Mungkinkah Allah Maha Kasih Menciptakan Neraka?

Ada sebagian saudara kita, yang tidak mempercayai doktrin neraka. Neraka tidak Alkitabiah. Neraka tidak sesuai dengan sifat Kasih Allah. Bagaimana tanggapan saudara2 yang lain? Nah, saudaraku Ahohi mulailah lebih dulu menyatakan argumentasi bahwa doktrin neraka yang dianut kebanyakan gereja saat ini tidak Alkitabiah. Silahkan! :slight_smile:

Salam

saya malah pengin tahu, yg mana yg bilang tidak ada neraka

Selamat malam semua dan terima kasih buat bro Santo yg telah “merintis” jalan saya ke tempat ini. Sebelum saya mulai menuliskan sudut pandang saya ttg subyek “NERAKA” (tentu saja saya bukan penganut paham ini), ijinkan saya mengatakan bhw kehadiran saya di sini bukan dalam kapasitas sebagai narasumber yg serba tahu seluk-beluk ajaran Alkitab ttg subyek dimaksud, namun saya rindu dicerahkan dan pengetahuan saya diperlengkapi lewat ajang diskusi yg santun di forum2 seperti ini. Saya harus akui juga bahwa karena banyaknya kesibukan saya tidak selalu punya banyak waktu luang [tidak seperti beberapa saudara yg saya amati bisa OL dari pagi hingga tengah malam], sehingga kalau terjadi terlalu “lama” waktu jedah antara yg bertanya/beri tanggapan dgn waktu saya memberi jawaban atau respon kiranya dapat-dapat dimaklumi.

Baik. Sekarang saya ingin memulai dengan memposting ulang terlebih dahulu esai pendek yang kemarin saya telah “salah” taruh di ruang sebelah.

“ANDA dan saya, kita semua, adalah para pedosa dan patut dihukum mati!
Alkitab berkata, ‘semua orang telah berbuat dosa…dan upah dosa adalah maut/kematian’ (bnd Roma 6:23). Dari ayat itu kita belajar bahwa kita manusia, tanpa terkecuali, adalah pedosa-pedosa yg patut DIHUKUM. Apa hukumannya? KEMATIAN.
Menarik bahwa dalam kata ‘kematian’ terkandung makna ‘tak berkehidupan’ itu berarti kebalikan dari hidup adalah mati. Kepada Adam, leluhur umat manusia, TUHAN menghadapkan 2 pilihan yakni KEHIDUPAN atau KEMATIAN. Kepada Israel di padang gurun TUHAN juga menghadapkan 2 pilihan: HIDUP atau MATI, TUHAN malah menyarankan Israel memilih KEHIDUPAN maka mereka akan HIDUP! (bnd Ulangan 30:19) Dari pernyataan ini kita dapat melihat bhw tak secuil pun tersirat (apalagi tersurat) keinginan Dia untuk “menyiksa” pedosa yg Dia hukum! Bhw Dia menghendaki SIKSAAN di “neraka” adalah konsep yg jauh dari sifat Kasih-Nya. Maka, kalau manusia mati, apakah ia masih mempunyai eksistensi, roh, jiwa (apapun namanya) yg masih sadar entah di mana? Alkitab tidak berkata begitu. Yang Alkitab bilang, ‘orang yg hidup tahu bhw mereka akan mati namun ORANG YG MATI TAK TAHU APA-APA’ (Pkh. 9:5). Jadi kalau orang mati sudah tak tahu apa-apa, mengapa sampai ada kepercayaan akan suatu NERAKA yg bernyala-nyala itu? Apa sesungguhnya ‘neraka’, dari mana asal-usulnya dan mengapa doktrin ini sangat menghina Sang Pencipta lagipula sangat berbahaya bagi penjunjung kasih dan keadilan?..”

JUTAAN orang diajar oleh agama mereka bahwa “neraka” adalah suatu tempat siksaan kekal, dan bahwa orang-orang jahat pergi ke sana. Menurut Encyclopædia Britannica, “Gereja Katolik Roma mengajarkan bahwa neraka ada untuk selama-lamanya; penderitaan di dalamnya tidak akan berakhir.” Ajaran Katolik ini, kata ensiklopedi itu selanjutnya, “masih dipertahankan oleh banyak kelompok Protestan yang konservatif.” Agama Hindu, Budha dan Islam juga mengajarkan bahwa neraka adalah suatu tempat siksaan. Tidak heran mengapa orang-orang yang diajar mengenai hal ini sering mengatakan bahwa jika neraka itu tempat yang sedemikian buruknya, mereka tidak ingin membicarakannya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: Apakah Allah Yang Mahakuasa menciptakan tempat siksaan demikian? Bagaimana pandangan Allah ketika orang-orang Israel, yang mengikuti contoh orang-orang yang hidup di dekat mereka, mulai membakar anak-anak mereka dalam api? Ia menjelaskan dalam firman-Nya: “Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hatiKu.”—Yer. 7:31.

Pertimbangkan hal ini. Jika gagasan memanggang manusia dalam api tidak pernah timbul dalam hati Allah, apakah kedengarannya masuk akal bahwa Ia menciptakan suatu neraka yang bernyala-nyala bagi orang-orang yang tidak melayani Dia? Alkitab mengatakan “TUHAN adalah pengasih dan adil” (Mzm. 116:5). Apakah suatu Allah yang pengasih benar-benar akan menyiksa manusia untuk selama-lamanya? Apakah itu adil bila karena kejahatan yg dilakukan selama masa hidupnya yg 70-80 thn seseorang harus diganjar dengan siksaan neraka, bukan selama 70-80 thn atau 100 thn atau 1000000 thn namun selama-lamanya, ya kekal selamanya? Karena mengetahui adanya kasih dan keadilan Allah, kita seharusnya tergerak untuk menyelidiki firman-Nya apakah “neraka” benar-benar ada sebagai tempat siksaan kekal… SILA DITANGGAPI…

“APAKAH DENGAN MENGATAKAN KEBENARAN KEPADAMU AKU TELAH MENJADI MUSUHMU?” (Gal. 4:16)

Yang lain gimana ada yang mau komentar?

Saya cuma pingin bertanya 2 pertanyaan sama bro:

  1. Kalau doktrin kehidupan kekal di surga, bro percaya?
  2. Kalau doktrin siksaan kekal bagi malaikat murtad, gimana pandangan bro? Apakah malaikat murtad juga tidak akan dihukum dengan siksaan kekal?

Salam

Lukas
16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

yang pasti alkitab menuliskan ada tempat penderitaan

gbu

  1. Saya percaya;
  2. Nah itulah yg saya ingin perjelas di forum ini. Saya terima kalau dikatakan malaikat/manusia “dihukum” namun ungkapan “disiksa” apalagi siksaannya kekal, saya tak terima! Bila anak bro Santo nakal tentu bro akan ‘menghukum’ dia, tapi saya boleh bertaruh bro tak akan tega ‘menyiksa’ dia.

Bro Kimz, jangan lupa bahwa Lukas 16:23-28 merupakan bagian dari plot parabel atau cerita perumpamaan oleh Yesus; itu bukan kisah sesungguhnya. Pertimbangkanlah: Apakah neraka itu benar-benar demikian dekatnya dari surga sehingga dapat diadakan percakapan yang sesungguhnya? Lagi pula, jika orang kaya itu berada dalam suatu lautan yang bernyala dengan api aksara, bagaimana Abraham dapat mengirim Lazarus untuk mendinginkan lidahnya dengan hanya setitik air pada ujung jarinya?

Bagaimana menjelaskan hal ini? Rasul Petrus jelas menuliskan tidak “menyayangkan”, jadi argumentasi “Kasih Allah” tidak dapat digunakan untuk menyangkal keberadaan neraka.

II Petrus 2
2:4 Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;

2:9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,

2:10. terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan,

2:11 padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah.

Salam

2. Nah itulah yg saya ingin perjelas di forum ini. Saya terima kalau dikatakan malaikat/manusia "dihukum" namun ungkapan "disiksa" apalagi siksaannya kekal, saya tak terima! Bila anak bro Santo nakal tentu bro akan 'menghukum' dia, tapi saya boleh bertaruh bro tak akan tega 'menyiksa' dia.

AHOHI, orang yang penuh kasih,
Mungkin yang dipermasalahkan AHOHI adalah manusia & Iblis tidak dimasukkan ke Neraka secara kekal, namun dalam batas waktu tertentu akan dibebaskan? Demikian yang saya tangkap,

Namun, sayang sekali kenyataan berbicara agak berbeda, sekalipun Allah sangat mengasihi mereka, dan bahkan rela mengantikan mereka di Neraka (dan malahan pernah dilakukan oleh YESUS KRISTUS), namun Beliau juga tidak dapat mengingkari keadilanNya. Demikianlah tertulis dalam Alkitab kita,

Yud. 1:7
7. sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.

Ternyata menurut ayat tersebut, siksaan kekal di api Neraka memang ada… Apakah ada pendapat lain mengenai hal ini? :slight_smile:

Best Regard,
Daniel FS

[quote="AHOHI post:8, topic:170433"]

Bro Kimz, jangan lupa bahwa Lukas 16:23-28 merupakan bagian dari plot parabel atau cerita perumpamaan oleh YESUS; itu bukan kisah sesungguhnya. Pertimbangkanlah: Apakah neraka itu benar-benar demikian dekatnya dari surga sehingga dapat diadakan percakapan yang sesungguhnya? Lagi pula, jika orang kaya itu berada dalam suatu lautan yang bernyala dengan api aksara, bagaimana Abraham dapat mengirim Lazarus untuk mendinginkan lidahnya dengan hanya setitik air pada ujung jarinya?
[/quote]

kalau menurut bro neraka tidak ada karena ini hanya perumpamaan, kenapa bro percaya adanya surga padahal keduanya ada dalam perumpamaan yang sama?
jangan2 yang ada cuman neraka justru surga tidak ada :char11:

salam

halo bro santo… :wink: gantian saya mampir ke treat anda ya…

saya coba2 mennggapi nih…

bagi saya memang ngga mungkin Allah itu menyiksa/bahkan menghukum pun saya rasa tidak. (karena kontradiktif dengan keyakinan Allah Mha Kasih. kata maha kita ibaratkan tak terbatas)

namun, Allah juga maha adil. lalu apakah dengan adil terus Allah menyiksa manusia/menghukum?
satu lagi sifat Allah yang kita percaya MAHA pengampun akan menjadi kontradiksi jika Allah melakukan hukuman.

so, menurut saya, keadilan Allah itu berupa hal2 yang sudah ditetapkan, bisa kita umpamakan sebuah sistem yang sudah dibuat Allah. dalam hal inilah kebebasan manusia untuk memilih. kita lihat kasus adam dan hawa, dimana Allah telah memberikan pilihannya, ketetapan sistemnya. adam dan hawa tetap dibebaskan dalam pilihannya. hingga dia memilih apa yang dilarang Tuhan, maka manusia akhirnya ada didunia ini. kita berhenti disini dulu, dari kasus adam dan hawa sebenarnya bukan Allah menghukum adam, namun adam sendirilah yang mendatangkan hukuman untuknya.

saya rasa begitu juga yang terjadi pada kita…
dalam konteks yang kecil dan nyata di kesehaian kita saja.
misal kita menaruh benci, dendam, dan serakah… apakah kita akan berada dalam bahagia? bisakah kita berbahagia tanpa damai. tentu kesedihan2 itu bukan hukuman Allah namun karena kita memilihnya.

begitu juga pendapat saya tentang neraka. dalam konteks tertentu neraka akan saya artikan dsebuah kondisi dimana kita berada dalam kegelapan kesedihan dan pada tingkat tertentu maut/mati.

dalam konteks neraka Akhirat, saya rasa saya masih jauh untuk mampu memahaminya, itu misteri ilahi. namun kalau boleh saya iseng meraba2: bahwa neraka akhirat itu tidak untuk menghukum manusia selama2nya. karena jika kita hidup 80tahun dengan perbuatan dosa setiap detik, lalu kita dihukum selama2nya, saya rasa itu bukan adil. namun saya lebih suka menganggap bahwa neraka itu tempat untuk iblis, karena neraka itu sering dikatakan api, dan iblis itu dari api, jadi neraka adalah sebuah tempat yang disediakan untuk iblis. disini mungkin saja iblis juga tidak tersiksa, karena bagaimana mungkin api terbakar oleh api. namun bisa ga ya manusia jadi iblis? :slight_smile: saya juga ga ngerti…

namun terlepas dari misteri2 ilahi tersebut, saya meyakini bahwa Allah ingin semua manusia selamat,tapi tetap saja ada sistem keadilan Allah… dan Allah berbuat bagaimanapun supaya kita selamat. sama seperti guru kita ingin kita semua lulus, guru yang baik yang akan berusaha keras mendidik muridnya supaya bisa lulus. namun guru yang baik tidak memberikan kunci jawabannya. guru yang baik melakukan segalanya agar kita bisa lulus, lulus yang substansial, lulus yang murni.

Allah sedemikaian rupa mengajari manusia dengan menjadi manusia Yesus, supaya manusia mau percaya dan mengikuti apa yang telah diteladankan, supaya apa? supaya manusia yang dikasihinya bisa mencapai keselamatan, kebahagiaan yang sejati, baik dibumi maupun disurga.

dari konteks tersebut saya memahami bahwa perintah Allah bukanlah arogansi Allah. yang mana perintahnya harus dituruti, jika tidak dituruti maka kita akan dihukum. karena kita tau yang baik dan buruk, maka semua perintah2Nya semata2 adalah karena kasihnya kepada kita, dan semuanya itu demi kebahagiaan kita.

ketika kita berbuat dosa, Allah tidak marah, melainkan sedih, dan akan berusaha MENGARAHKAN kita menuju jalan yang benar, jalan keselamatan.

so, ada tidaknya neraka bagi saya itu tetap misteri illahi. namun yang perlu kita imani adalah Alah yang maha kasih, maha pengampun, dan maha adil. dan manusia tetap dalam kebebasannya sebagi makhluk yang paling tinggi derajatnya, dan paling dikasihi Allah. karena tanpa kebebasan manusia adalah boneka, dan boneka itu obyek, dan obyek bukan sesuatu yang lebih berarti dari subyek.

kita serahkan pada kebijaksanaan Allah. tugas kita dengan rendah hati membuka diri agar rahmat tuhan, bimbingan roh kudus melindungi kita, membimbing kita sampai kehidup yang kekal… amin… :slight_smile:

Bro ond32lumut, ada tidaknya neraka adalah misteri illahi, kalau ada tidaknya surga, misteri ilahi bukan? Ke-2nya adalah misteri ilahi, namun ke-2 sudah disingkapkan/dinyatakan di dalam Firman Tuhan.

80 tahun, tiap detik berbuat dosa, dihukum dengan siksaan kekal di neraka = tidak adil

Bagaimana dengan ini?

80 tahun, tiap detik tidak mungkin selalu berbuat baik, namun suatu ketika menjadi orang percaya, dan ketika menjadi orang percaya masih bisa berbuat dosa, meninggal dan diberi kehidupan kekal di surga selama-lamanya = adilkah?

Salam

halo bro santo… kupikir dah Offline :slight_smile:

saya jawab sesuai yang saya percaya ya… sesuai ajaran saya…

pertama akan saya jawab adil!
kenapa?
setiap orang percaya yang masih berbuat dosa tetap akan masuk surga.
karena orang percaya tuh masih buaaaanyak banget yang bisa berbuat dosa.

namun keadilan Allah tetap berlaku bagi orang tersebut. dan karena kasih Allah yang begitu besar, Allah memberi kesempatan pada yg bersangkutan untuk pembersihan dan penyempurnaan diri. karena Allah telah mengampuninya. saya percaya Allah tidak menghukum.

wah nanti nyambungnya kemana2nih… :slight_smile: jangan ya bro… :slight_smile:

itu pendapat saya bro… silahkan bro berpendapat mengenai neraka menurut bro santo… saya menunggu…

Adilnya di mana atuh, orang masih berbuat dosa kok diberi hadiah. Bahkan diberi kehidupan kekal selama-lamanya di surga.

Bagaimanapun juga kriteria keadilan dan kasih Allah bukanlah kriterian keadilan dan kasih menurut pandangan kita.

Mengapa? Karena:

  1. Allah merupakan satu-satunya yang berdaulat. Kasih ataupun Adil, tentunya tidak disesuaikan dengan kriteria kita.
  2. Kita semua adalah orang berdosa yang patut dihukum dan patut binasa. Keselamatan yang kita peroleh adalah anugrah. Bagaimana mungkin kita mengatakan “ini kurang adil” , “ini kurang kasih”.
  3. Bukankah Allah sudah sangat kasih dan adil, bahwa Ia membuka satu-satunya jalan yang mampu dicapai oleh kita? Yakni pembenaran berdasarkan iman dan bukan berdasarkan perbuatan2 baik agamawi semata?

Salam

ond32lumut: apakah anda yakin orang menerima KRISTUS akan selamat?

Santo: Ya, dan itu seharusnya tidak adil menurut ukuran dunia.

ond32lumut: bukankah alkitab mengenalkan kita kepada Tuhan…? sikap2 TUhan?

Santo : Ya, termasuk apa yang ditulis di dalam FirmanNya harus kita terima sebagai kebenaran.

ond32lumut:apakah anda sedang tidak mau tau akan perintah2 Tuhan?

Santo : Tentu tidak. Justru harus tahu sehingga dapat menundukkan diri pada perintah2-Nya.

ond32lumut: karena anda yakin semua sudah digariskan?

Santo : Ya, karena saya percaya kedaulatan dan kemahakuasaan Allah. ^-^

ond32lumut: untuk apa manusia diberi akal budi? bukankah ada tertulis juga cintailah tuhan allahmu dengan segenap akal budimu

Santo : untuk mencintai Tuhan dengan totalitas termasuk akal budi, bukan untuk menalarkan atau memaksakan penalaran sesuatu hal yang rohani, karena hal ronani hanya dapat dilihat secara rohani.

Salam

wah saya ga dapet poinnya nih…

santo: Adilnya di mana atuh, orang masih berbuat dosa kok diberi hadiah. Bahkan diberi kehidupan kekal selama-lamanya di surga.

jawab: iya adil, karena mereka tetap mempertanggung jawabkan perbuatannya, namun tidak selama2nya, karena sebagai orang kristen kita tetap akan masuk surga /selamat. (sesuai ajaran purgatory)
yg terpenuhi:
kasih Allah yang mengampuni.
Kasih Allah yang Adil
dan Iman kristen yang percaya keSelamatan.

bro kalo saya ber-argumen: anda katakan adil menurut saya belum tentu menurut tuhan.
nah kalau bro mengatakan : Adilnya di mana atuh, orang masih berbuat dosa kok diberi hadiah. Bahkan diberi kehidupan kekal selama-lamanya di surga.

itu kan juga menurut anda bro… masak saya jawab: itu menurut anda atau TUhan… ? kan ga lucu…
coba kita lepaskan dari argumen subyektif semacam itu.

supaya ga terjebak dalam bahasan iman, alias OOT. mari kita arahkan pada bahasan mengenai neraka.

sikap saya:
kalau Allah menghukup, apapun alasannya dia bukan maha pengampun.
kalau Allah menyiksa manusia selama2nya di neraka… apapun alasannya kita ga patut menyebutnya maha kasih.
Tuhan mengajarkan kita mengampuni tanpa batas. masakan dia tidak mengampuni?

Neraka ada …justru ujud kasih Allah kepada orang berdosa,
Krn orang berdosa tidak tahan dlm kumpulan orang kudus

Tidak dapat pointnya yah? Saya justru memberikan pernyataan ambigu, agar Anda mengerti bahwa Adil dan Kasih dalam kharakter Tuhan bukanlah ukuran / kriteria kita yang dipakai. Termasuk pernyataan Anda ini yang memakai ukuran / kriteria Anda:

sikap saya:
kalau Allah menghukup, apapun alasannya dia bukan maha pengampun.
kalau Allah menyiksa manusia selama2nya di neraka… apapun alasannya kita ga patut menyebutnya maha kasih.
Tuhan mengajarkan kita mengampuni tanpa batas. masakan dia tidak mengampuni?

Salam