Mengomentari topik Paulus vs Petrus (rasul2 lainnya)

Aku baca2 di internet tentang Paulus vs Petrus. Keduanya adalah rasul dan sekaligus misionaris. Mereka pergi memberitakan Injil ke banyak tempat

Baiklah, jadi menurut aku soal pengalaman Petrus itu gak usah diragukan lagi, dia jauh di atas Paulus. Dia makan, minum, tidur, suka duka dilalui langsung bersama sang Maha Guru, Tuhan Yesus. Bagaimana dengan Paulus? Paulus cuma mengklaim mendapat penglihatan Yesus dan mendapat pengutusan dalam penglihatan tersebut. Yang satu bertemu langsung, yg satu lagi cuma lewat penglihatan (bisa jadi Paulus pernah bertemu Yesus secara fisik tapi tidak ada bukti di Alkitab). Paulus cuma mantan ‘kriminal’, orang yg pernah menganiya umat Kristen, bandingkan dengan Petrus yg adalah murid sejatinya Yesus sejak mulanya. Paulus mesti belajar banyak sesudah ia bertobat. Sedangkan Petrus secara start sudah cukup mengerti Kekristenan.

Tapi menurut aku secara pemahaman ilmu agama/teologi itu Paulus (sepertinya) di atas Petrus. Paulus lah yg mengajarkan soal kasih karunia, soal iman. Dan bukan itu saja tapi ada juga soal2 seperti kasih, percabulan, perselisihan, menghakimi, persembahan dll. Sebagian besar kitab PB ditulis oleh Paulus. Ajarannya sangat mendalam aku yg pembaca awam (tapi kritis) sering gak mengerti akan tulisannya. Tapi tulisannya tentang dibenarkan oleh iman itu menurut aku sangat berharga. Seandainya dia gak menulis itu mungkin Kekristenan gak akan seperti ini.

Aku bukan memandang secara bias atau memihak. Aku percaya semua rasul yaitu penyebar agama Kristen yg ditunjuk oleh Tuhan Yesus itu sama pentingnya. Setiap orang ada kemampuan khususnya. Bahkan rasul yg tidak menulis Alkitab pun jangan2 lebih jago dalam hal menggembalakan daripada Paulus dan Petrus. Mungkin yg satu jago menjadi penggembala tapi kurang jago menulis/mengajar dan yg lain lagi jago menulis/mengajar tapi tidak terlalu jago dalam hal menggembala.

Mereka konon katanya mati semua dengan cara yg sadis (kecuali Yohanes yg mati normal karena tua) demi Yesus. Jadi kita sangat menghargai perjuangan para Rasul. Mereka tidak utk diperbandingkan, tidak juga utk disembah tapi menurut aku semangat mereka dalam memberitakan Injil luar biasa patut kita teladani.

Paulus dan Petrus
Mereka tidak berbeda atau berselisih pendapat tentang hal-hal pribadi atau tetek bengek yang tidak signifikan.

Perbedaan pendapat mereka berdua adalah terkait sebuah isu sental tentang iman Kristiani. Sebagaimana dilihat oleh Paulus, Petrus menyesatkan orang-orang non-Yahudi (baca: kafir) sehingga percaya bahwa mereka harus mengikuti hukum-hukum Perjanjian Lama tertentu sebelum mereka dapat mempertimbangkan diri mereka sendiri sepenuhnya diselamatkan oleh Allah.
Hal ini berarti bahwa pengorbanan Yesus di atas kayu salib tidaklah cukup bagi mereka. Perilaku Petrus mendistorsi kebenaran Kristiani, sehingga dengan demikian Paulus mengedepankan isu ini. Iman kepada (akan; dalam) Yesus sudah cukup untuk memperoleh keselamatan.

Setelah konfrontasi di Antiokhia, Petrus dan Paulus masing-masing bergerak maju dalam pelayanan mereka yang terpisah, Petrus kepada kaum bersunat (Yahudi) dan Paulus kepada orang-orang tak bersunat. Apakah mereka pernah melakukan upaya rekonsiliasi setelah terjadinya perbedaan pendapat seperti diceritakan dalam bacaan di atas? Tidak ada catatan dalam Perjanjian Baru. Hanya satu hal yang pasti: Tulisan-tulisan mereka menunjukkan bahwa mereka melihat dengan serius relasi dekat-akrab yang harus eksis di antara umat Kristiani, yang disharingkan satu sama lain dalam Kristus.
Petrus dan Paulus bukanlah macam orang yang memperkenankan agenda-agenda pribadi atau pertentangan-pertentangan pribadi mengganggu misi untuk membuat Kristus dikenal dalam dunia…
Masuk akallah apabila kita percaya bahwa dua orang rasul ini secara tulus-ikhlas mencoba untuk memperbaiki relasi mereka satu sama lain.

2 Petrus3: 14-15
Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

lha itulah

cuma sekelompok orang konyol aja mau banding2in mereka berdua
pada gak takut kualat apa ya wkwkwk ;D

orang yang ga suka dengan kenyataan bahwa gereja purba mengangkat Petrus jadi yang utama itu cuma masalah mereka gak suka sama Katolik, mereka lakukan segala cara termasuk merendahkan Petrus
contohnya bisa kita lihat langsung di forum ini ;D
mengerikan ini loh

dan pemahaman ilmu teologia itu gak menjadikan posisi kita dalam gereja lebih tinggi kok
saya punya teman yang saya pikir ilmu teologianya jauh lebih tinggi daripada gembalanya, tapi ya dia bahkan jadi wakil gembala pun tidak, so what? ga ada yang salah disitu, dia tetap tunduk sama gembalanya
so menentukan utama atau tidak itu bukan dari 1 faktor itu aja

Ini statement sudah keliru karena Paulus adalah ahli Alkitab murid Gamaliel Guru yang sangat terkenal dimasa itu sedangkan Petrus kerjanya keliru melulu sehingga pernah dihardik Iblis oleh Tuhan Yesus.

Pengalaman tidak bisa dijadikan ukuran tetapi pengetahuan akan kebenaran.

berarti menurut kamu Yesus telah salah memilih petrus sebagai rasul?

Ada keunikan masing-masing rasul.

Petrus itu the most inner circle dari para rasul semasa Yesus Kristus berkarya langsung.
Jd dari segi kedekatan dan orisinalitas, Petrus tidak perlu diragukan.

Paulus itu terdidik dan memegang kewarganegaraan Roma.
Krn ia terdidik, maka ia mampu mengajar dg lebih sistematis dan mendalam, bahasa-bahasanya cocok utk orang Yahudi maupun non Yahudi.

Makanya Alkitab menuliskan, Petrus memimpin kegerakan Tuhan utk orang-orang Yahudi sdgkn Paulus menjadi ujung tombak Tuhan utk memenangkan bangsa non Yahudi.

iya maksud aku: pengalaman dalam hal ‘kedekatan’ dengan Yesus

Tidak perlu memperbandingkan dan mempertentangkan Petrus dan Paulus.
Kedua-duanya adalah rasul yang diangkat Yesus sendiri.
Hanya bedanya Petrus diangkat sebagai rasul ketika Yesus masih ada di dunia ini.

Sedangkan Paulus diangkat sebagai rasul oleh Yesus juga setelah Yesus terangkat ke surga berdasarkan suara yang didengar Paulus dan teman-temannya seperjalanan yaitu suara : "Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat." ( Kisah Para Rasul 9:5-7). Juga berdasarkan firman yang disampaikan kepada Ananias dalam Kisah Para Rasul 9:15 yang berbunyi "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.

Kisah Para Rasul 9:1-15
9:1. Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
9:2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”
9:5 Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.
9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
9:9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.
9:10. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!”
9:11 Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
9:12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."
9:13 Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.
9:14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.”
9:15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
9:16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
9:17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”
9:18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
9:19 Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. (9-19b) Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.
9:20 Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Yang jadi pertanyaan apakah kerasulan Paulus sah ?
Jawab : sah karena ada yang melihat Paulus rebah ke tanah dan mendengar suara yang memanggil Paulus yaitu teman-temannya seperjalanan Paulus. Teman-teman seperjalanan Paulus ini berarti lebih dari satu orang.
Berdasarkan Ulangan 19:15 dan Matius 18:16 maka teman-temannya seperjalanan Paulus(lebih dari satu orang) yang menyaksikan hal itu. Perkara kerasulan Paulus sah.

Matius 18:16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.

Ditambah lagi kesaksian dari Ananias yang walaupun tidak melihat peristiwa tersebut tetapi mendapat kesaksian dari firman Tuhan.
Juga murid-murid di Damsyik yang pasti mendengarkan kesaksian Paulus dan Ananias. Kesaksian tentang kerasulan Paulus menjadi lebih kuat lagi. Dan bisa dipastikan secara meyakinkan bahwa kerasulan Paulus sah.

Jadi baik Petrus dan Paulus adalah rasul-rasul Yesus yang sah.

Petrus dan Paulus mempunyai kelebihan dan tugasnya masing-masing.
Petrus dipanggil sebagai pemimpin para rasul dan pemimpin gereja yang terpusat di Yerusalem berdasarkan mandat Yesus.

Paulus dipanggil sebagai misionaris bersama-sama dengan Barnabas.
Paulus ini dilahirkan di Tarsus yang sekarang masuk wilayah Turki yang pada waktu itu berbahasa Yunani. Jadi bahasa ibu Paulus adalah bahasa Yunani. Paulus ini kemudian dibesarkan dan dididik dibawah Gamaliel. Yang berarti Paulus juga fasih berbahasa Ibrani dan menguasai kitab Taurat, kitab para nabi dengan berbagai hukum dan ketentuannya. Dan Paulus ini sebelum bertobat adalah seorang Farisi yang memusuhi kekristenan.
Dan kemampuan Paulus yang menguasai bahasa Ibrani, bahasa Yunani serta pengetahuannya tentang kitab-kitab Perjanjian Lama menjadi modal penting untuk memberitakan injil diantara bangsa-bangsa lain baik dari kalangan Yahudi maupun Yunani.

Hubungan Paulus dengan Para Rasul yang lain.
Paulus dan Barnabas rekannya bukanlah orang yang terpisah dengan persekutuan para rasul. Justru sebaliknya Paulus dan Barnabas adalah bagian dari persekutuan para rasul yang mendapat tugas dari gereja mula-mula di Yerusalem untuk menyebarkan Injil ke daerah-daerah lain sebagai misionaris.
Dan gereja binaan Paulus dan Barnabas di daerah lain selalu terikat dengan gereja Yerusalem.
Jadi gereja-gereja yang diluar Yerusalem ini tidak putus hubungan dengan gereja Yerusalem untuk menjaga gereja-gereja tersebut tetap satu iman, satu pembabtisan dan satu pengajaran

Kisah Para Rasul 15:22-26
15:22. Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu.
15:23 Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: “Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain.
15:24 Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka.
15:25 Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi,
15:26 yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus.
15:27 Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu.
15:28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
15:29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”

Pada Kisah Para Rasul 15:29 ini terlihat jelas bahwa Paulus,Barnabas beserta Yudas dan Silas yang diikut sertakan dengan mereka untuk menyebarkan dogma hasil Konsili Yerusalem kepada gereja- gereja di daerah lain sehingga gereja2 tersebut tetap satu ajaran dengan gereja Yerusalem.

Jadi hubungan Paulus , Petrus dan rasul-rasul yang lain bisa dianalogikan sebagai pemain sepakbola dimana mereka saling bekerja sama.
Petrus diibaratkan sebagai kapten, Yakobus dan Yohanes sebagai gelandang. Sedangkan Paulus dan Barnabas sebagai striker. Jadi tidak usah heran jika tulisan rasul Paulus lenih banyak dari tulisan rasul yang lain karena ibarat striker yang banyak mencetak gol. Maka Paulus menghasilkan banyak tulisan untuk karya pewartaan Injil.

Demikianlah tulisan saya. Semoga bermanfaat.

Menarik topik ini sebenarnya.

Benar Patrus punya pengalaman berinteraksi dengan Tuhan Yesus secara fisik lebih banyak dari pada Paulus, bahkan perbandingannya 1:0 sebab Paulus tidak pernah berinteraksi secara fisik dengan Tuhan Yesus.

Benar juga bahwa soal pengetahuan Kitab Suci, Paulus diatas Petrus bahkan diatas rata-rata anak seusianya pada jaman itu (Galatia 1:14). Logikanya ia murid Gamaliel yang merupakan guru Yahudi paling dihormati (Kis 5:34), dan karena ia murid guru paling pintar dan diantara murid Gamaliel dialah yang paling menonjol jadi pengakuannya dapat diterima secara logis jika ada yang meragukan klaimnya. Karena ia yang terpintar dari didikan guru terpintar pada zamannya.

Namun bukan itu yang membuat sesorang berharga dihadapan Allah. Hubungan dengan Kristus secara fisik hanya dialami segelintir orang yang hidup di Galilea dan bertemu dengannya 3 tahun sebelum kematian-Nya, itu sangat sediit sekali padahal mengenal-Nya itu adalah kehendak Allah. Jadi bukan hubungan secara fisik bertemu yang membuat seseorang itu mengenal Allah dengan baik, bahkan Yudas Iskariot yang setiap hari bertemu juga gagal mengenal-Nya. Hubungan dengan Allah tidak diukur dengan tatap muka secara fisik, tetapi secara rohani.

1 Petrus 1:8-9 dikatakan,
“Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.”

Hubungan dengan Kristus tidak dibatasi oleh kontak fisik, tetapi secara rohani. Semua orang tidak pernah melihat Kristus, namun mereka memiliki hubungan pribadi dengan Kristus seperti yang dikatakan dalam Kol 3:3 “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” Setiap orang beriman memiliki kehidupan bersama Kristus yang tidak dipahami oleh orang dunia. Mereka berdoa dan membaca Alkitab, merasakan jamahan-Nya dan merasakan kasih setia-Nya sehingga Kristus itu nyata ada dan hidup di dalam mereka.

Hubungan inilah yang diteruskan para rasul kepada gereja sampai hari ini. Bukan kontak secara fisik, atau hanya menunggu mendapat pengelihatan seperti Paulus dan beberapa orang lainnya. Tidak sebab Injil yang diberitakan adalah Injil yang didasari atas dasar iman, bukan pengelihatan. Hubungan Kristus dan jemaat-Nya masing-masing terjalin secara rahasia lewat pekerjaan Roh Kudus.

Demikian juga dalam pengetahuan akan Kitab Suci, tidak harus didapat dari sekolah agama seperti Paulus, sebab Petrus yang hanya rakyat biasa yang profesinya nelayan, ia ternyata menerima pernyataan pengetahuan Firman Allah. Sebab pernah dikatakan oleh Yesus, dalam Luk 8:10 “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah.” dan juga dalam Luk 24:45 dikatakan, “Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.” Sebab itu kita mengenal Firman Allah berupa logos dan rhema. Logos kita pelajari lewat proses belajar mengajar, dan rhema kita terima dari Roh Kudus (Yoh 16:13).

Baik Petrus maupun Paulus walau dari luas terlihat memiliki latar pendidikan dan pengalaman berbeda namun dalam hal pengetahuan mereka memiliki persamaan. Jika anda baca surat yang ditulis Petrus maupun Paulus terlihat kaitannya bahwa mereka mengajarkan hal-hal yang serupa, saling menjelaskan dan melengkapi dengan gaya bahasa berebda. Itulah tandanya bahwa Allah itu esa, bahwa Roh Allah itu bekerja baik dalam diri Petrus maupun Paulus.

Tentang teguran Paulus terhadap Petrus, menunjukan bahkan seorang rasul sekalipun tidak terlepas dari kelalaian, karena itu hendaklah kita saling menguatkan, menasihati dan menghibur satu dengan yang lain. Karena yang memberi nasihat belum tentu ia lebih superior dari yang menarima nasihat karena kita sama-sama murid Kristus.

1 Korintus 12

Soal ajaran Kristologi memang Paulus kampiunnya karena Dia menguasai Kitab Suci dan ilmu filsafat Barat,makanya Paulus dipakai Tuhan untuk bangsa non Yahudi.

Tuhan Yesus Kristus tidak memilih seseorang berdasarkan kemampuan orang itu. Yang tidak bisa bicara saja dibuat Tuhan berbicara.

Damaikan hati dan jangan menggunakan hoaks sebagai referensi diskusi.

Kukomentari yang menurutku menarik dikomentari.

Pemilihan Paulus menjadi rasul oleh Tuhan Yesus Kristus disaksikan oleh teman seperjalannya ketika Paulus berencana mengejar para pengikut jalan Tuhan di Damsyik untuk dibawa ke Yerusalem. Teman seperjalanannya lebih dari satu orang. Kis 9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.
Selain disaksikan oleh teman seperjalannya, Ananias (yang adalah murid Tuhan) di Damsyik diberitahu Tuhan tentang pemilihan Saulus yang kemudian menjadi bernama Paulus. Kis 9:11 Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,

Menurut pendapatku, karena setiap orang itu unik, maka tiap orang memiliki unsur subyektivitas yang mau tidak mau, suka tidak suka, menuntun orang itu menilai secara subyektif, walaupun mengaku obyektif.

Perjanjian Baru mustahil salah ditulis karena diinspirasi oleh ROH KUDUS. Yang tertulis di Perjanjian Baru itulah kenyataannya dan jadi dasar hidup menggereja, bahwa jika ada rasul yang tidak dicatat menulisakan tulisan tentang kasih Yesus Kristus, memang demikianlah kenyataannya. Mustahil rasul yang begitu lebih jago daripada rasul yang dicatat. Anda sebagai seorang Protestan mengingkari prinsip Sola Scriptura.

Setuju.
Para rasul itu, juga penerus rasul, patut diteladani dan dihormati, karena berkat jasa merekalah pengikut Kristus mengenal Yesus Kristus, jadi, mereka bukan disembah.

Salam damai.

Ini statement sudah keliru karena Paulus adalah ahli Alkitab murid Gamaliel Guru yang sangat terkenal dimasa itu sedangkan Petrus kerjanya keliru melulu sehingga pernah dihardik Iblis oleh Tuhan Yesus.

Pengalaman tidak bisa dijadikan ukuran tetapi pengetahuan akan kebenaran.
[/quote]
@jamu, apakah Anda mengerti dengan tulisan Anda?
@revoltzer menulis bahwa pengalaman Petrus bersama Tuhan Yesus Kristus tidak perlu diragukan. Sementara @jamu menuliskan bahwa tulisan @revoltzer itu keliru. @jamu menilai kekeliruan pernyataan @revoltzer itu berdasar keterkenalan Gamaliel guru Paulus. Tahukah @jamu bahwa Gamaliel itu Guru Agama Yahudi? Bagaimana @jamu membandingkan murid Yesus dengan murid Gamaliel? Membandingkan kekristenan dengan keyahudian?

Damaikan hatimu, jangan menggunakan hoaks sebagai referensi diskusi.

Berdasarkan Gal 2:11-14 Paulus bertentangan dengan Petrus sebagai berikut:
Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.
Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.
Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.
Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”

Itu adalah bagian dari Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia. Agak aneh menurutku, seorang rasul menulis surat kepada jemaat tentang “kekurangan” rasul lain. Seolah Paulus bermegah menemukan kesalahan Kefas, dan menceritakannya kepada jemaat Galatia melalui surat.
Mencermati bagian surat tersebut, kutangkap:
Paulus menyatakan bahwa dia berterang-terangan kepada Kefas atas kesalahan Kefas.
Kesalahan Kefas menurut Paulus ialah: Sebelum kalangan Yakobus datang ke tempat berkumpulnya murid-murid Kristus, Kefas duduk semeja dengan murid Kristus yang tidak bersunat. Ketika kalangan Yakobus datang, selanjutnya Kefas mengundurkan diri dan menjau dari kaum tidak bersunat. Paulus menduga Kefas mengundurkan diri dari kaum tidak bersunat karena Kefas takut kepada kaum bersunat.
Orang-orang Yahudi lainpun ikut-ikutan meninggalkan kaum tidak bersunat.
Menurut Paulus, dia berkata kepada Kefas: “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”
Sepenangkapanku, bagian dari Surat Paulus kepada jemaat di Galatia itu, belum tentu menggambarkan hal yang sebenarnya terjadi. Maksudku, belum tentu Paulus berterang-terangan mengucapkan seperti itu kepada Kefas, yang dipandangnya sebagai soko guru jemaat. Gal 2:9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;

Salam damai.

Re: Mengomentari topik Paulus vs Petrus (rasul2 lainnya)
Mengomentari judul topik ini pun aku kurang sreg pd kata “vs”
Itu membandingkan eksistensi, mempertentangkannya
Lalu memperbesar eksistensi dan pertentangannya
Kemudian silap dikit bisa konslet plus-minusnya

Jadi dr pd mengomentari topik Paulus vs Petrus
Lebih baik judulnya mengomentari Paulus dan Petrus
Atau lebih baik lagi membuat topik Paulus dan Matias
Kali tak jumpa, tapi sama2 jadi rasul setelah kenaikan-Nya
Matias diangkat oleh Petrus dan Paulus diangkat oleh Yesus
Tapi tujuannya mungkin sama2 utk menggantikan Yudas Iskariot
Atau bagaimana dan apa komentar2 kita memuliakan nama-Nya?

Alkitab Hari Ini - 28 November 2019
Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur
kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. – [Ibrani 13:15]

Salam Damai!

[color=blue]Re: Mengomentari topik Paulus vs Petrus (rasul2 lainnya)
Mengomentari judul topik ini pun aku kurang sreg pd kata “vs”
Itu membandingkan eksistensi, mempertentangkannya
Lalu memperbesar eksistensi dan pertentangannya
Kemudian silap dikit bisa konslet plus-minusnya
[/quote]
Ya. Analisis @Maren Kitatau pada poin ini berterima di benakku. Namun, TS sudah mengemukakannya seperti judul, menggunakan vs. Menurut pendapatku, para pembaca yang memperhatikan trit ini harus mengikuti keinginan TS, agar hasrat TS atas trit ini terpuaskan. Pihak yang berkompeten mengubah judul trit ini adalah TS dan atau Moderator/Administrator.

Selain itu, menurut dugaanku (dan semoga salah), TS memang ingin membandingkan keunggulan atau keutamaan Paulus dari Petrus. Menurut dugaanku lagi, TS cemburu kepada kerasulan Petrus, karena kerasulan Petrus dapat ditelusuri dari yang ada sekarang sampai kepada Petrus, sementara terusan kerasulan Paulus seperti terhenti, tidak jelas siapa yang meneruskan kerasulannya pada masa ini. Sementara di sisi lain, tulisan Paulus sangat dominan dari sisi jumlah di Perjanjian Baru dibandingkan dengan tulisan Petrus.
Karena itu, kuduga, TS ingin menunjukkan keutamaan Paulus dari Petrus, dan berupaya menurunkan rasa hormat jemaat kepada Petrus.
Kenapa sampai TS ingin menurunkan rasa hormat jemaat kepada Petrus, belum kuketahui. Betapa bermanfaat jika TS mengutarakan secara terbuka, tujuannya menulis trit ini. Dengan diungkapkannya, maka dugaan-dugaan pembaca akan tereliminir.

Menurut pendapatku, jika Anda hendak membangun trit topik seperti itu, Anda merdeka memulainya. Jika trit ini hendak dirubah, TS, atau Moderator, atau Administratorlah yang memiliki kompetensi mengubahnya.

Menurut pamahamanku, yang mengangkat Matias menjadi rasul menggantikan kerasulan Yudas Iskariot ialah rasul-rasul lainnya, bukan hanya (sola) Petrus. Tujuan pengangkatan Matias sudah jelas dikemukakan para rasul kepada jemaat, yaitu untuk meneruskan jabatan kerasulan Yudas Iskariot. KPR 1:20-21 Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,
Pengangkatan Paulus, yang tadinya bernama Saulus, dikatakan Tuhan Yesus Kristus di KPR 9:15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Dari ayat tersebut, kutangkap, pengangkatan Paulus tidak ada kaitannya dengan Yudas Iskariot.

Damai seharusnya tidak dengan pentung.

“harus”, berarti tidak ada jalan lain, Bro!
Dan pula kepuasan seharusnya pd kita
Kepuasan di dlm Yesus Kristus

Selain itu, menurut dugaanku (dan semoga salah), TS memang ingin membandingkan keunggulan atau keutamaan Paulus dari Petrus. Menurut dugaanku lagi, TS cemburu kepada kerasulan Petrus, karena kerasulan Petrus dapat ditelusuri dari yang ada sekarang sampai kepada Petrus, sementara terusan kerasulan Paulus seperti terhenti, tidak jelas siapa yang meneruskan kerasulannya pada masa ini. Sementara di sisi lain, tulisan Paulus sangat dominan dari sisi jumlah di Perjanjian Baru dibandingkan dengan tulisan Petrus.
Karena itu, kuduga, TS ingin menunjukkan keutamaan Paulus dari Petrus, dan berupaya menurunkan rasa hormat jemaat kepada Petrus.
Kenapa sampai TS ingin menurunkan rasa hormat jemaat kepada Petrus, belum kuketahui. Betapa bermanfaat jika TS mengutarakan secara terbuka, tujuannya menulis trit ini. Dengan diungkapkannya, maka dugaan-dugaan pembaca akan tereliminir.
Itulah jenis keharusan yg bersemangat duniawi
Membandingkan eksistensi dgn kriteria manusia

Menurut pamahamanku, yang mengangkat Matias menjadi rasul menggantikan kerasulan Yudas Iskariot ialah rasul-rasul lainnya, bukan hanya (sola) Petrus. Tujuan pengangkatan Matias sudah jelas dikemukakan para rasul kepada jemaat, yaitu untuk meneruskan jabatan kerasulan Yudas Iskariot. KPR 1:20-21 Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,
Pengangkatan Paulus, yang tadinya bernama Saulus, dikatakan Tuhan Yesus Kristus di KPR 9:15 Tetapi Firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Dari ayat tersebut, kutangkap, pengangkatan Paulus tidak ada kaitannya dengan Yudas Iskariot.
Semua yg dipilih Allah adalah alat
Baik Petrus pun Paulus dan kita hrs memuliakan-Nya.
Tdk ada keharusan kita utk meng-agul2 eksistensi alat
Allah tidak pilih bulu: muda-tua, baik-jahat, dll, sbg alat

Salam Damai!