Misteri ?

Trinitas adalah tiga Tuhan dalam satu. Tuhan Allah adalah misteri. Tak seorang pun pernah melihat atau mengetahui seperti apa Tuhan itu. Yesus adalah manusia dengan tulang dan daging. Beliau hidup di dunia ini sebagai orang yang memiliki sejarah hidup. Roh Kudus adalah “Tuhan” ciptaan Konsili yang tidak dikenal di zaman Yesus.

“….kami belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus”. (Kis. 19:2)

Naskah Laut Mati yang di tulis di zaman Yesus tidak pernah menyebut tentang Roh Kudus yang di sembah.
Reverend Dr. Charles Francis Potter dalam bukunya The Lost Year of Yesus Revealed, 1992, hal 16, menjelaskan:

“Few believing Christians yet realize (for few scholar are yet adminitting) how many important doctrines are doe to be change radically, and how many others should eventually be eliminated when the Scroll are properly recognized and evaluated in relation to the New Testament. The very vulnerable doctrine of the Holly Spirit will have to go, as we shall see, and will take with it inevitably the doctrine of the Trinity, which was never in the Bible anyway”.
(Hanya sedikit pemeluk agama Kristen yang hingga saat ini menyadari (sebagaimana hanya sedikit para ilmuwan yang hingga saat ini mau mengakui), betapa banyak ajaran dasar agama Kristen yang harus dirubah secara radikal dan beberapa banyak lainnya yang harus di singkirkan (dari Alkitab) bila Naskah (Laut mati) diakui dan dipelajari dengan benar dalam hubungannya dengan Kitab Perjanjian Baru. Ajaran yang paling lemah dan harus di singkirkan adalah tentang Roh Kudus, sebagaimana yang terlihat (dalam Naskah Laut Mati), dan tanpa bisa dihindari, ajaran tentang Trinitas harus pula ikut tersingkir, karena sama sekali tidak pernah diajarkan dalam Alkitab)

Biarawati dan penulis kawakan Karen Armstrong dalam bukunya A History of God hal. 135, mengutip pernyataan Gregory of Nazianzus, tokoh pemikir Trinitas di abad ke IV yang menceritakan bagamana Roh Kudus yang tidak dikenal di zaman Yesus menimbulkan berbagai permasalahan ketika mulai diperkenalkan di abad ke IV.

“The Cappadocians were also anxious to develop the notion of the Holy Spirit, which they fe(t have been dealt with very perfunctorily at Nicea: And we believe in the Holy Spirit’ seemed to have been added to Athanasius’s creed almost as an after thought. People were confused about the Holy spirit. Was it simply a synonym for God ar was it something more? Some have conceived (the Holy Spirit) as an activity’, noted Gregory of Nazianzus, some as a creature, some as God and some have been uncertain what to call him”. (Golongan Cappadocian (Pendukung Trinitas) juga pusing untuk menetapkan pengertian Roh Kudus, yang dulu mereka sama sekali mengabaikannya pada Konsili di Nicea: Dan Kami percaya kepada Roh Kudus’ nampaknya baru ditambahkan ke Credo Athanasius (di Necia) setelah dipikirkan kemudian. Masyarakat dibuat bingung tentang apa sesungguhnya Roh Kudus itu. Apakah ini sama dengan Tuhan ataukah sesuatu yang lain? `Sebagian orang menganggap (Roh Kudus) sebagai suatu kegiatan’, kata Gregory of Nazianzus, sebagian lagi menganggapnya makhluk, sebagian menganggapnya Tuhan, dan sebagian lagi tidak tahu mau menyebutnya apa).

Oleh karena itu untuk menyatakan bahwa Allah yang tidak tampak, manusia Yesus yang memiliki tulang dan daging dan Roh Kudus yang tidak pernah dikenal di zaman Yesus adalah suatu zat, memang dapat dianggap misteri yang artinya aneh bin ajaib. Doktrin ini membingungkan pencetusnya sendiri serta para agamawan Kristen. Mereka kesulitan menjelaskan ajaran penyembah berhala ini dalam konteks Kristen. Ujung-ujungnya mereka menetapkan doktrin Trinitas sebagai suatu misteri (Cave 1997).

