Orang kaya dan Lazarus si miskin

Apakah dalam kisah orang kaya dan Lazarus dalam Lukas 16 berarti kebinasaan orang kaya itu disebahkan ia pernah menikmati kebahagiaan dunia, sedang keselamatan Lazarus disebahkan ia menderita sengsara; atau masih terdapat musabab lainnya?

Memang ada orang yang menafsirkan kebinasaan orang kaya itu karena dia pernah menikmati kebahagiaan di dunia, sedangkan keselamatan Lazarus karena ia pernah menderita. Asumsi ini tentu berdasarkan pernyataan Abraham dalam ayat 25. Benarkah begitu? Memang pada ayat 25 Abraham pernah mengisahkan perbedaan nasib kadua oknum itu baik pada masa mereka hidup maupun sesudah mati. Tetapi hingga ayat 29 barulah diungkapkannya sebeb musabab kebinasaan dan keselamatan mereka. Mari kita periksa lagi ayat 29: - “Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan pata nabi, baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.” Ini menunjukkan kebinasaan orang kaya itu adalah karena tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, sedangkan Lazarus bisa selamat karena menerima kesaksian Musa dan para nabi.

Apakah itu kesaksian Musa dan para nabi7 Ini dapat kita ketahui dari perkataan Tuhan YESUS kepada dua murid, yang menuju ke Emaus setelah Ia bangkit dari kematian dalam Lukas 24:27 : -Lalu Ia (YESUS) menjelaskan. kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh kitab suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. "Dan pada ayat 44-46 tertulis: "Ia berkata kepada mereka: Inilah perkataanKu kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yaitu bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Lalu Ia membuka pikiran mereka sehingga mereka mengerti kitab suci. KataNya kepada mereka: Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga." Jadi kesaksian Musa dan para nabi tak lain adalah kesaksian tentang Tuhan YESUS. Dengan kata lain, kebinasaan orang kaya itu adalah karena tak menerima Sang Juruselamat yang telah bangkit dari kematian, sedang keselamatan Lazarus adalah sebab ia menerima Sang Juruselamat itu.

Allah sudah mengaruniakan Alkitab kepada manusia karenanya, melalui kesaksian Alkitab, manusia sudah seyogyanya bisa percaya, itulah sebabnya Allah tidak memakai seorang yang bangkit dari kematian untuk memberitakan Injil-Nya kepada manusia. Allah seolah-olah menyembunyikan diriNya sendiri. Penyembunyian itu dilakukan sedemikian rupa sehingga manusia menyangka tidak ada Allah. Bahkan walau manusia berdosa dan melakukan kejahatan, Allahpun tidak menghukumnya dengan petir. Dan walau manusia menghujat Allah ia tidak dihukumNya seketika. Allahpun tidak menulis kata-kata dengan bintang-bintang di langit bahwa manusia telah berdosa dan dalam alam semesta ada Allah. Hari ini Allah tidak menyatakan diriNya dengan cara yang aneh, Ia hanya menghendaki manusia percaya kepadaNya melalui kitab suciNya.

"Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekali pun oleh orang yang bangkit dari antara orang mati." (ay. 31) Di sini Allah mewahyukan kepada kita bahwa sekalipun ada seorang yang bangkit dari antara orang mati, jika orang tidak percaya kepada kesaksian Musa dan para nabi, tidaklah berguna. Jika orang tak percaya kepada kesaksian Alkitab, sekalipun ada orang yang bangkit dari antara orang mati, ia tetap tidak mau percaya.