Otak Manusia Modern Lebih Kecil Daripada Manusia Purba

Penemuan ilmuwan dari Universitas Cambridge ini cukup mengejutkan, karena dalam hasil penelitiannya dikatakan bahwa manusia telah melewati masa puncak mereka sehingga hal ini menyebabkan manusia modern lebih kecil dan lebih pendek daripada nenek moyang mereka. Dan tidak hanya itu, yang lebih menyedihkan lagi adalah otak kita ternyata juga lebih kecil.

Hasil penemuan ini membalikkan anggapan selama ini bahwa manusia telah tumbuh lebih tinggi dan lebih besar. Penurunan tersebut, kata para ilmuwan, telah terjadi selama 10 ribu tahun terakhir. Mereka menyalahkan pertanian, diet terbatas, dan urbanisasi yang akhirnya mengorbankan kesehatan dan menyebabkan penyebaran penyakit. Teori ini muncul dari penelitian fosil manusia yang ditemukan di Afrika, Eropa, dan Asia.

Fosil manusia paling awal dari Ethiopia, 200 ribu tahun lalu, lebih besar dan lebih kuat daripada manusia modern, menurut Dr. Marta Lahr, seorang ahli evolusi manusia. Fosil yang ditemukan di gua-gua Israel dan berasal dari 120 ribu sampai 100 ribu tahun yang lalu itu mengungkapkan orang-orang yang tinggi dan berotot, pola yang terus bertahan sampai waktu yang relatif baru. Manusia 10ribu tahun lalu memiliki berat antara 79.8 kg dan 85.7 kg. Saat ini rata-rata antara 69.9 kg dan 79.8kg

“Kita dapat melihat bahwa manusia berevolusi terus menerus, tetapi dalam ukuran tubuh ini tidak terjadi sampai 10 ribu tahun lalu dimana mereka telah berubah secara substansial sehingga pertanyaannya adalah mengapa ini harus terjadi,” ujarnya. Contohnya saja saat peralihan dari gaya hidup berburu-pengumpul ke pertanian yang dimulai 9000 tahun yang lalu. Hal ini menyebabkan makanan berlimpah sehingga kekurangan niacin, vitamin B yang penting bagi pertumbuhan. Namun, munculnya pertanian tak menjelaskan mengapa otak juga menyusut.

Otak pria 20 ribu tahun lalu berukuran 1.500 sentimeter kubik, otak modern rata-rata hanya 1.350 sentimenter kubik, penurunannya sama seperti ukuran bola tennis. Otak wanita pun telah menyusut dengan proporsi yang sama. Namun, itu tidak berarti kita kurang cerdas. Sebaliknya kita belajar untuk membuat penggunaan terbaik sumber daya kita.

Di Alkitab juga dijelaskan pada jaman dahulu, manusia dapat hidup hingga 900 tahun lamanya, namun di jaman sekarang manusia hanya bisa hidup selama paling lama 100 tahun lebih. Namun, memang bukan lamanya, pintarnya, ataupun besarnya badan manusia itu, tapi kualitas di dalam kehidupannya. Itu yang terpenting. Apakah dia memberikan sumbangsih buat sesamanya itulah yang terpenting.

Source : tempointeraktif/lh3

ane udah dari dulu kagak percaya teori evolusi ngawur darwin

karena setelah ditemukan nya teknologi gen-dna ternyata manusia # kera # monyet

bahkan dulu yg katanya ular adalah kadal tak berkaki adalah boong banget

dna kadal # ular

jd teori evolusi ngawur abiesh.:slight_smile:

Lebih kecil namun lebih canggih, hidup lama buat apa kalau tua dan penyakitan