Pencobaan Iblis

Ketika kita membaca kitab injil matius dan lukas kita akan melihat mengapa kok Tuhan Yesus harus dicobai oleh iblis? hal ini akan kita bahas sehingga kita pun menjadi waspada juga terhadap pencobaan si iblis.

Mat 4:1 Lalu Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis
Mat 4:2 Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

Setelah Dibaptis dalam air, dan diurapi oleh Roh Allah, Yesus sebagai manusia bergerak menurut pimpinan Roh. ini menunjukan bahwa ministri rajani-Nya dalam keinsanian-Nya dilakukan menurut Roh. pertama, Roh membawa Raja yang diurapi untuk dicobai oleh iblis. pencobaan ini adalah suatu tes guna membuktikan bahwa Dia bersyarat menjadi Raja bagi kerajaan Surga. empat puluh hari dan empat puluh malam adalah masa pencobaan dan penderitaan (Ul 9:9, 18; I Raj 19:8). Raja yang baru diurapi dipimpin oleh Roh itu untuk berpuasa selama itu agar Dia dapat masuk kedalam ministri rajani-Nya.

Mat 4:3 Lalu datanglah si penggoda dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”

Raja yang baru diurapi berpuasa dalam keinsanian-Nya, berdiri pada kedudukan sebagai manusia. dipihak lain, Dia juga adalah Anak Allah, seperti yang telah dinyatakan oleh Allah Bapa pada saat Dia dibaptis (3:17). untuk merampungkan ministri-Nya bagi kerajaan Surga, Dia harus mengalahkan musuh Allah. Iblis, satan. hal ini harus dilakukan-Nya sebagai manusia. karena itu, Dia berdiri pada kedudukan-Nya sebagai manusia dan mempertahankan kedudukan-Nya sebagai Anak Allah. Empat puluh hari sebelumnya, Allah Bapa telah menyatakan dari surga bahwa Dia adalah Anak yang dikasihi Bapa. pencoba yang licik itu mengambil pernyataan Allah Bapa sebagai dasar untuk mencobai Dia. jika Dia mempertahankan kedudukan-Nya sebagai Anak Allah dihadapan musuh, Dia akan kehilangan kedudukan untuk mengalahkan musuh.

membuat batu menjadi roti tentu merupakan suatu mujizat. ini diajukan oleh iblis sebagai suatu cobaan. banyak kali pikiran yang menghendaki terjadinya suatu mujizat dalam suasana tertentu merupakan suatu cobaan dari iblis. cobaan iblis atas manusia yang pertama, Adam, berhubungan dengan perkara makan (kej 3:1-4). disini, cobaannya atas manusia yang kedua, Kristus, juga berhubungan dengan perkara makan. perkara makan selalu merupakan perangkap yang dipakai oleh iblis untuk menjerat manusia, menyebabkan manusia tercobai dalam hal yang bersifat pribadi.

Mat 4:4 Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Raja yang baru diurapi menghadapi cobaan musuh bukan dengan perkataan-Nya sendiri, melainkan dengan perkataan Alkitab. Si pencoba mencobai Raja yang baru untuk mempertahankan kedudukan-Nya sebagai Anak Allah. Tetapi, Dia menjawab dengan perkataan Alkitab, “Manusia…” yang menunjukan bahwa Dia berdiri pada kedudukan manusia untuk menanggulangi musuh. setan menyebut Yesus sebagai Anak Allah (8:29), tetapi roh jahat tidak mengakui bahwa Yesus datang dalam tubuh daging (1Yoh4:3), karena dengan mengakui bahwa Yesus sebagai manusia, mereka menyatakan bahwa mereka sudah kalah. meskipun setan mengakui Yesus sebagai Anak Allah, ia tidak akan membiarkan manusia mempercayai Dia sebagai Anak Allah, karena dengan demikian, manusia akan beroleh selamat (Yoh 20:31).

Tuhan Yesus mengambil firman Allah dalam Alkitab sebagai makanan-Nya dan hidup berdasarkan firman Allah itu. dalam bahasa yunani Rhema yaitu firman seketika, berbeda dengan logos, firman yang tetap. dalam pencobaan ini, semua firman yang dikutip oleh Tuhan dari kitab ulangan adalah logos, firman yang tetap didalam Alkitab. tetapi ketika Dia mengutip firman itu, firman itu menjadi Rhema, firman yang seketika yang diterapkan-Nya pada keadaan-Nya. Seluruh Alkitab adalah hembusan Allah (2 Tim 3:16). karena itu, firman dalam Alkitab adalah firman yang keluar dari mulut Allah.

Mat 4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di puncak Bait Allah,
Mat 4:6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menerima Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

cobaan pertama iblis terhadap Raja baru berhubungan dengan perkara hidup manusia. setelah kalah dalam hal ini, iblis beralih kepada cobaannya yang kedua, perkara agama, dengan mencobaannya yang kedua, perkara agama, dengan mencobai Raja baru untuk memamerkan bahwa Dia adalah anak Allah, melalui menjatuhkan diri-Nya dari bumbungan Bait Allah. Tuhan Yesus tidak perlu melakukan ini. ini hanyalah suatu cobaan yang membujuk Dia untuk memamerkan bahwa sebagai anak Allah, Dia mampu bertindak dengan mujizat. pikiran untuk melakukan hal-hal yang berbau mujizat dalam agama adalah cobaan iblis. karena Tuhan Yesus telah mengalahkan iblis dengan mengutip Alkitab, si pencoba meniru cara-Nya dan mencobai-Nya dengan mengutip Alkitab, namun dengan cara yang licik.

Mat 4:7 Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

mengutip ayat Alkitab mengenai satu aspek dari suatu hal menuntut kita memperhitungkan aspek yang lainnya juga, untuk diselamatkan dari tipuan si pencoba. inilah yang dilakukan Raja baru disini untuk menghadapi cobaan kedua dari si pencoba. banyak kali kita perlu memberi tahu si pencoba " ada pula tertulis".

Mat 4:8 Setelah itu Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan bdunia dengan kemegahannya,
Mat 4:9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”

setelah kalah dalam pencobaan mengenai agama, iblis mengajukan pencobaannya yang ketiga atas Raja baru, kali ini mengenai kemuliaan dunia ini. iblis memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dan kemuliaannya. urutan pencobaan si licik itu-pertama, berhubungan dengan kehidupan manusia; kedua, berhubungan dengan agama; dan ketiga, berhubungan dengan kemuliaan duniawi, hal-hal praktis berkenaan dengan hidup manusia- sangat memperdaya orang.

dalam lukas 4:6 mengatakan bahwa kerajaan dunia dan kemuliaannya diserahkan kepada iblis; sebab itu, iblis dapat memberikannya kepada siapa saja yang dikehendakinya. sebelum kejatuhannya, iblis adalah penghulu malaikat yang ditunjuk oleh Allah sebagai penguasa dunia (Yeh 28:13-14). karena itu, dia disebut “penguasa dunia ini” (Yoh 12:31), yang menguasai semua kerajaan dunia ini dan kemuliaannya. kerena ingin disembah, dia memamerkan semua ini untuk mencobai Raja yang baru diurapi. Raja yang surgawi mengalahkan pencobaan ini, tetapi antikristus tidak (Why 13:2,4).

Perkataan iblis disini menunjukan bahwa ketika Allah mengurapi penghulu malaikat untuk menjadi kepala dari zaman sebelum Adam (Yeh 28:13-14), kekuasaan dan kemuliaan kerajaan bumi pasti telah diberikan kepadanya. perkataan Tuhan dalam Yoh 12:31 menegaskan hal ini. setelah memberontak melawan Allah dan menjadi musuh Allah, yaitu iblis, ia di hakimi oleh Allah (Yes 14:12-15), tetapi eksekusi penghakiman Allah atas dirinya baru digenapi pada akhir kerajaan seribu tahun (Why 20:7-10). karena itu, sampai waktu itu ia masih memiliki kuasa atas kerajaan dibumi. Dia mencobai Tuhan Yesus dengan menawarkan kuasa ini beserta kemuliaannya kepada-Nya. tawaran yang jahat ini akan diterima oleh antikristus, manusia durhaka (2 Tes 2:3-4), pada akhir zaman ini (Why 13:4) untuk melaksanakan strategi jahat iblis melawan Allah. hanya oleh Kristus, yang hidup didalam kita, kita baru dapat menolak si penggoda yang jahat.

Mat 4:10 Lalu berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Raja baru menghardik iblis atas apa yang dipamerkannya dan mengalahkan dia dengan berdiri pada kedudukan manusia untuk menyembah dan melayani Allah semata. menyembah dan melayani apa pun selain Allah untuk mendapatkan keuntungan merupakan cobaan dari iblis, agar dia bisa mendapatkan penyembahan.

meskipun pencobaan iblis kepada manusia pertama yaitu Adam berhasil, tetapi pencobaan kepada manusia kedua yaitu Kristus sama sekali gagal. ini menunjukan bahwa dia tidak akan mendapat tempat dalam kerajaan Surga Raja baru.

Puji Tuhan atas kemenangan Raja Kita yaitu Kristus. semoga kita juga terus berjaga-jaga dan berdoa, agar senantiasa dapat terlepas dari jerat pencobaan iblis. Haleluya!!!