PSEUDO MORALITY DALAM Kekristenan

definisi pseudo-
pseu•do- /pséudo/ bentuk terikat semu; palsu; bukan sebenarnya
http://istilahkata.com/pseudo.html

Definisi ‘moralitas’
Indonesian to Indonesian
n Sas

  1. sopan santun, segala sesuatu yg berhubungan dng etiket atau adat sopan santun
    source: kbbi3
    Definisi: moralitas, Arti Kata: moralitas

Dear FK-ers,

Ada sesuatu yang mengganjal dalam hati, begini:
Mengapa sebagian orang Kristen atau pengikut Kristus tidak lebih suka mengaminkan Firman Tuhan, alih-alih mengaminkannya, malahan Firman Tuhan seolah-olah dibuat agar nampak :
• Lebih sopan
• Lebih pantas
• Lebih etis
• Lebih rendah hati
• Lebih selamat
• Lebih sempurna
• Lebih kudus
• Dll, pokoknya dibuat agar lebih afdol, kira-kira begitulah.

Sebagian manusia (bahkan juga pengikut Tuhan Yesus diantaranya), menjadi terbiasa, dalam istilah saya, membijaksanai Firman Tuhan.

Lebih konkritnya begini :

Firman Tuhan MENGATAKAN :
Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa

Agar terasa lebih “RENDAH HATI” , bukannya diaminkan, malahan dibuat begini :
Ah aku kan orang berdosa, aku tidak mungkin melakukan itu.

Firman Tuhan MENGATAKAN :
Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah

Agar terasa lebih “ETIS”, bukannya diaminkan, malahan dibuat begini :
Ah aku tidak layak menerima kuasa sebagai anak Allah.

Firman Tuhan MENGATAKAN :
I Yohanes 2:1 Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.

Agar terasa lebih “SEMPURNA”, bukannya diaminkan, malahan dibuat begini :
Ah ada koq perantara yang lain, yaitu bisa melalui si A atau si B, dia kan orang kudus.

Firman Tuhan MENGATAKAN :
Matius 24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.

“Kisah Para Rasul 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Agar terasa lebih “KUDUS (mungkin)”, bukannya diaminkan, malahan dibuat begini :
Tuhan telah memberitahukan pada saya, tanggal sekian, hari anu, bulan anu, tahun sekian, Tuhan Yesus akan datang.

Firman Tuhan MENGATAKAN :
Kisah Para Rasul 1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Ny

Agar terasa lebih “SELAMAT”, bukannya diaminkan, malahan dibuat begini :
Keselamatan bisa melalui cara lain, inilah… itulah…., ditambah inilah, ditambah itulah

Firman Tuhan MENGATAKAN :
I Korintus 11:23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti
11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”
11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”
11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang

Agar terasa lebih “apa entahlah”, bukannya diaminkan, malahan dibuat begini :
Minum anggur itu jemaat tidak usah, diwakili saja. Jemaat cukup rotiNya saja.

Dan kalau mau dibuat daftar, akan ditemukan lebih banyak lagi.
Masalah pengusiran setan, penumpangan tangan, pengampunan dosa, penempatan patung, dsb, dsb seabreg masalah dalam iman kristiani.

Persoalannya adalah : Fenomena apakah ini? Mengapa terjadi sikap “moralis” seperti itu?
Dalam istilah saya adalah : pseudo morality, moralitas palsu, moralitas yang tidak sebenarnya, moralitas semu.
Moralitas yang tidak sesuai Firman Tuhan, seolah-olah suatu sikap ingin membetulkan Firman Tuhan agar lebih sopan, lebih etis, lebih pantas untuk saya, dsb, dsb.

Mengapa diakhir jaman ada fenomena seperti ini semakin nampak? Mengapa, mengapa dan mengapa?
Marilah kita berbagi pencerahan, agar menjadi terang dunia dan menjadi garam dunia.

Shalom.

Sifat dasar dosa: sombong. Dari Satan diwariskan ke manusia. Lambat untuk mendengar/belajar, cepat berbicara dan cepat marah. Dengan sifat dosa ini, maka harta manakah yang paling berharga; sudah tidak begitu jelas lagi. Seperti ayat:
Luk 12:34 Sebab di mana hartamu berada, di situ juga hatimu akan berada.”

Mat 6:32 karena bangsa-bangsa lain mengejar semua ini; sebab Bapa surgawimu mengetahui bahwa kamu membutuhkan semua ini.
Mat 6:33 Namun, carilah terlebih dahulu kerajaan Elohim dan kebenaran-Nya, dan semua ini akan ditambahkan kepadamu.
Mat 6:34 Oleh karena itu, janganlah khawatir akan hari esok, sebab hari esok akan mengkhawatirkan urusannya sendiri. Dalam suatu hari, cukuplah keburukannya.”

Orang kristen aja belum tentu mengerti ayat di atas, apalagi belum.

Saya coba jawab pertanyaannya Om,
Untuk dua ayat pertama saya nilai orang kristen menjawabnya dengan jujur, bukan berdalih. Karena ayat2 itu kelas berat/makanan keras; sedangkan orang kristen ybs. masih bayi. Wajar karena belum bertumbuh, bagaimana mungkin langsung dapat menerima sedangkan level imannya masih di bawah.

Untuk ayat2 selanjutnya, itu urusan pribadi masing2 mau taat apa tidak.

Peace…

Kalau yang saya tangkap dari 2 posting pertama:

berarti bro Edo dan bro Enjoy level iman-nya udah mendalam ya?

wahh… hebatnya…

apa sih kriterianya iman masih dangkal dan dalam?
dan ada berapa sih levelnya?
terus bgm hubungannya dgn pseudo morality di topik ini?

Mohon dijelaskan kpd saya yang imannya masih level dangkal ini ya…
salam,

Terimakasih Bro, atas perhatiannya.
Tetapi saya tetap tidak menggangapnya demikian. Karena mendapat lebih mudah daripada mempertahankannya.

Php 3:12 Bukan karena aku sudah mendapatkannya atau sudah disempurnakan, tetapi aku mengejarnya, kalau-kalau aku pun dapat menangkapnya, karena aku juga telah ditangkap oleh Kristus YESUS.
Php 3:13 Hai saudara-saudara, aku tidak menganggap diriku sendiri telah menangkapnya, tetapi satu hal -di satu sisi dengan mengabaikan apa yang di belakang dan di sisi lain dengan menjangkau kepada apa yang di depan-
Php 3:14 aku mengejar ke arah sasaran, yaitu hadiah panggilan luhur Elohim dalam Kristus YESUS.
Php 3:15 Oleh karena itu, berapa banyak yang menjadi sempurna, kita akan memikirkan hal itu, dan jika kamu memikirkan sesuatu yang berbeda, Elohim akan menyingkapkan hal itu juga kepadamu.
Php 3:16 Meskipun demikian, terhadap apa yang telah kita capai, berjalanlah dengan patokan yang sama, pikirkanlah hal yang sama.

Shalom…

Dangkal: =bayi rohani. Belum dapat mencerna makanan keras, belum dapat menerima Firman yg mengoreksi/menyinggung perasaan/kesalahannya. Masa bodoh, tidak haus/tidak antusias mencari kebenaran Firman.

Dalam: =dewasa rohani. Dapat mencerna makanan keras, dapat menerima nasihat/teguran yg mengoreksi/menyinggung perasaan/kesalahannya. Haus dan antusias mencari kebenaran Firman.

Pertumbuhan iman dan levelnya:
Mar 4:8 Dan yang lain, jatuh di tanah yang subur, dan dia menghasilkan buah ketika bertumbuh dan bertambah besar, dan yang satu menghasilkan tiga puluh, dan yang satu enam puluh dan yang satunya seratus kali lipat.”

Mat 25:14 “Sebab, sama seperti seseorang yang pergi jauh, telah memanggil hamba-hambanya dan menyerahkan kepada mereka apa yang menjadi miliknya.
Mat 25:15 Dan kepada yang seorang ia beri lima talenta, dan yang lainnya, dua, dan yang seorang lagi, satu, masing-masing sesuai dengan kesanggupannya, dan dia segera berangkat.
…:30.

Pseudo morality = iman yang tidak bertumbuh atau bahkan salah jalan.

Shalom…

Thanks jawabanya mas enjoy…

apakah kalau dalam bahasa sederhana bisa diterjemahkan demikian:

  1. Iman dalam: berarti sudah bisa ikut mengajak orang-orang lain sebanyak-banyaknya untuk sama dengan kita

2 Iman dangkal: berarti tidak bisa (tidak bertumbuh) untuk mengajak orang lain menuju jalan yang benar seperti Firman Tuhan sendiri, artinya cuma kita sendiri aja… belum mampu mengajak orang lain…

Pseudo morality = iman dangkal

mudah-mudahan betul ya interpretasi saya…
salam,

Dear Cadang,

We’ll meet again here dear, right? Shalom then…

Soal dangkal atau tidak, bukan persoalan yang mau dibahas oleh Om disini.
Tetapi yang ingin Om sampaikan adalah : ada sebuah fenomena "aneh’ di masa kini. Fenomena ini bisa saja meliputi sebagian orang Kristen,
yaitu adanya semacam habit, kebiasaan, untuk “membijaksanai” Firman Tuhan (FT), bukannya mengaminkan agar terjadi dalam kehidupan kita. Dan inilah yang membedakan antara anak Allah dan bukan anak Allah, antara murid Yesus dan orang dunia.
Bukankah Firman Tuhan itu sudah benar?

Ambil satu atau dua contoh praktis :

Contoh 1 :
Firman Tuhan melarang membuat dan mendirikan patung kan?
Nah masih ada orang yang “membijaksanai” FT dengan segudang argumentasi yang nampaknya seolah-olah kudus, seolah-olah membela Tuhan, mengasihi Tuhan, setia pada Tuhan , dsb, dsb…
Mengapa fenomena ini ada?, padahal kalau mengasihi Tuhan artinya menuruti semua perintahNya.

Contoh 2 :
Tuhan Yesus bersabda begini :

Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa

Orang tidak mau ambil bagian beresiko ini, misalnya : menenangkan badai, tornado, gempa bumi, banjir, gunung meletus, apakah ada orang Kristen yang mau melakukan ini? padahal diback-up oleh Firman Tuhan dan FT itu sifatnya “YA dan AMIN”
Mengapa ada fenomena ini? ini yang harus jadi pemikiran kita.
Padahal Tuhan Yesus bersabda bahwa Kerajaan Allah itu sudah datang kepada kita yang tinggal di bumi ini, dan Kerajaan Allah itu bukan soal makanan dan minuman (atau berkat, rezeki) tetapi soal kuasa.
Bahkan kunci Kerajaan Sorgapun sudah diberikan kepada kita.

Matius 12:28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Roma 14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

I Korintus 4:20 Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.

Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Mengapa Sabda Kristus seakan-akan “tidak jalan”, mengapa Kuasa sebagai anak Allah tidak nampak dalamkeseharian hidup kita, mengapa kunci kerajaan sorga tidak dipakai. Padahal semua itu diback-up oleh Tuhan Yesus sendiri.

Yohanes 14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak

Mari kita coba untuk menemukan jawabannya…
Shalom.

Saya coba jawab:
1 dan 2. Iman dalam; mampu mengajak orang yg banyak, tetapi selamat atau tidak urusan pribadi masing2. Matius 22:14.
Tetapi juga harus berjuang mencari pengikut; karena pasti ada banyak penentang dan karena orang iman yg masih dangkal atau non kristen, sifat dosanya lebih kental: lambat mendengar/belajar, cepat berbicara dan cepat marah. 2 Tim. 2:25, Yakobus 1:19, Yohanes 8:43-45.

Cuma kelebihan orang iman yg dalam, kemungkinan untuk mengajar pengajaran sesat lebih kecil, dibanding yg masih dangkal. Yoh. 7:18, 12:49, Kisah 2:32, 4:20, Filipi 4:9, 1 Petrus 4:11.

Yg masih dangkal: Yakobus 3:1-2, 1Co 8:1-3, 1Ti 1:7, Rom 11:25, 1Ti 6:3-5, 2Ti 2:14, Mat 7:1-5, 1Ti 1:4, 1Co 4:6.

Orang dgn. iman yg masih dangkal, kalau tidak ditanam dengan akar pengajaran yg benar, akan merasa sombong, ingin mengajar banyak padahal tahu sedikit. Maka kecenderungan pengajaran sesat lebih besar.
Orang dgn iman mula2 (masih dangkal) diperbolehkan berbicara sebatas yg dia ketahui saja, jangan sampai di luar kapasitasnya. Justru kalau diam saja; akan tidak bertumbuh dan mati imannya. Mat 25:14-15, 24-30. (iman yg masih dangkal yg miliki satu talenta tsb.).

Pseudo morality = iman dangkal.
Belum tentu juga. Yang penting/utama ketaatan. Iman yg dalam dapat menjadi meragukan Tuhan seperti Yohanes pembaptis (walaupun disebut nabi terbesar sepanjang masa), sehingga dia tidak lebih dari Elia (diangkat ke surga) yg posisinya di bawah Yohanes pembaptis. Mat 11:2-11.
Org kristen dgn iman sempurna kalau tidak taat, jadi murtad; maka tidak ada penebusan / tidak dapat ditobatkan lagi. Ibrani 6:4-8.
Walaupun iman masih dangkal, tidak perlu berkecil hati; karena ini adalah proses. Justru Tuhan mencari orang demikian untuk dibentuk hingga jadi. Seperti anak kecil. Yg diutamakan adalah kasih/ketaatan. Mat 18:2-6,
1 Kort. 14:20.

Satu lagi, pamungkasnya.
Iman yg dalam itu identik sudah akan sempurna. Iman di sini, sudah termasuk kasih/perbuatan.
Iman demikian adalah iman yg punya kuasa; apalagi sudah sempurna. Jadi kuasa itulah dapat menarik pengikut baru.
1 Tesalonika 1:5 -7, Kisah 1:8.

Shalom…

Thanks atas penjelasannya mas joy…
btw… udah berapa orang mas yang berhasil dijadikan pengikut mas?
dan dalam kurun waktu berapa lama bisa berhasil mencapai jumlah tersebut?

Thanks ya…
salam,

Bro Edo,

Sebenarnya itu bukan fenomena yang aneh. Sejak awalnya, semua itu pekerjaan iblis.

Kej 3:1 Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

memutar balik FirmanNya…

Mat 4:6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

mengutip FirmanNya secara di luar konteks…

Begtiu pula semua yang bro tuliskan di sini, itu hanya “buah” dari pekerjaa iblis. Jangan heran kenapa semakin banyak orang yang mengaku “Kristen” tapi tertipu karena Yesus sendiri sudah menyatakan kalau akan begitu akhirnya. Itu hanya salah satu tanda bahwa Akhir Jaman sudah bertambah dekat.

memang benar apa yang dikatakan saudara BJ Tan
Segala sesuatu yang dianggap baru telah terjadi sebelumnya

Iman adalah Karunia
Keselamatan adalah Karunia
Pengenalan akan Allah adalah Karunia

segala yang tertera didalam Alkitab adalah Ya dan Amin .
iman dangkal dan iman dalam tidak ada artinya bila tanpa perbuatan.
ibarat seorang yang dikategorikan mempunyai iman dalam tapi tidak tercatat dalam kitab kehidupan
akan berakhir dineraka.
tetapi seseorang yang mempunyai iman dangkal tetapi tercatat didalam kitab kehidupan akan berada didalam surga.
Ukuran iman sebesar biji sesawipun bisa melakukan sesuatu yang mustahil dimata manusia.
Manusia melihat dengan Mata duniawi sedangkan TUHAN melihat dengan mata rohani …

maaf bila ada kesalahan …

Bro Cadang, cara kerja saya tidak seperti pada umumnya; seperti yg anda maksud. Jumlah/kuantitas.
Saya tidak menggembalakan jemaat; tetapi saya fokus door to door ke teman2 saya. Saya lebih fokus ke kualitas. Bisa anda bayangkan untuk menyadarkan saudara kandung dan ipar saya saja; saya butuh waktu sampai 1,5 tahun ketemu muka hampir tiap hari; lepas dari itu terus didoakan; hingga 1,5 tahun kemudian mereka baru bertobat. Total waktu 3 tahunan, setelah melewati hari2 sangat2 sulit. Tapi boleh berbuah manis, kemudian saudara dan ipar saya dapat mengajak keponakan saya, terus keponakan mengajak mamanya (sepupu saya), sepupu saya mengajak anak2nya yg lain dan terakhir suaminya sendiri hingga sekeluarga bertobat. Dari 2 orang bertambah lagi 5 orang. Total 7 orang.
Jadi Bro… fokus saya hanya menabur benih dengan kualitas paling bagus (supaya dapat berakar dan berbuah), terus saya sirami awal-awal dari permulaan. Dan terus biarlah dia bertumbuh sendiri; karena Tuhan lah yg memberi pertumbuhan.
Jadi sekarang mereka berbuah berapa banyak lagi, saya tidak tahu. (tidak menghitungnya).
Saat ini lagi menabur ke teman2 saya, ada satu sudah bertobat. Selebihnya belum, sangat tidak mudah.

Demikianlah Bro…

@Om Edo S. Dion (jika saya tidak salah menebak usia di foto)

Salah memahami Tuhan dan FirmanNya, salah juga dalam membangun image tentang Tuhan dan karyaNya.

Tuhan itu luas dan dalam, tinggi dan lebar. Terkadang terlihat fleksibel terkadang terlihat kaku.
Manusia diciptakan dengan milyaran pribadi yng berbeda, kemampuan berbeda dan kondisi yang berbeda. Tidak ada yang dapat disebut, “inilah cara yang benar” atau “seperti inilah seharusnya” karena jalan dan rancangan Tuhan tidak dibatasi sesuatu apapun. Jadi mari kita menyadari Allah itu terlalu luas untuk kita pahami rancanganNya.

Katolik, Protestan, Advent, Babtis, Pentakosta, Ortodok dan sebagainya menemukan jalannya masing-masing seperti yang ditunjuk Tuhan untuk mereka, melalui Yesus. Terkadang kita memaksakan Allah dengan jalan kita sendiri, “seperti ini baru dari Tuhan, itu bukan” atau “mereka telah sesat (karena tidak sama dengan saya)”. Padahal Allah juga ada disana, sama seperti ada disini.

Manusia boleh kritis, tetapi jangan kita melihat kejadian satu dua orang dan telah menganggap seluruhnya. Moral yang palsu, sebenarnya adalah ekspresi pribadi akan pengalaman spiritualnya, moral sesungguhnya tetap dan tidak disangkali. Sebab hal itu telah ditanamkan dalam hati manusia, tetapi tidak muncul saat hal itu dibalut hawa nafsunya.

Sex bebas di negara maju seakan merupakan pergeseran moral, tetapi sebenarnya mereka tahu nilai-nilai tersebut, tetapi mereka mengeraskan hati.

Anda juga menyatakan tentang kuasa Allah dalam doa. Kuasa itu nyata dalam tiap pribadi kehidupan mereka yang mendekat kepada Allah dalam kesehariannya (mujizat, tanda-tanda, karunia ROH KUDUS), tetapi menjadi tanda tanya bagi mereka yang menjauh dari Allah, mengejar hikmat dan menuntut tanda-tanda. Kehidupan dengan Tuhan merupakan kehidupan yang rahasia, hubungan antara pribadi dengan Pribadi. Bahkan untuk memahami Alkitab dan Tuhan, bukankah Alkitab menulis tidak dapat dengan hikmat dunia, melainkan dinyatakan oleh ROH KUDUS, sehingga kita mengerti. ROH KUDUS itu bagaikan kunci, meterai yang membuat kita mengalami janji-janji Tuhan. Janjinya memang untuk semua orang, tetapi akan digenapi atau berlaku hanya dengan mereka yang memegang teguh perjanjian, dalam bahasa hukum yang tidak wanprestasi. Sebab perjanjiannya mengikat kewajiban kedua belah pihak.

Banjir, tsunami, gunung meletus, kemarau panjang semuanya terjadi atas kehendakNya yang tidak dapat kita selami sehingga manusia dapat mendakwa Allah atas apa yang diperbuatNya. Doa orang benar didoakan atas sesuatu sesuai dengan rencana dan kehendakNya, bukan untuk mentang-mentang atau unjuk power. Ingat Yesus pernah menegur muridNya yang hendak unjuk power dengan menurunkan api dari langit terhadap mereka yang menolak Yesus. Demikian juga terhadap muridNya yang mendoakan agar Yesus terhindar dari aniaya dan salib. Juga Bileam memberkati atau mengutuk bukan sembarangan, tetapi atas kehendak Allah. Kita tidak bisa mencobai Allah dengan main power dengan pancingan “kenapa kamu tidak berani”.

Kenalilah Allah dengan benar dijalan anda.

wah… selamat berjuang ya bro…

btw, yg dimaksud “menyadarkan” itu maksudnya apakah mereka yg belum sadar jadi sadar ikut jadi kristen apapun denom nya atau iktu dgn gereja bro, atau yg tadinya kelakuannya bejat jadi insyaf, atau gimana sih bro?

tetap semangat ya bro…

Tq Bro… Pengajaran iman yg salah (tidak disebutkan jelas; SARA), gereja kristen denom mana pada umumnya sama, (ada lebih ada kurang), yg. penting jaga diri masing2 aja biar terus taat alkitabiah.

Mengapa sebagian orang Kristen atau pengikut Kristus tidak lebih suka mengaminkan Firman Tuhan, alih-alih mengaminkannya, malahan Firman Tuhan seolah-olah dibuat agar nampak :
• Lebih sopan
• Lebih pantas
• Lebih etis
• Lebih rendah hati
• Lebih selamat
• Lebih sempurna
• Lebih kudus
• Dll, pokoknya dibuat agar lebih afdol, kira-kira begitulah.

Sebagian manusia (bahkan juga pengikut Tuhan Yesus diantaranya), menjadi terbiasa, dalam istilah saya, membijaksanai Firman Tuhan.

==> tak sedikit orang kristen saat ini yang memiliki karakter seperti yang saudara Edo tuliskan diatas, dalam kehidupan sayapun, menjadi kesaksian bagi saya seorang jemaat digereja yang nangis2 dan dipenuhi Roh Kudus dalam pujian dan penyembahan “ragu ragu ketika harusnya meyakini sesuatu menurut Firman Tuhan” yang akan dihadapinya. persis seperti contoh no.1, alasan nya “saya orang berdosa, tak mungkin melakukan itu”.

jawaban yang mencerminkan Iman harusnya “Iya dan Amen atwpun jika Tuhan menghendaki” tergantung jenis pertanyaan ataupun pernyataan. memang ada sifat orang yang ingin terlihat lebih sopan, lebih pantas, Lebih etis, Lebih rendah hati, lebih selamat, lebih sempurna dan bahkan lebih kudus tapi lupa dengan Firman yang harusnya dia yakini sebagai penentu hidupnya.

ma.af jika ada kesalahan…

TYM :afro: :afro: :afro:

Dear BJ Tan,

Betul yang ditulis diatas itu…
Tetapi masalahnya adalah : di akhir jaman ini hanya orang-orang Kristen yang memiliki KUASA sebagai anak-akak Allah kan? Dunia sebetulnya membutuhkan kita, mestinya kita bisa mengatasi berbagai persoalan manusia sehari-hari di sekitar kita.
Misalnya saja soal sakit penyakit, bencana alam, kekeringan (menurunkan hujan), dan banyak hal lainnya.

Bukankah kita yang memiliki tanda-tanda ini :

Markus 16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

Namun tidak boleh kelewatan, jangan mencobai Allah :

Yakobus 1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.

I Korintus 4:6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: “Jangan melampaui yang ada tertulis”, supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.

Orang Kristen harus belajar menjadi murid Tuhan Yesus.

Shalom

Dear Enjoy,

Betul sekali, sangat tidak mudah…
Untuk dapat satu saja aaaachh :

Yohanes 6:44 Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Saling doakan saja ya Joy… Om juga butuh didukung dalam doa.
Tapi kalau ada satu saja yang bertobat, seluruh isi sorga akan BERSORAK SORAI.

Shalom. Maju terus dear.

Dear One Heart,

Ya betul itu… mungkin Tuhan Yesus kesel juga ya dengan sikap kita. Dia sudah memberi kuasa, Dia sudah memback-up, cuma tinggal melaksanakan saja, ada saja alasannya.
Apakah Tuhan Yesus tidak memerlukan alasan kita ?
Dia ingin kita menuruti FirmanNya

Yohanes 14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Mestinya seperti itu kan, tinggal menuruti FirmanNya saja, ya kan?

Om menemukan kemungkinan salah satu penyebabnya, nanti kita cari lagi penyebab lainnya :

Penyebab no. 1 : Sistem pendidikan dunia yang kita jalani bertahun-tahun, yang mengandalkan pengetahuan (yang baik dan yang jahat), yang juga merupakan kutuk, AMAT SANGAT mendominasi cara berpikir kita.
Kita menuruti segala yang diajarkan orang dunia, jadi ketika Tuhan Yesus mengajarkan melalui FirmanNya, pikiran kita/ratio kita secara tidak disadari protes, tidak yakin, takut tidak terjadi, takut gagal, malu, tidak logis lah, tidak rasional lah, tidak mungkin lah, dsb, dsb

Jadi didalam Kristus memang kita harus menjadi ciptaan baru, gurunya Tuhan Yesus, ilmunya dari Dia, sesuai Alkitab. Memang kita harus belajar dulu, tidak akan lengsung bisa.

Setidaknya dimulai dari diri kita, dengan MENGUBAH PARADIGMA sebagai Anak Allah, paradigma imam, paradigma raja.
Kita pindah alam.
Nih, posisi kita harus pindah : dari kegelapan (cara berpikir orang dunia), kepada terang-Nya yang ajaib (cara berpikir imamat yang rajani).

I Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Shalom, let’s try, learning by doing.

Sorry, bro, dalam hal ini saya tidak setuju.

Kita bukan ditugaskan untuk membereskan masalah-masalah di dunia ini. Semua kemampuan atau kelebihan yang bro tuliskan itu diberikan agar orang mau percaya padaNya, bukan untuk menyelesaikan masalah dunia. Pada akhirnya, bumi dan langit yang kita ketahui sekarang ini akan digantikan yang baru, dengan kata lain, dunia sebagaimana yang kita kenal ini akan diakhiri dan digantikan dengan yang baru. Jadi tidak mungkin YHWH menugaskan kita untuk membereskan masalah dunia yang pada akhirnya akan dihapuskanNya.

Yang paling utama adalah menjaga diri kita sendiri agar jangan sampai kita ikut terbuang bersama dunia yang kita kenal sekarang. Sesudah itu mengingatkan orang lain agar jangan ikut terbuang bersama dunia yang kita kenal sekarang – bagaimana pun juga, kita hanya diberi tugas menabur, bukan menumbuhkan.

Sebagaimana peringatan yang bro sampaikan di sini, hanya sampai di situlah tugas kita, bro…memperingatkan. Memang, kadang kala kita mungkin bertanya-tanya, kenapa kita diberi pengetahuan ini, atau pemikiran ini, kalau pada akhirnya apa yang kita sampaikan seperti gonggongan anjing di tengah padang pasir? Tapi memang hanya itu tugas kita, bro.