Perjuangan AGAMA adalah melumatkan orang yang memiliki kesaksian Yesus Kristus.

Selama orang masih memiliki/mengakui kebenaran agama sekalipun tiap-tiap agama mempunyai corak yang berlainan kebenarannya, maka posisi mereka adalah sama-sama kuat… bahkan aturan duniapun tidak membenarkan orang yang ‘menyerang’ ajaran agama lainnya.

Disitulah sebenarnya letak kesesatan dan penyesatan berlangsung pada orang dari kebenaran yang sesungguhnya.

Hal tersebut selaras dengan pengungkapan wahyu yang menjelaskan demikian:

Why. 13:7 Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.
Why. 13:8 Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

Yang dimaksud dengan melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka [“mereka” di sini adalah orang yang memiliki kesaksian Yesus (baca. Why.12:17)] adalah bahwa mereka tidak diperbolehkan lagi untuk berbicara kebenaran di dalam ruang agama… mereka dianggap sampah yang tidak berguna… dan mereka dapat diperlakukan apa saja seturut hatinya.

Itulah maksud kalimat di atas itu.

Bagi mereka yang mau berkomentar dipersilahkan…

Salam,

pertanyaannya apa dari bro zxc?

Apakah saudara ber-agama?
Kalau saudara ber-agama, baca penjelasan saya tentang agama itu… masa gak ngerti?

Salam,

Broo@@ vbn…

Sebetulnya dng tulisan / pandangan anda diatas tsb, anda secara sadar bermotivasi membuat / menciptakan suatau stigma dan membuat opini publik disini, bahwa setiap agama yang diyakini oleh setiapa orang yang mempunyai keyakinan tertentu serta mempunyai umat / komunitas tertentu…, di harapkan mempunyai kedudukan / posisi yang sama dalam mengusung konteks kebenaran yang di usungnya sebagai suatau kebenaran. Dan tidak saling menjatuhkan antara pihak yang satu dengan yang lainnya. Karena jika itu terjadi, maka menurut pandangan anda dari penilaian kacamata / perspektif hukum yang berlaku didunia ini adalah suatu "tindakan penyerangan "

Benar begitukan motivasi anad broo@ vbn…??

Dengan motivasi yang seperti itu pula , anda dng berani dan sangat yakinnya menggunakan pijakannya sebagai pendukung demi memperkuat motivasi ydm, dng menyitir 2 buah ayat dari dalam Alkitab ( dari kitab Wahyu ).

Dengan demikian anda sudah merasa benar untuk mewartakan suatau " kebenaran" yang menurut keyakinan anda itulah suatau kebenaran yang harus di ketahui oleh khalayak umum, dan kebenaran yang akan anda perkenalkan tsb merupakan kebenaran yang asal muasalnya dari Allah. ( menurut komunitas anda ) Dimana Anda dan teman teman anda sudah juga memperkenalkannya di "fk " ini, dng cara dan gaya perjuangan anda yang tertuang dalam konteks mengajari, menginjili dan lain sebagainya yang terselip doktrin-doktrin ajaran yang sudah anda kuasai dng baik.

Kemudian " suatu kebenaran " yang anda yakini tsb jika dikoreksi oleh pihak lain dng argumentasinya, maka akan anda sikapi dan anda anggap adalah sebagai suatu istilah penyerangan bukan…?? Padahal pihak diluar anda merasa heran dan tidak bisa menerima suatu pandangan yang sebetulnya adalah penjelmaan suatu tafsiran Alkitab yang telah melenceng dari makna sebenarnya. Alias Ayat Alkitab yang ada telah didistorsi dan dimanipulatif terlebih dahulu…baru kemudian ditafsir lagi …?? sesuai Keinginan DENOM yang note bene tidak di terima secara KOMUNITAS KRISTIANI SECARA KHUSUS DAN SECARA UMUM. lAZIMNYA KITA SEBUT ALIRAN SSY.

Semoga dapat dipahami oleh anda ya broo@vbn…

Salam GBU

@zx
Bro, apa yang saya tangkap dari poin anda ada dua:

  1. Anda menganggap “kebenaran semua agama sama kuat selama masih tidak diperbolehkan saling menyerang”. Anda mengabaikan kuasa Tuhan Yesus hanya karena melihat dengan mata jasmani anda bahwa satu agama kesulitan mempengaruhi pemeluk agama lain tanpa menyerang. Kemudia anda juga mengabaikan bahwa Yesus tidak mengajarkan serangan terhadap manusia lain, tetapi hanya terhadap setan saja, sehingga, kalau masalah metode, sebenarnya kristen tidak kekurangan kalau sekedar itu halangannya.
  2. Anda berpandangan bahwa letak “kesesatan dan penyesatan” adalah karena tidak diijinkannya penyerangan kepada agama lain. Itu sungguh lucu pemahamannya kalau kita mengarah kepada apa yang dilakukan rasul- rasul. Ya rasul menyatakan kebenaran sejati tetapi juga tidak secara eksplisit sekedar “menyerang” untuk mendapatkan jiwa dan mempertahankan iman. Saya justru sebaliknya melihat rasul menjadikan “kebaikan dan karakter Kristus”, menjadi alat paling efektif menyerang tanpa kata kata atau pedang. Yang sampai saat ini belum ada lawannya. Cari dilakitab, dimana rasul menyerang agama lain?? Dia menyerang perbuatan menyembah berhala, iya. Tetapi apakah dia sebutkan agama tertentu? Bahkan agama yudaisme pun tidak.
    1. Anda menganggap kesaksian akan kristus dimiliki hanya melalui mulut?? Ahahahahahaha… Maafkan saya kalau ketawa, karena itu lucu buat saya kalau keluar dari seorang kristen yang bener. Kenapa? Karena diluar mulutmu, doamu lebih berkuasa. Diatas semua kata katamu, perbuatanmu lebih nyata. Diatas semua khotbah dan debat mu, buah buahmu lah yang mendapat perhatian.
      Dan diatas semua kebebasanmu berbicara, Roh Kudus lebih berhak menentukan kapan waktunya berbicara dan kapan waktunya diam.

Saya maklum kalau anda ssy, karena anda tidak mendapat tuntunan Roh Elohim. (Apakah ini menyerang?? Tidak menurut saya. Karena pemakluman saya adalah pengakuan ssy sendiri dimana Roh Kudus bukan pribadi tapi energi. Energi tidak berbicara dan menuntun, energi hanya memberi kuasa atau kekuatan saja, tidak lebih tidak kurang).

Look, semua apa yang saya ungkapkan diatas, meskipun dibaca siapapun tidak akan memberikan faedah apapun. Ssy, atau agama apapun boleh mengkhotbahkan apa yang terungkap diatas, tapi apakah mereka memiliki dasar itu dan bisa melakukan itu? Itu terbukti tidak.

Shalom.

Tulisan saya di atas bukan himbauan untuk tidak saling menjatuhkan antar penganut agama. Sebab menurut saya, yang namanya agama, penganutnya pasti akan menjatuhkan agama lainnya; jangankan terhadap agama yang berlainan, terhadap rumpun agama yang sama saja (contohnya kristen), masih saling menjatuhkan.

Yang saya ingin sampaikan dalam tulisan saya di atas adalah bahwa spirit yang terselubung dalam perjuangan AGAMA (agama apapun) adalah menista kebenaran.

Ayat-ayat Wahyu yang saya berikan merupakan pengungkapan kebenarannya tentang agama… dimana agama diperkenankan untuk mengalahkan orang-orang kudus.

Tidak ada istilahnya “menguasai” untuk hal kebenaran-Nya.
Saya hanya berusaha menyampaikan kebenaran itu sendiri kepada setiap orang… dan itu adalah suatu pekerjaan yang juga dilakukan oleh Yesus Kristus.

Saya tidak pernah menganggap sebagai penyerangan apabila ada orang yang berargumentasi-mengkoreksi penjelasan saya… malah saya senang, apabila ada orang yang demikian sebab saya pandang dia masih peduli dengan ‘kebenaran’.

Semoga dipahami juga bro…

Salam,

@zx
Menyatakan bahwa spirit terselubung adalah “menista kebenaran”, saya kira anda terlalu tendensius dan negatif. Karena kekristenan tidak menista kebenaran justru menyatakan kebenaran. Kekristenan tidak menyerang agama lain, menyebut nama juga gak… Anda harus bisa obyektif dong, karena taraf tertentu ada beberapa agama yang secara langsung menyerang agama lain. Sementara kristen tidak.

Yesus menyatakan bahwa diriNya adalah kebenaran itu sendiri. Jadi sudah bisa dipastikan bahwa Yesus adalah yang menguasai kebenaran. Artinya ada itu penguasaan kebenaran. Dan kristen bukan mengklaim kebenaran tetapi mengklaim sebagai wadah dari satu satunya kebenaran itu, memang iya karena memang begitu adanya sampai hari ini. Sudah 2000 tahun dan memang hanya kristen wadahnya. Mau bicara bagaimana lagi?

Menyampaikan kebenaran yang seperti apa dalam kekristenan (agama kristen)??
Kebenaran bukan soal menyerang atau tidak menyerang agama lain.

Memang, nama Yesus selalu di sebut di dalam kekristenan, bahkan Ia diusung tinggi sebagai TUHAN, ALLAH semesta alam… tetapi, apa yang nampak dalam kekristenan??

PERPECAHAN!!

Perpecahan bukanlah gambaran kebenaran; Perpecahan hanya memperlihatkan adanya ketidakbenaran (kuasa iblis) di dalamnya, sebab demikianlah ia bekerja.

Oleh karena Kristen (agama kristen) bukan kebenaran melainkan wadah… maka wahyu-Nya menasehati saudara:

Why. 18:4 Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.

Salam,

@zx
Tinggal seperti apa menggambarkan “perpecahan” itu. Kalau memang Dia gak mau ada perbedaan dalam pandangan kristen secara “non FT” maka untuk apa dipilih 13 rasul? 1 aja dah cukup kok. Paling banyak 2 sudah cukup. Paulus untuk luar dan petrus untuk dalam israel.
Cukup.
Nah perpecahan adalah selalu menjadi alasan untuk “menyalahkan” kristen, padahal kalau dilihat perpecahan itu berasal dari akar apa?
-ajaran, tidak banyak terjadi perpecahan ajaran, hanya beberapa menyimpang, yang lain tetap secara iman. Hanya beberapa mengadopsi budaya terlalu dalam, sementara yang lain stick pada alkitab.

  • manusianya, look, didalam perjanjian lama saja sudah jelas bahwa bait Allah pun masih dibiarkan dulu dalam masa tertentu dimasuki oleh kenajisan. Kenapa? Ini supaya mereka yang “benar percaya” benar benar disaring.
    Itu jelas dan dalam PB pun dinyatakan demikian.

Jadi sangat salah kalau perpecahan tanpa melihat dasarnya kemudian “dipukul” rata adalah tanda dari “keiblisan” dalam arti kekristenan adalah ketidak benaran. Anda kalau “mengaku kristen” harus nya sadar dong bahwa sebelum iblis dihukum, dia masih diberikan hak kemana saja dan melakukan banyak hal, bahkan kesorga saja dia boleh lho… Hehehe… Gimana to anda ini. Kebenaran bukan dilihat dari manusianya atau gereja karena manusia dan gereja bisa salah karena manusia hanya akan sempurna setelah masa penghakiman selesai, dan gereja hanya akan sempurna hanya setelah masa “pemerintahan Kristus” nyata. Gimana to anda ini…???

Pergi dari siapa bro? Gereja? Trs kemana?? Ssy?? Sedangkan pertanyaan orang awam saja gak bisa dijelaskan dengan kebenaran FT kemudian anda minta saya pergi kepada “pengajaran manusia”?? FT itu nyata benar. Kalaupun gereja melakukan kesalahan, memangnya Tuhan Elohim YHWH atau Yahshua itu Tuhan yang jauh saja? Dia juga Tuhan yang dekat. Barangsiapa meminta ia mendapat, barangsiapa mencari ia mendapat, mengetuk Ia akan membukakan pintu, dua tiga orang berkumpul memanggil namaKu Aku ada ditengah tengah mereka… Dst… Hanya orang yang tidak mengenal Tuhanlah yang akan meninggalkan persekutuan dengan Dia hanya karena merasa gereja sudah salah. Karena dia harus tahu bahwa setiap orang berhak atas firman yang benar dan hikmat langsung dari Tuhan dan setiap orang adalah murid, maka kalau anda menyadari itu maka ada langkah2 yang dapat diambil dalam hal penyelewengan gereja. Baru kalau sudah gak bisa diperingatkan dan penyelewengannya adalah imaniah dan alkitabiah maka ayat diatas bisa dilakukan, dan itu pun saya kira masih membutuhkan doa yang benar… Hehehe… Anda membuat seakan akan hubungan dengan Tuhan seperti orang pacaran aja, “gak cocok karena kulit kurang putih, putus. Suara kurang merdu, putus. Mata kurang belok, putus…”"… Ehhehehe… FT buat saya, FT utama… Ada melanggar FT? Seberapa jauh?? Kalau bisa diperbaiki maka perbaiki. Kalau gereja bisa sempurna dan iblis gak berani masuk gereja… Yesus gak perlu ada… Apa susahnya mengganti nama “sinagoga” dengan gereja?? Hehehe…

Ya itu menurut aku… Menurut kamu silahkan saja.

jadi agak sensi nihh bro bn…

makanya, Bro bn, jangan terlalu alergi dengan agama, toh namanya hidup bernegara, ujung-ujungnya ditanya juga agamanya apa???

saran saya, komunitas bro bn, tetap harus menjadi denom… seperti ssy , mereka ada hak bicara, tetapi karna minoritas , jadi gitu dehhhh :slight_smile:

saya rasa , bro bn dah tahu ajaran kristen “main-strean” seperti apa. jadi kalo diskusi di forum ini, pasti diserang terus :slight_smile: kalo mo aman gampang kok, tinggal bikin blog gratis… :slight_smile:

Broo@vbn…

Saya tegaskan lagi menurut pandangan saya ya, bahwa :

1).Di page awal… titik fokus yang anda usung adalah karena ada perbedaan disisi pemahaman mengenai apa
itu “kebenaran”…maka akan terjadi salah persepsi dan salah interpretasi mengenai kebenaran yang anda maksud tsb, sehihingga dalam implikasinya menimbulkan dampak / effek saling timbul debat dan argmentasi dari yang berlainan kutub. Dan hal demikiananda bhasakan dng istilah " menyerang ajaran agama yang lainnya " ( ini versi anada bukan…???

2). Di page Lima, dalam tanggapan anda terhadap saya, kok malah anda menyangkal sendiri masalah
istilah “menyerang " tsb sih…?? padahal penalaran logis mengenai sebab akaibat suatu masalah kebenaran yang anda tulis itu exesnya adalah istilah " menyerang “bukan.?? sebagaimana yang anda tulis sbg prolog nya di page awal tsb. Namun di page lima ini anda mencoba mengklarifikasikannya dng halus sekali…heheheh, seperti yang anda tulis demikian ( saya copas aja ya ) :
“”“Saya tidak pernah menganggap sebagai penyerangan apabila ada orang yang berargumentasi-mengkoreksi
penjelasan saya… malah saya senang, apabila ada orang yang demikian sebab saya pandang dia masih peduli
dengan ‘kebenaran’.”””"

Artinya menurut saya disini, anda bersifat ambifalen …??? Kenapa demikian…?? karena Anda yang mengumpan suatu pokok masalah ( dari buah pikiran anda ) untuk dibahas …?? Kemudian, yang mana pokok masalah utamanya ( mengenai kebenaran dan timbul perbedaan tsb ) , ANDA KATAKAN JUGA BERAKIBAT: timbulnya persepsi istilah "penyerangan " ( kata anda ).
Namun anda katakan itu bukan "penyerangan " seperti argument anda diatas.
Akan tetapi di page yang lainNYA ( PAGE BERIKUTNYA ), malah anda mengeluaakan pernyataan : PERPECAHAN… disitu…HEHEHEHHE,

Jadi sebetulnya dalam bahasan yang anda tulis tsb, yang mau anda bahas itu mengenai : konteks kebenaran kah…?? atau konteks " penyerangakah…atau konteks " perpecahan " nya…??

Sepertinya anda tidak konsisiten dalam mengusung konteks masalah bahasan, dan ini membahayakan dalam suatu pandangan kebenaran yang mau anda usung dan anda perjuangkan …untuk diwartakan dan di ajarkan disini.
Karena kebenaran yang akan anda sampaikan tsb terlebih dahulu sudah anda simpulkan mengenai sebab akaibatnya yang menimbulkan suatu exes negatif nya. Sehingga memubazirkan apapun bentuk ayat dalam Alkitab sbg acuan buah pikiran anda tsb. Hal ini , Disebabkan anda sudah mengultimatum substansi ( abstark ) dari kebenaran itu sendiri, bukannya mengultimatum faktualnya secara reel…siapa yang menunggangi / memanfaatkan dan mengfungsikan Kebenaran ydm.

So…Selanjutnya bagaimana mnurut and Broo@vbn…??

Salam

Kebenaran atau ketidakbenaran bukan didasarkan oleh (hanya) istilah-istilah tempat; Tempat atau suatu lokasi yang tertentu atau yang ditentukan untuk ibadah/beribadah kepada ALLAH hanya MEMBUKTIKAN bahwa di dalam sana ada ketidak-benaran; Sebab Yesus Kristus sendiri mengatakan:

Yoh. 4:21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

Perkataan-Nya di atas itu jelas menunjukkan bahwa bukan pada suatu lokasi tertentu atau tempat tertentu yang menjadikan ibadahnya kepada ALLAH menjadi benar.

Justru sebaliknya, ketika suatu lokasi dikhususkan dan dikatakan sebagai tempat ibadah kepada ALLAH yang benar, seolah-olah di sana adalah tempat yang ALLAH sediakan bagi penyembah-penyembah-Nya, Maka sesungguhnya pengertian yang seperti itu hanyalah penyesakan (sebab berlawanan dengan pernyataan Yesus Kristus di Yoh.4:21).

Wahyu ditulis untuk menjaga mereka yang sungguh-sungguh mau menyembah ALLAH dengan benar, oleh sebab itu ALLAH memerintahkan orang tersebut untuk meninggalkan ibadah-ibadah agama duniawi seperti di gereja (Why.18:4).

Sebab agama dunia (yang bersumber dari gereja) adalah bukti kebenaran nubuat kitab Wahyu 13:1-10. Silahkan saudara baca sendiri dan renungkan.

Salam,

Broo@ vbn

AAHHH…ANDA INI TIDAK PUNYA KONSISITENSI YANG BENAR…!!!

jUDUL THREAD YANG ANDa BUAT ITU …?? apa sebetulnya yang ingin anda utarakan…?? kok semakin ga jelas arahnya mau kemana…?? seperti menyiapkan jebakan disini…??

Bangunlah kerangka berpikir yang benar dan berkontinuitas dong broo…!! Mosok ujuk ujuk sudah masuk di ayat YOH
4 : 21 sehhh…?? dan Wahyu 18 : 4…?? Korelasinya apa dng judul trhead yang sudah anda buat tsb…??
Mending penafsirannya benar…?? hhihh…tidak relevan abis lah…!! Hemmmm…

Salam

Kalau saudara belum menerima pesan dari topik yang saya buat, lebih baik saudara jangan bernafsu untuk berkomentar; wait and see is better. :smiley:

Salam,

HOHOHOHO…TERUSIK JUGA KESABARANMU KAH…??
hahahah…saya perhatikan Ternyata sudah terjaring banyak ya…?? Tapi konsep dan gagasannya anda buat amburadul…Sehingga dongtrin pandangan anda yang diambil darai ayat Alkitab tersublimasi dng baik…
Saya selalu melihat dan mengamati …jangan kuatair,Sejauh ini menurut saya masih dalam taraf wajar,dan okeh okeh saja…tapi sudah anda selipkan ajaran yang tidak relevan dng tafsir ayatnya…

Salam

biar nggak bingung, komentar saya itu, udah pas bro… :slight_smile:

ooo begitu ya…?? terimakasih kalau begitu ya…broo/sis…??! kalau andapun sudah memahami maksud tulisan saya.

Why. 13:7 Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.
Why. 13:8 Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

Yang dimaksud dengan melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka [“mereka” di sini adalah orang yang memiliki kesaksian YESUS (baca. Why.12:17)] adalah bahwa mereka tidak diperbolehkan lagi untuk berbicara kebenaran di dalam ruang agama… mereka dianggap sampah yang tidak berguna… dan mereka dapat diperlakukan apa saja seturut hatinya.

SIAPA YANG ANDA MAKSUD DENGAN “MEREKA YANG TIDAK LAGI DIPERBOLEHKAN BERBICARA KEBENARAN DI DALAM RUANG AGAMA”? APAKAH ANDA TAFSIRKAN INI SEBAGAI SEBUAH KELOMPOK AGAMA?
DARI FIRMAN TUHAN YANG ANDA KUTIP DI SINI SAYA SAMASEKALI TIDAK MELIHAT ADANYA HAL2 YANG BERHUBUNGAN DENGAN AGAMA, KARENA ITU SAYA LAMPIRKAN TAFSIRAN MENGENAI KEDUA FIRMAN TUHAN TSB.

GILL
Rev 13:7 And it was given unto him to make war with the saints,… The remnant of the woman’s seed, (Rev_12:17), whom God has set apart for himself, Christ has cleansed from sin by his blood, and the Holy Spirit has sanctified by his grace; and who under the influence of it live holy lives and conversations; against such Satan always bore an enmity ; and it is an aggravation of the wickedness of the Romish antichrist, that he makes war with such, which he is stirred up to by Satan, with a malicious intent, and is permitted by God for the trial of the faith and patience of his people: this war of antichrist, with the saints, may be understood not merely spiritually, of his anathemas, excommunications, bulls, and the like, but literally, of his drawing the temporal sword against them; see Rev_13:10; and bringing of armies against them, and fighting pitched battles; and it is thought there may be a special regard had to his war with the Waldenses and Albigenses, in which war it is said that a million were slain; and may take in all his ways and methods of destroying the saints, by the bloody Inquisition, murders, massacres, and punishments of all sorts; and also his last war with the two witnesses, in which they will be slain, which is yet to come, Rev_11:7;

and to overcome them: not so as to submit to him, and to forsake the doctrines and ordinances of Christ, but by killing them; and who, by dying in the faith and cause of Christ, overcome Satan, get the victory over the world, and antichrist, and are more than conquerors through him that has loved them.

And power was given him over all kindreds, and tongues, and nations; in the Roman empire, which wondered after him, and worshipped him, and over whom he has reigned, and has exercised both a temporal and spiritual jurisdiction; see Rev_17:15.

HENRY
7. How he exercised his infernal power and policy: He had a mouth, speaking great things, and blasphemies; he blasphemed God, the name of God, the tabernacle of God, and all those that dwell in heaven; and he made war with the saints, and overcame them, and gained a sort of universal empire in the world. His malice was principally levelled at the God of heaven, and his heavenly attendants - at God, in making images of him that is invisible, and in worshipping them; - at the tabernacle of God, that is, say some, at the human nature of the Lord Jesus Christ, in which God dwells as in a tabernacle; this is dishonoured by their doctrine of transubstantiation, which will not suffer his body to be a true body, and will put it into the power of every priest to prepare a body for Christ; - and against those that dwell in heaven, the glorified saints, by putting them into the place of the pagan demons, and praying to them, which they are so far from being pleased with that they truly judge themselves wronged and dishonoured by it. Thus the malice of the devil shows itself against heaven and the blessed inhabitants of heaven. These are above the reach of his power. All he can do is to blaspheme them; but the saints on earth are more exposed to his cruelty, and he sometimes is permitted to triumph over them and trample upon them. 8. The limitation of the devil’s power and success, and that both as to time and persons. He is limited in point of time; his reign is to continue forty-and-two months (Rev_13:5), suitable to the other prophetical characters of the reign of antichrist. He is also limited as to the persons and people that he shall entirely subject his will and power; it will be only those whose names are not written in the Lamb’s book of life. Christ had a chosen remnant, redeemed by his blood, recorded in his book, sealed by his Spirit; and though the devil and antichrist might overcome their bodily strength, and take away their natural life, they could never conquer their souls, nor prevail with them to forsake their Saviour and revolt to his enemies
KITAB WAHYU ADALAH SEBUAH KITAB NUBUATAN YANG WALAUPUN SEBAGIAN SUDAH DIGENAPI, NAMUN KITAB INI LEBIH BANYAK BERBICARA TENTANG AKHIR ZAMAN DAN MASA ANTIKRIS DAN IBLIS YANG MELAWAN ALLAH DAN ORANG2 KUDUSNYA DAN BUKAN SUATU PERSAINGAN DI ANTAR AGAMA YANG ADA.

Sebelum saya terangkan pertanyaan saudara di atas, ada baiknya tafsiran yang saudara lampirkan, saudara terjemahkan duhulu ke dalam bahasa yang lebih bisa dipahami oleh semua orang… silahkan.