Praktek mengusir setan yang akitabiah gimana sihh??

Shallom,

Mau tanya dong pendapat saudara/i sekalian mengenai praktek mengusir setan, sebab saat ini yang saya tau ada 2 pemahaman tentang ini.

Apakah kita memang dapat mengusirnya dengan mengatasnamakan Tuhan, ataukah kita harus mengusirnya dalam konteks meminta kepada Tuhan untuk mengusir setan tersebut.

Terus dalam hal bernegosiasi, Yesus pernah bernegosiasi dengan iblis yg meminta diusir ke dalam babi saja, apakah kita juga punya kewenangan untuk bernegosiasi?

Terima kasih sebelunya kali aja sudah pernah ada postingan seperti ini… soalnya masih cupu :happy0062:

GBU

Jangan bernegosiasi dengan Setan karena hampir dipastikan mereka lebih pandai dari kita.
Yesus bernegosiasi karena Yesus itu Tuhan, Dia punya hak mengatur segala sesuatu jadi wajar saja kalau setan bisa minta ini-itu kepada Yesus.

Kalau antara setan dengan manusia ? jangan coba2 deh :slight_smile:

Untuk mengusir setan cukup dengan nama Yesus saja, karena kepada kita sudah diberikan kuasa untuk menginjak ular.

Tapi itu cuma teorinya,
prakteknya… saya belum pernah :slight_smile:

Soal negonya gw kayanya sependapat bro!! ama tukang jualan aja suka kalah negonya…hehe…

Cuman masih penasaran soal kuasanya…soalnya kalo kita emang bisa langsung mengusir dalam nama Yesus, berarti agak berbeda dong dengan saat kita berdoa Bapa Kami yang disana kita meminta.

Aku kepikiran bahwa maksud diberi kuasa itu adalah bahwa kitalah ciptaanNya yang bisa meminta kepada Bapa untuk mengusir setan, sedang ciptaanNya yg lain dan manusia yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan tidak diberi kuasa itu?? kalo dilihat dr sudut pandang seperti itu kan berarti kita memang sebagai ciptaan Nya yang berkuasa dalam hal mengusir setan. soalnya di Alkitab juga (maaf kalo salah tolong dibantu tunjukkan ayatnya) yang tertulis saat proses mengusirnya frontal memberi perintah kan hanya Yesus, sedangkan yang lain ditulis hanya mengusir setan dalam namaNya.

Teman2 yang saya kasihi…
Saya sharing ya…
Saya memiliki pengalaman rohani tentang pengusiran roh asing pada tubuh manusia sejumlah 3x.
Latar belakang saya, bukan pendeta. Pengalaman ini belum pernah saya lakukan untuk mereka yang non kristen.
Pengalaman pertama, mengusir roh asing dari tubuh seorang wanita (adik dari teman saya). Pengalaman kedua juga seorang wanita (teman saya). Yang ketiga pada dua orang wanita (sepupu2 saya dua orang sekaligus).
Kesimpulan dari pengalaman:
1.Saya tidak punya kemampuan apa2 kecuali Dia Yesus Tuhan kita.
2. Saya meminta, agar saya dapat dipakai menyalurkan KuasaNya.
3. Saya harus dapat membangun kontak dengan jiwa orang yang kerasukan.
4. Saya harus dapat jawaban bahwa ybs mau dilepaskan dari pengaruh roh asing.
5. Saya biasanya dan selalu tidak sendiri. Minimal dua orang untuk saling menguatkan.
6. Bersama tim, kembali kita berdoa bersama: mohon ampun atas dosa, mohon ijin atas kuasa dan mohon kekuatan atas ketidak mampuan.
7. Pelaksanaan: berdoa bersama, tumpang tangan ke atas sisakit. Sebelum menghardik/menengking keluar, roh asing itu kami harus tanya siapa dia (perlu, supaya tidak salah usir…lol), alasan dan media perantara yang digunakan roh asing tersebut. Ditengking dalam Nama Yesus, beri penguatan pada sisakit dan membakar media perantara yang berbentuk fisik.
8. Serahkan sisakit lewat tetua jemaat / pendeta/pastor dimana ybs bernaung.

Alkitabiah atau tidak, lebih dan kurangnya seperti itu. Bahkan pernah ada pendeta menelpon untuk sharing, 10 menit sebelum pendeta tersebut akan melakukan kegiatan seperti itu. Disaat sy katakan apa tidak terbalik, pendeta cuma bilang, pengalaman saya adalah praktek langsung tentang iman. saya hanya menjawab: saya tidak punya kuasa, kecuali Yesus.Amien.

