POHON, DAUN dan ANGIN 2

Pohon yang kekurangan air pada musim kemarau,
akan menggugurkan daunnya,
bukan karena ia egois,
tapi karena ia yakin bahwa daun tak akan bahagia bersamanya,
dan karena pohon itu percaya,
daun itu sangat dibutuhkan oleh pohon lain yang berada jauh disana.

Ketika angin kencang datang berusaha untuk merampas daun dari pohon itu,
apakah daun tidak pernah berusaha untuk tetap berpegang pada pohon,
ataukah karena memang pohon yang tidak berniat untuk mempertahankan daun?

Jika kau pohon, kau pasti akan berkata :
Mungkin daun akan lebih bahagia jika aku melepasnya…
Mungkin daun akan bisa menjadi sumber kehidupan bagi pohon yang lain nya,
Mungkin daun sudah sangat lelah bertahan bersama ku ketika angin datang…
Mungkin daun memang tidak pernah menginginkan untuk ada didekatku…
Mungkin daun tidak pernah mengharapkan dirinya tumbuh dirantingku…
Atau mungkinkah daun sedang mengagumi pohon lain yang tampak lebih gagah dari ku…?
Pohon pun hanya bisa mengawali kalimatnya dengan kata ‘mungkin’,
sehingga kata mungkin itu membuat pohon ragu untuk menggapai tangan daun yang mulai goyah…
pohon hanya bisa memandang sedih kepada daun dan berkata dalam hatinya…’mungkin ini yang terbaik’…
huuh…!! lagi – lagi kata mungkin itu muncul…

Tidak kah pernah pohon memikirkan bagaimana perasaan daun ketika mulai merasakan desiran angin yang ia sadari akan mampu melepaskan daun darinya,…?

Tak tahukah pohon bahwa daun sangat ketakutan ketika angin datang dan berusaha merebutnya dari pohon?

Tak tahukah pohon bahwa daun mencengkram erat rantingnya agar dia tak terlepas oleh tiupan angin itu?

Tak tahukah pohon betapa perihnya tangan daun terluka oleh kulit ranting yang kasar?

Tak tahukah pohon bahwa daun tidak pernah ingin terlepas dari pohon?

Tak tahukan pohon betapa sakitnya hati daun ketika melihat pohon tidak berusaha melindunginya?

Tak tahukah pohon betapa rapuhnya daun ketika dia tahu bahwa pohon tidak pernah berusaha untuk mempertahankannya?

“Apakah kau mengetahui apa yang aku rasakan pohon ku?”, kata daun.
“Aku sakit”
“aku perih”
“aku rapuh”
,teriak daun dari tempat dimana dia terjatuh ketika dihempaskan oleh angin…

Daun terisak ketika dia mengetahui bahwa percuma saja dia berteriak karena dia sudah jauh dari pohon…
Kini pohon sudah tak tampak lagi oleh pandangan matanya… dia hanya bisa menangis dan berharap suatu saat dia bisa kembali berada didekat pohon… tak hentinya dia berdoa meminta Tuhan mendatangkan kembali angin yang bisa membawanya pada pohon…

Hingga suatu hari datanglah seseorang, melihat betapa lusuhnya daun itu dan sudah kering serta rapuh… orang itu bergumam, “akan sangat baik jika daun ini kujadikan pupuk untuk pohon ditaman belakang”

Orang itu pun mengangkat daun dengan hati-hati dan menaruhnya dibawah sebatang pohon yang tampak berdiri tegak dengan gagahnya…

Ketika daun merasakan bahwa dia mengenal tempat itu, ia pun berusaha membuka matanya…
Dan ia terkejut setelah mengetahui dirinya berada dibawah pohon yang ia kenal,
sejak sekian lama akhirnya dia bertemu dengan pohon yang selama ini dia rindukan…
Dan saat dia mendongak ke atas, tampak lah pohon itu begitu indah dengan banyak daun2 muda yang tumbuh pada setiap rantingnya, bahkan pada ranting tempat ia tumbuh semula sudah digantikan oleh daun muda yang sangat segar, sangat berbeda dengan keadaannya saat ini yang begitu lusuh dan banyak berlubang disana sini…

Daun pun mulai meneteskan air mata nya, air mata bahagia karena dia bisa kembali disisi pohon lagi, bisa melihatnya tampak sehat dan lebih indah dari sebelumnya…
Namun air mata bahagia itu tak bertahan lama, air mata itu berubah menjadi air mata kesedihan…
Daun sedih karena sudah cukup lama ia berdiam dibawah pohon, tapi pohon itu tak menyapa dirinya… tak sedikitpun pohon melihat kearah bawah…

Daun pun sadar bahwa pohon telah melupakan dirinya,
dia hanya bisa terus menangis dan berkata dalam hatinya “biarlah dia tak melihat aku disini,asalkan aku bisa didekatnya aku bahagia”
Dan ia pun sudah tidak tahan lagi tetap membuka matanya yang sudah sangat perih dan letih karena terus mengeluarkan air mata sejak terlepasnya dia dari pohon…
ia pun mulai menutup matanya sambil tetap menengadahkan muka kearah pohon dan tidak pernah membukanya kembali…

“POHON”, apa yang sebenarnya terjadi padanya…??
Pohon tidak pernah sadar akan apa yang telah terjadi… karena dia selalu melihat ke atas memandangi langit dan sekitarnya tanpa pernah menunduk sedetik pun.

Dan apakah kau tahu mengapa dia melakukan hal itu?

Dia tidak sedang memegahkan dirinya karena sekarang dia adalah pohon yang indah…
Tapi Dia sedang melihat setiap daun yang dihempaskan oleh angin, dia menunggu mungkin saja daun yang dulu ia lepaskan ada diantara daun2 yang terbang itu…
Ternyata pohon tidak pernah melupakan daun,dia sangat merindukan daun,…
sudah sangat lama dia menunggu tapi sampai sekarang dia belum menemukan daun itu… dan ia tak akan pernah bisa menemukannya…

Beh…
Ngutip kata2 ane…
Lumayanlah usahanya tante…
Tapi bukan ini yang ane maksud…
Agaknya salah tanggap ya?
:o

ih, ini kan cerita ‘kek’…wkwkwk
ya, aku ngembangin nya ke arah mana yang aku bisa… :ashamed0004:

Okelah…
Itu versi si tante toh…
It doesn’t matter…
Ane entar bikin trit saingan ah…
:siul:

hmm… OK…!
cpa takyut… :tongue:
btw, cerita aku dibilang keren lho… :coolsmiley:
wkwkwkwk

Yang bilang keren itu siapa ya?
:tongue:
jangan pake kata2 ane dong…
:tongue:

temen aku di fesbuk lha… :tongue:
tapi udah dibilangin kok bait pertama nya dapet ide dari orang gajeh
wkwkwkwk…peace…!! :happy0025:

Temen fesbuk atw temen kuliah neh?
:o

dua dua nya…hehe… :ashamed0004:

Sungguh kasihan temennya si tante ya…
:o

kok kasian??
bah…perasaan ku jadi tak enakwkwkwk

Ya kasihan lah…
Soalnya sama2 desperate-nya…
Wkwkwk

hai… temen yang mana dulu neh? yang komeng di fb?

Yaelah…
Dimana lagi…
Masak disini?
:o

yang komeng ada 4, jadi semua dunk?wkwkwk
awas km apus komeng mu…!! :tongue:

Ga lucu dah klo ane hapus postingan…
sayang bo… Entar lagi 7000… Wkwkwk

kecuali ane pastinya…
Selebihnya desperate semua…
:tongue:

harusnya sambungannya ditambah dimari, bukan di FB ato di thread absen… ckckckck

Ga dong…
Soalnya ane emang ga niat nambahin…
:tongue:

weeekkk… pelit… :tongue:

Koq pelit seh?
:o