Ragi dalam Matius 13:33

Matius 13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

Bro n Sis ada pendapat kah mengenai ragi ini, arti positif atau negatif ?
GBU

menurut pemahaman saya yah bro…

masalah nya adalah di perempuan nya… bukan di ragi nya
perempuan yang di maksud kan bukanlah perempuan yang sebenar nya…
perempuan itu adalah kita orang2 yang mengikuti Yesus…

Ragi bisa baik, bisa juga buruk…

jadi tergantung kita menaruh ragi yang bagus atau buruk ke dalam adonan nya… kalo ragi yang buruk, yah roti yang buruk… kalo ragi yang baik… yah roti yang baik…

seperti nya begitu yah T__T

Gbu…

Meski dalam Perjanjian Baru kata “ragi” sering kali dipakai dengan konotasi negatif, yaitu ekspresi “ragi orang Farisi dan Saduki” (bandingkan Matius 16:6,11; Markus 8:15; Lukas 12:1). Dalam ayat-ayat yang lain konotasinya positif :

* Matius 13:33
LAI TB, Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”
KJV, Another parable spake he unto them; The kingdom of heaven is like unto leaven, which a woman took, and hid in three measures of meal, till the whole was leavened.
TR, αλλην παραβολην ελαλησεν αυτοις ομοια εστιν η βασιλεια των ουρανων ζυμη ην λαβουσα γυνη ενεκρυψεν εις αλευρου σατα τρια εως ου εζυμωθη ολον
Translit, allên parabolên elalêsen autois homoia estin hê basileia tôn ouranôn zumê hên labousa gunê enekrupsen eis aleurou sata tria heôs ou ezumôthê holon
bandingkan * Lukas 13:20-21

Yang menjadi pokok perumpamaan bukan perempuan-nya tetapi RAGI itu, dimana Ragi itu dapat mengembangkan adonan tepung yang kecil menjadi besar.
Yesus tidak bermaksud menyebut Ragi ini sebagai sesuatu yang jahat. Dia menggunakan konsep ragi karena kekuatannya yang tersembunyi. Ragi dan adonan asam meresap ke dalam seluruh adonan sehingga menyebabkan adonan mengembang. Ragi tidak terlihat, tetapi pengaruhnya dapat dilihat oleh semuanya. Demikianlah cara Kerajaan Allah menyatakan kekuasaan dan kehadirannya di dunia saat ini.

Artikel terkait :
Perumpamaan-perumpamaan: 8. Perumpamaan tentang Ragi, di http://www.sarapanpagi.org/8-perumpamaan-tentang-ragi-vt1376.html#p4731

RAGI, Study kata, di http://www.sarapanpagi.org/ragi-vt2904.html#p16342

oh… begitu toh maksud nya…
saya pikir biasa Yesus suka perumpamaan mempelai2 gitu…
jadi saya pikir kita mempelai nya [perempuan] :smiley:
haha…

dan oleh karena pengaruh kata ragi orang saduki juga, saya pikir ragi yah tergantung memakai ragi tersebut…

Gbu.

Seperti ragi walau sedikit (lebih sedikit dari tepungnya) bisa mengkhamirkan seluruh Adonan.

Demikian juga firman Tuhan yang tertanam dalam hati umat yang percaya dapat mengubah seluruh kehidupan orang yang percaya tersebut.

Regards,
Hans188

Penggunaan istilah ragi dalam kebanyakan ayat di Alkitab dimaksudkan untuk hal yang jahat dan tidak suci. Namun demikian pada bagian ini berbicara mengenai pertumbuhan, sehingga diharapkan ada pertumbuhan dan perkembangan dari kerajaan sorga dalam diri seseorang yang terus bertumbuh. Hal ini sepertinya membicara cara kerja Roh Kudus dalam kehidupan personal seseorang…

mungkin kira2 begitu…

lalu mengapa perumpamaan nya menggunakan “perempuan” ??
mengapa tidak menggunakan “seseorang” ??


Gbu

Yesus menggunakan perumpamaan yang diambil dari kehidupan sehari2. Dalam hal ini Ia mengambil kegiatan domestik (rumah-tangga), bahwa pekerjaan memasak adalah tugas dari ibu (perempuan) di rumah.

Ragi itu tersembunyi dalam tepung tiga sukat, namun ia bekerja secara perlahan-lahan mengembangkan. Dan pengembangan ini tidak dapat dicegah, ragi juga memberikan kelezatan dan aroma pada adonan itu, namun demikian tidak ada orang yang tahu bagaimana caranya ia bekerja, orang hanya akan tahu hasilnya ketika adonan itu telah mengembang (dimana seluruh adonan menjadi khamir).

Para Rasul bekerja memberitakan Injil bagaikan ragi, dan “ragi” itu memberikan dampak yang ajaib. Injil secara perlahan membuat perubahan yang indah dalam rasa dan kelezatannya. Keharuman Injil tersebar kemana-mana (lihat 2 Korintus 2:14; Roma 15:19). Dengan demikian Kerajaan Surga semakin berkembang karena keberhasilan Injil yang diberitakan dan karena Roh Kudus sendiri yang bekerja dan tidak ada yang dapat menghalanginya.

lalu bila di bandingkan dengan ragi orang farisi ??
apa maksud nya juga sama begitu ?
maka dari itu kita di suruh berhati2 terhadap ragi orang farisi ?

Ada 18 ayat dalam alkitab bahasa indonesia dan 20 dalam KJV di sebutkan kata Ragi, tidak satupun arti kata Ragi ini positif.
Tepung adalah gambaran Kristus dan Ragi adalah gambaran doktrin, penambahan ajaran-ajaran selain yang dari Kristus.
Ini adalah gambaran kekristenan masa setelah Kristus dimana gereja tumbuh dengan pesatnya seperti tepung yang telah bercampur dengan ragi seluruhnya atau khamir. Namun pertumbuhan itu sangat jauh dari apa yang Tuhan mau. Kita seharusnya menikmati Kristus yang murni saja (tepung)tanpa ada penambahan apapun (ragi).
Soal perempuan kita semua pasti tahu ajaran apa yang didalamnya begitu dominan perempuannya (bukan menjudge) tapi ini mungkin pertimbangan agar setiap kita terbuka mata rohani dan belajar menikmati Kristus yang murni. Seperti di 1 korintus 5 katakan
1 Korintus 5:6 Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?
1 Korintus 5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
1 Korintus 5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
GBU

Perumpamaan ini sebenarnya tidak berdiri sendiri, melainkan berpasangan:

Matius 13:31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

Hal yang sama akan Anda temui dalam Injil Lukas.
13:18. Maka kata Yesus: “Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? 13:19 Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.”

13:20 Dan Ia berkata lagi: “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? 13:21 Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

Hal yang dibahas/ dianalogikan adalah Kerajaaan Allah.
Dua perumpamaan dipakai untuk analogi satu hal yang sama.

Menurut Anda Kerajaan Allah suatu yang baik atau yang buruk?
Bila Anda terpaku ragi selalu berarti buruk. Ingat juga burung pun bisa berarti buruk dalam perumpamaan penabur benih.

Lukas 8:12 Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

Lalu di sana tentang Kerajaan Allah disebutkan: “sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya”.
Apa yang ada dibenak Anda tentang hal ini? Iblis bersarang dalam Kerajaan Allah? Don’t be kidding… :mad0261: :ashamed0004:

Yang dipertegas di sini adalah perubahan/ pertumbuhan dari orang yang percaya.
Bagaimana yang kecil bisa menjadi tumbuh besar.
Bagaimana yang sedikit bisa mengkhamirkan yang lebih banyak seluruhnya.
Demikian juga orang percaya harus nyata ada pertumbuhan dan perubahan sesuai dengan iman hasil respon dari menerima firman Tuhan.

Regards,
Hans188

Sdr hans188, benar sekali perumpamaan ini nyambung dengan perumpamaan biji sesawi. Saya sebenarnya tadi mau menyinggung tapi takut keluar dari topik.
Matius 13:31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

Mari kita perhatikan baik-baik kata Tuhan, bijinya paling kecil, tapi bila tumbuh lebih besar dari pada sayuran yang lain. Bukankah seharusnya dia adalah sayuran? Dan kita tahu bahwa sayuran seharusnya menjadi sayur yang tidak besar, tidak bercabang hingga menjadi sarang burung? Sayuran seharusnya kita konsumsi hingga mengenyangkan dan menberi gizi buat kita bukannya malah jadi pohon.
Memang ini mungkin hal yang mengejutkan buat kebanyakan kita. Saya ajak kita semua terbuka secara rohani apakah Tuhan mau gerejanya menjadi demikian meriah?
Tuhan mau kita menikmati Dia menjadi makanan kita sehari-hari. Bahkan lebih dari itu menjadi segala kita. Kristus saja cukuplah buat kita tanpa ada tambahan-tambahan ragi atau semarak hingga burung dapat bersarang dicabangnya. Kristus adalah tepung saja, Kristus adalah sayur saja.
Kekristenan hari ini apakah mencerminkan hal ini? Bila tidak benar samakah nubuatan Tuhan kala itu? Benar sekali.
Mari sdr-sdri kita kembali kepada kekristenan yang murni.

Brn n sis kayaknya jadi anget nih. Saya cenderung setuju dgn bro ato sis Hayat. Banyak kita jumpai kekristenan jd merosot hari2 ini dengan kuatnya pendapat masing2 denominasi. Trus gmn baiknya kekristenan hari ini? Ada pendapatkah? Gbu

menurut saya sih Kekristenan sekarang sangat maju kok :slight_smile:

bukannya menurun…
karena faktor jaman aja bro…

meningkat nya dapat di lihat dari seminar2 keKristenan…
studi2 keKristenan, ataupun program2 dari gereja itu sendiri… :smiley:

Gbu…

Kehendak Tuhan adalah tetap dulu skrg dan selamanya. Ragi artinya negatif. Masak Tuhan merubah positif di satu ayat? Bukankah Tuhan memberi kita pilihan 2 jalan, lebar dan sempit? Dan yg lebar tentu banyak orangnya dan yg sempit sedikit orangnya. Bukankah hal ini cocok dgn keadaan saat ini. Banyak orang senang dgn perkataan dongeng, tp terhadap perkataan Firman yg murni begitu sedikit yg mengerti.

lho… dulu makan singkong, sekarang makan nasi…
ya ada peningkatan la bro, tapi inti nya sama2 untuk bikin kenyang…
dari faktor gizi juga nasi lebih bagus kan, jadi bukan merubah…
tapi meningkat lho…