motivasi

Berkaca pada diri sendiri

Ketika dua cermin saling berhadapan, munjul pantulan yang tak terhingga. Begitulah bila anda mau bercermin pada diri sendiri. akan anda temukan bayangan yang tak terhingga bayangan itu adalah kemampuan yang luar bisa. Ketidakterbatasan yang memberi kekuatan untuk menembus batas rintangan diri. berkacahlah pada diri sendiri, dan temukan kekuatan itu.

singkirkan cermin diri orang lain. di sana hanya terlihat kekurangan dan kelemahan anda yang akan memupuk ketidakpuasan saja. dan ini akan menjerumuskan anda kedalam jurang kekecewaan.

anda bukan orang lain. anda adalah anda yang memiliki jalan keberhasilan sendiri. mulailah hari ini dengan menatap wajah anda. carilah bayangan yang tek terhingga itu. disana ada kekuatan yang akan membawa anda kepuncak keberhasilan.

Pesan ini tidak anak pernah menyentuh jiwa yang kerdil, pemalas, pesimis mudah patah semangat, tidak percaya diri serta tidak memiliki cinta-cita

Yup!! good …good… good…
kaca untuk melihat orang lain namanya spion :coolsmiley:

Sembur, eh sumber? :smiley:

namanya juga karya sendiri knp harus ada sumber

Kuatnya sebongkah harapan

dahulu, ada seorang pengusaha yang cukup berhasil dikota ini. ketika sang suami jatuh sakit, satu persatu pabrik mereka dijual. harta mereka terkuras untuk berbagai biaya pengobatan. hingga mereka harus pindah kepinggiran kota dan membuka rumah makan sederhana. sang suami pun telah tiada. beberapa tahun kemudian, rumah makan itu pun harus berganti rupa menjadi rumah makan yang lebih kecil sebelah pasar. setelah lama tak menndengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu anak dan menantunya menggelah tikar berjualan lesehan dialun-alun kota. cucunya sudah beberapa orang-orang pun masih mengenal masa lalunya yang berkelimpahan namun ia tak kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli. wahai ibu bagaimana kamu sedemikian kuat?

"harapan nak! jangan kehilangan harapan. bukan seorang guru dunia pernah berujar, karena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya. karena harapanlah kita menanam pohon meski kita tahu kita tak kan sempat memetik buahnya yang ranum bertahun-tahun kemudian. sekali kamu kehilangan harapan kamu kehilangan seluruh kekuatanmu untuk menghadapi dunia.

Pesan ini tidak akan pernah menyentuh jiwa yang kerdil, pemalas, pesimis mudah patah semangat, tidak percaya diri serta tidak memiliki cita-cita

Mengapa identik ama yang ini

http://74.125.153.132/search?q=cache:HjN00Rf_uKsJ:andreasap.multiply.com/journal/item/123/mirror_mirror_on_the_wall…+Ketika+dua+cermin+saling+berhadapan,&cd=4&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a

http://www.bunglon.net/kisah-kisah/cermin-kehidupan-must-seen-t4803.html

http://caesar.awardspace.info/index.php?d=26&m=01&y=08

dst…

Cuma kebetulan semata yah… :smiley:

Jadi inget tari pendet ala Malaysia. Kreasi sendiri kale yah cuma kebetulan mirip ama tari Pendet ala Indonesia… :smiley:

wah sprtnya ada yg mencari2 kesalah org neh… :coolsmiley:

lukas yg baik tentunya kl ad sumbernya g ng mungkin buat disini dan g akn buat sumbernya…

mungkin anda merasa bahwa anda itu dah lama berposting disini dan tau cara berposting…jgn mengatakan pada org lain lihat peraturan ini tp anda sendiri jg ng melihat peraturan yg lain, secara ng langsung anda sudah menghina karya org lain dan menghina g. kl boleh dibilang kasar g lebih dolo tau cara berposting daripada anda deh krn g lbh dolo disini. dan sebelum g kasih artikel2 disini dah lebih dolo g kirim dimajalah2 rohani, remaja dan koran, jd anda jgn suka mengukur org itu dari segi yg anda pikirkan. sebagai hamba Tuhan adnda ng sementinya berkata sprt itu pada org lain, mgk diforum lain dan dgn org lain anda bisa sprt berkata sprt itu tp jgn suka berkata itu pada g karena lom tentu anda lebih baik dari g jgn2 anda lebih buruk dari g, mungkin anda lebih dewasa dari pada g tp kata2 anda itu sprt ank kecil dan ng bisa menghargai org lain

anda mengatakan ada selumbar dimataku tapi balok dimata anda anda ng tau

udah kaya malaysia aja ni kayanya ya kas :smiley:

ck ck ck…

karya lu apa karya orang lain ? itu aja sih pertanyaannya… klo karya orang lain ya mohon di tulis sumbernya ya… jangan asal comot bae…

klo ternyata emang bener karya lu… lanjutkan :smiley:

Sista Shica bae2 ajah pan…? :smiley:

Mungken kebetulan semata yah… :smiley:

Kayaknya pernah baca… :smiley:

he…he… memang sebaiknya cantumkan sumbernya aja…
supaya renungan tersebut makin memberkati yang lainnya :afro:

tp ini karya g sendiri…mungkin diluar sana bisa u dapet yg mirim sprt kata2 ini tp ng semunya itukan sama…

lagi kl itu pikiran g sendiri mo gimn? dan g jg ng tau kl ada org diluar sana yg sama pikirannya atau mirip sama g, tp kan ttp aja beda…

pikiran org itu ngalir aja jd ng bisa dipaksakan apa yg dia pikirkan itulah yg dia tuliskan

sama sprt kata2 diforum ini kebanyakan jg maen copy, itu bkn berarti dia itu mengcopy kata2 yg lain, tp memang dia berpendapat sama atau dia mo ngomong itu tapi org lain sudah lebih dolo mengatakannya…

bisa sama tp ng mirip

Ibarat tari pendet ala Malaysia boleh mirip ama pendet ala Indonesia yah sista Shica? :smiley:

KUATNYA SEBONGKAH HARAPAN
Posted by Doddi on 2006-08-01 [ print artikel ini | beritahu teman | dilihat 1760 kali ]

Dahulu, ada seorang pengusaha yang cukup berhasil di kota ini. Ketika sang suami jatuh sakit, satu per satu pabrik mereka dijual. Harta mereka terkuras untuk berbagai biaya pengobatan. Hingga mereka harus pindah ke pinggiran kota dan membuka rumah makan sederhana. Sang suami pun telah tiada.

Beberapa tahun kemudian, rumah makan itu pun harus berganti rupa menjadi warung makan yang lebih kecil sebelah pasar.

Setelah lama tak mendengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu oleh anak dan menantunya menggelar tikar berjualan lesehan di alun-alun kota. Cucunya sudah beberapa. Orang-orang pun masih mengenal masa lalunya yang berkelimpahan. Namun, ia tak kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli.

Wahai ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?
“Harapan nak! Jangan kehilangan harapan. Bukankah seorang guru dunia pernah berujar, karena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya. Karena harapanlah kita menanam pohon meski kita tahu kita tak kan sempat memetik buahnya yang ranum bertahun-tahun kemudian. Sekali kau kehilangan harapan, kau kehilangan seluruh kekuatanmu untuk menghadapi dunia”.

salam kasih & hangat untuk Anda semua,

peace & love

sumber: Motivasi Net

http://www.iloveblue.com/bali_gaul_funky/artikel_bali/detail/2228.htm

Files under Cerita Motivasi | Posted by admin

Kuatnya Sebongkah Harapan

Dahulu, ada seorang pengusaha yang cukup berhasil di kota ini. Ketika sang suami jatuh sakit, satu per satu pabrik
mereka dijual. Harta mereka terkuras untuk berbagai biaya pengobatan. Hingga mereka harus pindah ke pinggiran kota
dan membuka rumah makan sederhana. Sang suami pun telah tiada. Beberapa tahun kemudian, rumah makan itu pun harus berganti rupa menjadi warung makan yang lebih kecil sebelah pasar.

Setelah lama tak mendengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu oleh anak dan menantunya menggelar tikar berjualan lesehan di alun-alun kota. Cucunya sudah beberapa. Orang-orang pun masih mengenal masa lalunya yang berkelimpahan. Namun, ia tak
kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli. Wahai ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?

“Harapan nak! Jangan kehilangan harapan. Bukankah seorang guru dunia pernah berujar, karena harapanlah seorang ibu
menyusui anaknya. Karena harapanlah kita menanam pohon meski kita tahu kita tak kan sempat memetik buahnya yang
ranum bertahun-tahun kemudian. Sekali kau kehilangan harapan, kau kehilangan seluruh kekuatanmu untuk menghadapi
dunia”.

http://www.emotivasi.com/2008/04/12/kuatnya-sebongkah-harapan/

Mengatasi kritik

kita mungkin tidak dapat menghindar dari ejekan-ejekan menyakitkan yang meluncur dengan cepat dari orang-orang yang tidak senang kepada kita. namun, ketika serangan melalui kata-kata tersebut dilontarkan kepada kita, adalah sesuatu yang baik untuk menganalisanya. dan jika itu benar, ambil langkah-langkah untuk memperbaiki situasi. namun, jika hal itu tidaklah benar, yang perlu kita lakukan melupakannye karena akan menghambat segala sesuatunya. mari kita belajar dari contohnya Raja Daud semasa hidupnya juga mengalami yang namanya kritik dari orang lain dan dia adalah salah satu contoh baik dalam mengatasi kritik terhadapnya. ketika dia berperang melawan Goliat, banyak keritik tajam yang intinya meragukan kemampuan yang dia miliki saat itu. tetapi, satu hal baik yang ia lakukan ketika itu, yakni dia melupakan kritikan yang tidak benar tersebut dan dalam akhirny dia menjadi pemenang.

