PRO KONTRA IBADAH ONLINE

Sejak pidato Presiden RI, Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat pada pertengahan Maret 2020 lalu, yang menyatakan belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa, kerja dari rumah dengan online dengan tetap mengutamakan pelayanan prima bagi masyarakat.serta meminta masyarakat agar menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan peserta yang banyak orangnya.
Pernyataan presiden tersebut mendapat respon dari Gereja. Dan akhirnya.munculah wacana ibadah online pada sebagian gereja di Jakarta, Malang, Yogyakarta dan Medan. Mereka mulai melakukan ibadah secara live streaming maupun dengan sistim recorded sermon. Sebagian jemaat Kristen memberikan respon positif atas ide tersebut, namun ada juga yang terkesan kurang setuju.
“Sejak kemarin saya sudah mengedarkan himbauan kepada warga gereja untuk membatasi perjalanan dan perjumpaan yang tidak terlalu penting" ujar Pdt Gomar Gultom, Ketua Umum PGI. "
Esensi ibadah adalah persekutuan" ujar seorang netizen menanggapi isu ibadah online." Lha kalo ibadah online dimana unsur persekutuannya ?
Menurut saya, memang kita tidak boleh takut sama virus, karena seperti yang di Alkitab bilang:
[b]Matius 10:28 /b Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka, tulis seorang netizen di group medsos.
“Kalo bikin ibadah online itu sama saja takut sama virus korona. Mau buka ayat dimana saja maknanya sama sja takut sama virus korona. Tidak perlu takut karna Kristen yang sebenarnya hidupnya sudah di tentukan oleh Tuhan sebelum di jadikan, jdi saya tdk setuju ibadah online’ demikian pendapat yang kurang setuju dgn ibadah online sembari mengutip Mazmur 91:6 “.Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang”
Yeah kalo menurut saya sih, apapun gereja kita, denominasi gereja kita…kita semua adalah satu tubuh. Janganlah kita saling menghakimi. Gereja yang satu tidak perlu merasa lebih beriman dari gereja yang lain. Firman Allah berkata “Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu " (1 Kor 10:17).
Bukankah Yesus berkata dalam Mat 18:20,” Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

https://www.yoel-sabbath.xyz/2020/03/pro-kontra-ibadah-online.html

[color=blue]Menurut aku, ya, ikuti saja himbauan Pemerintah
Bisa ibadah di rumah masing2, bisa ibadah online bagus
Perpuluhan pun mungkin bisa ditransfer/bulanan/tercatat
Transparansi cash flow utk pelayanan Kerajaan Allah dicipta, dll

Yesus taat akan segala hukum
Walau Dia mampu membatalkannya
Dasarku utk ikuti saran Pemerintah, ini:

Salam Damai!

terima kasih bro @Maren atas tanggapannya,

sedikit kutambahkan:
Menghadapi persoalan pendemi virus covid-19, ini sudah bukan soal KUAT IMAN atau TIDAK BERIMAN, tetapi lebih kepada kearifan memperhatikan AMARAN TUHAN bagi orang-orang yang belum sepenuhnya BERPENGERTIAN seperti yang terjadi pada zaman Yesaya ,

ketika dosa bangsa Israel telah menumpuk di hadapan Allah (baca: Karena Dosa, bukan karena Tuhan senang menghukum) dan Dia berketetapan akan menjatuhkan hukuman ke atas bumi ini (baca: bukan karena Kehendak Tuhan, tapi hukuman itu adalah solusi terakhir) ; maka muncul Nabi Yesaya menghimbau agar bangsa Israel tinggal atau mengurung diri saja berbakti di rumah-rumah dan berdoa memohon kemurahan dan belas pengasihan-Nya agar Tuhan mau meredakan murka amarah-Nya dan supaya cepatlah wabah itu berlalu, demikian juga yang terjadi pada saat ini.

Yesaya 26:20 “ Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu .

Nah hari ini, pilihan dan keputusan menanggapi himbauan itu, ada pada diri kita masing-masing dengan konsekwensi yang pernah dituliskan oleh raja Salomo sbb:

Amsal 22:3 “ Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka “

Semoga Tuhan memberkati kita semua dan waspada bukannya berarti kita panik atau ada perasaan takut sebagai orang percaya …

salam
TYM

Amsal 22:3 “ Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka “ [

:afro: :afro: :afro:

Kali ada saja org spt melihat peluang utk nimbul ke depan dgn jimatnya
Dgn 1-2 ayat khatam himbauan/larangan Pemerintah pun spt penghalang
Keberaniannya seolah hrs dipertontonkan dgn tidak takut kpd siapa/apa pun
Padahal Yesus mengajarkan kita utk taat pd hukum2-an, bukan hal berani2-an

Salam Damai!

Hmm, kalo pake masker dan cuci tangan bersih-bersih, apakah bukan karena takut virus ???

Kalo gue, jangankan virus, miskin az gue takut, bray.

Pada akhirnya akan ada gereja yg tutup jika tidak ada kepastian kapan berakhir, memang uang bukan segalanya tapi segalanya membutuhkan uang termasuk gereja.

Mari bersyukur berhubung masa2 skrg sudah diperbolehkan untuk ibadah…

Jangan takut terhadap yg dapat membunuh tubuh… ok
tapi ya harus berhikmat juga bukan…
bukan hanya karna tidak takut jadinya kebablasan jg (apalagi di awal2 tanpa diketahui protokol2 seperti sekarang ini)…
Dan sampai melawan aturan2 pemerintah juga ga bener…

saya percaya persekutuan tetap dapat terjadi walau ibadah dijalankan online