Nama baptis

Mengapa tradisi yang tidak alkitabiyah ini masih dipegang erat di kalangan protestan?

Kagak bertentangan dengan kitab suci.

GBU

Di PL tidak ada contoh penambahan nama baptis, jadi tidak Alkitabiyah. Penggunaan nama baptis dalam iman kristen yang katolik dan orthodox berkaitan dengan santo atau janasuci pelindung, sejak zaman PL sampai zaman para Bapa Gereja.
Bagaimana dengan protestan? Sekedar ikutan sambil pura-pura tidak tahu sejarahnya?

Gak bertentangan / gak ada larangan dari Alkitab ya gak apa-apa.
Gak ada di Alkitab tentang bikin nasi goreng, bakso, Cap Cay, Pitza, dsb. Tapi gak apa-apa kalau mau bikin. Gak dilarang koq.

Saya aja gak tahu siapa nama baptis waktu dibaptis. Setahu saya gak ada.

Ada ada aja dechh :smiley:

GBU

Katolik dan protestan sama-sama memberi nama baru kepada jemaatnya yang memasuki hidup baru yang ditandakan dengan babtisan air Yohanes.

Nama diberikan sebagai lembaran hidup baru, seperti kebiasaan dalam Alkitab, sejak Abraham dicatat orang-orang memakai nama baru saat mereka menjalani fase kehidupan berbeda.

Apa nama babtis anda? Nama babtis saya Krispus.
(Jangan-jangan anda belum dibabtis?)

JIKA menilainya sebagai tindakan tradisi yang tidak alkitabiah…?? maka orang kristen yang seperti itu bukan lah orang kristen yang baik…atau kristen tulen…atau sama dengan kristen pengecut. Karena orang kristen tsb tidak mau mengakui dirinya ( orang tuanya tidak memilki prinsip pembelajaran yang alkitabiah )…sebagai saksi-saksi Kristus atau sbg saksi-saksi Alkitab ( Firman Tuhan )…untuk di ketahui dan diperkenalkan kepada dunia.
Memang betul kaidah atau anjuran tsb tidak di beritakan secara hurufiah dalam Alkitab…namun jika memiliki kecerdasan berpikir dalam konteks pelayanan / pekabaran Injil…maka di pahami secara mendalam bagaimana cara kita ber- strategi bahwa bukti pekabaran Injil…dapat dimulai sejak dini mulai pada lingkungan keluarga bukan…?? pada memperkenalkan nama-nama Tokoh di Alkitab untuk digunakan sebagai nama depan / nama Babtis kita yang memiliki anak…usia babtis…

Salam GBU.

Koreksi: nama baptis adalah nama tambahan, bukan nama pengganti.
Abraham tidak lagi dipanggil Abram bukan?
Anda memakai nama baptis anda di KTP tidak, seandainya anda dibaptis dewasa?

share saja,
bisa koq asal diurus :slight_smile:

Kalo diurus kan itu sudah ke ranah hukum negara?

Apakah nama baptis yang notabene ranah iman itu umumnya masuk ke ranah hukum tata negara?

maaf saya cuma bermaksud share
tidak mau berdiskusi, kalau tidak boleh ya sudah kan anda TS nya ya

Yang tidak bolehin itu siapa?
Koq anda jadi terdengar mirip si DyaVid sih?
Dikit-dikit berprasangka?
:onion-head33:

Wah, berarti bertebaran dong contohnya di forum ini bro?
:azn:

Tapi tujuan awalnya bukan untuk memperkenalkan tuh…

On the other hand though the recurrence of such names as Agnes, Balbina, Cornelius, Felicitas, Irenaeus, Justinus, etc. may very probably be due to veneration for the martyrs who first bore these names, it is rather curious that the names of the New Testament are but rarely found while those of the Old Testament are hardly less uncommon. Susanna, Daniel, Moyses, Tobias, occur pretty frequently, but it is only towards the end of the fourth century that we find the name of our Blessed Lady or become at all familiar with those of the Apostles.

http://www.newadvent.org/cathen/10673c.htm

Hati-hati dengan kata “veneration” bro…

Sering diterjemahkan dengan “menyembah”.
Daripada jatuh kepada “penyembahan” manusia, mungkin lebih baik tidak perlu nama baptis ya?
hehehe…

Loh koq gue lagi disalahin :smiley: :mad0218:

Apanya yang prasangka2an nich mas koq aku disebut-sebut. Dah kehilangan argumentasi yang logis yak :tongue:

GBU

Yang remah-remah begini diurusin sama TS? Saya tidak punya nama Baptis, tapi nama saya sudah seperti nama Baptis, terus harus dikasih nama Baptis lagi begitu?

Harusnya sibuk dengan doa Bapa kami, malah sibuk urusin doa Yabes… :ashamed0004:

Pertanyaan saya belum anda jawab. Apakah anda sudah dibabtis? Siapa nama babtis anda?

Nama babtis adalah nama baru, diterima bisa sebagai alias, bisa sebagai pengganti (ganti nama) atau sekedar ditambahkan. Masing-masing jemaat merespon sesuai apa yang mereka yakini. Abraham merespon dengan ganti nama, Yakub menerima nama baru sebagai alias, Simon menerima nama baru untuk ditambahkan di namanya. Anda merespon seperti apa?

Lha terserah kamu toh kalo tidak punya nama baptis?
Saya kan tanya kepada mereka yang punya nama baptis?

Hieronymos.
Nama itu terlintas begitu saja saat saya hendak dibaptis.
Tentu saja nama tersebut adalah janasuci pelindung saya, yang berdoa bagi saya.
Dan memang begitulah tradisi kekristenan Timur. Nama baptis bukanlah nama pengganti, tetapi yang ditambahkan kepada nama diri, beserta semua karakter yang menyertainya. Umumnya adalah nama para martir atau nama di PL yang diyakini bersatu dengan para Kudus di surga. Nama Abraham, Daniel, Yesaya, dll dipakai dengan keyakinan bahwa mereka memiliki keterkaitan dengan yang dibaptis, bukan sekedar karakternya saja, namun segenap doa, venerasi atau penghormatan kepada nama yang digunakan tersebut.

Makanya saya bilang ini remah-remah, buat apa urusin nama baptis? Ada mnfaatnya? Tapi klo TS mau diskusi remah-remah silakan…^^

Sudah selesai bukan pembicaraan tentang nama babtis?

Apa maksud anda dengan posting

Sementara anda memiliki nama babtis juga dan menganggap suci nama tersebut?

Jangan bingung bro krispus, namanya juga om rodrick… :cheesy: