Paus akan memimpin di zaman kesengsaraan besar dunia.

Good point, Bro!

PL [Kel 31:18] Setelah selesai berbicara di G.Sinai
TUHAN memberi dua loh hukum Allah kpd Musa
Loh batu (simbol abadi), yg ditulisi oleh jari Allah.

PB [Yoh 8:4-11] Sebelum Yesus bicara Dia me-nulis2 dgn jari-Nya di tanah
Lalu bangkit: “Silahkan yg suci duluan lempar batu kpd perempuan ini!”
Setelah selesai bicara me-nulis2 lagi di tanah dgn jari-Nya (2-Hk.Utama)

Semangkin terasa, bw
Segala hukum pd-Nya

Salam Damai!

stiap paus jaman now dibilangnya paus yang terakhir
tar kalo diganti mereka revisi lagi nubuatannya

liat aja

ni contohnya ni yang udah revisi nubuatan

and why the 8th is Pope Francis, and not JPII as we previously thought, and how we have erred in our initial understanding of Revelation 17

nubuat yang diubah2 namanya lubuat

some people just dont learn

amin bro, 2 ayat yang menarik…
2 Peristiwa dimana Tuhan menulis.
1 Peristiwa Tuhan menulis di Loh Batu
1 Peristiwa lainnya Tuhan menulis di atas tanah.

menulis diatas Batu artinya: Tulisan itu tidak terhapuskan, atau Kekal sampai selama lamanya.
menulis diatas tanah artinya: Tulisan itu mudah terhapus dan terlupakan.

tulisan diatas batu adalah: 10 Hukum Allah, artinya adalah: 10 Hukum itu Kekal, dan terhapuskan sampai selama lamanya.

yang menjadi misteri adalah:
apakah kira kira yang ditulis Yesus diatas pasir sehingga orang banyak yang melihat tulisan itu langsung tertunduk malu dan pergi satu demi satu, sehingga yang tertinggal hanya seorang perempuan pendosa itu sendirian saja bersama dengan Yesus… ??

(imajinasiku) Yang ditulis Tuhan Yesus adalah: dosa dosa orang banyak itu,
Tuhan Yesus menulis: “kok hanya perempuan ini saja, lelakinya dimana… ???”
membaca itu orang banyak merasa malu, karena terbongkarlah siasat dan kemunafikan mereka… sebab merekalah yang menjebak perempuan itu untuk mencari alasan mempersalahkan Tuhan. akhirnya pulanglah orang banyak itu satu demi satu dengan malu…

seperti orang banyak itu, begitulah kita di hadapan Tuhan. banyak dosa dan munafik. dengan setia malaikat malaikat mencatat dengan detail kesalahan kesalahan dan dosa dosa kita, tapi apabila kita menyesalinya dan bertobat, maka sama seperti tulisan diatas pasir, catatan catatan dosa itu mudah terhapus. sama seperti tulisan di tepi pantai apabila datang ombak ke pantai maka tulisan tulisan itu sirna, begitulah Kasih Tuhan Allah kita yang jauh lebih besar daripada ombak Lautan yang ganas yang menghapus dan melenyapkan segala kotoran kotoran di tepi pantai.

begitu pula dengan dosa dosa kita, sekalipun tingginya bertimbun timbun melewati gunung, Kasih Tuhan Yesus bisa mengampuni-nya.

Firman Tuhan:
1Yonanes 1:9
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Yesaya 1:18 Marilah, baiklah kita berperkara --firman TUHAN–
Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

ada amin, saudara saudarah… ???

salam
TYM

kalau kita sungguh sungguh membaca Firman Tuhan dan Jeli, maka kita akan mendapati bahwa sebenarnya Allah ingin bersama sama dengan kita bukan semenjak Allah Lahir di dunia ini.
bahkan semenjak dahulu kala, Allah sudah ingin bersama sama dengan manusia, tapi manusia itulah yang menjauh dan tidak ingin bersama sama dengan Allah.

mari perhatikan beberapa ayat berikut ini:
Kej 3:8
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

dahulu kala, sudah jadi kebiasaan Tuhan untuk senang berjalan jalan bareng dan santai dengan manusia di hari yang sejuk di taman. tapi karena berdosa manusia itu malu, takut dan tidak tahan berjalan bersama sama lagi, akhirnya larilah manusia dan bersembunyi dari hadirat Allah.

akhirnya diusirlah manusia itu dari hadirat Allah dari taman eden. bukan karena Tuhan benci manusia, tapi karena manusia tidak tahan berdiri di hadirat Allah yang adalah Kudus. karena memang yang najis dan yang kudus tidak dapat bersama sama, sama seperti Gelap dan Terang tidak dapat bersama sama, begitu pula manusia berdosa tidak akan mampu bertahan di hadirat Allah yang adalah Kudus.

karena dosa, manusia terputus hubungannya dengan Tuhan, tidak dapat lagi bersama sama dengan Tuhan, manusia berpisah jauh dari Tuhan. berpisah secara fisik dan roh.

manusia yang berdosa itu sebenarnya sudah senang dalam kubangan dosa, tidak ada niat lagi untuk kembali ke Tuhan, bahkan sebagian besar manusia itu terlintas kembali ke Tuhanpun sudah tidak ada lagi…

meskipun begitu, Tuhan tetap sayang manusia, hati-Nya tidak tahan untuk tetap berjauhan dengan manusia. makanya berulang ulang kita ketahui bersama di dalam Alkitab Allah berulang kali berusaha untuk secara langsung, secara Pribadi datang menjumpai manusia itu.
Allah menutupi kemuliaan-Nya dalam rupa Malaikat atau Manusia. agar manusia itu tidak mati seketika karena tidak tahan berjumpa dengan Allah yang adalah Kasih.

bahkan di jaman bangsa Israel Allah betul betul bersama sama dengan bangsa Israel, berkemah bersama dengan bangsa Israel, sementara bangsa Israel tertidur, Allah 24 Jam berjaga dan tidak tidur Penjaga Israel, Allah berkemah di Kemah-Nya di tengah tengah bangsa Israel. dalam wujud sinar Shekinah yang ada ditengah tengah tabut itu, Allah bersemayam dan hadir secara Pribadi.

begitulah Allah sangat rindu untuk tetap bersama, dan Puncak dari Kasih ini dinyatakan ketika Allah secara Pribadi telah mengambil Rupa Manusia. mengenakan Daging dan Darah Manusia, ketika Yesus Lahir ke Bumi ini dari perawan Maria. Yesus adalah Saudara Kita, saudara Sedarah dan Sedaging kita. dengan mengambil rupa seorang manusia, manusia terbejat sekalipun tidak mati ketika berpapasan, bersentuhan, tatap muka dan duduk bersama sama dengan Dia. bahkan pelacur dan pemungut cukai makan bersama sama dengan Dia.

Allah bersama sama dengan umat-Nya, Allah yang adalah Imanuel sudah sejak dahulu kala, Dia tidak berubah, Dahulu, Sekarang dan sampai selama lamanya. Amin

salam
TYM

Ya, mungkin manusia suka tebak2-an
Ada tebak manggis ada hitung kancing
Ramalan cuaca pun masih sering salah2

nubuat yang diubah2 namanya lubuat
Yes, Bro!
Dan kita hrs terus berubah sampai akhir
Belajar lihat2 waspada dan dengar ber-jaga2

some people just dont learn
Others, learning by doing

Salam Damai!

dari ayat mana anda kok bisa mengartikan menulis di atas batu artinya kekal selama2nya?
dari ayat mana anda mengartikan menulis di atas tanah mudah terhapus dan terlupakan?

atau ini cucoklogi ngarang sendiri?

Kurasa ayat ini:
He is the Rock, i[/i]
his work is perfect i[/i]: for all his ways are judgment:
a God of truth and without iniquity, just and right is he.

Gunung Batu i,
yg pekerjaan-Nya sempurna i[/i],
karena segala jalan-Nya adil, Allah yg setia,
dgn tiada kecurangan, adil dan benar Dia.[Ul 32:3]

dari ayat mana anda mengartikan menulis di atas tanah mudah terhapus dan terlupakan?
Teu kudu pake ayat eta mah, jang!
Dialog yg terjadi yg perlu dicermati
Utk bisa reka2 apa yg dioret Yesus

“Guru, apa pendapat-Mu tentang hal perempuan ini tertangkap basah ketika sedang berzina.
Hk.Taurat Musa memerintahkan kita untuk melempari perempuan semacam ini dengan batu”

Kurasa Yesus tdk berharap menghadirkan laki2 yg menjinahi perempuan itu ke tengah gelanggang
Sebab yg dipertentangkan kpd-Nya adalah perihal perintah Hk.Taurat Musa (idola Yahudi)
Maka kusimpulkan yg dioret2-Nya itu Hk.Kasih, mengingatkan mereka akan Hk.Allah

Membungkuk pertama, Yesus oret2 di tanah ttg hukum yg pertama dan utama.
Mengingatkan, bw sumber hk.Taurat Musa ialah Hk.Allah, Titah yg 10 itu, suci dan mulia
Membungkuk yg ke dua, Yesus meng-oret2 hukum ke-dua yg sama penting dgn yg pertama.

Jadi yg dioret2 di tanah mengingatkan apa yg di batu
Yg dulu dioret2 di batu menjadi ada di buku
Hukum-Nya abadi di hati mesti

atau ini cucoklogi ngarang sendiri?
Ya!
Kita hrs mandiri
Tak hrs disuapin lagi

Salam Damai!

Tentang Tuhan suka jalan-jalan pagi, atau senam kesegaran jasmani, atau latihan bina raga, tidak soalan di trit ini. Yang kutolak ialah tulisan @Simatupang@123 seolah mengartikan bahwa Yesus Kristus sudah campur tangan dalam menulis bagian Perjanjian Lama. Yang kuimani, Tuhan itu Esa, bernama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Kumaknai begitu antara lain dari Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Ditulis dalam nama, bukan dalam nama-nama.

Kalo menurut nabi Yesaya, yang disebut dalam Mat 1:22-25 berikut ini:
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus;

Kutangkap, bahwa Yesus diam di antara kita sejak dilahirkan Maria, bukan sejak Perjanjian Lama.

Salam damai.
Kita adil, bangsa sejahtera.

sama, aku juga tidak mempersoalkan hal tersebut, :smiley: :smiley:
cuma kan, memang jelas ada Firman yang berkata, bahwa Tuhan berjalan jalan di hari yang sejuk, kalau ikut senam kesegaran jasmani dan latihan bina raga belum kutemukan ayat yang menerangkan hal tersebut, tapi kalaupun sdr @Sotardugur mengimajinasikan Tuhan melakukan senam dan bina raga, tidak persoalan juga… :slight_smile: :slight_smile:

Yang kutolak ialah tulisan @Simatupang@123 seolah mengartikan bahwa Yesus Kristus sudah campur tangan dalam menulis bagian [i]Perjanjian Lama[/i].

Kalau sdr @Sotardugur menolak bahwa Yesus Kristus sudah ada secara pribadi sebelum kelahiran-Nya ke dunia ini, dan Yesus Kristus turut aktif dalam menyampaikan Wahyu dalam bentuk kitab kitab perjanjian lama kepada umat manusia, maka menurut pendapatku sdr @Sotardugur secara tidak langsung telah menyangkal Trinitas dalam arti yang sebenarnya.

apakah sdr @Sotardugur Parreva, mengimani ayat berikut ini… ?
Yoh 8:58
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.

Tuhan itu Esa,

amin, Puji Tuhan…

bernama Bapa, Anak, dan ROH KUDUS. Kumaknai begitu antara lain dari Mat 28:19 [i]Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka [b]dalam nama[/b] Bapa dan Anak dan ROH KUDUS.[/i] Ditulis [u]dalam nama[/u], bukan dalam nama-nama.

sangat menarik,
bicara mengenai Nama, berarti berbicara tentang Karakter…
sebab Nama itu mencerminkan Karakter atau sifat…
Nama Bapa, Anak dan ROH KUDUS adalah Satu… Sifat atau Karakter-Nya satu… yaitu “Kasih”
nama Allah adalah Kasih.
1 Yohanes 4:8, Allah adalah Kasih.

jadi babptisan yang benar adalah: dibaptis karena Kasih, karena Kasih Tuhan kepada yang dibabtis, dan penerimaan yang dibaptis akan Kasih Allah.

Kalo menurut nabi Yesaya, yang disebut dalam Mat 1:22-25 berikut ini: [i]Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus;[/i] Kutangkap, bahwa Yesus diam di antara kita sejak dilahirkan Maria, bukan sejak [i]Perjanjian Lama[/i].

dalam hal ini @Simatupang123 tidak sependapat dengan @Sotardugur Parreva,
kuimani semenjak di Perjanjian Lama Tuhan Yesus sudah bersama sama dengan Manusia.

  • Tuhan Yesuslah yang hadir secara pribadi bersama sama ke 3 anak muda ibrani ketika dimasukkan kedalam dapur api yang menyala nyala di istana raja Babel.
  • Punggung Tuhan Yesuslah yang dilihat Musa ketika Tuhan menampakkan diri kepada Musa di gunung sinai.
  • dan masih banyak peristiwa peristiwa lainnya dimana Tuhan hadir secara Pribadi menyertai anak anak manusia…
Salam damai.

Salam Damai

TYM

Hidup orang percaya senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus bukan manusia siapapun dia !

Puji Tuhan…
dan bukti kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus, pastilah selaras dan sesuai dengan ajaran Firman Allah…
orang yang mengaku dipimpin oleh Roh Kudus, tapi tidak sesuai kehidupan dengan Perintah dan Hukum Tuhan.
tidak betulan dipimpin roh kudus… :slight_smile:

salam
TYM

Saya tidak menanggabi banyak, cuma ingin memberitahukan 1 hal, dunia bukan mau memasuki meterai Pertama, tapi saat ini… kita sudah berada di meterai ke - 4, selanjutnya masuk meterai ke - 5 dan Ke - 6, yaitu masa pengangkatan orang2 percaya… cuma saya tdk tahu, kapan dimulai masa pengangkatan tsb, apakah besok atau 1.000 tahun lagi… hanya Tuhan yg tahu… kita cuma diajarkan untuk waspada dan bijak menilai jaman.

Tapi btw… akhir jaman bukan baru mau di mulai, tapi akhir jaman itu sudah berlangsung 2.000 tahun, sejak yesus lahir ke dunia.

Jbu

Syukurlah.

@Sotardugur Parreva menolak Trinitas?
Bisa diperjelas?

Kunilai, justru @Simatupang@123 yang menolak Trinitas, dan Anda menganut Unitarian, alias Oneness.
Bapa, Anak, dan Roh Kudus dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisah. Pada Perjanjian Lama, tidak kutemukan adanya campur tangan Yesus, walaupun Yesus sudah ada sebelum Abraham jadi.

Syukur.

Dan posting Anda menjauh dari judul trit.

Jika itu menurut pengimanan @Simatupang@123, silahkan saja.
Menurut penangkapanku, Yesus Kristus secara pribadi tidak terlibat selama Perjanjian Lama, melainkan Yesus Kristus terlibat melalui ketritunggalan TUHAN. Yesus Kristus secara pribadi kemudian berhadir di dunia setelah dilahirkan oleh Bunda Maria, dan kemudian Yesus Kristus secara pribadi terlibat dalam hidup manusia.
Tapi, bahasan ini juga sudah menjauh dari judul trit.

Sebagai catatan, yang kutolak lainnya dari trit ini sudah kutuangkan di posting #3.

Salam damai.

berdasarkan ayat Firman Tuhan berikut ini:
apakah sdr @Sotardugur Parreva, mengimani ayat berikut ini… ?

Yoh 8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.

Kalau sdr @Sotardugur menolak bahwa Yesus Kristus sudah ada secara pribadi sebelum kelahiran-Nya ke dunia ini, dan Yesus Kristus turut aktif dalam menyampaikan Wahyu dalam bentuk kitab kitab perjanjian lama kepada umat manusia, maka menurut pendapatku sdr @Sotardugur secara tidak langsung telah menyangkal Trinitas dalam arti yang sebenarnya.

Kunilai, justru @Simatupang@123 yang menolak Trinitas, dan Anda menganut Unitarian, alias [i]Oneness[/i]. Bapa, Anak, dan ROH KUDUS dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisah. Pada [i]Perjanjian Lama[/i], tidak kutemukan adanya campur tangan Yesus, walaupun Yesus sudah ada sebelum Abraham jadi.

apaan tu Unitarian dan Oneness ?? boleh lah sdr @Sotardugur memberikan penjelasan mengapa menuliskan kalau @Simatupang123 menganut Unitarian…

menurut tulisan @Sotardugur diatas, Unitarian menjelaskan kalau Bapa, Anak dan Roh Kudus dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisah…
menurutku penjelasan diatas kurang pas, dan @Simatupang123 tidak menganut paham tersebut…

terbukti dari ucapan Yesus diatas kayu salib…
Matius 27:46
Kira-kira, pada jam kesembilan, Yesus berseru dengan suara keras, kata-Nya, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” yang artinya, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

menurut ayat diatas, Bapa, Anak dan Roh Kudus dapat dibedakan…
dan menurut ayat diatas pula, Anak dan Bapa dan Roh Kudus dapat dipisahkan…

ketika Tuhan Yesus Sekarat diatas kayu Salib, Seluruh Dosa Dunia ditanggungkan kepada-Nya, Yesus Mati karena Dosa, kematian Yesus tidak wajar, sementara ke 2 temannya dikiri dan kanan masih hidup, Tuhan Yesus sudah duluan Wafat… Tuhan Yesus cepat Wafat karena terlalu berat beban yang Dia Tanggung, seluruh dosa dunia ditanggungkan kepada-Nya… itulah mengapa Yesus cepat menghembuskan Nafas Terakhir diatas kayu salib.
Yesus mati sebagai orang berdosa, 2 Kor 5:21. itulah mengapa Yesus dan Bapa-Nya berpisah…
perpisahan antara Allah dan Manusia akibat dosa sudah dirasakan Yesus ketika Dia mati diatas kayu salib, itulah mengapa Tuhan Yesus berseru, Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku ??

Menurut penangkapanku, Yesus Kristus secara pribadi tidak terlibat selama [i]Perjanjian Lama[/i], melainkan Yesus Kristus terlibat melalui ketritunggalan TUHAN.

bah, ternyata sdr @Sotardugur kurang baca Firman Tuhan,
Perhatikan Ayat berikut ini:
1Kor 8:6
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

menurut Firman Tuhan ini, Tuhan Yesus Kristuslah yang mencipta, Bukan Bapa, dan Bukan Roh Kudus, bukan berarti, Bapa dan Roh Kudus tidak dapat mencipta, tetapi yang mencipta segala sesuatu adalah Tuhan Yesus Kristus, Pribadi Sang Anak…
percayakah Sdr @Sotardugur akan Firman itu… ?

Salam damai.

salam Damai
TYM

Oala. Ini akan semakin menjauh dari judul trit.

@Simatupang@123 mengerti dengan apa yang Anda tulis, bukan?

Dari tulisan @Simatupang@123 di #33 di atas, kutangkap bahwa @Simatupang@123 berpendapat: jika @Sotardugur Parreva menolak Yoh 8:58 maka @Sotardugur Parreva menolak trinitas. Kenapa tidak nyambung? Yoh 8:58 tidak terkait dengan trinitas. Yoh 8:58 menerangkan kepada orang Yahudi yang berkomunikasi dengan Yesus Kristus waktu itu, bahwa Yesus Kristus ada sebelum Abraham jadi. Pada titik itu, Yesus Kristus bukan menjelaskan trinitas kepada orang Yahudi, melainkan menjelaskan bahwa Yesus Kristus sudah ada lama sebelum Abraham jadi.
Bisa @Simatupang@123 tangkap?

@Sotardugur Parreva tidak menolak Yoh 8:58.
Ke-ada-an Yesus Kristus sebelum Abraham jadi seperti yang dimaksudkan Yoh 8:58 bukan menjelaskan trinitas, melainkan, Yesus Kristus menjelaskan bahwa Yesus Kristus sudah ada jauh hari sebelum Abraham jadi. Dia menjelaskan itu karena orang Yahudi mengatakan umurNya belum sampai lima puluh tahun. Yoh 8:58 itu dikatakan Yesus Kristus untuk menjelaskan kepada orang Yahudi bahwa ke-ADA-an Yesus Kristus sudah lebih dari lima puluh tahun, bukan untuk menjelaskan trinitas.

Silahkan cari sendiri apa itu Unitarian ato Oneness. Itu bukan pokok bahasan trit ini.

@Sotardugur Parreva menilai @Simatupang@123 sebagai penganut Unitarian ato Oneness karena di #14 seperti kusalinkan berikut ini:

Menurut pemahamanku, para pihak yang memandang Yesus Kristus adalah malaikat, mereka adalah penganut Unitarian ato Oneness.

SAMBUNGIN

SAMBUNGAN

Ini menjauh dari judul trit. Kalo belum ada trit membahasnya, boleh juga dibukakan trit baru. Kalo ada yang perlu kutanggapi, akan kutanggapi.

Sedikit tentang seruan Yesus, “Eli, Eli, lama sabakhtani?”, itu adalah seruan sebagai manusia, sementara sebagai ilah, Yesus tidak pernah terpisah dari Allah. Hal itu akan tetap sulit berterima di pikiran penganut Unitarian ato Oneness.

Bah.
Wajar saja @Sotardugur Parreva kurang membaca Alkitab karena @Sotardugur Parreva adalah awam di komunitas Gereja, bukan biarawan Gereja yang mengkhususkan diri pada pelayanan sabda. Namun jelas, menurut penangkapanku, Yesus Kristus belum terlibat secara pribadi pada Perjanjian Lama, keterlibatanNya di masa itu ialah keterlibatan melalui ketritunggalan. Bukan Yesus Kristus secara pribadi.

Tulisan @Simatupang@123 di atas tidak menunjukkan keterlibatan pribadi Yesus Kristus pada masa Perjanjian Lama. 1 Kor 8:6 @Simatupang@123 artikan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Yesus Kristus, tetapi @Simatupang@123 tidak menujukkan pribadi Yesus Kristus di Perjanjian Lama. Juga dalam penulisan Firman Tuhan di dua keping batu tidak kutemukan bahwa penulisan itu dikerjakan oleh pribadi Yesus Kristus.

Ini tidak menunjang trit.

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Aku setuju, Bro!
Pembahasan sudah semakin menyimpang
Bisa membahas beda menciptakan dan menjadikan

Kurasa hal itu perlu trit tersendiri utk mendalaminya:
Mencipta itu spt mengadakan yg belum pernah ada dgn “apa adanya dulu”
Menjadikan itu spt mengadakan yg sudah ada spy “ada apanya nanti”
Bahan diskusinya [Kejadian 1:1-3] dll, mungkin mulanya sbb:

Bapa:
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (ay.1)

Roh-Nya:
Bumi belum berbentuk dan kosong;
gelap gulita menutupi samudera raya, dan
Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (ay.2)

Firman-Nya
Berfirmanlah Allah:
“Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. (ay3)

Lalu nanti kita cermati lagi saat menjadikan manusia, dll, gitu.

Numpang Oot!

sangat mengerti, Yohanes 8:58, berkata bahwa Yesus Kristus sudah ada sejak jaman dahulu kala yang tidak berujung, Tuhan Yesus Kristus, atau Pribadi Yesus Kristus tidak baru ada semenjak dia lahir 2000 tahun yang lalu melalui Perawan Maria.
sebelum Maria ada, Tuhan Yesus Kristus sudah ada…

Yoh 8:58 menerangkan kepada orang Yahudi yang berkomunikasi dengan Yesus Kristus waktu itu, [b]bahwa Yesus Kristus ada sebelum Abraham jadi.[/b] Pada titik itu, Yesus Kristus bukan menjelaskan trinitas kepada orang Yahudi, melainkan menjelaskan bahwa Yesus Kristus sudah ada lama sebelum Abraham jadi. Bisa @Simatupang@123 tangkap?

kalau @Sotardugur Parreva meyakini bahwa Tuhan Yesus Kristus sudah ada sebelum Abraham Jadi, harusnya sdr @Percaya bahwa Firman Tuhan di Perjanjian Lama, adalah Firman-Nya Tuhan Yesus Kristus.

@Sotardugur Parreva tidak menolak Yoh 8:58. Ke-[b]ada[/b]-an Yesus Kristus sebelum [u]Abraham jadi[/u] seperti yang dimaksudkan Yoh 8:58 [b]bukan menjelaskan trinitas,[/b] melainkan, [b]Yesus Kristus menjelaskan bahwa Yesus Kristus sudah ada jauh hari sebelum Abraham jadi.[/b]

Justru ayat itu adalah ayat yang memperkuat Doktrin Trinitas.
bahwa Pribadi Yesus bukan barusan ada 2000 tahun lalu ketika Dia lahir lewat perawan Maria…
tetapi sebelum Maria ada, sebelum Abraham ada dan sebelum segala seseatu ada Pribadi Yesus Kristus sudah ada…

@Sotardugur Parreva menilai @Simatupang@123 sebagai penganut Unitarian ato [i]Oneness[/i] karena di #14 seperti kusalinkan berikut ini: betul sekali, sesuai dengan pernyataan Tuhan Yesus sendiri. Menurut pemahamanku, para pihak yang memandang Yesus Kristus adalah malaikat, mereka adalah penganut Unitarian ato [i]Oneness[/i].

mengapa pula sdr @Sotardugur Parreva mengartikan bahwa Yesus Kristus adalah malaikat, ?
atas dasar apa, ?

bersambung…

sungguh cilaka,
ternyata sdr @Sotardugur menganut paham, yang memahami bahwa Yesus Kristus memiliki 2 Oknum, yaitu Oknum Tuhan dan Oknum Manusia…
yang berpandangan bahwa Yang berjalan diatas air, yang mengubah air jadi anggur, yang membangkitkan orang mati, yang menjinakkan taufan adalah Tuhan Yesus, sementara yang haus, lapar, ditampar, diludahi, ditelanjangi, ditikam dan mati diatas kayu salib adalah Manusia Yesus.

menurutku, paham tersebut tidak diajarkan oleh Firman Allah. dan sangat melenceng dari ajaran Firman Tuhan.
Tuhan Yesus berfirman:
Yohanes 8:58, sebelum Abraham jadi, Aku sudah ada…
artinya Tuhan Yesus tidak baru ada ketika Dia lahir di dunia ini, sebelum Abraham Jadi, sebelum Adam Jadi, sebelum Alam semesta jadi, Tuhan Yesus ada…

Tuhan Jesus tidak terbagi 2, seperti paham yang dianut sdr @Sotardugur, setengah Tuhan dan setengah manusia…
Tuhan Jesus adalah tetap pribadi yang sama, sebelum Dia jadi manusia dan sesudah Dia mengambil rupa seorang manusia.
Tuhan Jesus tidak punya 2 kepribadian…

Tuhan Jesus adalah Pribadi Allah dalam tubuh manusia…
artinya adalah: Pribadi yang tersalib dan Mati itu adalah Pribadi yang sama Yang Mencipta Alam Semesta dan memberikan hidup kepada makhluk menjadi makhluk hidup.

Tulisan @Simatupang@123 di atas tidak menunjukkan keterlibatan pribadi Yesus Kristus pada masa [i]Perjanjian Lama[/i]. 1 Kor 8:6 @Simatupang@123 artikan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Yesus Kristus, tetapi @Simatupang@123 tidak menujukkan pribadi Yesus Kristus di [i]Perjanjian Lama[/i]. Juga dalam penulisan Firman Tuhan di dua keping batu tidak kutemukan bahwa penulisan itu dikerjakan oleh pribadi Yesus Kristus.

sudah jelas jelas ayat dalam 1 Kor 8:6 itu menyebut bahwa Pribadi Yesus-lah yang mencipta, tidak percayakah sdr @Sotardugur kitab perjanjian baru… ?
saya berikan 1 ayat lagi, yang mempertegas bahwa Yesus Kristuslah yang mencipta segala sesuatu…
Kolose 1
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

perhatikan, bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Yesus dan untuk Yesus…

percayalah kepada Firman Tuhan tersebut yang terdapat di Kitab Perjanjan baru…

salam
TYM

@Simatupang@123 semakin jauh dari judul trit.
Buka trit baru saja jika belum ada trit yang membahasnya. Jika @Sotardugur Parreva tertarik, akan kutanggapi.

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.