nikah antara sepupu deket

mo nanya…aku skrg pacaran sama sepupuku sendiri…hub kami sepupu deket (satu kakek nenek)…dia katolik dan aku kristen…kami sudah pacaran 2 tahun, dan udh saling syg dan gk ngerasa sbagai sepupu lagi…tapi ortu melarang dng alasan tidak sesuai dgn hukum agama…tapi stelah aku cari informasi, ada info kalo di katolik bisa menikahkan antar sepupu dgn persetujuan uskup…dan udh bnyak juga yg aku denger pernikahan antar sepupu di indo…jd sebenernya boleh gak sih pernikahan antara sepupu dlm agama kristen? tolong dng masukannya ato yg udh prnah pngalaman mslh ini…thx for helping :slight_smile:

Ge 20:12 Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.

Abraham menikah dengan sodara tiri: 1 ayah ttp lain ibu.

Saran: sebaiknya jangan.
Krn resikonya: jika ada kelainan gen, darah berisiko thd keturunan.
Bisa memperkuan kelainannya tsb .

Ini sih saran, diterima Puji Tuhan, kaga juga puji Tuhan

kalo abraham khan di tingkat ayah, sedangkan TS di tingkat kakek, lebih jauh, hehehe… cuma gak bisa lebih jauh apa yach?

ada yg bilang sich, gk tau bener apa salah, katanya bisa kelainan genetis lho (takut ada cacat di anak), kecuali kalo kalian memutuskan tidak mau hamil.

TS umurnya berapa? kalo masih remaja, coba d perluas pergaulan u, perbanyak temen2 ce, masa di indo yg penuh sesak ini gk ada ce lain yg bisa u bikin jatuh cinta lagi? kalo emang gak ada … ya sudahlah, no comment, hehehe…

yg penting, u jangan salahkan Tuhan kalo u itu sukanya ama sepupu sendiri, tapi itu karena pilihan u sendiri

kalo boleh kasih masukan dari sisi kesehatan agaknya membahayakan… soalnya banyak kasus menikah satu keluarga… masih dekat hubungannya, sangat riskan kena kelainan genetik anak2nya

Cuma dari segi restu yang didapatkan dr ortu… sebaiknya kita minta restu dr ortu dulu…
kalo ortu udah ngelarang, jangan di lawan

klo mslh gen aku udh cb nyari2 dr sumber2 trpercaya dn brdsarkn pnelitian trnyata kmungkinan klainan pada pasangan spupu gk bda jauh dbandingkan psangan normal,yg pnting sblum nikah dicek dl ke dokter untuk jaga2…yg pgn aku bahas dsini lbh dr segi agamanya…klo aku liat di alkitab tdk ad ayat2 yg dgn jls mlarang hubungan antar spupu…bhkan ad bbrp tokoh alkitab yg mnikah dgn spupuny sndiri…klo soal ortu aku emg nggk mau ngelawan…mkanya aku mau nyri dsar yg kuat dl bwt bs ngejelasin k ortu kalo hubungan ak ma spupuku jg gk main2…
bwt bro percetakan…mnurutku sh jodoh gk dtentuin dr sbrp luas prgaulan,klo emg jodoh y emg gk bs ditebak kn…dn klo emg udh dpt ngapain lg hrus cr yg laen,klo aq sh mkirny simpel aj…slama msh bs aku prtahanin, y aku cb dulu sgala cara,trmasuk ngeyakinin ortu
ak jg gk prnh nyalahin Tuhan kq :slight_smile: ak mlh brsyukur dkasih pasangan sm Tuhan, wlaupun dia spupuku…

tidak boleh menurut Alkitab ~ Imamat 18…
Tanya kenapa ? Saya juga tidak tau…

Begini silenite yang lagi bingung…
Ini nich pernyataan pribadi yach… jgn di jadikan kesimpulan, mungkin saya salah.

Pada perjanjian lama Tuhan banyak membuat peraturan A…Z yang intinya menjaga agar bangsa israel bisa hidup sejahtera

secara ilmiah bahwa memang benar incest/pernikahan sedarah itu berbahaya, dengan bukti adanya penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh recessive genes. Ini menarik sekali bahwa jauh sebelum ilmu pengetahuan tentang recessive genes ini diketahui manusia, Tuhan sudah terlebih dahulu melarang perkawinan antara saudara sedarah untuk menghindari hal tsb.

Imamat 11, daftar-daftar binatang haram yang disebutkan adalah semuanya mengandung cholesterol, asam urat, dan lain2 yang tidak baik untuk kesehatan! Mengapa makanan itu dilarang?, mungkin pada masa itu obat penangkal choresterol, misalnya, belum ditemukan. Dan perkembangan ilmu pengatahuan manusia belum sampai kesitu. Sehingga Allah perlu membuat hukum-hukum.

Pada zaman PB, Yesus tidak mengharamkan lagi daftar binatang haram yang tertulis dalam Imamat 11. Mungkin pada masa itu obat penangkal kelebihan choresterol sudah ada/ sudah ditemukan. Tetapi apakah hal tersebut berarti Yesus membatalkan Hukum-Nya sendiri (Markus 7), tentu tidak, konteks yang dimaksud Yesus adalah mengecam manusia/ kaum Yahudi saat itu yang lebih mementingkan ibadah lahiriah daripada penyembahan kepada Tuhan secara rohaniah.

Kesimpulan saya, kalau secara genetik kamu merasa tidak ada masalah di kemudian hari buat keturunan kamu, BAGI SAYA ok2 aja koq…

1 Korintus 10:23
Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

kalo emang u dah yakin ama pilihan u, LANJUTKAN… hehehe…

kalo u mau tanya agama, mending tanya pendeta / gereja u aja d, lebih bagus kalo gereja u n gereja ortu sama, soalnya kalo u tanya di sini, gak jelas, tiap gereja beda2 pengajarannya

jangankan soal nikah sepupu, nikah cerai nikah aja ada yg pemberkatan di gereja, pemberkatan nikah sejenis kelamin juga ada

Mo yang supupuan juga ada lho :smiley:

Yakub menikah dengan Lea & Rahel

Ge 24:29 Ribka mempunyai saudara laki-laki, namanya Laban. Laban berlari ke luar mendapatkan orang itu, ke mata air tadi,

Ge 25:20 Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya.

Ge 29:10 Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu.

Yakub anak Ribka , ribka punya sodara laki2 Laban .
Yakub adalah kemenakan laban dan laban adalah paman dr yakub

Cuman ayat tsb sih kalo menurut aq kaga buat reff sepupuan gini,
ttp krn itu pandangan abraham ttg janji keturunan… sehingga abraham mencari jodoh seputar keturuannya (sanak sodara abraham)

Ge 24:4 Tetapi engkau harus pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang isteri bagi Ishak, anakku."

menikah dengan sepupu ?

ehm… kya menikah dengan pariban ( dalam adat batak ) ya ?

iya kalo di suku batak sih boleh…
tapi ga tau deh kalo di dalam suku lainnya…

@silenite
sekadar saran, kalau kamu sudah yakin itu pasangan hidup yang sudah Tuhan beri buat kamu, yang harus kamu lakukan adalah:

  • coba tanya si dia, apakah memang sudah mantap dan mau menerima kamu apa adanya
  • yakinkan ortu bahwa kamu sangat mencintainya, memang sulit, tapi harus usaha ya, usaha
    dengan disertai doa
  • masalah hukum agama sebenarnya tidak terlalu masalah, yang penting satu iman yaitu
    kepada Yesus, tapi alangkah baiknya bila salah satu mau mengalah
  • masalah kesehatan, dll-nya…setuju dengan kamu, dalam Dia, tidak ada yang mustahil,
    jangankan pasangan yang sehat (bahkan tidak ada hubungan saudara) bisa menurunkan
    keturunan/anak yang tidak sehat, apalagi pasangan yang “tidak sehat” (ada hubungan
    saudara), jadi menurut pendapat saya tidak usah terlalu dipermasalahkan…
    karena cinta mengalahkan segalanya?

selamat berjuang!!!

No…no… :undecided:

Cinta tidak mengalahkan segalanya…
karena …cinta tidak bisa mengalahkan Tuhan dan iman :afro:

@ SILENITE
MAJU TRUS PANTANG MUNDUR BRO… :afro: :afro: :afro:
Cinta perlu perjuangan…, disinilah kredibilitas eloe dipertanyakan… :coolsmiley:

ITU MAH TEORI LICE. :wink:
Kalo bujangan kaya PAULUS iyalah.
Paulus sendiri kan bilang seorang suami akan terlebih dulu memikirkan isteri dan keluarganya, demikian juga seorang isteri akan memikirkan dulu suami dan anak2nya…baru untuk TUHAN.
Nah… kamu juga mikirin kebutuhan isteri dan anakmu dulu kan…, selebihnya baru dll. :smiley:

Yh klo sepupu, sehubunggan masi saudarakan…

koq bisa yh hehehehe… ^Z^

JBu

@ Bro Arieas, :smiley:
Masih jauh lah bro…, sepupunya dari nenek.
Neneknya sama nenek doinya sama-sama nenek2 geto…, :cheesy:
Upsss…eh salah deng …Saudaraan geto. :ashamed0002:

cobalah melihat keluar keseberang jalan, adakah wanita lain yang menunggu mu untuk singgah?..

saran:
cobalah untuk jujur ke keluarga besar. keluarga mu dan keluarga si wanita…
karna mereka akan memberikan jalan yang terbaik.

Tuhan tidak memberikan engkau jodoh atau pasangan hidup, tetapi Ia memberikan jalan dan pilihan. Semua pilihan ada pada mu.

menurutku bicarain dengan orang tua sama pendeta…

ada baiknya juga kamu refleksi dulu… apa rasa sayang kamu itu sebenarnya rasa sayang seorang saudara atau rasa sayang seorang pacar.

atau jangan2 cinta sesaat,

Yup!! teori itu harus dipraktekkan…

Apakah jika sodara mendapat pasangan yang tidak beriman kepada Yesus-pun akan memperjuangkan cinta itu krn bersemboyan “Cinta mengalahkan segalanya”
Apakah sodara demi cinta rela mengorbankan iman sodara untuk menikah di KUA :smiley: