OKI Suarakan Perangi Intoleransi dan Kekerasan

Sebuah pernyataan positif yang patut diacungi jempol dilontarkan oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI). OKI saat ini mengupayakan memerangi intoleransi, stereotype negative, stigmatisasi, diskriminasi, hasutan untuk melakukan kekerasan dan kekerasan terhadap orang lain berdasarkan agama dan kepercayaan.

Upaya ini merupakan tindak lanjut dari Resolusi UNHRC untuk memerangi intoleransi. Untuk itu Oki melalui Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu melakukan pendekatan kepada berbagai pihak, selain untuk memperkuat barisan dan menyatukan pandangan di antara sesame anggota OKI juga melakukan pendekatan dengan pihak luar, hal ini tercermin dari pertemuan Sekjen OKI, Ihsanoglu dengan Menlu AS Hillary Clinton.

Perang terhadap intoleransi memang harus dilakukan dengan gencar, bukan hanya oleh negara-negara anggota OKI namun juga oleh semua negara di dunia ini. Bukankah sesuatu yang indah jika masyarakat bisa hidup berdampingan dan saling hormat menghormati apapun agama, kepercayaan maupun status sosialnya? Semoga hal ini terwujud juga di Indonesia, sebuah negara dengan masyarakat yang penuh kebhinekaan. Terlebih lagi menjelang bulan suci Ramadhan ini dimana umat muslim akan menjalankan ibadah puasa, toleransi dan saling pengertian harus dikedepankan.

Source : Kompas.com

[email protected]

Kayanya ini berupa manuver politika saja…bukan suatu panorama niat baik untuk kedepannya…dalam strata kehidupan berbangsa dan bernegara di globalisasi dunia ini untuk saat sekarang ini loh…
Boleh dibilang ini namanya "manuver ada udang di balik rempeyek " saja…karena menjelang bulan ibadah puas bagi ummat muslim diseluruh dunia…Kenapa ga dari dulu -dulunya saja sih…?? Udah kepepetbegini…!! baru melirik pihak luar ( bukan negara Muslim) untuk datang …memberikan rasa simpati dan empati sebagai pemberi harapan baru bagi perkembangan kedepannya utuk menggapai konisi yang lebih kondusif dan damai untuk semua pihak…??
Tapi memang mending terlambat tah…?? dari pada akhirnya terlambat menuai malu dikemudian hari…karena merasa gengsi…?? dan malah mewariskan kehancuran bagi anak cucu. Heemmm…

Untuk MASALAH INTOLERANSI …?? Sepertinya masih jauh lah…!! Wong kita tau bahwa dasar pemikiran OKI ini timbul ,dikarenakan memang situasi dan kondisi di wilayah Timur Tengah secara internal di setiap negaranya sampai sekarang ini tidak dapat lagi ditolerir lagi untuk pencapaian suasana yang kondusif sama sekali. Dan disisi tiap tiap negaranya tidak mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah di internal negaranya masing-masing, AKIBAT amburadulnya sisitim yang ditawarkan oleh semua pihak yang pada intinya tidak dapat mengakomiodir semua kepentingngan yang saling berbeda dan terdominasi oleh kepentingan agama …bukan kepentingan publik ( masyarakatnya pada umumnya ).
Mereka semua menganggap bahwa otoritas keagamaan dapat mengendalikan semua masalah publik, tapi pada kenyataannya non-sen sama sekali. HEHEHEH…MANA LAGI MELIHAT bulan ini sudah akan masuk dalam bulan ibadah puasa BUKAN…??? Makanya yang kelihatan timbul dalam sikap semua pemimpin di wilayah Timur-Tengah tsb adalah
sikap kekuatiran yang amat sangat terhadap situasi dan kondisi yang ada di depan mata mereka.
Namun lagi-lagi solusi seakan menemui jalan buntu dan perlu pertolongan dari pihak diluar mereka…dan tidak lain dan tidak bukan , bahwa pihak luar yang di tuju adalah negara super power AS.

Makanya sebelum mereka semua menuju AS, maka negara-negara tsb melakukan rekonsiliasi atau rekonsolidasi terlebih dahulu pada negara-negara YANG TERGABUNBG dalam anggota OKI tsb. Dimana supaya dalam benak mereka semua ,OKI dapat nantinya dipandang oleh AS…mempunyai/sudah mengantongi point positiv dalam masalah HAM DAN SARA, maka mereka semua membuat manuver terlebih dahulu…dng mau berniat melakukan konteks 'INTOLERANSI" dinegara-negara yang penduduknya dominan beragama Muslim. Dan intrik ini ( motivasi yang…?? ) mengambil momen MENJELANG MASA IBADAH BULAN PUASA THN INI. Namun untuk selanjutnya bukan suatu harapan yang dapat menjamin kearah yang lebih baik dan progressif…??
Karena semuanya itu…??? yang dilakukan OKI adalah hanya sekedar menarik simpati dan antipati dari Negara AS DAN SEKUTUNYA…

Demikian ulasan berita siang yang dapat saya sampaikan…heheeh

Slm…GBU

analisa luar biasa bro ^^,…
kalau memang sejak awal ada niat baik tidak perlu menggu sekarang ^^,yang sama sama kita harapkan adalah mereka sadar ajaran apa yang sedang mereka ikuti,… dan hati mereka terbuka akan kebenaran, bahwa pembunuhan, adalah pekerjaan iblis,…karena Tuhan Semesta Alam tidak perlu dibela oleh manusia…
GBU too^^

Sepertinya memang tentang pelajaran bagaimana membangun hidup yang baik dan mengacu pada Damai sejahteranya TYK…tidak mereka miliki sama sekali dari sejak awalnya. Jadi dalam melihat kemampuannya sendiri menjadi hal yang sumir ( sulit dibuktikan )…kok…masih gini-gini aja gitu…heheh . Sehingga sulit mencari yang terbaik bagi bangsanya…Sama seperti negara kita juga lah…hehehh

Salam