MUSIK YANG ALKITABIAH

Salam dalam kasih Kristus,

Sekarang ini musik berkembang pesat di Gereja-Gereja.

Seharusnya kreativitas manusia dalam membuat musik bukanlah upaya pembuktian diri (self-existence) atau pemuasan diri, melainkan bentuk ketergantungan dan kewajiban serta tuntutan kita sebagai ciptaan, yaitu melakukan seperti apa yang sudah Allah lakukan terlebih dahulu.

Kita dipanggil untuk mengekspresikan karakter dan atribut Allah dalam ketergantungan total dan harmoni dengan Allah, sehingga membuat musik sebagai sebuah tindakan beribadah (an act of worship). Ini adalah prinsip yang sangat penting di mana manusia dalam seluruh tindakannya meneladani, mengimitasi Allah sehingga dalam seluruh kreasinya manusia boleh menggaungkan kemuliaan-Nya.

Alat musik juga merupakan bagian dari kreativitas manusia. Alat musik memiliki bahan dasar yang berasal dari alam, baik itu kayu, metal, emas, marmer, kulit binatang, rambut kuda, dan sebagainya.

Pertanyaannya adalah apakah seluruh alat musik tersebut dapat digunakan untuk beribadah kepada Tuhan dan memuliakan Tuhan?

Beberapa prinsip dasar yang dapat dijadikan pertimbangan adalah:

yang pertama, kita harus sadar bahwa musik dan alat musik yang diciptakan oleh manusia itu tidaklah netral. Musik dan alat musik adalah wujud nyata dari interpretasi manusia. Manusia sebagai pencipta memiliki posisi lebih tinggi dari ciptaannya sehingga musik dan alat musik tidak boleh mengontrol kita, kita tidak boleh tenggelam di dalamnya. Manusialah yang harus mengontrol mereka. Ada musik-musik dan alat musik yang membuat kita dikontrol olehnya, misalnya musik-musik yang bernuasa trance, New Age dengan filsafat mengosongkan diri dan bersatu dengan alam, heavy metal, rhythm dari drum yang menguasai gerak tubuh dan emosi, distorsi dari gitar listrik. Hal demikian mengakibatkan kita menghasilkan ekspresi jiwa yang tidak natural.

Kita di-drive oleh sesuatu dari luar sehingga kita memiliki kepuasan atas pemenuhan jiwa yang tidak berhenti di dalam Tuhan. Hal ini berlainan dengan iman Kristen di mana kita boleh bersukacita saat memuji Tuhan, hati kita begitu dipuaskan karena kita melihat kebaikan Tuhan, karya penebusan-Nya, pekerjaan dan kemuliaan-Nya, dan karena Tuhan sendiri yang menjadi sumber sukacita kita. Hati kita yang sudah dipuaskan oleh Tuhan terpancar keluar dalam bentuk ekspresi jiwa yang natural.

Pertimbangan yang kedua, setiap alat musik dapat menghasilkan bentuk musik dan rhythm tertentu yang menjadi ciri khas dari alat musik tersebut. Violin, misalnya, memiliki suara dari gesekannya paling menyerupai bahasa manusia. Musik-musik akustik biasanya sangat dekat dengan gesture tubuh manusia. Kita bisa memainkan suasana sukacita, kesedihan, riang, atau dukacita. Demikian juga dengan piano, oboe, dan flute. Lain halnya dengan drum yang bersifat monoton dan tanpa tangga nada. Ia tidak dapat berdiri sendiri, ia harus bersama-sama dengan alat musik yang lain untuk menjadikannya berarti.

Pertimbangan yang ketiga berkaitan dengan sifat Allah yang dinamis dan hidup. Allah memberikan rhythm dalam diri kita yang tidak kelihatan. Rhythm itu ada tetapi tidak mengganggu. Misalnya denyut jantung kita. Dia begitu stabil, tetapi terkadang bisa berdetak lebih cepat dan kembali lagi stabil. Maka tidaklah benar jika rhythm yang akhirnya menonjol, monoton, bertempo statis dan menguasai sebuah lagu. Misalnya rhythm yang ada di keyboard bertempo seperti metronome. Dalam hal ini drum sedikit lebih baik daripada iringan keyboard yang statis tersebut karena masih dapat diubah temponya. Kemudian, dalam menyanyi secara natural, kita perlu bernafas, sedangkan iringan tersebut, akibat kestatisannya, tidak memberikan kesempatan bagi kita untuk bernafas, sehingga kita sendiri menjadi tidak natural saat menyanyi, karena dikontrol oleh kestatisannya.

Ketiga hal ini kita bungkus dalam satu semangat ingin memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Jika setelah kita belajar, kita melihat dan menemukan ada perbandingan yang lebih baik, kita harus dengan rela melepaskan selera kita dan berjalan, bertumbuh, dan mengganti dengan yang lebih baik. Keadaan seperti ini memang tidak enak, maka setelah kita diselamatkan, menjadi anak Tuhan, kita memiliki satu tugas dalam hidup kita, yakni terus disucikan di dalam segala aspek kehidupan kita termasuk taste kita dalam musik.

Sebagai seorang imam, kita harus mempersembahkan seluruh kreasi kita yang terbaik dalam bentuk musik, khususnya ke hadapan Tuhan sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepada Tuhan, sebagai bentuk ucapan syukur kepada Allah yang mengaruniakan segala yang baik dan kreativitas, serta sebagai suatu tugas yang dipercayakan Allah kepada kita sebagai wakil-Nya di dunia ini, di mana semuanya itu semata-mata hanya untuk kemuliaan-Nya di sorga dan di bumi ini.

Tuhan Memberkati kita Semua.

kayaknya tulisan ini hendak berkata bahwa menikmati musik dunia: dangdut, metal, rock, dll… haram hukumnya?

musik rohani lah yg boleh… begtu ga bro? :slight_smile:

Ada musik-musik dan alat musik yang membuat kita dikontrol olehnya, misalnya musik-musik yang bernuasa trance, New Age dengan filsafat mengosongkan diri dan bersatu dengan alam, heavy metal, rhythm dari drum yang menguasai gerak tubuh dan emosi, distorsi dari gitar listrik. Hal demikian mengakibatkan kita menghasilkan ekspresi jiwa yang tidak natural.

kita dikontrol alat musik? yg ada kita mngontrol alat musik… mengontrol dirinya (alatmusik) saja ga bisa… kok mengontrol manusia… seram…

ekspresi jiwa tidak natural? maksudnya?
orang bergoyang mendengar musik justru natural, kalau denger musik asik ga bergoyang malah ga natural…
sebenarnya semua itu hal alami menurut saya, jadi apa maksudnya tuh?

share:

kita sebenarnya mempunyai pilihan dalam memberikan respon terhadap stimulus yang datang kepada kita. Stimulus adalah apapun yang berada di luar anda. Ia bisa berupa kejadian, peristiwa ataupun hanya sebuah objek biasa. Sedangkan respon adalah tanggapan anda terhadap stimulus tersebut.

stimulus dari luar, respon dari dalam…

tapi, “Ada ruang antara stimulus (rangsangan) dan respon yang bisa kita kendalikan” yaitu akal budi. akal budi inilah yg mambedakan manusia dan hewan.

stimulus===>Respon
stimulus=====> ada pilihan Respon yaitu dengan menggunakan akal budi, ===> Respon.

Alat mengendalikan kita? terlalu tinggi ekspektasi nya terhadap alat musik itu… hehehe…

salam… :slight_smile:

sepertinya thread ini lebih menitik beratkan kepada taste musik , bukan alat musik.

musik mungkin ciptaan iblis kale yah ha7

hehe kalau mau musik yang alkitabiah ya mazmur :smiley:

Tepuk tangan juga bisa menciptakan irama lagu, (kalau kompak)
Jadi juga tidak masalah… :smiley:

salam :slight_smile:

Betul, selain Mazmur maka semua jenis musik termasuk alat-alat musiknya TIDAK ALKITABIAH!!!

Di Alkitab tidak tertulis dangdut, pop, slow rock, jazz, piano, electric guitar, drum, bass guitar, organ, dancer, mic, speaker, dll.

Jadi, gereja-gereja yang melantunkan lagu-lagu selain mazmur adalah gereja-gereja yang TIDAK ALKITABIAH.

Ayo kembali kepada kebenaran Alkitab!!! jangan SESAT!!! :coolsmiley:

Mungkin dari reaksi yg alamiah bro :smiley:
kaya gw lagi nonton bola Sama temen2 Gw trus lg bertanding Team favorit Gw (MU) trus ngegolin langsung aja Gw teriak2 Dan tepok tangan :smiley:

kalo buat saya,
mau musiknya pake apa aja, yang penting tujuan kita menyembah dan memuji Tuhan…
Tuhan tau kok hati kita yang terdalam…

Betul, Tuhan tau. Tapi apakah kita juga mau tau hati Tuhan, bro? :slight_smile:

Ibr 8:5 Pelayanan mereka (para imam) adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: “Ingatlah,” demikian firman-Nya, “bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.”

Jadi dapat dipahami bahwa tata ibadah Israel kuno adalah contoh dari apa yang ada di sorga, kalau kita percaya Alkitab ya dan amin. Jadi selama ribuan tahun, esensi ibadah Perjanjian Lama tidak berubah, yang diteruskan oleh Gereja dalam Perjanjian Baru. Dalam Gereja PB, esensi korban selalu ada, yaitu korban ‘tidak berdarah’. Korban nya tetap ada, tapi bukan dengan korban binatang lagi, melainkan Tubuh dan Darah Tuhan dalam Roti dan Anggur perjamuan.

Lantas, musiknya dimana? Musiknya adalah melalui pita suara manusia, dimana pujian dipersembahkan oleh masing-masing jemaat melalui mazmur.

Kol 3:16 Hendaklah perkataan KRISTUS diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

Mazmur yang dilagukan itu misalnya untuk Puasa Besar menjelang Paskah.

Psalm 150 for Great Lent in English and Coptic

Alat musik elektronik modern usianya masih sangat muda, belum ada 100 tahun. Ibadah full band malah lebih muda lagi, yaitu dari sekitar tahun 80-an kalo di Indonesia. Jadi belum sampe 40 tahun. Saya masi ingat dulu waktu kecil, ibadah di gereja-gereja Pantekosta menggunakan accordion dan gitar saja sebagai iringan.

http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_organ

Dalam rentang waktu sekitar 20 tahun, sejak era 90-an sampai 2010, musik rohani kontemporer telah berkembang sangat cepat. Lagu rohani sebelum tahun 90-an akan terdengar ‘jadoel’ oleh generasi sekarang. Sebaliknya, lagi rohani sekarang akan terasa ‘terlalu dinamis’ bagi generasi yang lebih tua.

Apa yang akan terjadi dengan ‘industri lagu rohani’ 5-10 tahun kedepan? Marilah kita nantikan bersama… :slight_smile:

benul brooo… karena Pusatnya Ekaristi adalah Tuhan, bukan kooor… :slight_smile:
memang sejak dulu zamannya Musa sampe sekarang no tepuk tangan dalam liturgi.

sebenarnya yg dikatakan musik itu apa sih…?? pernah gak alkitab bahas ttg musik yg harus dipake dan yg dilarang…??

Tepuk Tangan jelas tidak Alkitabiah ;D

yang jelas bukan musik heavy metal :wink:

gw stuju ama ini…

ckck…hebat yah bro bs menganggap dirinya benar dan mangatakan org lain sesat…

Ibadah Kristen selalu dinamis dari masa ke masa
Kalo skrg ada gereja2 yg “bertepuk tangan” bagi Tuhan dalam ibadahnya, brarti tuch gereja kreatif…
mereka paham klo ekspresi manusia untuk memuliakan Tuhan tuh gak statis, tp dinamis… :character0093:
biarlah Tuhan Yesus yang menilai ibadah kita masing2 :happy0025:

Wah… giliran kalo bukan Katolik boleh dinamis, giliran Katolik gak boleh dinamis :smiley:

Atar dasar apa bro,anda dng tegas mengatakan Gereja2 lain sesat dlm hal ini,kasi penjelasan dong biar teman2 yg lain ngerti…jng cuman taunya berkata sesat…
Salam,

Jadi apakah konser-konser musik rohani seperti TW, GMB, HIllsong, Planetshaker dll yang populer sekarang itu alkitabiah atau tidak?

Mungkin maksud saudara kita tidak boleh memuji Tuhan seperti yang dilakukan sekarang ini?
Emang yang di mazmur seperti apa mas bro?
Sini biar saya kasih tau seperti apa bangsa Israel memuji Tuhan dalam perjanjian lama

  1. Keluaran 15:1-21
    Ayat 20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari.
  2. Ulangan 32:43
    Bersorak-sorailah, hai bangsa-bangsa karena umat-Nya, sebab Ia membalaskan darah hamba-hamba-Nya, Ia membalas dendam kepada lawan-Nya, dan mengadakan pendamaian bagi tanah umat-Nya."
  3. Mazmur 42:5
    Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
  4. Mazmur 95
    Ayat 2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
  5. Mazmur 96, 98, 149
    ketiga mazmur di atas sama-sama menyebutkan NYANYIKANLAH LAGU BARU
  6. Mazmur 100
    100:1. Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
    100:2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
  7. Mazmur 150
    150:3 Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!150:4 Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!150:5 Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!
    150:6 Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!
  8. Mazmur 144 : 9
    Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur bagi-Mu,
  9. 2 Samuel 6 :5
    Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.

Dari sembilan poin di atas dapat kita lihat bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang ekspresif, tetapi Tuhan menerima pujian mereka. jadi mas, saya mohon perdalam lagi pengetahuan alkitab baru keluarkan pendapat.

untuk penulis tulisan ini mohon diperbaiki, karena tidak sesuai dengan alkitab. Terimakasih. Tuhan memberkati kita semua