Pagi Buta Sebelum Misa, Gereja Trucuk Dilempar Bom

Gereja Kristen Jawa di Desa Jambon Kecamatan Trucuk Klaten Jawa Tengah dilempari bom Molotov pada hari Kamis kemarin (2/6). Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi. Bom Molotov itu meledak tepat di atap gereja hingga menimbulkan kebakaran. Meski si jago merah tidak sampai melalap seisi bangunan, namun membakar beberapa bagian atap dan dinding.

Kejadian tersebut diketahui pihak gereja setelah misa usai kemarin pagi oleh laporan seorang warga. “Yang tahu anak-anak yang nongkrong di dekat gereja setelah misa selesai tadi pagi. Dia melihat dinding bangunan sudah gosong dan di atapnya juga,” kata Kepala Desa Jambon Joko Subandi, Kamis (2/6) siang. Joko mengatakan, jemaat maupun pihak gereja tidak mengetahui hal itu, karena api memang sudah padam beberapa jam sebelum misa dimulai. Oleh pihak gereja, aksi teror tersebut segera dilaporkan ke kantor Polisi Sektor Trucuk, kemudian diteruskan ke Markas Polisi Resor Klaten. Menurut kesaksian warga, aksi teror itu dilakukan pada hari Kamis sekitar pukul 02.00 WIB sampai 02.30 WIB.

Beberapa saat kemudian, polisi mengamankan tempat kejadian perkara dan menghalau warga di lokasi tersebut. Selain meminta keterangan dari pihak gereja, aparat kepolisian menyisir gereja untuk mencari barang bukti maupun menelusuri benda berbahaya lain yang mungkin ada di sana. Polisi menemukan dua botol kaca yang diduga digunakan dalam pelemparan bom Molotov. “Sudah pecah. Ada dua botol bom molotov. Warga saya melihat orang naik sepeda motor tergesa-gesa di depan gereja tadi dini hari,” terang Joko. Usai kejadian tersebut, ia memerintahkan pihak gereja dan warga supaya berjaga di gereja tersebut maupun di gereja lain di wilayahnya. Hal ini untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali.

Sungguh sangat disayangkan bahwa ada pemboman terhadap salah satu tempat ibadah, terutama ketika saat itu hari besar umat Kristiani. “Sebelumnya pernah terjadi pelemparan molotov di Trucuk tahun lalu, tapi gerejanya berbeda. Sekarang kok terjadi lagi dan bertepatan dengan hari besar umat Kristiani?” ujarnya. Sampai sekarang, belum diketahui apa motif dan siapa pelaku kejahatan ini.

Itulah yang menjadi pertanyaan kita semua. Pancasila sudah didengungkan keras-keras pada Hari Lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni 2011 yang lalu. Bhineka Tunggal Ika dihormati Obama, yang notabene merupakan presiden Amerika dan orang luar yang pernah tinggal di Indonesia, karena itu pedoman kita yang membuat kita bersatu meski kita berbeda. Tapi apakah semuanya itu hanya omong kosong belaka? Kenapa kejahatan terhadap tempat ibadah maupun umat beragama masih terus terjadi, bahkan ada kalanya mengatasnamakan agama.

Source : okezone/lh3

untungnya api bisa padam sendiri