Minumakn Coca-cola merusak tulang wanita

LONDON: Satu kajian saintis Amerika Syarikat mendakwa minuman ringan
cola boleh melemahkan tulang wanita dan menambahkan risiko mendapat
osteoporosis atau reput tulang.

Kajian itu mendapati dengan hanya meminum empat tin minuman
berkarbonat berkenaan terbukti boleh memberi kesan yang buruk.

Bagaimanapun, tulang lelaki yang menyertai kajian sama didapati
tidak terjejas langsung akibat pengambilan minuman kola.

“Lebih banyak minuman kola yang diminum wanita, lebih berisiko
keadaan tulang mereka,” kata Ketua penyelidik, Dr Katherine Tucker.

"Ini disebabkan lebih banyak minuman kola yang diminum wanita, lebih
rendah kepadatan mineral dalam tulang mereka.

“Kami dapati masalah itu tidak berlaku di kalangan wanita yang
mengambil minuman lain,” katanya.

Dr Tucker bagaimanapun menegaskan lebih banyak kajian perlu
dijalankan untuk mengenal pasti sekiranya asid fosforik yang
didapati dalam kola menjadi puncanya.

Persatuan Osteoporosis Kebangsaan berkata:

“Kadar asid fosforus yang berlebihan boleh mengurangkan kadar
kepadatan tulang tetapi kami belum mengetahui punca sebenarnya.”

Seperti juga kebanyakan jenis minuman kola lain yang diketahui
mengandungi jumlah gula yang banyak.

Minuman bergula misalnya boleh menyebabkan gigi reput serta
peningkatan berat badan. – Agensi

sumber http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg07395.html

bukankah ini berlaku jg bagi pria?

iya bro stevan :smiley:

memang berlaku juga bagi pria tetapi bagi wanita lebih beresiko…

salam :slight_smile:

betul…ttp yang rawan tulang kropos wanita
sbb wanita itu mengandung ,mengalami monopause :smiley:

Agaknya terlalu memojokkan coca cola si oms ne…
Kenapa merek2 minuman berkarbonasi lain tidak ikut dimasukkan?
:o

wah ngga juga ^-^

kan ada sumber link yang bertanggung jawab atas berita ini hehehe

salam ^-^

apa hubungannya lice dengan menopose :onion-head33:

sbb…
Pada wanita menopause, hormon tersebut turun sebanyak 20 persen, dan itu bisa menyebabkan tulang rusak maka terjadilah osteoporosis.

mau detail disini:

amanat : banyak2lah minum susu :jumping0048:

jangan banyak anak :smiley:

stujuuuuuuu ;D

alice sendiri uda punya berapa anak?? :onion-head2: (ngaku hayo… ) ;D :smiley:

banyak makan makanan yang bergizi , olah raga cukup

Osteoporosis bukan hanya karena menopause. Selain itu, faktor usia, kondisi medis, obat-obatan bahkan senyawa yang tak dikenalpun dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis. Berikut ini berbagai tipe osteoporosis berdasarkan penyebabnya :

  1. Postmenopausal Osteoporosis (Tipe I)
    Ketika wanita memasuki periode hidup dimana fungsi reproduksi terhenti, maka terjadi penurunan secara berangsur-angsur fungsi rahim dan hilangnya produksi estrogen dan progesteron. Estrogen membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita.

    Gejala ini disebut menopause, yaitu penghentian periode menstruasi. Seiring dengan menurunnya produksi estrogen, jaringan tulang pun mulai hilang. Permulaan menopause dikaitkan dengan peningkatan aktivasi perubahan bentuk ikatan (remodelling sites) dan meningkatnya resorpsi tulang. Peningkatan aktivitas osteoklast berakibat hilangnya tulang sponge (trabecular bone).

    Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia diantara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. Tidak semua wanita memiliki resiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita keadaan ini daripada wanita kulit hitam. Dua jenis patah tulang yang biasanya timbul akibat Osteoporosis Tipe I adalah patah tulang belakang dan pinggul.

  2. Osteoporosis Senilis (berkaitan dengan usia) / Osteoporosis Type II
    Osteoporosis Tipe II terjadi baik pada laki-laki maupun wanita berusia 65 tahun ke atas. Penyebab utama osteoporosis tipe II ini adalah hilangnya tulang yang disebabkan meningkatnya pergantian tulang selama periode waktu yang cukup lama (selama 35 tahun sejak massa tulang maksimal tercapai pada umur 30-35 tahun).

    Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Osteoporosis tipe II timbul sebagai akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru.

    Terdapat kaitan antara usia dan menurunnya produksi 1,25 dihidroksi-vitamin D oleh ginjal dengan akibat hiperparatiroidisme sekunder. Hiperparatiroidisme inilah yang bertanggungjawab terhadap hilangnya tulang korteks yang berlebihan.
    Patah tulang pinggul dapat dikaitkan dengan Osteoporosis Tipe II. Ciri-ciri dan diagnosis klinis mirip dengan Tipe I, dengan insiden patah tulang lengan bagian atas, tulang kering, tulang panggul (pelvic) seperti juga Kyphosis punggung (dowager’s hump).

  3. Osteoporosis Sekunder
    Kurang dari 5% penderita osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan. Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan). Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan ini.

    Kondisi medis yang menyebabkan terjadinya osteoporosis :
    * Metastase tulang – tumor tulang yang invasif dan resistan terhadap pengobatan.
    * Hipertiroidisme – sekresi kelenjar tiroid yang meningkat secara tidak wajar dan tak terkendali.
    * Oophorectomy awal – pengangkatan rahim yang menghasilkan estrogen.
    * Hipogonadisme (pada laki-laki) – fungsi gonad yang kurang memadai (yang memproduksi testosteron, progresteron, dan sejumlah estrogen.
    * Gastrectomy Subtotal – pemindahan sebagian dari perut.
    * Hemiplegia – stroke.
    * Mastocytosis sistemik- infiltrasi sel mast sistem.

    Obat-obatan juga dapat meningkatkan osteoporosis :
    * Glukokortikoid – steroid yang digunakan untuk mengurangi peradangan seperti pada arthritis remathoid
    * Tiroksin - iodine aktif yang digunakan untuk sekresi kelenjar tiroid sintetik.
    * GnRH analog – hormon penekan estrogen digunakan untuk mengobati tumor endometriosis dan serat.
    * Antikejang (hipnotik dan barbiturat) – pengobatan untuk mencegah atau menahan kejang.
    * Diuretik (furosemid) – pengobatan untuk edema berkaitan dengan gagal jantung kongestif, sirosis hati dan penyakit ginjal.
    * Heparin (jangka panjang) – antikoagulan digunakan untuk mengobati penyumbatan pembuluh darah dan penyakit koroner.

  4. Osteoporosis juvenil idiopatik
    merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui.
    Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

http://www.medicastore.com/osteoporosis/artikel_kontributor/27/Osteoporosis_Bukan_Hanya_Karena_Menopause.html