apakah kita juga saat ini mengalami yang namanya dikritik? atau tuduhan? jikalau yang dikatakan orang tersebut benar, lakukanlah perbaikan dengan segera. akan tetapi, bila itu hanyalah sebuah tuduhan-tuduhan tidak berdasar, janganlah mengiat-ingatnya, karena akan menghambat kita utuk melakukan yang lebih lagi. bisa ajakan orang-orang yang mengkeritik kita itu iri dan menganggap kita tidak mampu berbuat dan melakukan itu dan itu akan membuat kita tidak berdaya. jangan perdulikan itu hanya krikil-krikil yang akan membuat kita jatuh. inilah cara mengatasi yang paling sederhana sekaligus juga yang paling ampuh :happy0025:

JANGAN TAKUT AKAN KRITIK JIKA KITA BENAR
JANGAN SEPELEKAN KRITIK JIKA KITA SALAH

Terus berkarya

jangan berhenti. bukankah karena berhenti akan menghambat laju kemajuan kita? namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa kita tak akan pernah bisa berhenti. meski kita berdiam diri disitu, bumi tetap mengajak kita mengelilingi matahari. maka, bergeraklah, berkerjalah, berkaryalah. bekerja bukan sekedar untuk meraih sesuatu. bekerja bukan hanya untuk meraih sesuatu. bekerja membarikan kebahagian diri, itulah yang diharapkan oleh alam dari kita.

air yang bergerak lebih cepat busuk. kunci yang tak pernah dibuka lebih muda serat. mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat. hanya perkakas yang tak digunakan yang disimpan dalam laci berdebu. alam telah mengajarkan ini, jangan berhenti berkarya , atau anda segera menjadi tua dan tak berguna lagi.

pasan ini tidak akan pernah menyentuh jiwa yang kerdil, pemalas, pesimis mudah patah semangat, tidak percaya diri serta tidak memiliki cita-cita

MAAFKAN dan LUPAKAN

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar merasa sakit hati tapi dengan tanpa berkata-kata dia menulis di atas pasir; HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu; HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya bertanya, “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?” Temannya sambi l tersenyum menjawab, “Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin.”

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik dengan pasangan, suami / isteri, kekasih, adik / kakak, kolega, dll,karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Manfaat positif dari continuous relationship mungkin sekali jauh lebh besar ketimbang kekecewaan masa lalu. Nobody’s perfect. Belajarlah menulis di atas pasir.

dr.tmn

Cara Mengatasi Kritik

Anda mungkin tidak dapat menghindar dari ejekan-ejekan menyakitkan yang meluncur dengan cepat dari orang-orang yang tidak senang kepada Anda. Namun, ketika serangan melalui kata-kata tesebut dilontarkan kepada Anda, adalah sesuatu yang baik untuk menganalisanya. Jika itu benar, ambillah langkah-langkah untuk memperbaiki situasi. Namun, jika hal itu tidak lah benar, yang perlu Anda lakukan adalah melupakannya.

Raja Daud semasa hidupnya juga mengalami kritikan dari orang lain dan ia adalah salah satu contoh baik dalam mengatasi kritik terhadapnya. Ketika ia berperang dengan Goliat, banyak kritikan tajam yang intinya meragukan kemampuan yang ia miliki. Tetapi, satu hal baik yang ia lakukan ketika itu, yakni ia melupakan kritikan yang tidak benar tersebut dan dalam akhir kisah ia menjadi pemenangnya.

Apakah saat ini Anda sedang menghadapi kritik? Atau tuduhan? Jikalau yang dikatakan orang tersebut benar, lakukan perbaikan dengan segera. Akan tetapi, bila itu hanyalah sebuah tuduhan-tuduhan tidak berdasar, janganlah mengingat-ingatnya. Itulah cara mengatasi kritik yang paling sederhana sekaligus juga yang paling ampuh.

Jangan takut akan kritik jika Anda benar, jangan sepelekan kritik jika Anda salah.

Amsal 15:5
“Orang Bodoh menolak didikan Ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak”

http://www.gpdi-elshaddai.org/read.php?do=detail&id=250&idCategory=1&idPage=47&u=105&PHPSESSID=db67a3567b6aa5c22e56886ddae6736a

Perlu dipupuk dan dilestarikan… kerja sama yang indah antara Shica dan Lukas
yang mana yang satunya … mencarikan artikelnya dan yang lainnya mencarikan sumber artikelnya…
Sippp …Puji Tuhan :happy0158: :happy0065: :happy0064:

Keren bo… memang hidup ini terasa indah kalo kitane saling melengkapi satu dengan yang lainnya…
Betol?? :wink: