Perpuluhan vs Amal

Teman-teman FK’ers, saya numpang tanya nih… Mengapa ada orang Kristen yang nggak perpuluhan tapi dialihkan ke amal (panti asuhan, panti jompo, korban bencana alam, fakir miskin, dll) dia mengaku lebih diberkati? Teman saya pake ayat Alkitab: “Berilah, maka kamu akan diberi. Suatu takaran yang dipadatkan, diguncang2kan, akan meluber sampai ke haribaanmu.” Saya lupa persisnya ayat ini dimana dan isinya seingat saya aja. Dia juga pakai ayat ini :“Sesungguhnya apa yang kamu berikan kepada saudaramu yang paling hina ini berarti engkau memiutangi Aku”. Sekali lagi, ini ayat isinya kira2 juga. Tolong kalo ada yang paham dijelaskan di forum… GBU!

Bukan VS ttp dan perpuluhan dan amal :smiley:

Tuhan mengajarkan (Lu 11:42 )… Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Mungkin yang di maksud bro wenaz yang ini yaa…

Lukas 6:38=> Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Matius 25:40=> Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Kalau menurut aku yang penting iman dan motivasi kita. kita beriman dan bermotivasi ke perpuluhan baik ataupun sebaliknya , semua tergantung dari motivasi kita. Tuhan melihat hati

Tuhan memberkati

Ya, memang Tuhan melihat hati. Saya tahu itu. Demikian juga Maleakhi 3:10 menjelaskan jelas sekali tentang perpuluhan. Tapi ini ada kesaksian dari dunia sekuler diluar iman Kristen. Sudah banyak orang yang kesaksian sama saya tentang berkat yang nggak putus2 ; kebanyakan dari mereka menjalankan amal yang diluar kemampuan orang kebanyakan, ada yang 20%, bahkan ada yang sampai 50% dari penghasilannya buat amal, akibatnya dahsyat: rejeki mereka tak pernah habis. bahkan terus ditambah2, sampai mereka nggak bisa nampung lagi rejeki mereka. begitu kayanya mereka sampai2 duitnya buat investasi macam2. Ternyata investasinya malah beranak-pinak! Wah, kalo liat mereka bisa kayak gitu gua kok jadi ngiri. Tapi gua dikasih saran sama temen, kita memang seharusnya meniru apa yang mereka lakukan, tapi kembali lagi ke hati kita, rela apa nggak ngasih. Mulainya dari persentase yg kecil dulu. nanti kalo sudah biasa persentasenya ditambah terus. Gimana pendapat FK’ers?

kalo menurut pandangan saya… perpuluhan itu seperti pagar… dan amal itu seperti bibit…
saat bibit tersebut bertumbuh dan berbuah… tetap ada pagar yang memagari nya… sehingga buah tersebut tidak habis di makan yg tikus :stuck_out_tongue:

sory @rusdinech saya tidak mengerti ini, sbab saya penasaran…

Koq bisa ya perpuluhan jadi pagar? Dan amal itu seperti bibit?

Bagus sih…
Jadi ada yg melindungi bibit yang tumbuh tersebut.

Tapi koq bisa ya perpuluhan jadi pagar, amal menjadi bibit?

Nanya bro…
Saya penasaran dengan keunikan tulisan anda…

kasihan anda ini…

koq bisa begitu bro?

Kenapa anda kasihan?

Saya khan nanya, koq jawabannya, kasihan anda ini?

saya kasihan sama anda…
metafora ga tau, freewill pun tidak tau…
lalu apa yg hendak di teruskan lagi dari pembicaraan ini ?

koq sampai kesana sih bro…
Jangan gitu donk…

Saya kan tanya bgaimana amal menjadi bibit dan perpuluhan menjadi pagar…?

Ketika kita sudah di dalam Kristus , seharusnya kita tidak terpaku dengan aturan-aturan yang sifatnya memberatkan yang nantinya malah menjadi batu sandungan. Kristus kini ada di hati kita berbaur dengan roh kita melalui Roh KudusNya. Jadi apa yang yang Kristus katakan itu yang kita perbuat, dalam hal memberi bila kita ada rejeki lebih , maka memberi lebih dari sepuluh persen tidak memjadi mengapa, bila kurang dari itu pun tidak menjadi mengapa, seperti Paulus katakan:
2Kor. 9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

IMO sebaiknya bro rusdinech menjelaskan apa arti dari pernyataan anda di atas
agar tidak menimbulkan prasangka
terima kasih

Teman-teman FK'ers, saya numpang tanya nih... Mengapa ada orang Kristen yang nggak perpuluhan tapi dialihkan ke amal (panti asuhan, panti jompo, korban bencana alam, fakir miskin, dll) dia mengaku lebih diberkati?

sebenarnya berkat materi yg Tuhan berikan sama sekali tidak ada hubungannya dengan persepuluhan .
berkat materi adalah 100% anugerah Tuhan

apalagi persepuluhan sifatnya sudah tidak wajib lagi di PB

persepuluhan adalah cara lama. salah satu perintah Hukum Taurat.

Kalau Bro Repento bilang perpuluhan udahnggak wajib lagi, berarti benarlah apa yang dilakukan teman saya itu. Karena baik orang Kristen maupun bukan mengaku berkat yang diterima luar biasa! Benarlah juga ayat yang mengatakan: “Berbahagialah engkau yang memberi, karena kamu akan diberi…”

ayatnya dimana ya bro ?

amin

DISKUSI PER-SEPULUH-AN

untuk memahami kenapa persepuluhan sudah tidak wajib lagi silahkan ikuti diskusi berikut

halaman 1 : http://www.sarapanpagi.org/diskusi-persepuluhan-vt2792.html
halaman 2 : http://www.sarapanpagi.org/diskusi-persepuluhan-vt2792-20.html
halaman 3 : http://www.sarapanpagi.org/diskusi-persepuluhan-vt2792-40.html

saya tidak tahu teman anda benar atau tidak.

karena dalam memberi sedekah
janganlah memanfaatkan “memberi orang miskin” sebagai cara untuk menyogok berkat materi ke Tuhan
hindari “asas Pemanfaatan Tuhan”

oh ya video berikut adalah gambaran seseorang yg membagikan KASIH ALLAH kepada orang yg berkekurangan di papua
dia membangun sekolah gratis di papua . dia hidup di papua mulai tahun 94 - sekarang (padahal sebelum tahun 94 dia hidup enak di Amerika)

Dokumenter Papua 2004 Membidik Pembidik 01/03 : Dokumenter Papua 2004 Membidik Pembidik 01/03
Dokumenter Papua 2004 Membidik Pembidik 02/03 : Dokumenter Papua 2004 Membidik Pembidik 02/03
Dokumenter Papua 2004 Membidik Pembidik 03/03 : Dokumenter Papua 2004 Membidik Pembidik 03/03

hmmmm… bukannya ada ayatnya yang kembalikan sepersepuluh dari penghasilanmu ke rumah Tuhan??

sya ga tau tepatnya… cuma inget aja… jadi kalau menurut saya sepersepuluh dari yang kita dapat harus kembali ke rumah Tuhan dahulu… untuk amal dan lain-lain harus ada bagiannya sendiri…

tapi itu sih menurut saya lho…

Kalau saya sarankan coba baca link yang diberi bro repento di atas, :

halaman 1 : http://www.sarapanpagi.org/diskusi-persepuluhan-vt2792.html halaman 2 : http://www.sarapanpagi.org/diskusi-persepuluhan-vt2792-20.html halaman 3 : http://www.sarapanpagi.org/diskusi-persepuluhan-vt2792-40.html

Di situ anda bisa melihat beberapa pandangan tentang perpuluhan (ada sedikit debat juga :D)

tambahan bisa baca juga di :

Saya termasuk orang yang dari kecil sudah dikenalkan dengan doktrin perpuluhan, sampai saat ini pun saya masih bergereja di denomasi yang sama.

Namun pandangan saya tentang perpuluhan sudah berubah banyak sejak beberapa bulan yang lalu, karena saya dibukakan dengan pemahaman2 yang benar tentang perpuluhan baik dari forum2 semacam ini.

GBU

kalau menurut saya, perpuluhan itu tidak sama dengan amal.

perpuluhan adalah sepersepuluh milik Tuhan dari semua berkat yang kita dapat yang wajib dikembalikan dan yang berhak menerima hanyalah suku Lewi.
suku Lewi, iyalah mereka yang dikuduskan untuk melayani Tuhan dalam rumah ibadah (pendeta adalah Lewi rohani)
jadi perpuluhan itu wajib dibawa dan diberikan pada gembala sidang.

sementara bibit kasih/amal adalah sesuatu yang kita berikan untuk sesama diluar dari perpuluhan itu sendiri

ini menurutku lho…:wink:

kesan pertama baca judul topik ini:
“pelit amat”
masa perpuluhan ditandingkan dengan amal :smiley: