwa kita harus berusaha sebelum kita mendapatkan apa yang kita mau atau Tuhan janjikan.

Tuhan sudah berjanji kepada Abraham (kejadian 15:18; 17:2,4,7,9). Apakah semua dengan mudahnya terlaksana? tidak, Abraham harus melalui banyak hal dan rintangan untuk dapat menerima janji Tuhan, berkali-kali ia diuji, dan akhirnya ia berhasil dan janji Tuhan pun ditepati. Bukannya mustahil bagi Tuhan untuk langsung memberkati kita, tetapi Ia ingin melihat kesungguhan kita, ucapan syukur kita dan iman kita.

Terkadang dapat atau tidaknya suatu berkat sangat ditentukan oleh diri kita sendiri, seperti janji Tuhan kepada raja Daud, bahwa Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel (1 raja-raja 2:4). hal ini tercapai hanya sampai saat anak Daud, yaitu Salomo memerintah, namun Salomo Jatuh ke dalam Dosa, dan kita tahu bagaimana tahkta Israel tidak lagi dipegang oleh keturunan Daud. jadi semua berkat dan kekayaan ada dalam tangan kita, Tuhan sudah menyediakannya, semua adalah pilihan kita untuk mengambilnya atau mengabaikannya. IAM