Perhatikan bagaimana pengkuan jujur “Romonya” Trinitas, Athanasius, dalam buku The Decline and Fall of the Roman Empire yang ditulis oleh Edward Gibbon:

“Christian Theologian, the great Athanasius himself, has candidly confessed that whenever he forced his understanding to mediate on the divinity of the Logos, his toilsome and unavailing efforts recoiled on themselves; that the more he thought, the less he comprehend; and the more he wrote, the less capable was he expressing his thought”.
(Teolog besar Kristen Athanasius sendiri secara terbuka mengakui bahwa semakin dia memaksakan pengertiannya untuk menjelaskan ketuhanan Logos (Firman), segala daya dan upaya yang diusahakannya kandas dengan sendirinya; bahwa semakin dia berfikir, semakin dia kurang memahami; semakin banyak penulis, semakin kurang kemampuan menjelaskan jalan pikirannya).

Baru saja Athanasius mencoba memformulasikan hubungan Yesus sebagai Logos (Firman) penyembah berhala dengan Tuhan Allah, dia sudah pusing. Belum lagi di tambah dengan “Tuhan” Roh Kudus.

Monsignor Eugene Clark mengakui konsep Trinitas sulit dimengerti. Untuk itu menurut dia, sebaiknya konsep Trinitas diterima saja walaupun tidak dimengerti.

“God is one, God is three. Since there is nothing like this in creation, we cannot understand it, but anly accept it”
(Tuhan itu satu, Tuhan itu tiga. Karena tidak ada yang seperti ini di alam ini, sehingga kita terima saja walaupun kita tidak mengerti).

Hubungan ketiga oknum dalam Trinitas dengan susah payah diciptakan oleh Gereja di tengah-tengah pertentangan, kontroversi dan malah pertumpahan darah. Pemimpin Gereja terpaksa harus mengeluarkan pernyataan untuk menerima ajaran Kristen tanpa harus menyelidikinya. Uskup Agung Anslem, pemimpin Gereja di Canterbury (1093-1109) dalam bukunya Prosologian I, mengatakan:

“For 1 am not seeking to understand in order to believe, but 1 believe in order that 1 may understand”
(Saya tidak perlu mengerti untuk percaya, tetapi saya percaya agar saya mengerti).

Selanjutnya dalam bukunya Cur Deus Homo 1:2 dia menjelaskan urut-urutan menerima ajaran yang misterius dalam Kristen :

” The correct order is to believe the deep thing of Christian faith before undertaking to discuss them by reason……so that even though 1 totally unable to understand it, nothing could shake the constancy of my belief.”
(Urutan yang tepat adalah meyakini keimanan Kristen secara mendalam lebih dahulu, baru kemudian mendiskusikannya berdasarkan akal sehat….dengan demikian, walaupun saya tidak mengerti sama sekali, tidak ada yang akan dapat mengguncang keteguhan iman saya).

Kalau sudah begini keadaannya, berarti tidak ada lagi jalan bagi mereka yang ingin mempertanyakan kebenaran suatu ajaran sebelum diyakini. Kalau yang diajarkan kepada kita adalah sesuatu yang salah, sekuat apa pun kita mengimaninya, ya, tetap saja salah, dan konsekwensinya kita akan dicampakkan ke dalam api neraka.

Kalau gereja sudah mengatakan demikian, sementara Yesus tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah oknum kedua dari Trinitas, berarti kita diberi kesan seakan-akan Yesus sengaja menipu umatnya bani Israel, hanya untuk menyenangkan para penyembah berhala di kerajaan Romawi.

Mengapa umat Kristen dapat menerima ide yang tidak masuk akal ini?

Para penginjil menurut Dr. Bruce Goldbert dalam bukunya ” New Age Hypnosis” hal. 2, sudah terlatih dalam pemanfaatan jurus-jurus hipnotisme dan sugesti. Melalui teknik-teknik ini, dengan mudah mereka menaklukkan alam bawah sadar jemaat atau individu. Mereka menggunakan cara-cara ini untuk mencuci otak jemaat agar mudah memerima pesan-pesan, baik yang masuk akal maupun yang tidak masuk akal, yang dikemas dengan retorika yang mempesona. Dengan cara ini mereka dapat membuat sesuatu yang tidak masuk akal seakan-akan masuk akal. Sementara jemaat yang sudah “berserah diri” hanya mampu menyahut ” Amin, Amin”. Gordon Urquhart dalam bukunya The Pope’s Armada, 1995, pada halaman belakang menjelaskan misi rahasia Kristen mencuci otak jemaat:

“The three most powerful of the ultra tradition-alist movement within the Catholic Church engage in secret initiation ceremonies, brainwashing techniques involving ego destruction, moral and spiritual intimidation and highly questionable, even dangerous psychtherapeutic practices.”
(Tiga kekuatan besar gerakan ultra-tradisional dalam Kristen Katolik, terlibat dalam upacara rahasia penerimaan anggota, teknik cuci otak termasuk penghancuran pribadi seseorang, intimidasi moral dan spiritual serta praktek­praktek pengobatan spiritual yang tidak lazim dan malah berbahaya).

Tertullian dalam bukunya “The Flesh of Christ”, hal. 5, memainkan jurus ini :

“The Son of God was crucified. 1 am not ashamed because it shameful. The Son of God died. It is credible because it is absurd. He was buried and rose again. It is certain because it is impossible”.
(Anak Tuhan di salib. Saya tidak malu karena ini memalukan. Anak Tuhan mati. Ini dipercaya karena tidak masuk akal. Dia dikuburkan dan bangkit kembali. Ini pasti karena tidak mungkin).

Mike Velarde, salah seorang pemimpin Kristen kharismatik di Filipina memperlihatkan keampuhan pengaruhnya terhadap lebih sejuta pengikutnya dilapangan Philippine International Convention Center dengan mengatakan bahwa mereka dapat memperoleh rejeki dari Tuhan dengan membalikkan payungnya keatas untuk menampung rejeki dari langit. Kemampuan Mike Velarde ini dikomentari oleh Pastor Robert Reyes di Harian Philippine Daily Inquirer terbitan 29 Desember 1999, hal. 9:

“Mike Velarde is better because he manages to fool poor people into believeing that he can make them rich. The people are desperate. Any promise that gives them hope to go for improved life, they’ll grab it”
(Mike Velarde lebih cerdik karena dia mampu memperdaya orang-orang miskin untuk percaya bahwa dia dapat membuat mereka menjadi kaya raya. Rakyat cukup menderita. (Oleh karena itu) setiap janji yang memberi mereka harapan untuk meningkatkan taraf hidup mereka, akan mereka rebut).

Apa tujuanmu? Jika kamu bukan kristen,posting di forum terbuka.jangan di pendalaman Alkitab.

@Jassen:
Apakah keyboard Anda rusak?
Apakah yang tersisa hanyalah ctrl+C+V?

Hubungi tim dokter jiwa di
0800123456

Kami siap mengerjai Anda

Misteri itu bagi siapa?

Bagi orang percaya bukan suatu misteri namun kasih anugerah

Kami yang belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus itu siapa, konteksnya apa, kontensnya apa?

Act 19:2 Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.”

Kenapa bicara tentang Konsili menciptakan?

Pada ayat itu saja jelas, jauh sebelum konsili2 itu terbentuk untuk “memurnikan” kembali, keberadaan Roh Kudus sudah dinyatakan

Bacalah lagi lebih jelas di ayat itu

Tidak perlu merepotkan diri sendiri, bicara tentang konsili

Reverend Dr. Charles Francis Potter, lebih tahu dari Roh Kudus sendiri?

Reverend Dr. Charles Francis Potter, lebih tahu dari Tuhan Yesus, mengenai Roh Kudus?

Reverend Dr. Charles Francis Potter lebih mengerti dari Rasul Paulus, Rasul Yohanes, Rasul Petrus dan Rasul Yakobus?

Reverend Dr. Charles Francis Potter, lebih mengerti dari saya mengenai Roh Kudus?

Ini salah satu bentuk ad hominem; pendapat “ahli”, ahlinya juga tentang ahli apa tidak jelas

Atau ada Ahli dalam “mengagalkan” ketuhanan Yesus Kristus?

Idem dengan yang diatas ;

Berdiskusilah secara mandiri, tidak selalu berlindung kepada pendapat ahli ini dan itu, yang juga belum tentu ahli dalam memahami kebaikan Tuhan;

Dan untuk memahami kebaikan Tuhan, tidak diperlukan keahlian, hanya butuh kebersediaan untuk percaya dan peka saja

Roh Kudus itu sudah ada bersama-sama dengan Bapa dan Kristus Yesus sebagai suatu kesatuan yang tidak berawal dan yang tidak berakhir

Kebanyakan mengutip pendapat orang yang kontras, terus akan membuat proposisi anda semakin oleng dan akhirnya “ambruk” ke “kiri”

Yang menganggap membingungkan kan anda sendiri, kok jadi repot menjelaskan kebingungan yang anda anggap sendiri?

Jadi yang bingung sebenarnya siapa yah?

Anda sangat baik dalam melakukan “translate”, namun sayang dalam menyimpulkan, terlihat begitu tendensius

Kalau anda mencupliknya hanya pada bagian itu memang “terkesan” demikian

Namun tidak bosan2 saya berpesan

Nonton keseluruhan “filmnya”, daripada menjelaskan hanya melalui “posternya” bahwa anda sudah mengerti hanya lewat posternya

Sehingga kesimpulan anda bukan kesimpulan yang mudah “tertiup” angin dan tidak bermakna apapun, hanya mungkin akan “melelahkan” anda sendiri

Tidak sulit untuk dimengerti kalau sudah “kenal”

Pertanyaan saya yang sedeharana

Anda sudah kenal belum dengan Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus?

Kalau belum yah, jangankan anda, orang yang beragama Kristen saja tidak menjamin, bahwa mudah untuk mengerti kalau belum kenal

Sebagaimana pepatah lama mengatakan

Tidak kenal, tidak sayang,

kalau tidak sayang yang jangan kan untuk mengerti, mengenal saja sulit

Dan ketika anda menungkapkan suatu subtansi yang dalam pada kalimat anda ini

“For 1 am not seeking to understand in order to believe, but 1 believe in order that 1 may understand”
(Saya tidak perlu mengerti untuk percaya, tetapi saya percaya agar saya mengerti).

Kok anda tidak dapat juga mengerti makna yang begitu jelas terkandung dikalimat tersebut?

Singkatnya seperti ini

Kalau anda mau mengerti, percayalah kepada Kristus Yesus Tuhan dan Juruselamat manusia, IA sendiri yang akan “membukakan” pengertian anda menjadi bisa mengerti

Kalau anda menolaknya, jangan salahkan siapa2, atas ketidakmengertian anda tersebut

Anda kembali hanya mencuplik cuplik namun cuplikan anda “kebetulan” pada “bagian” yang seolah-olah kontradiksi, padahal tidak

Bisakah anda membaca bukunya lengkap? Dan kalupun hendak mengutip, kutiplah secara kontekstual dan kontenstual, sehingga maknanya “tidak lari” dari arti yang ingin dibangun

Percayapun tanpa pengertian yang baik, adalah suatu yang melelahkan

Col 2:2 supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus,

Col 1:9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,

Memang tidak bisa dipungkiri terjadi asimilasi antara budaya Romawi, Yahudi dan bangsa2 sekitarnya

Namun kalau bicara tentang fakta Objektif, belajarlah secara proposional sejarah Gereja, bahwa kemurnian Alkitab itu tetap dijaga oleh TUHAN sendiri

Mengenai penyimpangan2, termasuk penyimpangan dalam sejarah kelam Kekristenan, yang menyimpang itu adalah oknumnya, apalagi ketika Ajaran Kristen mulai dirasuki oleh Filsafat Plato, sinkritisme versi Bileam, “silsilah” Yahudi, dan banyak lagi

Namun karena kebenaran itu selalu beriring dengan Roh, maka kemurniaanya akan tetap terjaga sampai maranatha

Dan kalau mengunakan argument YESUS “tidak pernah mengatakan”

Lihat dulu dan pelajari keseluruhan Injil, sebelum memberikan kesimpulan

Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus

Bukan sekedara ajaran Trinitas

Karena Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus adalah TUHAN

Mengapa juga umat non Kristen repot menerima ide yang tidak dapat dijangkau akal ini?

Karena mungkin sudah terbiasa untuk menuhankan sesuatu yang bisa masuk akal sepenuhnya?

Kemudian menjadi semakin absurd mengkaitkan sebua penelitian, dari “antah berantah” yang menyimpulkan pola Hipnosis sama dengan perkembangan Kekristenan

Seperti kekurangan akal nampaknya menyadari,

mana ada manusia yang rela digoreng hidup hidup, disalib dengan kepala terbalik, di adu dengan singa lapar di arena gladiator, disiksa dan di intimidasi

Hanya karena cuci otak jemaat? Hipnotis? Memang ada hipnotis yang berlangsung seumur hidup?

Dugaan yang mistis dan gaib, karena tidak berlandaskan “akal sehat” dan logika yang jernih

Sekarang yang terkesan tidak masuk akal, siapa yah?

Atau karena kebanyakan copy paste sana sini

jadi bingung sendiri?

Maksudnya apa? Kok tidak jelas?

Kalau mengutip sepengal2, artinya yah hanya sepengal-sepengal

Maksudnya apa yah, juga tidak jelas

kalau ada 1 diantara ratusan juta orang percaya yang kedapatan jatuh dalam perzinahan

Apa semua orang percaya, mempercayai Tuhan yang salah?

Daud pun bisa jatuh dalam dosa perzinahan, tetapi konsekuensinya ia tanggung sakit sekali, dan terlebih dari itu ia kembali kepada Tuhan

Saya berharap ada pertanyaan2 yang diajukan lebih berbobot dan mendalam dalam postingan rekan “baru” kita ini

Tapi ternyata tidak, hanya sedikit melakukan pembaharuan dengan memperbanyak copy paste yang membingungkan dirinya sendiri

Dan dalam kebingungannya sendiri, “terus” membuat kesimpulan-kesimpulan

Namun di tengah kebingunggan diri sendiri, kesimpulan apa yang bisa dibuat?

Selain kesimpulan yang bingung?

GBU

Mistery mungkin diartikan sebagai sesuatu yg tidak dikenal, semacam UFO.

dalam Alkitab banyak orang yg menyembah Allah yang tidak dikenal (mysterious), satu cth, ketika YESUS menemui seorang wanita Samaria, Dia mengatakan :

Joh 4:21 Kata YESUS kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. 22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

demikian juga Paulus, pernah menyebut hal yang sama, Acts 17:22 Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. 23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. 24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, 25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.

maka jika para ahli teolog mengatakan tritunggal adalah suatu misteri, tentu nya akan menjadi sama seperti wanita Samaria dan orang2 Athena itu.

konsili Vatikan telah menjelaskan makna istilah tritunggal dalam teologi. Itu adalah sebuah misteri, dimana misteri itu adalah suatu kebenaran yg bukan hanya kita tidak mampu mengungkapkannya selain dari wahyu ilahi, tetapi yang bahkan ketika diungkapkan tetap tersembunyi dlm selubung iman dan diselimuti oleh semacam kegelapan (Constitution, “De fide. cath.”, iv). Dengan kata lain pengertian kita hanyalah bersifat parsial, sekalipun kita menerimanya sebagai wahyu ilahi.

Selanjutnya terjemahkan sendiri saja ya :

The Vatican Council further defined that the Christian Faith contains mysteries strictly so called (can. 4). All theologians admit that the doctrine of the Trinity is of the number of these. Indeed, of all revealed truths this is the most impenetrable to reason. Hence, to declare this to be no mystery would be a virtual denial of the canon in question. Moreover, our Lord’s words, Matthew 11:27, “No one knoweth the Son, but the Father,” seem to declare expressly that the plurality of Persons in the Godhead is a truth entirely beyond the scope of any created intellect. The Fathers supply many passages in which the incomprehensibility of the Divine Nature is affirmed. St. Jerome says, in a well-known phrase: “The true profession of the mystery of the Trinity is to own that we do not comprehend it” (De mysterio Trinitatus recta confessio est ignoratio scientiae — “Proem ad 1. xviii in Isai.”). The controversy with the Eunomians, who declared that the Divine Essence was fully expressed in the absolutely simple notion of “the Innascible” (agennetos), and that this was fully comprehensible by the human mind, led many of the Greek Fathers to insist on the incomprehensibility of the Divine Nature, more especially in regard to the internal processions. St. Basil, Against Eunomius I.14; St. Cyril of Jerusalem, Catechetical Lectures VI; St. John Damascene, Of the Orthodox Faith I.2, etc.).

@Abadonic:
Adakah referensi yang menyebutkan trinitas sebagai ‘tuhan yang tak dikenal’?
Atau sekedar uthak-athik-gathuk saja?

@kahlil

silakan baca saja, refernsinya di chatolic encyclopedia

salam damai sejahtera

@Abadonic: thanks. Nanti coba saya cari

Kis 17:24 menyatakan tentang Allah pencipta semesta yang diperkenalkan Paulus.

Kalau trinitas adalah Allah yang tak dikenal, berarti ajaran Trinitas bukan bikinan Paulus dong?

@kahlil

YW, menurut saya rasul Paulus tidak mengajarkan atau membuat ajaran trinitas, tidak ada bukti2 yg mendukung kearah itu.

Salam damai sejahtera

Yesus mengatakan demi nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Paulus memperkenalkan Tuhan pencipta alam semesta.
Orang Athena menyembah tuhan yang tak dikenal.

Lucu sekali kalau sampai ada kesimpulan trinitas bukan dari Alkitab.

saya ingin tahu maksud demi / dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus apa artinya menurut anda ?

maksud saya apakah nama itu merujuk pada nama diri, julukan atau apa ?

apakah rasul Paulus memperkenalkan bahwa Allah itu 3 ?

rupanya banyak yg kebakaran jenggot nih !

@Abadonic: Allah itu 3? Jangan berprasangka dulu. Pahami makna tritunggal.
Di thread “tritunggal dalam berbagai kepercayaan” telah dijelaskan bahwa trinitas itu monotheis. Paham atau tidak, itu bagian Anda.
Salam.

Ga bro.kami ga perlu amalkan amalan sunnah nabi yang main simpan jenggot-jenggotan.hwe hwe.

ok saya ganti kalo ternyata anda2 nggak punya jenggot

wah rupnnya banyak yg jadi spaneng nih ??

@Abadonic
Kamu dapat referensinya dari mana??
Kalau dari Alkitab sudah jelas tertulis Allah Trinitas…Bahkan sejak hari penciptaan dunia ini(Kejadian)…
Kamu baca Alkitab lagi deh yg benar…
Kalau dari referensi yg kamu tunjukan,apakah dapat dipercaya???
Referensi yang kamu tunjukan itu smuanya ditulis lebih dari 3 abad setelah Masehi…tidak dapat dipercaya karena bersebrangan dengan Injil dan Surat Paulus…

Masalah Trinitas…mungkin ini bisa membantu anda untuk mengerti, Air,Uap dan Es adalah bentuk berbeda namun merupakan bahan yang sama…apakah kamu dapat mengatakan 3 bentuk itu berbeda bahan???
Kalau hal sederhana seperti itu saja bisa berupa 3 benda yang terlihat berbeda…apalagi Bapa, Tuhan yang maha Kuasa, Allah Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus…

Btw,klo boleh tebak…kamu Saksi Yehova yah???

Aku ada info bagus buat orang2 saksi Yehova(semoga kamu termasuk didalamnya)
Jangan percaya sama ajaran saksi Yehova,penipu tuh…
Kenapa saya bilang penipu??

Ini beberapa fakta menarik…
Apakah kamu tahu bahwa Pemimpin saksi Yehova pernah menubuatkan bahwa Kiamat terjadi tahun 1970-an?? bahkan setelah itu ada ramalan yang sama…tapi tidak pernah terjadi tuh…

Orang yang sama juga menubuatkan bahwa yang akan masuk surga cuma 144.000 orang(berdasarkan Wahyu katanya…)
tapi setelah pengikut saksi Yehova berjumlah lebih dari 144.000 orang,pemimpin mereka mengatakan bahwa telah disiapkan surga kedua bagi pengikut saksi Yehova untuk bilangan diluar 144.000 itu…

Yang saksi Yehova mana nih???

@Nying-nying: kalau saya cuma kebakaran kumis. Lihat saja di avatar, sampai tinggal separoh. :slight_smile:

Just intermezo

@Eypatrich: sepertinya tebakan Anda salah. Kalau mengaku-ngaku SSY sih memang iya.:slight_smile: Yang pasti, Abadonic mengira trinitas=tritheis.

Salam.

Salam damai sejahtera mas Ey, anda bilang Allah trinitas jelas tertulis di Alkitab, Alkitab yg mana ?, bisa anda jelaskan ?

anda mau referensi yg mana ?, lha menurut teman saya, di sekolah theologia saja, masih pakai referensi yg anda sebut kuno itu koq mas.

silakan anda lihat sanggahan saya, mengenai ilustrasi air, uap dan gas ataupun segitiga, topiknya saya lupa, mungkin di asal usul tritunggal.

@Eypatrich: trinitas tak bisa dianalogikan dengan segitiga atau air. Trinitas itu Bapa, Firman, dan Roh. Dia adalah pencipta alam semesta, bukan “tuhan tak dikenal” seperti yang dituduhkan Abadonic.

Salam.

tolong bantu post ayatnya, saya belum pernah menemukan kata" trinitas" dalam alkitab anda.