Sebelum menghardik/menengking keluar, roh asing itu kami harus tanya siapa dia (perlu, supaya tidak salah usir...lol), alasan dan media perantara yang digunakan roh asing tersebut.

Sy pernah mendapat pengajaran:
Jika melakukan pengusiran roh sebaiknya tidak menanyakan hal apapun pada arwah/roh ( ul 18:11)

Shallom,

Mau tanya dong pendapat saudara/i sekalian mengenai praktek mengusir setan, sebab saat ini yang saya tau ada 2 pemahaman tentang ini.

Apakah kita memang dapat mengusirnya dengan mengatasnamakan Tuhan, ataukah kita harus mengusirnya dalam konteks meminta kepada Tuhan untuk mengusir setan tersebut.

Sebaiknya keduanya dilakukan (demikian juga tercantum dalam Exorcismus Romanum Rituale),
Pertama, sebelum exorcism dimulai adalah meminta Tuhan untuk mengusir Iblis.
Kedua, dalam exorcism pengusiran dilakukan demi nama Tuhan.

NB:
Jika tidak dalam kondisi gentung, sebaiknya konsultasikan dulu kepada Senior yang ahli dalam exorcism tentang ketentuan dan pra-syarat mengenai exorcism.

Terus dalam hal bernegosiasi, YESUS pernah bernegosiasi dengan iblis yg meminta diusir ke dalam babi saja, apakah kita juga punya kewenangan untuk bernegosiasi?

Terima kasih sebelunya kali aja sudah pernah ada postingan seperti ini… soalnya masih cupu

GBU

Tidak ada negosiasi, percakapan hanya boleh sampai nama untuk tujuan pengusiran Iblis (seperti dikemukakan rambutputih), namun tidak mutlak dilakukan, tidak ada percakapan tambahan (seperti dikemukakan alice, Ul 18:11).

Yesus Kristus memberikan contoh yang terjadi bila terjadi negosiasi dengan Iblis, akibatnya merugikan lingkungan sekitar (ribuan babi mati dan Yesus Kristus diusir dari wilayah tersebut).

Best Regard,
Daniel FS

Pengalaman2 yang bagus untuk di sharingkan…

Tapi mengenai Yesus yang bernegosiasi dengan Iblis, adalah hak Yesus untuk melakukan hal tersebut karena Yesus adalah Tuhan.
Ribuan babi mati, bagi Yesus bukan masalah karena jiwa 1 orang manusia lebih berharga dari ribuan babi.
Yesus diusir ? wajar saja, karena manusia lebih menghargai kekayaan materi daripada kehadiran Tuhan.

Yesus tidak pernah mengambil keputusan yang salah.

Pak, pengalaman tidak selalu menjadi patokan dan kesimpulan

Jika ditanya apakah saya pernah berhadapan dengan situasi seperti ini, saya juga pernah 2x, tetapi yang kemasukan itu selalu orang Kristen, dalam sebuah Retreat atau LDK

Mengenai point2 yg disampaikan oleh bapa,;

No.1 saya sepakat

No.2 sepertinya saya kurang sepakat, karena istilaha yang bapak gunakan “menyalurkan” kurang tepat, KRISTUS ada bersama dengan orang percaya, dan otoritas itu diberikan untuk menginjak kuasa kegelapan karna kodrat orang percaya adalah terang, jadi tidak bisa otoritas itu disalurkan

Act 8:18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka,

Act 8:19 serta berkata: “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.”

Act 8:20 Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.

No.3 bagaimana bisa membangun kontak jika roh jahat itu menguasai kesadaran orang tersebut?,

No.4, kalau dia tidak bisa sadar? Bagaimana berkomunikasi?

No.5 tidak harus demikian, kan kalau kita Cuma sendirian, masa mau manggil teman?

No.6 tidak selalu demikian juga, lihat kondisi

No.7 usir roh jahat bukan suatu ritual

No.8 kalau pendetanya tidak mengerti? Minta ybs banyak baca Firman biar terisis dengan Otoritas Tuhan

Sebenarnya sangat simple sekali untuk mengusir roh jahat :

Dalam Nama Tuhan YESUS, ku perintahkan roh jahat yang menguasai keluar. Amin

Tidak perlu ditanya2 tak perlu komunikasi, roh jahat biasa dan suka menipu

Demikian tanggapan saya pak

Kalau ada kata2 yang kurang berkenan maafkan saya

GBU

Yup, setuju dengan bro Tony.

Luk. 10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. (Matius 10 : 1)

nda perlu ritual-ritual-an…
nda perlu ngemeng-ngemeng ma si setan ato pun yang kerasukan…
nda perlu nego-nego-an

cukup dengan DALAM NAMA YESUS!

asalkan… harus dilakukan dengan Iman yang penuh!
jangan sampai nanti dibalikin sama si setan bgini:

Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” (Kisah Rasul 19:15)

hehe… :wink:

bro Tony yang kukasihi…

makasih atas masukannya
sekali lagi, maafkan saya.
Pengalaman memang tidak dapat dijadikan patokan dan kesimpulan. Iman lah yang menentukan semuanya. Bila langkah2 terajukan dalam postingan saya di atas, memang bukan untuk dijadikan patokan.
Kalau tertuang dalam langkah2, inilah beberapa alasannya (tapi sekali lagi, bukan harus dijadikan patokan)

langkah 1. tidak perlu dijelaskan.
langkah 2. Saya melakukan itu, hanya untuk mencegah saya menjadi sombong. Kalau berbicara tentang saya sebagai roh, saya juga sepakat dengan bro, bahwa sayapun bagian dari Kemuliaan itu. tapi berbicara secara daging, saya takut, dan saya tidak mampu dan saya minta bukan saya yang bekerja tapi Kemuliaan itu yang bekerja, melalui kedagingan saya. Yesus yang adalah Tuhan kitapun disaat berbicara dalam kemanusiaanNya, memohon untuk dilepaskan dari beban deritaNya, tapi jadilah kehendak Bapa. Yang paling utama tentang langkah 2 adalah untuk penyangkalan kedagingan saya.

langkah 3. Secara teori sy tidak tahu. Tapi bila belum terbangun kontak,saya kesulitan untuk bertindak siapa yang akan diusir dan diusir dari siapa. Karena ada juga orang yang kerasukan roh jahat, karena orang yang bersangkutan minta/cari dan mendapatkan roh asing yang tidak bisa dia kendalikan. Langkah 3 sy praktekan dengan langsung memanggil namanya. Percaya atau tidak, bila kita siap di posisi kita (siap secara rohani) kita pasti bisa membangun kontak dengan sang pasien.
pada langkah 4, pertanyaan ini perlu, karena sia2 bila yang bersangkutan memang menghendaki roh asing bersemayam di tubuhnya.
langkah 5. Memang bisa dilakukan sendiri. Tapi, bila berdua atau lebih, tentu lebih baik. Hanya sekedar sharing, walaupun beberapa orang, usai mengeluarkan roh asing, saya merasa energi cukup terkuras. Bagaimana bila fisik keburu capek dalam proses pengeluaran roh asing??

langkah 6. mungkin tidak perlu? tapi saya memerlukan itu, untuk memastikan sekali lagi bahwa tim dalam keadaan solid.

langkah 7. saya belum mengerti jadinya apa definisi ritual. langka 1-8 pun sebenarnya adalah ritual yang sy imani.

  1. Pelaksanaan: berdoa bersama, tumpang tangan ke atas sisakit. Sebelum menghardik/menengking keluar, roh asing itu kami harus tanya siapa dia (perlu, supaya tidak salah usir…lol), alasan dan media perantara yang digunakan roh asing tersebut. Ditengking dalam Nama YESUS, beri penguatan pada sisakit dan membakar media perantara yang berbentuk fisik.

berdoa dan tumpang tangan dengan sisakit, sebagai tanda kebersamaan kita untuk masuk ke hadirat Allah. menanyakan roh siapa yang ada di dalam, itu perlu. sekaligus mencari tau, ada berapa roh yang masuk. Bila lebih dari satu, harus ditengking satu2 berdasarkan nama mereka. untuk alasan, diperlukan sebagai bahan rujukan pembinaan rohani sisakit. dan untuk media, penting. Bila roh asing menggunakan media fisik untuk merasuk (gelang, baju, saputangan, cincin dsb) maka sumber ini perlu dimusnahkan. kalau tidak, bisa sia2 usaha kita. Roh asing bisa saja keluar dari tubuh, keluar dari ruangan, tapi tetap punya jalan masuk.

langkah 8. serahkan si sakit. dalam hal ini, bukan diserahkan begitu saja. Setiap gereja tentu punya cara untuk membina umatnya. Pengertian diserahkan adalah dengan memberitahu latarbelakang dan masalah. Menurut pengalaman, satu atau dua minggu semenjak dia terbebas, adalah masa rawan. Belum tentu sisakit langsung pulih tenaganya seperti sediakala, dalam pengertian langsung bisa menguatkan diri sendiri dengan membaca firman Tuhan. Juga masih menurut pengalaman, yang mudah kerasukan, adalah yang sering kosong jiwanya, artinya dalam kondisi belum kerasukan saja, sudah lemah. Diharapkan dengan diketahui oleh tetua jemaat, maka ybs akan sering terkuatkan.

Catatan:
Sebelum mengalami pengalaman pertama, keyakinan yg sy imani adalah, mengusir roh asing adalah bagian pendeta/tetua jemaat.
Pengalaman pertama, banyak mengajarkan saya:

  1. Kejadian pelepasan tepat malam tahun baru. 1985
  2. Sisakit sudah meraung-raung sejak tgl 24 des.
  3. sudah beberapa pendeta menangani, hanya reda disaat pendeta masih dirumah.
  4. teman kami yang non kristen sudah menawarkan jasa tentang pengobatan alternatif.
  5. Saya hanya mampu berdoa dalam hati diluar kerumunan, Tuhan, tunjukan kuasaMu, masak kuasa gelap dihardik dgn kuasa gelap? Tanpa mampu sy kendalikan, sy menyeruak ditengah kerumunan untuk menghampiri sisakit. Dan seperti kurang lebih langkah 1-8 lah yang terjadi.
  6. Kalau bro sekalian menggunakan langkah yang amat sederhana, maafkan saya. Baru seperti itu iman yang dapat sy praktekan.

syaloom,
segala maaf dan Kasih…

bapak saya tidak tahu bapak dari denominasi mana?

namun rasanya saya belum menemukan suatu denominasi manapun mengenal ritual pengusiran roh jahat

dalam nama Tuhan Yesus itu bukan ritual, itu kehidupan orang percaya, berdoa dalam nama Tuhan Yesus, memohon dalam Nama Tuhan Yesus, mengucap syukur dalam nama Tuhan Yesus, begitupula dengan mengusir roh jahat

kenapa tidak perlu komunikasi?

saya pernah melakukan “kekonyolan” itu

roh jahat yang saya ingin usir, saya ajak bicara, dia mengaku2 penghuni dan penguasa daerah, seorang Belanda yang mati di daerah itu, yang marah karena ada yg pipis sembarangan…bla…bla…bla…

bahkan ketika mata orang yang keserupan itu melotot dengan tajam saya pelototi lagi

setelah dalam nama Tuhan Yesus roh jahat itu pergir, keesokan harinya saya konsultasi dengan bapa rohani saya, seorang hamba Tuhan, dia mengajarkan tidak perlu berkomunikasi dan bertele-tele, usir saja dalam nama Tuhan Yesus

kalau pake ritual segala kok mirip dengan tim pemburu hantu yah?

pak kan Alkitab mengajarkan kita ajaran yang sehat, iman saya dengan iman bapak belum tentu iman saya lebih baik

tapi selalu saya himbau untuk kembali ke Alkitab ;

Jud 1:9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: “Kiranya Tuhan menghardik engkau!”

hardik saja si roh jahat dalam nama Tuhan Yesus

tidak perlu ribet2

jika ybs ternyata memiliki ikat janji dengan kuasa kegelapan, itu namanya pelayanan pelepasan, beda kondisi dengan kesurupan

GBU

imo

memang dalam pengusiran setan tidak mutlak diperlukan ‘tanya-jawab’, karena yg mau diusir bukankah bapa segala pendusta? :smiley:

jangan sampai info yg sampai ke kita jg berupa dusta

namun ada kalanya - bila Tuhan menghendaki - kadang kita ‘perlu’ sedikit dialog - yang tentunya ada kaitan dg pengusiran.

contoh di Alkitab adalah : dialog dg legion

dalam kisah saat ini, kita perlu dialog bila setan nya tidak mau diusir - even dalam nama YESUS. why not?

nah ini yg perlu dicari tahu

kadang mrk ndak mau diusir karena si client masih memiliki perjanjian yg harus dibatalkan terlebih dahulu, atau memang si clien masih memberi hak entah disadari atau tidak

namun sekali lagi, langkah ini tidak mutlak

langkah ini bisa sangat melelahkan dan menguras tenaga bila jumlah rohnya banyak - bayangkan bila legion

jd perlu semacam ‘batch file’ nya, sekali usir smua keluar

Katolik punya Ritual Exorcisme.

Pernah ada penelitian bahwa dijaman “pencerahan” atau modern, tidak ada lagi kasus kesurupan diseluruh Eropa dan dunia barat, tapi pada masa yang sama ada seorang Pastor Katolik yang melakukan pengusiran setan lebih dari 200 kali di China.

Mengapa bisa begitu ?

Jawabannya adalah karena Iblis ada disatu kerajaan yang kompak.

Saat orang barat mulai meninggalkan kerohanian dan hal2 mistik, Iblis sengaja tidak membuat kasus2 kerasukan sama sekali, sehingga orang barat semakin jauh dari Kerohanian, mereka tidak percaya roh dan tidak percaya Tuhan.

Tapi dimasa yang sama, roh jahat bekerja keras di Asia, dimana orang masih ketakutan dengan hal2 yang berbau mistis.

Jadi, pekerjaan Iblis itu terprogram dan saling menguatkan satu dengan yang lain.

Membiasakan diri dengan doa & berpuasa
bisa dipakai sbg sarana berjaga jaga untuk peperangan rohani (mengusir setan) :mad0261:

Mt 17:21 (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)"

Kalo menurut saya, emang tidak perlu komunikasi/tanya jawab dengan roh jahat.

Lebih baik langsung diusir saja.

Jadi orang yang kerasukan juga tidak perlu menderita terlalu lama. Kasihan kan ama orang yang kerasukan tsb.

Katolik punya Ritual Exorcisme.

Pernah ada penelitian bahwa dijaman “pencerahan” atau modern, tidak ada lagi kasus kesurupan diseluruh Eropa dan dunia barat, tapi pada masa yang sama ada seorang Pastor Katolik yang melakukan pengusiran setan lebih dari 200 kali di China.

Mengapa bisa begitu ?

Jawabannya adalah karena Iblis ada disatu kerajaan yang kompak.

Saat orang barat mulai meninggalkan kerohanian dan hal2 mistik, Iblis sengaja tidak membuat kasus2 kerasukan sama sekali, sehingga orang barat semakin jauh dari Kerohanian, mereka tidak percaya roh dan tidak percaya Tuhan.

Tapi dimasa yang sama, roh jahat bekerja keras di Asia, dimana orang masih ketakutan dengan hal2 yang berbau mistis.

Jadi, pekerjaan Iblis itu terprogram dan saling menguatkan satu dengan yang lain.

Masih ada koq, cuma tidak terekspos saja.

Lagipula jika yang dimaksud adalah jenis Possessio Diabolica (biasanya terdapat manifestasi adikodarti yang jelas-jelas dari roh jahat) maka memang sangat jarang ditemui (bahkan di Asia). Kalau hanya sekedar Obssessio Diabolica (keterikatan dosa oleh Iblis) atau Infestatio Diabolica (kerasukan Iblis yang menyebabkan penyakit) memang banyak ditemui dan dipulihkan secara gerejawi, contohnya dalam berbagai KKR.

Best Regard,
Daniel FS

Bro Tonipaulo yang Kukasihi…
Justeru sy yg bertanya kembali, sy jadi tidak mengerti tentang arti kata “ritual” yang bro tanyakan. Bila pada awal bro tanya :“No.7 usir roh jahat bukan suatu ritual”,
Jawaban saya :“langkah 7. saya belum mengerti jadinya apa definisi ritual. langka 1-8 pun sebenarnya adalah “ritual” yang sy imani.”

Atau, saya perjelas, bahwa pengertian ritual =proses/tatacara. Jadi sy pun mengartikan langkah 1-8 adalah proses atau tatacara.
Namun, dari awal sy katakan ini adalah sharing pengalaman, dan bukan yang gereja ajarkan. Jadi, bukan tatacara gereja. Ini hanya langkah2 berdasarkan pengalaman.
Kembali ke pertanyaan saya, yang mana sesungguhnya bagian yg dianggap “ritual”, dan definisi bro tentang ritual itu apa?
Kalau hanya perbedaan definisi, saya kira ini bukan problem.
Karena mungkin cara saya mengurai dan menuangkan dalam bentuk kalimat menjadi ini terlihat semacam proses atau tatacara atau ritual. Tapi prakteknya, proses ini berjalan seperti air. Bahkan proses no.7 itu, saya yang mungkin terlalu sederhanakan dengan mengkombain beberapa pengalaman. Mungkin kalau saya uraikan satu persatu setiap pengalaman, baru membaca langkah2nya baru bisa ditemukan makna sesungguhnya dari uraian saya.

Lanjut…
Komunikasi yang sy bangun bukan untuk negosiasi. Saya kira hal ini sudah cukup jelas. Sekaligus menjawab tentang rana " pelayanan pelepasan".
Dengan mengetahui “alasan”, kita akan menjadi tahu, bimbingan selanjutnya harus seperti apa. Pada langkah 8, menjelaskan, kemana sisakit diserahkan untuk bimbingan lanjutan, mungkin saja ybs memerlukan “pelayanan pelepasan”.
“pelayanan pelepasan” bukan wilayah saya, jadi tidak akan saya urai.

“Ritual” langkah 7, tidak selalu harus begitu urutannya, karena memang tergantung situasi dan kondisi.

Catatan:
Postingan awal saya, sy menyebutkan pengalaman sebanyak 3x. Itu yang sukses. yang gagal ada 2x hehehehe…
gagal pertama karena kesombongan. sy berdiskusi dan pingin tampil bak sang ahli. Gagal kedua, keraguan iman. Saya merasa tidak bersungguh-sungguh sewaktu berdoa pribadi (langkah no.2).
Saya dipermalukan oleh roh asing tersebut.
Belajar dari kegagalan inilah, maka sharing saya melahirkan 8 langkah tersebut.
Bila uraian saya bermanfaat, Yesus yang dipermuliakan.
Bila tidak bermanfaat, lupakan. Agar tetap nama Yesus yang dipermuliakan.

Bila sy ditanya dari denominasi mana, sy tidak mewakili denominasi manapun.
Tapi saya mengimani Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamat dan Trinitas Kekristenan.
Tata gereja saya tunduk hanya di gereja saya, tata diskusi forumkristen dot com, saya junjung di forum ini. Jadi sharing atau postingan saya, tidak mewakili gereja. Bila saya yakin masih dalam koridor Tritunggal dan iman kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamat, tentu akan sy posting.

semoga dapat saling mencerahkan.

salam,
penuh maaf dan Kasih.

sebelumnya perlu kita sama2 memahami definisi ritual itu sendiri apa

ri·tu·al a berkenaan dng ritus; hal ihwal ritus:

ri·tus n tata cara dl upacara keagamaan

di Alkitab tidak dapat kita temukan bahwa pengusiran roh jahat merupakan upacara keagamaan, harus ada syarat ini dan itu

sebagaimana setiap orang percaya diberikan otoritas

1Co 4:20 Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.

Rom 9:17 Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: “Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi.”

mengenai kegagalan, saya rasa, tidak menjadi sebab bapak bisa menyampaikan bahwa ritual tersebut menjamin “keberhasilan” untuk mengusir roh jahat

dalam nama Tuhan Yesus semua roh jahat yang merasuk (pengusiran), tidak ada satupun yang “kuat” menghadapi nama Tuhan Yesus yang memiliki otoritas

mengenai kegagalan, saya punya pengalaman pribadi juga, ketika dalam suatu waktu ada peserta Retreat ada yg seperti keserupan, saya usir dalam nama Tuhan Yesus tidak menunjukan respon apapun

kemudian saya diberikan hikmat oleh Tuhan, bahwa ia bukan keserupan, melainkan memiliki penyakit epilepsi yang memang menyerupai gejala keserupan

apa yang mau saya sampaikan?

sebagaimana bapak memilki pengalaman rohani dalam mengusir roh jahat, saya pun juga, dan bukan karena saya dipanggil melainkan saya ada ditempat kejadian

kemudian apakah pengalaman rohani kurang baik untuk disharingkan?

ada baiknya pengalaman itu disesuaikan dengan Firman Tuhan, kalau ternyata pengalaman itu kurang relevan dengan kebenaran Firman Tuhan, kita bisa mengerti sikap apa yang harus kita ambil

jadi menurut saya “ritual” pengusiran ataupun pelepasan tidak terdapat di Alkitab

jika kita berdoa dan berpuasa, memang itu salah bentuk ekspresi cinta kita kepada KRISTUS YESUS, agar senantiasa kita siap menghadapi apapun juga, termasuk untuk pengusiran roh jahat

kalaupun kita diberikan karunia dalam membedakan roh dan pelepasan roh jahat, ada baiknya “kebiasaan cara” tidak dijadikan ritual, karena dengan demikian kita menjebak diri kita sendiri terhadap, “menuhankan” cara atau kebiasaan, bukan menuhankan Tuhan

semoga kerinduan saya bisa tersampaikan

kembali kepada Alkitab

JLU