minta pendapat temen2 fk donk.. ^^

Temen2 FK…
Tolong minta pendapatnya donkzz… :slight_smile:

Aq punya temen cowo. Dia lagi PDKT ma satu cewe. Semuanya seh keliatannya OK2 aja. Sampe suatu saat temen aq ini baru tahu klo cewe ini teh lahir dari papa mama yang ga pernah bikin surat nikah. Dalam akta lahir cewe ini juga cuman tercantum nama mamanya aja.

Pertanyaannya:
Apakah status cewe ini adalah anak haram karena ga punya status yg jelas?
Kalo iya, apakah temen gua lebih baik meninggalkan cewe ini?
Atas masukan dan pendapat2 qlian, ku ucapkan banyak sekali terima kasih… :smiley: :smiley:

Saya rasa dalam umat Kristiani tidak pernah ada kata anak haram. Semua manusia kan ciptaan Tuhan. Kalo kita menganggap dia anak haram, berarti kita sudah menghakimi sesama kita donk.
Dalam hal ini mungkin orang tuanya bersalah, tetapi bukan berarti anaknya jd disalahkan, karena si anak itupun tidak mungkin menginginkan hal seperti itu terjadi pada dirinya.

Didepan Tuhan semua manusia sama derajatnya, kaya miskin, berpangkat atau tidak, dan lain2, bahkan sekalipun status orangtua nya yang tidak jelas.

Cuman selama kita masih dibumi ini, ya kita juga tetap mengikuti peraturan yang berlaku. Dalam hal ini berarti ada syarat2 yang masih harus dibereskan oleh pihak si perempuan untuk kelancaran urusannya kedepan.

Justru sebagai anak2 Tuhan yang tahu kebenaran, sebaiknya kita (terlebih si cowo) membantu dia menyelesaikan permasalahannya itu.
Sehingga kasih itu semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari bagi sesama kita.

Thx

(just my opinion) :slight_smile:

Supaya statusnya jelas , menurut sy ada faktor yang harus diketahui:

1.Apakah pa-ma ceweq tsb hidup didasarkan atas kumpul kebo
2.Apakah mama ceweq tsb hidup didasarkan atas status “isteri simpanan”
3.Apakah pa-ma ceweq tsb, tidak mempunyai surat krn t’ledor/kurang mngerti arti pentingnya surat nikah di cat-sipil.

Kalo iya, apakah temen gua lebih baik meninggalkan cewe ini? Atas masukan dan pendapat2 qlian, ku ucapkan banyak sekali terima kasih.. :D :D

Kembali kepada pilihannya.

Kalo sy pribadi, jika diperhadapkan dengan perkara demikian :

-Kalo statusnya krn orang tua : kumpul kebo/simpanan (hub.gelap) -->diputuskan /diahkiri saja hubungan.

-Ttp kalo hanya krn urusan ket’ledoran/ke-kurang mengertian or-tu ttg pentingnya surat cat-sipil → bisa diteruskan .
Dlm kaitannya dg point ke 2,
Share aja
Sy juga punya teman yang demikian, hanya memiliki surat nikah gereja ttp tidak mempunyai surat nikah mnrt cat-sipil, sehingga ketika anak lahir dan bersekolah .
Mengurus akte kelahiran hanya ditulis sbg anak dr ibu di kolom nama ayah kosong.

Semoga bermanfaat bg teman sodara :coolsmiley:

Secara rohani ---------->> kalo emang cinta, silakan terus pacaran yang sehat yah… :smiley:

Secara pemerintah ---------->> coba urus dulu surat2 aktenya supaya nanti ga ribet urusan administrasi

Secara adat ------------->> coba lakukan rekonsiliasi antara kedua belah pihak keluarga agar ke depannya dapat berbaur sebage keluarga besar yang baru, karena yang kawin bukan cuma dua orang, tetapi 2 keluarga besar.

hmm, opini qta ga jauh berbeda sebenarnya… :slight_smile:
tapi ternyata ada temen laen si cowo ini yang kasih opini berbeda. :mad0261:
Temen laen ini ambil dari Amsal 17:6

“Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.”

kata dia, klo anak nya hasil dari keturunan “ga jelas” maka gada kehormatan buat si anak itu…
so, menurutnya cewe itu bukan cewe yg harus dipertahankan…

bingung juga deh jadinya membantu temen ku ini… :char12:
anyway, thanks yah… ^^

@ sis alice n bro lukas:

thanks banget buat masukannya…
saran2 qlian bakal jadi masukkan yg bagus buat temen aq ini. :slight_smile:

Mm, btw, papanya si cewe ini ternyata dah meninggal dunia.
apakah masih perlu untuk memperjelas ‘status’ cewe ini?

Eh iya, ada 1 pertanyaan lagi yg muncul jadinya:

klo dengan “status” cewe ini, apakah diperbolehkan untuk menikah dan menerima pemberkatan di gereja?

thanks all…

Dalam hal ini sangat dibutuhkan kebijakan.
Dalam gereja memang ada peraturan2 dan syarat2 yang harus dipenuhi dan diikuti. Namun bukan berarti syarat2 tersebut menghalangi sesorang memperoleh berkat.
Yang pasti jika ingin menerima pemberkatan pernikahan digereja, keduanya harus sudah dibabtis.
Dan bagi cewe yang sekarang statusnya sudah dewasa dan sudah boleh menetukan pilihan untuk dirinya sendiri, si cewe tsbt boleh saja dibabtis jika ia menyerahkan dirinya untuk dibabtis. Meskipun syarat2 dari kedua orangtuanya blm lengkap. (Kecuali cewe tsbt masih anak2 maka yg menyerahkan untuk dibabtis adalah orangtuanya).

Demikian juga dalam pernikahan, jika memang ia sudah menetukan pilihannya dan memilih untuk diberkati di gereja, mereka boleh menerima pemberkatan, karena pemberkatan itu hak setiap orang (tentunya bukan asal2an, ttp ada syarat2 yg harus dilakukan).

Menurut saya, peraturan2 yang ada dalam gereja bukan sebagai penghalang tetapi sebagai penolong. Dengan demikian, jika ada peraturan yg tidak tertulis, dibutuhkan kebijaksanaan. (Tetapi bukan berarti jadi melanggar kebenaran.)

demikian sedikit opini saya :slight_smile:

Iya lah ya… kalo mau untuk teman hidup semuane harus jelas.
kecuali kalo sekedar pertemanan kaga perlu penjelasan dan diperjelas.
Krn untuk PH semua harus clear di depan , krn kalo tidak bisa jadi "pemicu"keretakan
dlm RT dengan alasan “dulu dia kaga pernah jujur”/tidak saling terbuka.

Krn (khusus) kalo mau dilanjut ke jenjang RT yag mana dlm sebuah RT itu adalah sebuah ikatan perjanjian antara pria dan wanita … semua harus jelas dimuka spy tidak saling tuduh di belakang hari.
Demikian masukan sy :coolsmiley:

Ya boleh lah , kaga soal koq :afro:

Secara semuanya OK2 aja…

Kalo gw jadi cowonya, gw ga kan pernah mikir dia sebagai anak haram,
dan ga kan pernah meninggalkan cewe ini hanya dengan alasan dia lahir dari papa-mamanya yg ga pernah bikin surat nikah.

Tentang pemberkatan di gereja, mungkin di setiap gereja aturannya bisa beda-beda, tapi di gereja gw mah bisa dan gw yakin Tuhan ga mempersalahkan itu.

semuanya balik lagi ke motivasi temen pria kamu, kenapa dia mau menjalin hub dgn si ce itu. kalo memang temenmu itu bermotivasi murni, pasti dia harus belajar menerima orang lain apa adanya.

dalam hub pria-wanita itu yg terpenting kan motivasinya murni,sesuai kata firman toh :slight_smile:

lagian kalo temenmu dan ce itu sungguh2 di dlm Tuhan, dan Tuhan berkehendak mereka ‘jadi’, Tuhan pasti buka jalan.

jika Tuhan sudah buka jalan, gada satu kuasa pun sanggup nutup :smiley:

km dukung temanmu ajah untuk dia doain dan tetap berteman dgn ce itu,tp dgn motivasi yg murni.
dan jgn bharap sm manusia,krn pasti kecewa,
bharapnya sama Tuhan ajah :slight_smile:

Kaga soal yah kalo tidak mau mempertahankan dlm taraf PDKT,
krn keduanya masih free , bebas untuk memilih.
Kalo teman sodara punya prinsip demikian , kenapa yang repot sodara yah??
Kecuali kalo kasus ini menimpa sodara , mungkin lebih bermanfaat kali yah :coolsmiley:

yup…yup… :happy0062: sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua yg telah memberikan komentar dan masukkan :slight_smile:
(udah mirip sama yg mu baca pidato lom yah?? :smiley: )

masukkan yg qlian sampaikan dah aq simpulkan dan aq kasih tau ma temen aq.
kemaren dia sempet berdiri di persimpangan jalan, bingung harus memilih jalur yg mana.
tapi tampaknya dia dah lbih yakin untuk lanjut ke tingkat atas dalam hubungan dengan cewe ini coz menurutnya menikah itu bukan dengan status, tetapi dengan kepribadian dan karakter cewe itu…
hehe, good for them lahh… ;D

thanks buat semuanya yah… :cheesy:
GOD bless you all… :angel:

wew… ANAK DI LUAR NIKAH ITU BEDA AMA ANAK HARAM, APALAGI ANAK HASIL KUMPUL KEBO

TS udah tanya ortu u sendiri blom sebelom posting di sini, kenapa bisa terjadi hal seperti ini? coba d, komunikasi ama ortu lebih erat.

zaman dahulu, hingga saat ini, susah untuk bikin surat nikah, banyak syarat2 yg mesti dipenuhi, sedangkan saat itu mungkin ortu sedang tidak ada duit untuk bikin surat2 gt atau tidak ada waktu.

contoh kasus:
ada co dan ce mau nikah 3 bulan lagi, kondisi mereka baru percaya dan belom dibaptis. mereka sudah ada gereja, tapi gereja mereka masih kolot. untuk bisa diberkati di gereja, harus dibaptis dulu. untuk dibaptis, mesti ikut kelas selama 6 bulan. untuk diberkati di gereja itu, harus ikut bimbingan pra-nikah selama 3 bulan.

akhirnya, karena mereka tipe jemaat yg setia, mereka gak mau cari gereja lain, solusinya mereka minta pendeta / gembala mereka untuk diberkati secara informal (yg penting di mata Tuhan sah). tentu saja, mereka tidak dapat surat pernyataan dari gereja bahwa mereka telah nikah.

trus, mereka pergi ke catatan sipil, petugas2 di sana pasti minta surat dari gereja. karena mereka tidak punya, catatan sipil pasti akan menolak mereka.

trus, hasil dari pernikahan itu, lahir anak. waktu anak itu mau bikin akte lahir, tidak ada surat dari catatan sipil, jadi di akte lahir anak itu tertulis “ANAK DI LUAR NIKAH”

begitulah yg terjadi…

tapi ternyata ada temen laen si cowo ini yang kasih opini berbeda. mad0261 Temen laen ini ambil dari Amsal 17:6

“Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.”

kata dia, klo anak nya hasil dari keturunan “ga jelas” maka gada kehormatan buat si anak itu…
so, menurutnya cewe itu bukan cewe yg harus dipertahankan…

hati2 sama orang Kristen yg seperti ini, yang sering menjadi batu sandungan bagi orang lain, main suruh putus aja, gak ada kehormatan untuk anak itu, wew…

yg terjadi di kenyataan tidak seperti itu, justru peraturan di gereja (khusunya yg kolot) malah menghalangi pasangan untuk bisa diberkati di gereja itu, apalagi kalau pasangan itu belum dibaptis.

akhirnya, yg sering terjadi banyak pasangan yg cuma numpang nikah aja di gereja yg agak longgar peraturannya. setelah diberkatin, mereka tidak datang ke gereja tersebut. tapi, rata2 masih menetap, mungkin sakit ati x yach ama gereja lama.

bukankah pertanyaan TS sama aja dengan seperti ini:

ada co PDKT ama seorang ce, trus suatu hari tuch co liat KTP si ce dan menemukan kalo agama si ce di KTP ternyata agama bukan Kristen.

trus si co bingung, berarti dia gak bisa pacaran apalagi nikah ama ce itu donkz, karena mereka beda agama. akhirnya si co gk PDKT ama ce itu lagi.

berlebihan gak sich??? apalagi kalo ternyata si ce adalah pengerja di suatu gereja, dia cuma gak concern aja ama KTP-nya.

@ bro percetakan:

thanks banget buat pemaparannya. . :happy0062:
1 hal yg perlu diluruskan dulu: aq ga perlu tanya ma ortu ku karena ortu ku menikah melalui prosedur yg jelas koq… :slight_smile:
ini kasus teman ku. Dia share ma aq, n krn aq gatau gmn cara jelasinnya, jadi aq tanya ma qlian2 dsini… begitu bro… :slight_smile:

oh ya, aq juga dah tau alesan ortu cewenya temen ku itu knp ga ada akta nikah. ternyata, bapa nya itu masih terdaftar jadi WNA dan lum ada surat ijin WNI. maklum lah, jaman2 kemaren masih susah kali yahh… :rolleye0014:

klo mnrt bro percetakan, pertanyaan ku terlalu berlebihan… yah maafkan lah deh…
ga berniat lebay kogg… :ashamed0004:

thanks banget and GOD bless ^^

sorry, maksudnya gua emang bukan u, tapi biasanya khan orang se-zaman tau masalah yg terjadi di zaman itu. jadi, biarpun orang tua u nikah melalui prosedur, tapi mereka pasti kemungkinan besar tau mengenai masalah ini, apalagi mereka pasti ngalamin susahnya bikin surat nikah di zaman dulu, dan mereka tidak menyerah tetap mau bikin.

betul khan… semua cuma masalah kesulitan dalam prosedur / birokrasi, jangan liat status orang dari yang kelihatan, tapi liat dari yg tidak kelihatan (misal: hati, kebiasaan, dll…)