Menyisihkan atau menyisakan?

Bacaan hari ini: 2 Raja-raja 4:42-44

4:42 Datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa: "Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan."

4:43 Tetapi pelayannya itu berkata: “Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?” Jawabnya: “Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya.”
4:44 Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka makanlah mereka dan ada sisanya, sesuai dengan firman TUHAN.

http://rasanyakok.dagdigdug.com/files/2008/07/nasgor.JPG

Apa bedanya “menyisihkan” dengan “menyisakan”? Katakanlah Anda memesan sepiring nasi goreng di restoran dan ingin membaginya dengan orang di rumah. Menyisihkan berarti mengambil dulu sebagian dari nasi itu untuk dibungkus. Sisanya baru Anda makan. Menyisakan berarti sebaliknya. Anda santap dulu nasi goreng itu sampai kenyang. Sisanya baru dibungkus untuk dibawa pulang. Menyisihkan itu mengutamakan. Menyisakan itu menomorduakan.

Ketika krisis pangan melanda daerah tempat Nabi Elisa melayani, 100 orang rombongan nabi kelaparan. Elisa tidak punya persediaan makanan. Namun, di saat kritis itu, datanglah seseorang membawa 20 roti jelai. Tidak jelas siapa namanya. Yang jelas, pasti ia seorang yang takut akan Tuhan. Betapa tidak? Roti yang dibawanya adalah persembahan “hasil hulu”. Aturan Taurat menetapkan bahwa setiap kali orang berkebun atau bercocok-tanam, hasil panen pertama harus dipersembahkan kepada Tuhan. Itulah persembahan hasil hulu. Di tengah krisis pangan, hasil panen orang ini pasti juga anjlok. Tidak banyak. Namun, ia tetap memberikan persembahan. Sedikitnya hasil panen bukan menjadi alasan baginya untuk tidak menyisihkan bagian yang terbaik untuk Tuhan. Akhirnya, lewat persembahannya Tuhan sendiri berkarya. Persembahan yang sedikit diubah menjadi banyak. Dengan 20 roti jelai, 100 orang yang kelaparan dapat makan sampai kenyang, bahkan ada sisanya!

Tuhan telah memberi Anda yang terbaik. Sudahkah Anda juga menyisihkan bagian terbaik untuk Tuhan? Atau, yang kita beri selama ini hanyalah sisa waktu, sisa tenaga, sisa uang belanja? :coolsmiley:

Orang yang mencintai Tuhan lebih suka menyisihkan daripada menyisakan :angel:

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net