Musuh terselubung.

Hosea 10:13. Kamu telah membajak kefasikan, telah menuai kecurangan, telah memakan buah kebohongan. Oleh karena engkau telah mengandalkan diri pada keretamu, pada banakna pahlawan pahlawanmu. 14. maka keriuhan perang akan timbul diantara bangsamu dan segala kubumu akan dihancurkan seperti Salman menghancurkan Bet Arbel pada hari pertempuran ibu beserta anak anak diremukan.

Yang saya maksud dengan musuh terselubung dalam judul diatas adalah bahwa sesuatu yang memusuhi kita tapi kita tidak sadari.

Musuh adalah perusak dan pembenci yang dimusuhi. Sayangnya secara tidak sadar diri kita sendiri terkadang memusuhi/merusak kita sendiri,walaupun secara tidak langsung.
Dengan bersikap mengandalkan kekuatan kereta kita dan mengandalkan banyaknya teman dan kerabat kita yang berdiri dibelakang kita dalam segala masalah, dalam pekerjaan dalam perdagangan, kita mengandalkan koneksi2 kita, sebenarnya merusak atau memusuhi diri sendiri. Karena pada saat kita menyombongkan itu semua, tangan Tuhan turun melawan kita, dan siapakah yang mampu bertahan menjadi musuhNya?

Ternyata didalam ayat diatas, mengandalkan koneksi, kemampuan kita dan kepandaian kita sendiri dianggap suatu kebohongan. Bohong karena sebenarnya diri kita terlalu lemah untuk mengatasi semua masalah. Sebenarnya kita perlu Tuhan tapi kita berbohong dan mengatakan pada diri sendiri, saya mampu saya kuat dan banyak koneksi.

Ini semua adalah fasik, curang dan bohong seperti yang dikatakan ayat 13.

Tidak saya sangka bahwa yang dimaksud fasik bohong dan curang pada ayat 13 dijelaskan pada ayat yang sama,

Oleh karena kamu telah mengandalkan diri pada keretamu, pada banyaknya pahlawan2mu.

Dalam bagian alkitab lain, mungkin fasik diartikan lain, namun paling tidak menurut ayat diatas, kita dapati salah satu yang dianggap fasik, bohong dan curang oleh Tuhan adalah mengandalkan kemampuan dan koneksi selain Tuhan.

Rupanya Tuhan mengingatkan kita melalui dua ayat ini, bahwa adalah dosa serius untuk mengandalkan diri sendiri, koneksi dan relasi. Semua harus dibawah payung mengandalkan Tuhan. Artinya kita mengandalkan Tuhan dan berharap pada Tuhan saja, lalu Tuhan bekarya dan dalam karya ini ada kemungkinan mengirim relasi atau koneksi dagang untuk memberkati kita, namun tetap kita tahu itu bukan karena kesupelan kita sehingga mendapatkan relasi itu tapi semata2 karya Tuhan.
Ingat mengandalkan banyaknya relasi, koneksi, kemampuan diri sendiri adalah musuh, yang pada gilirannya akan menghancurkan diri sendiri, karena kita sedang menempatkan diri untuk dihancurkan Tuhan dengan sikap2 diatas.