Perpecahan Jemaat Mula-Mula (cikal bakal)

Tred ini saya buat berdasarkan sudut pandang saya mengenai perpecahan jemaat
(katolik dan protestan). Dan dasar saya membuat ini, adalah sejarah di alkitab.

Sebetulnya banyak yang menyebutkan perpecahan jemaat mula2 adalah Martin Luther. Tetapi setelah saya membaca alkitab, bahwa perpecahan tersebut bukan dari Martin Luther.

Mari kita lihat apa yang melandasi saya berkata demikian.

Berdasarkan catatan Rasul Paulus yang memberitakan injil Kristus
bahwa Paulus sudah ditentukan olehNya, sejak dalam kandungan
Gal 1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,

Dan kesemua itu nyata, pada saat Paulus dipanggil oleh Yesus pada waktu ia ingin pergi ke Damsyik
Kis 9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”
9:5 Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.

Dan setelah Paulus bertobat dan memberitakan injil, ia tidak pergi ke Yerusalem menemui Rasul-Rasul lain. tetapi ke tanah Arab (untuk memberitakan injil)
selama tiga tahun
Gal 1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.

Setelah tiga, tahun Paulus pergi ke Yerusalem untuk bertemu dengan Rasul2… tetapi yang di temuinya hanya Rasul Yakobus.

lalu ia pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia, untuk memberitakan injil, selama kurang lebih empat belas tahun.
Gal 2:1 Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga.

PERPECAHAN yang timbul sesudah itu

Galatia
2:11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.
2:12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.
2:13 Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.
2:14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”

dari bacaan di atas maka dapat disimpulkan, bahwa Paulus berdebat dengan Kefas dan Yakobuspengikut Yakobus, mengenai makan bersama-sama dengan orang kafir(tidak bersunat) .
Paulus => berpikiran bahwa orang-orang Kudus (rasul) harus menjauhkan diri dari orang2 yang tidak mengenal Tuhan
Gal. 2:14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”

Tetapi kalau kita lihat Kefas (Petrus), Yakobus, Yohanes beserta rasul2 lainnya (yang termasuk 11 rasul pada waktu itu) Yang mengalami langsung bimbingan Yesus.
Mereka (rasul2) pasti menirukan apa yang Yesus perbuat.
Markus
2:15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
2:16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Hal tersebut diatas hanya untuk memperjelas dari mana pandangan Paulus dan Yakobus

Hal ini dapat di buat kesimpulan
Paulus => beranggapan iman menghasilkan keselamatan dan Perbuatan Baik

Yakobus => beranggapan iman dan perbuatan baik menghasilkan keselamatan

Paulus bisa beranggapan demikian karena pengenalan akan Yesus bukan dari tatap muka, melainkan karunia Roh Kudus.

Sedang Rasul2 lainnya yang pernah mengalami langsung bertatap muka dengan Yesus, meniru apa yang di perbuat Yesus.

maka ada tertulis:
Rm. 12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

Dan Paulus menyadari akan hal ini,(dapat membuat perpecahan)

1Korintus
11:18 Sebab pertama-tama aku mendengar, bahwa apabila kamu berkumpul sebagai Jemaat, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya.
11:19 Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.

Itulah sebab mengapa kitab ajaran Paulus dan Yakobus mengenai Iman, Perbuatan dan Keselamatan berbeda.

Tetapi itu tidaklah penting (menurut saya) sebab yang paling besar dari semua itu adalah KASIH (berdasarkan karunia)

Demikian pendapat saya, jika ada yang salah saya mohon pendapatnya

salam :slight_smile:

Memang Skisma pertama bukanlah Protestan, melainkan Orthodox Oriental pada tahun 450an.

[b]PERPECAHAN yang timbul sesudah itu[/b]

Galatia
2:11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.
2:12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.
2:13 Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.
2:14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”

dari bacaan di atas maka dapat disimpulkan, bahwa Paulus berdebat dengan Kefas dan Yakobuspengikut Yakobus, mengenai makan bersama-sama dengan orang kafir(tidak bersunat) .

Menegur bukanlah Skisma (perpecahan).

Hal tersebut diatas hanya untuk memperjelas dari mana pandangan Paulus dan Yakobus

Hal ini dapat di buat kesimpulan
Paulus => beranggapan iman menghasilkan keselamatan dan Perbuatan Baik

Yakobus => beranggapan iman dan perbuatan baik menghasilkan keselamatan

Tidak ada perbedaan antara doktrin Paulus & Yakobus, Gereja Katolikpun dalam Katekismusnya mengakui bahwa keselamatan oleh iman dan perbuatan baik sebagai buah dari iman.

Itulah sebab mengapa kitab ajaran Paulus dan Yakobus mengenai Iman, Perbuatan dan Keselamatan berbeda.

Tetapi itu tidaklah penting (menurut saya) sebab yang paling besar dari semua itu adalah KASIH (berdasarkan karunia)

Demikian pendapat saya, jika ada yang salah saya mohon pendapatnya

salam :slight_smile:

Gereja Katolik Roma justru dibentuk oleh Rasul Petrus & Rasul Paulus sebagai yang utama,
“Omni Paulo sumo Pontifici et universali Patri, Petro reverendisimo Episkopo et universo klero a populo comisso”

Rasul Yakobus membentuk Gereja Orthodox Yerusalem…

Best Regard,
Daniel FS

@ bro Daniel

Sebetulnya yang saya permasalahkan disini bukan menegurnya… bro Daniel
Memang benar, menegur bukanlah perpecahan.

Tetapi yang saya maksudkan adalah cara pengenalan akan Yesus yang berbeda… sehingga konsep pemikiran dari para Rasul berbeda pula.

Paulus => tidak menjadi murid Yesus secara nyata di dunia

sedangkan 11 murid Yesus mengalami kejadian langsung dengan Yesus.
sehingga apa yang dilakukan oleh mereka, dengan meniru Yesus.

contoh makan dengan orang “berdosa”

Dari pengenalan Yesus (iman) yang berbeda inilah, menciptakan suatu perbedaan pandangan/pola pikir.

Kalau bro Daniel membaca kitab Paulus, maka nampak jelas (Galatia 1-2)
bagaimana Paulus “iri” terhadap murid2 Yesus yang mengalami perjumpaan langsung dengan Yesus. Tetapi rasa “iri” tersebut digunakan untuk tujuan baik… (kesaksian untuk orang yang belum percaya/bersunat)

salam :slight_smile:

Yach betul bro Daniel :slight_smile:

Memang tidak ada perpecahan dalam tubuh para Rasul sendiri
maka saya menuliskan di topic (cikal bakal) yaitu berdasarkan perbadaan pola pikir para Rasul.

Dan perpecahan sesungguhnya terjadi pada Martin Luther, berdasarkan Kitab Paulus beranggapan / memiliki konsep “Hanya Iman”

salam :slight_smile:

Perpecahan Gereja karena tidak lagi menuruti pimpinan Roh Kudus.

Yohanes 16:13-15 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."

Lihat keputusan Sidang para Rasul:
Kisah para Rasul 15:28-29 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

Saat Agama disusupi politik dan kekuasaan, maka terjadilah persaingan pengaruh dan perpecahan. Tidak lagi mengejar kebenaran.

Salam.

Pola pikirnya sebenarnya sama koq, Yakobus menuliskan bahwa perbuatan baik adalah buah dari iman karena saat itu banyak umat yang menyalahgunakan iman dengan cara sengaja berkubang dalam dosa (dalihnya “yang penting kan iman”). Demikian juga kalau kita teliti secara tersamar, Rasul Paulus juga berkata akan hal yang sama tentang orang-orang yang bebal itu.

Best Regard,
Daniel FS

@ bro Daniel

kalau melihat “sejarahnya” saya melihat perbedaan “pola pikir” Paulus dan Yakobus.

salah satu contohnya sudah saya tulis di atas…
mengenai “makan bersama2 orang berdosa”

dari surat Paulus, paulus sering mengingatkan supaya menjauhi orang2 yang berbuat dosa, supaya tidak ikut tercemar.

beda dengan murid2 Yesus sendiri (yang bertatap muka dan melihat Yesus).

maaf kalau pendapat saya salah.

Jika tidak demikian (pola pikir yang berbeda) mengapa pada waktu Paulus melihat Kefas dan pengikut Yakobus makan bersama2 dengan orang berdosa … “menegurnya”??

kalau tidak ada “salah” (salah tangkapkarena perbedaan pola pikir) mengapa ditegur?

salam :slight_smile:

Ditegurnya bukan karena makan bersama, namun karena Petrus langsung meninggalkan mereka ketika umat yang bersunat datang, menurut budaya Yahudi hal ini dipandang kurang sopan.

Gal 2:12
12. Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.

Best Regard,
Daniel FS

Bro Daniel
justru disinilah letak perbedaan pola pikir tersebut
bagi Paulus yang “kental” akan adat istiadat… “meninggalkan” dianggap kurang sopan. (sebab Galatia adalah surat yang dibuat Paulus, tentu mengatakan Petrus takut…)

tetapi bagi Petrus tidak ada istilah “kurang sopan” dengan tradisi

salam :slight_smile:

Ada banyak hal yang menjadi sumber perpecahan, salah satunya tentang perbedaan suku bangsa.

Tapi apa yang ditulis Paulus dalam Kitab Kolose
3:9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, 3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; 3:11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

Tidak ada lagi perbedaan karena suku bangsa.
Hal ini diluruskan dengan sikap Rasul Paulus untuk menegur Rasul Petrus terkait diskriminasi suku bangsa. Ini tentang kebenaran bahwa Tuhan “tidak lagi” melihat suku bangsa seseorang (tidak harus orang Yahudi) untuk diterima menjadi umatNya, melainkan melihat dari sikap hati.

Salam.

bro hans

saya tidak membicarakan perbedaan suku/ras suatu bangsa.
maksud saya adalah perpecahan itu (katolik dan protestan) cikal bakalnya ada di pemahaman para rasul sendiri mengenai Iman (pengenalan akan Yesus)

salam

Nah kalau itu berarti adanya perbedaan doktrin dasar kepercayaan.
Padahal dalam pengajaran para rasul tidak demikian, hanya ada satu kebenaran yang sama antara yang diajarkan rasul yang satu dengan rasul yang lain. Bagaimana mungkin? Sebab dibimbing oleh satu Roh yang sama yaitu Roh Kudus.

salam.

kalau begitu saya tanya bro hans

apakah Paulus bisa sama seperti Petrus? baik dari sifat, pola pikir dan tingkah laku?

salam

setahu saya jemaat mula-mula (benar2 mula-mula) adalah :

[b]Kis 1:13-15 [/b]

Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang.
Mereka itu ialah

i[/i] 1. Petrus dan
i[/i] 2. Yohanes,
i[/i] 3. Yakobus dan
i[/i] 4. Andreas,
i[/i] 5. Filipus dan
i[/i] 6. Tomas,
i[/i] 7. Bartolomeus dan
i[/i] 8. Matius,
i[/i] 9. Yakobus bin Alfeus, dan
i[/i] 10. Simon orang Zelot dan
i[/i] 11. Yudas bin Yakobus.

Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan

i[/i] 12. beberapa perempuan
i[/i] 13. serta Maria, ibu YESUS, dan dengan
i[/i] 14. saudara-saudara YESUS.

(note : P + S = kira-kira 108 orang)

Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu,
kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya

Jadi jemaat mula-mula (benar2 mula-mula) adalah : kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya

menurut TS. jemaat mula-mula = Gereja Katolik ?

hal ini menjadi pertanyaan bagi saya…

mohon pencerahannya bro :slight_smile:

@bro repento

maksud saya jemaat mula-mula = para Rasul (11rasul+Matias) + Rasul Paulus
(edited Orang2 Kudus yang hidup pada zaman Rasul-Rasul)

menurut TS. jemaat mula-mula = Gereja Katolik ?

Tidak termasuk Katolik bro Repento.

salam :slight_smile:

ohhhh…
ok2 :afro:

Kita perhatikan teguran Rasul Paulus kepada Petrus

Galatia
2:11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.

menurut Paulus, Petrus melakukan suatu yg salah . apakah itu ?

2:12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.

[i]
ternyata kesalahan Petrus adalah ke-munafikan-nya
Pada saat orang Yahudi tidak ada , Petrus leluasa makan sehidangan dengan Non-Yahudi
tapi
Pada saat golongan Yahudi(kalangan Yakobus) datang, Petrus menjauhi teman non-Yahudinya

Petrus takut diketahui bahwa dia makan bersama Non-Yahudi
legalisme ke-Yahudi-an membuat sikap Petrus tiba2 menjadi aneh .
tiba-tiba Petrus menjauhi mereka yang non-Yahudi (karena kehadiran golongan Yahudi)
tiba-tiba Petrus tidak bisa lagi makan sehidangan dengan mereka

dengan kata lain Petrus sembunyi-sembunyi dari golongan Yahudi

Padahal Petrus sebenarnya tahu apa yg dilakukannya salah

kita tahu Petrus adalah seorang pemimpin
tindakan Petrus ini tentu memilik efek kepada yg lain[/i]

2:13a Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia(Kefas/Petrus),

awalnya beberapa orang turut berlaku munafik
ternyata Barnabas yg adalah rekan sepelayanan Paulus pun terseret pula

2:13b sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.

[i]aneh kelakuan mereka(petrus,dkk) seperti sistem kasta dalam agama Hindu
golongan Yahudi “berbeda” dengan “golongan Non-Yahudi”
mereka merasa lebih unggul gara-gara status YaHUDInya

sekarang Petrus terlihat eksklusif dengan teman-teman Yahudinya
tindakan yang dilakukan Petrus menimbulkan perasaan minder dari Non-Yahudi
Non-Yahudi jadi bingung.
mungkin ada orang Non Yahudi berpikir
“mungkin kita HARUS/WAJIB disunat supaya menjadi bangsa Yahudi. sebangsa dengan Petrus” (alias hidup menuruti taurat musa)

ini tidak benar.
semua orang percaya hidup dibawah kasih karunia
bukan berdasarkan sunat(hukum taurat)[/i]

2:14a Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil,

Paulus tidak sungkan-sungkan lagi. mereka haros ditegor dengan keras !

2:14a aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua:
“Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi,
bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”

[i]maksud Paulus begini
Jika engkau Petrus seorang Yahudi saja tidak mampu melaksanakan 613 perintah Hukum Taurat dgn sempurna.
bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang Non-Yahudi untuk melaksanakan hidup dibawah hukum Taurat.

lalu Paulus menasehati Petrus seperti berikut[/i]

2:15
Menurut kelahiran
kami (Paulus + Petrus) adalah orang Yahudi dan bukan orang berdosa dari bangsa-bangsa lain.

2:16
Kamu(kamu petrus) tahu, bahwa
tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat,
tetapi
dibenarkan hanya oleh karena iman dalam KRISTUS YESUS.
Sebab itu
kami pun telah percaya kepada KRISTUS YESUS,
supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam KRISTUS
dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat.

Sebab: “tidak ada seorang pun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.

2:17
Tetapi jika kami sendiri,
sementara kami berusaha untuk dibenarkan dalam KRISTUS ternyata adalah orang-orang berdosa,
apakah hal itu berarti, bahwa KRISTUS adalah pelayan dosa? Sekali-kali tidak.

2:18
Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak,
aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat.

2:19-20
Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat,
supaya aku hidup untuk Allah.
Aku telah disalibkan dengan KRISTUS; namun aku hidup,
tetapi
bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan KRISTUS yang hidup di dalam aku.
Dan
hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah
yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

2:21
Aku tidak menolak kasih karunia Allah.
Sebab
sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian KRISTUS

lalu apakah yg terjadi dengan Petrus

.... .... .... Orang-orang ekstrim itu begitu gigih melancarkan kampanyenya sehingga Petrus sendiri, yang pada waktu itu sedang berada di Antiokhia dan mengetahui sepenuhnya apa yang benar dan salah dalam perkara itu, ikut-ikutan berlaku munafik (Galatia 2:13, Yunani: συνυποκρινομαι - sunuprokrinomai, berpura-pura). seperti kata Paulus, sebab ia menarik diri dari pergaulan dengan orang-orang Kristen non-Yahudi. Tindakan ini, walaupun barangkali Petrus mempertahankannya sebagai tindakan yang harus diambil karena keadaan, pasti akan mempunyai akibat yang sangat buruk; malahan Barnaas sendiri jadi terpengaruh dan mengikutinya. [b]Dengan sikap tegas Paulus menghadapi keadaan itu. Ia menuduh Petrus berpura-pura. Kecaman keras Paulus menghasilkan akibat yang baik[/b]; dalam Sidang Yerusalem yang diadakan tidak lama sesudah itu, [b]Petrus menyokong argumen Paulus sepenuhnya.[/b] .... .... .... http://sarapanpagi.6.forumer.com/viewtopic.php?p=1800

di akhir cerita PETRUS mau dikoreksi Paulus dan setuju dengan pendapat Paulus

ada baiknya kita membaca artikel ini sejenak :slight_smile:

Yang Mana Denominasi Terunggul?

http://worldchristiandatabase.org/wcd/images/denomination.jpg

Kata denominasi dari kata latin ‘denominare’, to give a specific name, “memberi nama”. Adanya pengelompokan-pengelompokan adalah sesuatu yang manusiawi dan tak terelakkan (1 Korintus 3:4). Karena manusia cenderung merasa nyaman berkumpul dengan orang-orang yang homogen dengan dirinya atau yang mungkin ‘sepaham’ , ‘sewarna’ dan sebagainya. Kitapun tidak akan pernah bisa ‘menyatukan’ umat Kristiani dalam artian menjadi ‘seonggok batu’ yang tak terpisahkan. Maka sayapun memandang adanya pengelompokkan ini adalah sesuatu yang lazim terjadi dalam kehidupan manusia di dunia.

Haruskah satu golongan?

Alkitab sendiri mencatat ada penggolongan-penggolongan, paling tidak dalam 1 Korintus 1:12 ini kita temui ada tiga macam golongan-golongan. Dari sini saja kita sudah mengenal adanya denominasi. Adanya pengelompokkan ini telah menimbulkan masalah di dalam Jemaat Kristus sejak abad pertama. Paham “denominasi-nya yang terunggul” telah ada sejak zaman gereja mula-mula:

* 1 Korintus 1:12-13
1:12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus .
1:13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?

Dari kajian ayat diatas, bisakah diartikan bahwa “golongan ‘Kefas’ lah yang paling benar?”; atau “golongan ‘Paulus’ lah yang paling benar?” atau juga “golongan ‘Apolos’ lah yang paling benar?”. Toh semuanya dibabtis dalam nama Allah yang sama (Matius 28:19).

Saya suka membaca tulisan-tulisan Paulus dengan gayanya yang khas yaitu ‘diatribe’ yang coraknya Rasul Paulus ini seakan-akan beredebat dengan orang lain, jadi membaca tulisan-tulisannya seolah-olah kita sedang berdialog. Paulus membahas suatu pertikaian dalam Jemaat di Korintus. Dan Paulus memaksudkan bahwa individualisme berkembang luas ketika masing-masing anggota mengikat dirinya pada “orang tertentu” (dalam hal ini adalah Paulus; Kefas; dan Apolos). Gejala yang berkembang pada masa lalu ini, juga kita jumpai sampai dengan masa kini, bukan?

Adanya pemisahan menjadi golongan-golongan yang berbeda adalah hal yang manusiawi. Tidaklah terlalu sulit merekonstruksikan ketiga “kelompok/ golongan/ denominasi”. Mereka yang mengatakan “Aku dari golongan Paulus” barangkali adalah jemaat yang tetap setia kepada Paulus, dan yang barangkali melihat bahwa kewibawaannya dipertanyakan oleh mereka yang mengklaim golongan Apolos ataupun Kefas sebagai tokoh pemimpin mereka.

Mereka yang mengatakan “Aku dari golongan Apolos” mengakui memiliki kesetiaan khusus pada Apolos yang juga pernah menjadi pengkabar Injil di Korintus. Ada pula yang mengatakan “Aku dari golongan Kefas” adalah kelompok pengikut Petrus, yang memberi gambaran bahwa mungkin sekali Petrus juga pernah datang ke Korintus sehingga mereka mengenal Petrus dengan nama Aramaic-nya yaitu “Kefas”. Namun apakah golongan Kefas ini diperbolehkan merasa dirinya yang terunggul? Pengelompokan terjadi karena para pemimpin dalam jemaat mulai berkembang; beberapa anggota gereja mulai lebih lekat kepada para-pelayan Injil tertentu daripada dengan Injil-nya sendiri. Paulus menyalahkan sikap ini, sambil mengingatkan mereka bahwa baik dia maupun rasul-rasul lain tidak disalibkan demi mereka.

Denominasi yang manakah yang paling benar?

Kesalahan yang sama terdapat dalam gereja-gereja masa kini. Ada yang merasa mereka yang Calvinis lebih unggul, ada yang merasa Lutheran lebih unggul, ada yang merasa Pentakosta lebih unggul, ada yang merasa Adventis lebih unggul, Kharismatik lebih unggul, Reformed Injili, ada lagi denominasi baru Kharismatik Injili (Kajili), dan seterusnya. Penting kita bertanya pada diri sendiri : “Apa legitimasinya bahwa suatu golongan adalah golongan yang paling benar?”. Karena memandang kelompoknya sendiri yang benar dan cenderung merendahkan kelompok lain seringkali memicu pertengkaran antar pengikut denominasi dalam memandang doktrin yang dianut satu dengan yang lainnya, kita baca satu ayat :

* Yakobus 4:1
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

Sumber utama dari sengketa dan pertengkaran sesama orang-orang Kristen berpusat pada keinginan untuk dihormati, diakui, memperoleh kuasa, kesenangan, uang, dan keunggulan. Pemuasan keinginan yang mementingkan diri menjadi lebih penting daripada kebenaran dan kehendak Allah. Apabila hal ini terjadi, muncullah pertikaian yang saling mementingkan diri di dalam kehidupan orang-orang Kristen. Mereka yang bertanggung jawab atas terjadinya hal-hal ini menunjukkan bahwa mereka tanpa Roh dan di luar kerajaan Allah (Galatia 5:19-21, Yudas 1:16-19).

Beberapa orang percaya menjadi lebih lekat dengan seorang Gembala Sidang atau Penginjil atau Theolog tertentu dan kemudian “me-NABI-kan” mereka. Hal inilah yang dapat menyebabkan mereka mengkianati prinsip Kristen, bahkan dapat memecah-belah jemaat. Kita harus selalu berhati-hati dalam bersikap dan penting sekali untuk selalu memusatkan kasih dan kesetiaan kita kepada Allah dan firman-Nya, bukan pada pelayan Injil atau siapapun juga. Pertikaian dalam mempertahankan doktrin gereja dalam denominasinya sendiri ini tidak pernah dapat menyelamatkan siapapun, juga tidak membuahkan petobat-petobat baru, yang ada justru pertikaian antar pengikut-doktrin denominasi satu dengan yang lain menyebabkan gereja terpecah belah menganggap kelompok sendiri yang terbaik. Kita perlu mengingat selalu bahwa manusia tidak diselamatkan oleh karena mengikuti suatu doktrin denominasi tertentu, tetapi kepada iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Pengajaran sesungguhnya yang ingin disampaikan oleh Paulus dalam 1 Korintus 1:12-13 adalah makna dari frasa terakhir yaitu [b]“Aku dari golongan Kristus”[/b]. Bagaimana kita menjelaskan kelompok Kristus ini? Penggolongan memang telah terjadi, namun kesemua golongan itu adalah murid-murid Kristus, mereka semuanya dapat memiliki komunikasi langsung dengan Kristus, dan mereka menjadi milik Kristus; Maka, apa yang harus dipermasalahkan?.

Dalam 1 Korintus 3:23 kembali Paulus menegaskan “Engkau adalah milik Kristus” ini bukan sekedar slogan melainkan kebenaran, dan ini sekaligus memberikan penekanan bahwa pengakuan manusia, rasa loyalitas terhadap seorang rasul, yang menjadikan mereka terpisah menjadi kelompok-kelompok tertentu yang berbeda dengan lainnya, bukanlah hal yang penting dalam Jemaat Kristus. Para rasul itu hanyalah hamba-hamba Allah yang memberikan pertumbuhan :

* 1 Korintus 3:4-9
3:4 Karena jika yang seorang berkata: “Aku dari golongan Paulus,” dan yang lain berkata: “Aku dari golongan Apolos,” bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?
3:5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.
3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
3:7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
3:8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah

Sekarang kita kembali ke 1 Korintus 1:13, suatu pertanyaan retorik “Adakah Kristus dibagi-bagi?” . (bandingkan dengan 1 Korintus 12:12-27). Hanya pribadi Kristus-lah yang disalibkan, dan umat Kristus tidak dibabtis dalam nama seorang Rasul. Umat percaya bukanlah milik manusia, ataupun milik lembaga ciptaan manusia, melainkan milik Kristus yang denganNya dipersatukan didalam baptisan, karena babtisan berarti ikut serta dalam kematian dan kebangkitanNya :

* Roma 6:1-4
6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Penutup :

Semoga kisah jemaat Korintus ini bisa dijadikan perenungan. Sama juga halnya perdebatan di beberapa forum diskusi, maupun dalam media yang lain, dimana satu aliran/denominasi merasa alirannya yang paling benar, satu aliran merasa paling Injili dari yang lain, satu aliran merasa yang paling dipenuhi Roh Kudus, paling hebat penuh mujizat dan berkat, paling puritan dan seterusnya. Ada sikap yang perlu kita contoh dari Rasul Paulus sbb :

* 1 Korintus 2:2
LAI TB, Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
King James Version (KJV), For I determined not to know any thing among you, save Jesus Christ, and him crucified.
Amplified Bible (Amp) , For I resolved to know nothing (to be acquainted with nothing, to make a display of the knowledge of nothing, and to be conscious of nothing) among you except Jesus Christ (the Messiah) and Him crucified.
TR ου γαρ εκρινα του ειδεναι τι εν υμιν ει μη ιησουν χριστον και τουτον εσταυρωμενον
Translit Interlinear, ou {tidak} gar {sebab} ekrina {aku telah memutuskan} tou eidenai {tahu} ti {sesuatu} hen {diantara} humin {kamu} ei mê {kecuali} iêsoun {Yesus} christon {Kristus} kai touton {dan khususnya (Dia) ini} estaurômenon {yang disalibkan}

Seperti Rasul Paulus yang bersikap tidak memandang seseorang dari kelompok mana, karena Kristuslah seharusnya yang menjadi pusat semua orang-orang Kristen. Baiklah kita memandang setiap orang yang telah mengaku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, Allah yang dengan kasihNya telah inkarnasi untuk tujuan penyelamatan manusia dari kutuk dosa. Seluruhnya adalah orang-orang yang sudah ditebus, milik Kristus, dan semuanya adalah saudara-saudara kita.

Amin.

Blessings in Christ,
BP
August 9, 2007

– I put no stock in religion. By the word “religion” I’ve seen the lunacy of fanatics of every denomination be called ‘the will of God’. –

Artikel terkait :
MENUDING, di http://portal.sarapanpagi.org/renungan/menuding.html

Ok bro Repento

tetapi apakah tidak ada kemungkinan ayat lain?

contoh ayat Galatia adalah surat Paulus… jadi wajar jika pendapat Paulus tentang Kefas (Petrus) yang mengatakan Petrus takut karena kesalahan…?

adakah ayat yang lainnya bro… supaya lebih jelas ?

mohon masukkannya bro repento :slight_smile:

Tentu tidak. Paulus yach Paulus dengan ciri khasnya sendiri dan tdk pernah menjadi Petrus.
Prinsip kebenaran yang dipengang dan Injil yang diberitakan isinya sama.
Dasar kebenaran yang menjadi prinsip harus sama tidak boleh beda.

Salam.

justeru itu bro hans

saya merumuskan perbedaan sikap dan tindakan para rasul (dari alkitab) bukan dari bahasa kiasan… tetapi perjalanan hidupnya.

pengenalan akan Yesus,
Petrus menjadi murid langsung
sedangkan Paulus menjadi murid Yesus secara tidak langsung

dari sini wajar jika terjadi perbedaan pola pikir/ tindakan

salam :slight_smile: